Angel Of Love

Angel Of Love
Percayalah padaku


__ADS_3

Setelah Sean keluar dari kamarnya, Adelia segera meraih gelas air putih yang diletakkan oleh kakaknya diatas meja. Adelia meneguk air itu dengan cepat untuk membasahi tenggorokannya yang sudah kering setelah itu dia meletakkan gelas itu kembali


Jika dia bisa keluar dari sana maka dia tidak akan kembali lagi, dia akan mengajak Chris kawin lari dan pergi yang jauh tanpa sepengetahuan keluarganya.


Adelia memutar otaknya, dia tidak mau dikurung seperti itu oleh kakaknya hanya karena dia mencintai seorang pria.


Adelia bangkit berdiri dan berjalan kearah jendela, dia berencana untuk kabur lewat jendela itu.


Adelia membuka jendela itu tapi tidak bisa, apa Sean juga mengunci jendela kamarnya?


Dia berusaha membuka jendela itu tapi ternyata kunci jendela kamarnya macet, mungkin karena sudah lama tidak dibuka membuat kunci jendela itu macet. Apalagi dia jarang pulang dan tidur dikamarnya


"Si*alan kenapa kuncinya harus macet disaat seperti ini!" gerutunya kesal saat mencoba membuka kunci jendela itu berkali-kali.


Adelia kembali memutar otaknya, bagaimana sekarang?


Tapi dia tidak kehabisan akal, Adelia mengambil sebuah kursi yang ada dimeja riasnya dan kembali berjalan kearah jendela yang terbuat dari kaca tersebut.


Tanpa basa basi,vAdelia melemparkan kursi itu kearah jendela dan?


"Praaang!!" kaca jendela itu hancur berkeping-keping dan berserakan dilantai.


Tidak mau menunggu lagi, Adelia segera menarik selimutnya dan mengikatkan selimut itu didaun jendela. Dia juga mulai memanjati jendela, Adelia tidak perduli saat tangan dan kakinya tergores oleh pecahan kaca karena yang dia inginkan saat itu adalah bisa keluar dari sana.


Dia tidak mau terkurung dikamar itu terus menerus apalagi dia sangat khawatir jika Chris sedang menunggu kabar darinya dengan khawatir.


Setelah dia dapat keluar dari kamar itu, tentu dia akan pergi mencari Chris bagaimanapun caranya.


Pada saat itu, Sean membuka pintu kamar itu, matanya terbelalak kaget saat melihat adiknya sedang memanjati jendela dan berdiri disana.


Mirna juga tak kalah kagetnya, wanita paruh baya itu berteriak karena dia takut putrinya jatuh kebawah sana apalagi kamar itu berada dilantai dua. Jika itu terjadi maka dia tidak akan sanggup melihatnya.


"Adel, apa yang kau lakukan? Cepat turun!" teriak ibunya ketakutan.

__ADS_1


Sean dan ibunya masuk kedalam, hendak menenangkan Adelia agar tidak gegabah.


"Adel, turun dari sana. Nanti kau bisa jatuh kebawah." pinta kakaknya.


"Jangan mendekat, aku benci dengan kak Sean! Lebih baik aku melompat kebawah sana dari pada harus terkurung dikamar ini."


Adelia memegangi sprei yang dia ikat dengan kencang, kakinya mulai bergetar karena sebenarnya dia juga takut, Adelia menelan ludahnya saat melihat kebawah sana.


"Adel, ayo turun sini." bujuk Sean lagi.


"Kak Sean jangan mendekat, jika kakak tidak mengijinkan hubunganku dengan Chris maka aku akan lompat dari sini." ancamnya.


"Jangan bodoh, nyawamu cuma satu dan jangan korbankan nyawamu demi seorang pria!" teriak Sean marah.


"Aku tidak berniat mengorbankan nyawaku untuk seorang pria, tapi aku benci dengan tindakan kak Sean terhadapku!! Apa kakak mengira aku seorang penjahat sehingga mengurungku seperti ini? Aku benar-benar benci denganmu!!" teriak Adelia tak mau kalah.


Pada saat itu Chris sudah berada dianak tangga dengan Roy Ranjendra, pria itu mendengar perkataan Adelia dan sepertinya Sean sudah keterlaluan.


Chris berjalan dengan cepat dan mengikuti Roy menuju kamar Adelia. Matanya terbelalak kaget saat melihat Adelia berdiri dijendela dengan tangan dan kaki yang berdarah karena terkena pecahan kaca.


"Hei ada apa ini?" tanya Roy heran, pria itu belum mengerti dengan situasi disana.


Sontak saja semua yang ada disana langsung melihat kearah pintu, Sean sangat kesal saat melihat Chris disana dan Adelia begitu senang melihat pria itu.


Dengan cepat Sean melangkah menghampiri Chris, beraninya pria itu berada dirumahnya? kali ini akan dia pukul pria itu.


Sean mengepalkan tangannya, dia sangat siap meninju wajah Chris tapi tanpa dia duga Chris terlebih dahulu melayangkan tinjunya kewajah Sean. Pria itu langsung terjungkal karena serangan itu dan Mirna langsung berteriak sedangkan Roy tambah bingung.


"Tuan Sean, aku membiarkannya mengikutimu pulang karena kau adalah kakaknya! Tapi kau benar-benar telah melakukan hal yang diluar batas. Apa kau tidak tega melihat adikmu sendiri harus mengalami hal seperti ini?" Chris benar-benar marah dan tidak bisa menahan diri lagi.


"Mr Chris, beraninya kau datang kesini dan memukulku!!" Sean bangkit berdiri hendak membalas pukulan Chris.


"Kak Sean hentikan, jika kakak berani memukulnya maka aku akan loncat sekarang juga!" ancam Adelia.

__ADS_1


Sean menghentikan langkahnya dan mengurungkan niatnya sedangkan Chris melewati pria itu begitu saja dan mendekati Adelia.


"Adelia, apa yang kau lakukan? Cepat turun sini." Chris mengulurkan kedua tangannya kearah Adelia.


"Tidak Chris, sekalipun aku turun kakakku tidak akan menyetujui hubungan kita." Adelia masih memegangi sprei dengan erat.


"Sayang,vturun sini! Kita bicarakan baik-baik dengan keluargamu."


Adelia masih ragu, jika dia turun apa kakaknya akan mengurungnya lagi?


"Sayang, percayalah padaku." Chris berusaha meyakinkan kekasihnya itu.


Adelia mulai menangis dan dengan cepat Adelia melompat kedalam pelukan Chris dan memeluknya dengan erat.


"Chris maaf, aku tidak bisa mengabarimu." bisiknya.


"Ssttt..Tidak apa-apa, aku mengerti." Chris memeluk Adelia dengan erat dan mengusap kepala kekasihnya dengan lembut.


Sean hanya diam saja melihat adiknya, ternyata adiknya sangat mencintai Chris begitu juga dengan Chris, bisa dia lihat jika Chris bersungguh-sungguh dengan adiknya.


"Bisa kalian jelaskan apa yang terjadi?" tanya Roy, dia benar-benar tidak mengerti dan hanya jadi penonton saja disana.


Istrinya menghampirinya hendak menjelaskan situasi yang ada tapi sebelum itu, Mirna menghampiri putranya dan menarik tangannya.


"Kali ini kau tidak boleh ikut campur." kata Mirna kesal.


"Tapi mom?"


"Stop Sean! Itu pilihan adikmu, apa kau tidak melihat wajahnya yang tampak bahagia saat melihat kedatangan pria itu?"


Sean kembali melihat kearah adiknya yang tampak masih berada didalam pelukan Chris sedangkan Chris terlihat sedang menenangkan adiknya yang masih tampak menangis.


"Ayo keluar, beri mereka berdua waktu dan kali ini aku tidak akan membiarkanmu berlaku tidak adil lagi pada adikmu!" ujar ibunya marah.

__ADS_1


Seharusnya dia melakukan hal itu sejak awal, waktu melihat Adelia dijendela, Mirna benar-benar takut jika putrinya melakukan hal nekat yang bisa membahayakam dirinya dan dia tidak akan sanggup kehilangan putrinya hanya karena ke egoisan putranya.


Sean hanya menarik nafasnya dan mengikuti ibunya, mereka keluar dari kamar itu dan menutup pintu kamar itu untuk memberikan waktu pada Chris dan Adelia.


__ADS_2