Angel Of Love

Angel Of Love
Rumah baru


__ADS_3

Hari itu, Adelia tampak sibuk menurunkan barang-barangnya dari mobil untuk dibawa masuk kedalam rumah barunya.


Ya, hari ini mereka akan menempati rumah yang baru mereka beli dan sebelum menempati rumah itu Adelia dan Chris sudah membeli perabotan sehingga saat mereka pindah disana rumah itu sudah bisa langsung mereka huni.


Adelia menjual rumah lamanya begitu juga dengan Chris, sesuai perkataannya Chris menjual apartemen mewahnya, semua itu dia lakukan untuk istri tercintanya.


Adelia menutup pintu mobilnya dan mengangkat sebuah kotak kecil ditangannya dan pada saat itu Chris langsung mengambil kotak itu dari tangan istrinya.


"Sayang, aku sudah katakan padamu untuk duduk saja apa kau tidak mendengar?"


"Aku tidak bisa diam saja Chris, lagi pula itu hanya kotak kecil saja." jawabnya.


"Mau kecil ataupun besar tapi ini berat!" gerutu Chris kesal.


"Jadi aku harus ngapain dong?"


"Sebaiknya kau buatkan minuman untukku." Chris meletakkan kotak itu diatas meja.


Adelia mengangguk dan masuk kedalam dapurnya untuk membuat minuman tapi tidak lama kemudian, Adelia kembali lagi sambil membawa segelas minuman untuk suaminya.


Adelia meletakkan minuman itu diatas meja dan menghampiri suaminya yang tampak sedang berdiri disebuah meja lainnya, meja itu akan mereka gunakan untuk meletakkan sebuah komputer dan beberapa barang lainnya.


"Chris." Adelia memeluk suaminya dari belakang dan menyelinap dibalik lengannya.


"Ada apa sayang?" Chris merangkul bahu istrinya.


"Minumanmu."


Chris mengangguk dan segera memutar tubuhnya dan memeluk istrinya.


"Del."


"Hm?"


Chris mengangkat tubuh Adelia dan mendudukkan istrinya diatas meja.


"Kira-kira kau ingin punya berapa anak?" bisiknya.


"Entahlah, aku belum memikirkannya."


"Jadi kau harus memikirkannya mulai sekarang."


Tangan Chris mulai mengusap wajah istrinya dan menciuminya sedangkan Adelia memejamkan matanya dan memeluk suaminya dengan erat.


Kemarin mereka baru sekali melakukan hal itu dihotel, apa mereka akan melakukan hal itu lagi malam ini?


"Chris." tangan Adelia mulai merayap kedada suaminya.


"Apa malam ini?" wajah Adelia langsung merona dan menghentikan perkataannya.

__ADS_1


Senyum Chris langsung mengembang diwajahnya saat melihat wajah istrinya, dia tahu maksud istrinya.


"Sayang, tidak perlu menunggu malam! Kita bisa melakukannya sekarang dan maukah kau mandi denganku?" Chris langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawa Adelia dalam gendongannya menuju kamar mereka.


"Mandi? Tapi aku sudah mandi?"


"Stts!" Chris langsung melucuti baju istrinya dan tidak lupa dia juga membuka pakaiannya dan kembali menggendong tubuh Adelia.


Chris membawa istrinya menuju tempat tidur mereka dan berbisik ditelinganya.


"Setelah ini kita mandi bersama."


Mereka mulai berciuman dan tangan merekapun tidak tinggal diam, Chris mulai meraba tubuh istrinya yang mulus begitu juga Adelia, tangannya tidak berhenti mengelus dada bidang suaminya.


Adelia sedikit ragu tapi dengan keberanian yang ada, Adelia memberanikan diri menyentuh milik suaminya dan memainkan tanggannya, hal itu membuat Chris mengerang pelan karena perbuatannya.


"Sayang kau benar-benar." Chris langsung me**mat bibir istrinya.


"Sebaiknya kita selesaikan karena aku merasa akan ada yang datang dan menggangu kita." ujar Chris lagi.


"Kau tahu dari mana?" tanya Adelia penasaran.


"Entahlah, aku hanya berpikir demikian."


Adelia hanya terkekeh dan mereka kembali berciuman dengan liar, tangan mereka berdua kembali sibuk menyentuh sana sini sampai membuat mereka mengerang karena nikmat.


Adelia mulai tidak tahan dan meminta suaminya untuk melakukannya dan sesuai permintaan istrinya, Chris segera mengangkat kedua kaki istrinya dan menyatukan tubuh mereka.


Bahkan saat dia merubah posisi dan menerkam Adelia dari belakang, Adelia mencengkram sprei dengan erat dan erangan terus terdengar dari bibirnya.


"Chris, aku?" gumam Adelia disela nafasnya yang memburu sedangkan Chris semakin mempercepat gerakannya dan kedua tangannya mengusap bokong istrinya yang padat berisi.


"Oh Chris." gumam Adelia lagi karena dia benar-benar menikmati permainan mereka.


Saat hendak mencapai puncak kenikmatan, Chris menghentakkan tubuhnya dengan kuat dan pada saat bibir disemprotkan, mereka mengerang bersama-sama menikmati sensasi akhir dari permainan mereka.


Chris melepaskan diri dan merebahkan dirinya disamping istrinya, mereka tersenyum dan saling pandang sedangkan kepuasan terpancar dari wajah mereka.


"I love you Del." ucap Chris dan dia menciumi pipi istrinya dengan mesra.


"I love you too uncle."


Chris hanya terkekeh dan menciumi wajah istrinya kembali, setelah mengatur nafasnya kembali normal Chirs menggendong istrinya dan membawanya menuju kamar mandi.


Mereka kembali menghabiskan waktu dikamar mandi hampir satu jam melakukan kegiatan panas mereka kembali.


Setelah selesai mereka keluar bersama-sama dan tampak Adelia sedang mengeringkan rambutnya yang basah dan mengambil pakaian bersih, setelah memaki bajunya Adelia kembali keluar dari kamar mereka sedangkan Chris juga sedang memakai bajunya dan segera menyusul istrinya saat sudah selesai.


Mereka harus segera membereskan barang-barang mereka dan mereka harus segera menyelesaikannya.

__ADS_1


Saat Chris sedang sibuk mengangkat barang dari mobilnya tampak Sean turun dari mobilnya dan melangkah kearahnya.


"Hei, apa sudah selesai? Apa ada yang bisa aku bantu?" tanyanya.


"Oh Sean kebetulan!" Chris masih dendam dengan kakak iparnya.


"Bisa kau bantu aku mengangkat kotak itu?" Chris menunjuk kearah sebuah kotak yang ada diatas lantai.


"Tentu saja." Jawab Sean.


"Tapi ingat, itu berat."


"Jangan meremehkan kekuatanku." jawab Sean bangga.


Chris hanya berlalu pergi dan dia ingin melihat sekuat apa kakak iparnya. Pada saat Sean hendak mengangkat kotak itu ternyata berat sehingga membuat pria itu mulai memaki:


"Apa isinya batu? Kenapa begitu berat!" walau begitu, Sean tetap mengangkat kotak itu sampai kedalam rumah baru adiknya.


"Kak, kenapa ada disini?" Adelia muncul dari dalam dapurnya dengan segelas minuman hangat ditangannya.


"Kebetulan lewat, aku pikir bisa membantu kalian membereskan barang." Sean meluruskan tangannya yang pegal karena kotak yang dia bawa memang berat.


"Terima kasih kak, sudah hampir selesai kok."


"Baguslah!" Sean segera duduk diatas sofa.


Adelia memberikan minuman yang dia bawa untuk suaminya karena minuman tadi sudah dingin jadi dia meggantinya.


"Chris, minumamu."


"Terima kasih sayang." Chris mengecup bibir istrinya.


"Ehem!" Sean berdehem pelan saat melihat kemesraan kedua orang itu, Kenapa dia jadi kesal?


"Kalian tidak menganggap aku ada ya?!" tanyanya kesal.


"Kak, makanya jangan menggangu pengantin baru dan segeralah menikah." ujar Adelia ketus.


"Kau ini ya!!"


Adelia cuek saja dan memeluk suaminya, dia sengaja melakukannya supaya kakaknya tambah kesal.


Sean segera bangkit berdiri, lebih baik dia pergi saja!


"Aku tidak mau melihat kemesraan kalian lebih jauh, lebih baik aku jemput Viara saja." katanya kesal.


Setelah berkata demikian, Sean keluar dari rumah adiknya sambil memaki.


"Dasar pengantin baru, apa mereka tidak memikirkan aku yang jomblo ini!" makinya.

__ADS_1


Adelia hanya tertawa begitu juga suaminya.


"Rasakan!" kata mereka bersama-sama.


__ADS_2