Angel Of Love

Angel Of Love
Curhat


__ADS_3

Siang itu dikantor Chris, dia mendapat seorang tamu tidak diundang yang tiba-tiba datang menemuinya, tamunya itu adalah kakak ipar sendiri.


Entah angin apa yang meniup dan membawa Sean kesana, Sean duduk diatas sofa dengan santai dan segelas kopi ditangannya sedangkan Chris sibuk dengan pekerjaannya.


Dia cuek saja membiarkan kakak iparnya disana, terserah apa yang mau dia lakukan dan lagi pula, tidak ada yang biisa mereka bicarakan.


"Chris." tiba-tiba Sean membuka suaranya dan memecahkan keheningan diantara mereka.


Sean datang kesana karena dia sedang pusing, bahkan saat tiba dikantornya pria itu tidak berminat menyentuh pekerjaannya sama sekali.


Dia tidak punya tujuan lain karena Robet sedang pergi ke Inggris dan dia juga tidak mau menemui adiknya.


Jika dia menemui adiknya mungkin adiknya itu akan menertawakannya, jadilah tempat tujuan satu-satunya adalah kantor adik iparnya.


"Ya?" Chris menghentikan pekerjaannya, memalingkan wajahnya dan melihat kakak iparnya yang tampak kusut.


"Bisa kita berbicara dan hentikan pekerjaanmu sejenak?"bpintanya.


"Tentu, apa yang ingin kau bicarakan?"


Chris menghentikan pekerjaannya dan bangkit berdiri, pria itu menghampiri kakak iparnya dan duduk didepan kakak iparnya.


"Sedari tadi aku melihat tampangmu yang tampak begitu kusut, memangnya apa yang ingin kau bicarakan?"


Sean mengusap rambutnya dan melihat kearah adik iparnya itu.


"Apa Adelia tidak akan datang siang ini?" tanyanya memastikan.


Chris menatapnya dengan heran, ada apa dengan Adelia?


"Aku rasa tidak!" jawabnya.


"Baguslah karena aku ingin berbicara serius denganmu." Sean langsung memasang tampang serius.


Saat melihat itu Chris juga langsung memasang tampang serius, dia jadi penasaran apa yang mau kakak iparnya itu bicarakan.


"Katakan apa itu?" Chris jadi tidak sabar.


Sean mengggaruk pelipisnya yang tidak gatal dan entah kenapa tiba-tiba saja dia jadi ragu.


"Berjanjilah padaku jika kau tidak akan menceritakan hal ini pada adikku." pinta Sean.


"Wah apa ini, Kenapa terdengar sangat serius dan rahasia?" ujar Chris pula.


"Chris, berjanjilah padaku jika kau tidak akan mengatakan apapun yang kita bicarakan hari ini pada adikku." pintanya lagi.


Apapun yang terjadi adiknya tidak boleh tahu jika tidak, mungkin dia akan menjadi bahan tertawaan adiknya.


Chris terkekeh dan memandangi kakak iparnya, ada apa sih dengannya?


"Baiklah aku berjanji tidak akan mengatakan apapun pada Adelia."


"Bagus!"


"Jadi apa yang mau kau bicarakan?"

__ADS_1


"Bagaimana perasaanmu saat jatuh cinta pada adikku?" Sean bertanya dengan tampang serius.


"Hah?" Chris tidak percaya mendengarnya.


Dia kira ada hal serius apa yang mau Sean bicarakan, tapi ternyata?


"Sean jangan bilang kau cuma ingin menanyakan hal seperti ini." Chris mulai kesal.


"Tentu saja, kau kira aku mau membicarakan apa?"


"Sialan! Kau memintaku berjanji hanya untuk membicarakan hal seperti ini!" maki Chris kesal.


"Hei aku serius nih, bagaimana perasaanmu saat menyukai adikku yang usianya beda sebelas tahun darimu?"


Chris menghembuskan nafasnya, kesal! Ternyata kakak iparnya datang ketempatnya dan mengganggu pekerjaannya hanya untuk menanyakan hal itu.


"Kenapa? Apa kau juga menyukai gadis yang lebih muda belasan tahun darimu?"


"Tidak! Jangan samakan aku denganmu!" sangkal Sean cepat.


"Jadi apa maksudmu bertanya demikian?" tanya Chris pula.


"Aku hanya ingin tahu saja." Sean kembali menyeruput kopinya.


"Jadi bagaimana perasaanmu?" tanyanya lagi.


"Biasa saja." jawab Chris santai.


"Hei, apa kau tidak merasa seperti om-om mesum?" tanyanya tidak percaya.


"Tidak, untuk apa aku merasa seperti itu? Aku juga tidak memacari gadis dibawah umur, dan Adelia telah dewasa jadi untuk apa aku merasa seperti om-om mesum?"


Sean mengusap wajahnya, frustasi! Apa yang ada dipikirannya?


"Chris, seandainya adikku itu tidak mau denganmu lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Sean lagi.


"Tentu saja akan aku kejar sampai dapat." jawab Chris dengan mantap.


"Apa kau tidak takut dibenci olehnya?"


"Tidak akan, lagipula aku memang mengejarnya dan merayunya sampai dapat."


"Kurang ajar kau ya, beraninya merayu adikku!!" Sean jadi kesal mendengarnya.


"Hei aku serius dengannya makanya aku merayunya dan mengejarnya." jawab Chris cepat.


"Begitu?" Sean kembali meneguk kopinya.


Chris mengangguk dan melihat kearah kakak iparnya itu, sepertinya Sean sedang menyukai seseorang yang lebih muda darinya.


"Jadi Sean, kau bertanya demikian apa kau sedang jatuh cinta?"


Saat mendengar pertanyaan Chris, Sean langsung tersesak kopi yang sedang diminumnya.


"Jangan asal menebak!" Sean menyeka bibirnya.

__ADS_1


"Wah, sepertinya sangat menyenangkan jika Adelia sampai tahu hal ini." ancam Chris dengan seringgai diwajahnya.


"Wow, kau mengancamku?"


"Tidak kakak ipar!!" jawab Chris sambil tersenyum.


"S*alan!" maki Sean pula.


Saat itu pintu ruangan Chris terbuka dan Adelia muncul dari sana.


"Chris sayang, aku datang." Adelia masuk kedalam ruangan itu sambil membawa sesuatu tapi langkahnya terhenti saat melihat kakaknya ada disana.


"Loh kak Sean, kenapa ada disini?"


"Sayang, kakakmu sedang?"


"Tidak kami sedang membicarakan bisnis." Sean menyela perkataan Chris dengan cepat karena dia khawatir Chris mengingkari janjinya.


"Sialan Chris melupakan janjinya!" maki Sean dalam hati.


Chris hanya tersenyum saja, padahal dia tidak berniat mengatakan pembicaraan mereka pada istrinya.


"Sayang kenapa kau datang kemari?" Chris bangkit berdiri dan menghampiri istrinya.


"Aku membawakan makanan untukmu Chris, kau belum makan bukan?" Adelia mengangkat makanan yang dibawanya.


"Kenapa kau tidak bilang jika kau mau datang?"


Chris memeluk istrinya dan mengecup bibirnya.


Sean melihat kedua orang itu dan tampak gusar. Apa mereka tidak menganggap dirinya ada disana?


Sean bangkit berdiri dan melangkah menuju pintu, lebih baik dia pergi saja dari pada harus menonton kemesraan adiknya.


"Sudah ya, aku mau pergi dan Chris?"


Sean melotot pada adik iparnya itu sebagai isyarat pada Chris supaya tidak membicarakan pembicaraan mereka tadi pada Adelia.


"Awas jika kau ingkar janji!" ancamnya


Setelah berkata demikian, Sean keluar dari sana sedangkan Adelia melihat kearah kakaknya heran, ada apa?


"Ada apa dengannya?" tanya Adelia pada suaminya.


"Tidak ada sayang." Chris langsung menciumi bibir istrinya dengan mesra.


"Tapi janji apa yang kak Sean maksud?" Adelia masih penasaran.


"Tidak ada jadi jangan dipikirkan."


"Kenapa kalian mencurigakan?" Adelia memandangi suaminya dengan penuh selidik.


"Aku sudah bilang tidak ada dan jangan dipikirkan!"


Chris menggendong istrinya dan membawanya menuju sofa sambil menciumi bibirnya, walaupun Adelia merasa sangat penasaran tapi sepertinya suaminya tidak akan mengatakan rahasia apa yang dimaksudkan oleh kakaknya

__ADS_1


Sedangkan Sean keluar dari tepat itu masih dengan perasaan galau, padahal dia berharap Chris dapat memberikan jawaban tapi ternyata tidak.


Sekarang perasaannya benar-benar semakin merasa galau!


__ADS_2