Angel Of Love

Angel Of Love
Aku tidak mengancam mu


__ADS_3

Saat Adelia kembali waktu sudah menunjukkan jam tujuh malam, disepanjang perjalanan Adelia merasa gelisah karena Chris mengirimkan beberapa pesan memarahinya.


Dia kira mereka akan pergi makan siang saja tapi ternyata kakaknya juga mengajaknya pulang kerumah kedua orang tuanya dan hal itu membuat Adelia tidak bisa menolaknya.


Adelia membuka pintu rumahnya dengan cepat, dia kira Chris akan menunggunya disana dan memarahinya. Tapi, dimana pria itu?


Adelia masuk kedalam dapurnya dengan cepat pula untuk mencari Chris tapi lagi-lagi tidak ada, tidak lupa juga Adelia melihat kedalam kamarnya tapi lagi-lagi tidak ada.


Kemana perginya? Apa Chris keluar dari rumahnya lewat jendela dan melompati pagar?


Adelia benar-benar bingung, pesan terakhir yang dikirim oleh Chris jam empat sore tadi, jangan-jangan?


Adelia berjalan kearah jendela, untuk mengecek apakah dugaannya benar tapi ternyata dia salah.


Dengan penuh tanda tanya Adelia masuk kedalam kamarnya dan merebahkan diri diatas ranjangnya.


"Biarlah, yang penting dia sudah pergi." katanya dalam hati.


Setelah beberapa saat Adelia mengernyitkan dahinya saat mendengar suara air dari dalam kamar mandi. Apakah mungkin?


Adelia segera bangkit dari tidurnya dan berjalan kearah kamar mandi dan pada saat itu, pintu kamar mandi terbuka, Adelia melotot tidak percaya saat melihat Chris keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada sedangkan sebuah handuk kecil melilit dipinggangnya.


Adelia menelan ludahnya saat melihat otot perut dan dada pria itu,belum lagi air yang menetes dari rambut Chris yang basah membuat pria itu tampak seksi.


"C..Chris, kenapa kau mandi dirumahku?" Adelia memalingkan wajahnya karena dia sangat gugup. Ini pertama kalinya dia melihat tubuh seorang pria.


"Aku tidak hanya mandi, aku juga sudah tidur diranjangmu dan sekarang buatkan aku makanan karena aku lapar." kata Chris santai sambil mengelap rambutnya yang basah.


"Apa? Kau kira aku pembantumu?" tanya Adelia kesal.


Chris hanya cuek saja dan melangkah melewati Adelia, sebenarnya dia kesal karena terkunci dirumah itu selama berjam-jam tapi sekarang, dia mau mengerjai wanita itu.


Chris meraih ponselnya untuk menghubungi sekertarisnya.


"Bawakan pakaian untukku." perintahnya.


Setelah itu Chris duduk diatas ranjang sambil mengeringkan rambutnya yang basah dan tidak memperdulikan Adelia sama sekali.


"Chris, bisa kau pergi sekarang?" pinta Adelia.


"Tidak." tolak Chris dengan cepat.


"Chris, please. Ini sudah malam, apa kata tetangga nanti?" pinta Adelia memohon.


"Dari tadi aku disini tapi tidak ada tetangga yang datang." jawab Chris dengan santai.


"Ya Tuhan, Jika kau tetap berada disini maka besok aku benar-benar bisa ditangkap dan diseret kepengadilan negri."


"Kenapa begitu?"

__ADS_1


"Nanti para warga kira kita melakukan hal yang tidak baik dan memaksaku menikah denganmu." ujar Adelia lagi.


Chris terkekeh mendengar perkataannya.


"Ketahuilah aku tidak keberatan dipaksa menikah denganmu."


"Apa? Aku tidak mau!"


"Jika tidak mau hal itu terjadi maka cepat buatkan aku makanan." perintahnya.


"Kau mengancamku ya?!"


"Tidak, aku tidak mengancammu bahkan aku juga tidak akan memberitahukan hal ini pada kakakmu." ujar Chris dengan santai.


"Hei, itu namanya mengancam!"


"Benarkah? Jika aku mengancam mungkin aku harus melaporkan hal ini kepolisi."


"Apa?" Adelia tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Del, aku terkunci dirumahmu dan ini sebuah kejahatan karena dengan sengaja kau telah menyekapku dan ini bisa dianggap sebuah penculikan." jelas Chris.


"Oh Tuhan, pria aneh ini licik! Kenapa aku bisa menyukainya?" gerutu Adelia dalam hati.


"Dan asal kau tahu aku bisa melaporkanmu kepolisi atas semua tindakanmu ini, tapi jika kau mau menuruti semua perkataanku maka akan aku pertimbangan."


Jika pria itu melaporkannya kepolisi maka habislah sudah, karirnya akan terancam dan sudah dipastikan dia akan dipenjara.


Chris bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Adelia masih dengan handuk yang melilit dipingganganya sedangkan Adelia kembali menelan ludahnya saat pria itu semakin mendekat padanya.


"Ma..Mau apa?" tanyanya ketakutan sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada .


Chris hanya tersenyum dan segera menarik Adelia kedalam pelukannya, Adelia menahan nafasnya saat Chris mulai mendekatkan wajahnya kearahnya.


"C..Chris." Adelia semakin gugup dan jantungnya berdetak dengan cepat.


"Buatkan aku makanan segera karena aku lapar." bisiknya ditelinga Adelia.


Chris menggigit telinga Adelia dengan lembut dan hal itu membuat wajah Adelia memerah dan terasa panas.


"Ja..jangan seperti ini." Adelia memalingkan wajahnya dan meletakkan tangannya didada Chris yang telanjang.


Senyum Chris semakin mekar, dilihat dari reaksi Adelia menandakan jika hal semacam itu baru pertama kali Adelia rasakan dan entah mengapa dia jadi ingin menggoda Adelia.


"Apa kau belum pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya?" bisiknya ditelinga Adelia.


Tangan Chris mulai mengusapi punggung Adelia dan bibirnya mulai menciumi leher Adelia.


"Chris, jangan." pinta Adelia lagi sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Sungguh dia sangat gugup dan jantungnya semakin berdebar, Apa yang harus dia lakukan?


"Jawab pertanyaanku, apa hal seperti ini pertama kalinya untukmu?"


"Benar!" jawab Adelia dan dia langsung mendorong tubuh Chris.


Adelia memundurkan langkahnya dan menjauhi Chirs, dia juga memalingkan wajahnya yang merona.


Chris kembali tersenyum saat melihat wajah Adelia yang merona, jika menurut egonya mungkin sudah dia terkam Adelia sedari tadi tapi dia ingin mendapatkan Adelia dengan caranya yang tentunya dia tidak mau membuat Adelia membencinya.


" Jangan marah, aku hanya menggodamu saja." kata pria itu.


"Apa?" Adelia semakin kesal dibuatnya.


"Sana buat makanan untukku!" perintah Chris.


Adelia mendengus kesal dan segera keluar untuk membuat makanan. Selama membuat makanan Adelia memaki pria itu tapi semua itu memang salahnya.


Saat dia sedang membuat makanan suara bel rumahnya berbunyi, dengan cepat Adelia membuka pintu rumahnya dan didepan sana tampak sekertaris Chris berdiri didepan rumahnya.


"Mau apa?" tanyanya kesal.


"Maaf bu Adel, Mr Chris memintaku membawakan pakaiannya." Sambil menyodorkan sebuah paper bag didepan Adelia.


Adelia langsung menyambar benda itu dengan kesal pula.


"Danil, aku minta bawa pria aneh itu pergi dari sini!" pintanya dengan nada tinggi.


"Maaf bu, aku permisi." Danil langsung melarikan diri.


"Ah, hei?" Adelia tertegun melihat kepergian Danil yang tampak terburu-buru.


Kenapa malah lari? Padahal dia berharap Danil membawa Chris pergi dari rumahnya.


Dengan perasaan kesal Adelia masuk kembali kedalam rumahnya dan sambil menggerutu Adelia masuk kedalam Kamarnya, dia juga langsung melemparkan baju itu pada Chris.


"Setelah ini kau harus pergi." katanya kesal.


Chris menangkap pakaiannya dan tersenyum melihat kemarahan Adelia, setelah mendapatkan pakaiannya, Chris segera memakainya dengan cepat.


Adelia kembali kedapurnya untuk membuat makanan dan dia berharap pria itu segera pergi dari rumahnya saat sudah selesai makan.


Dia tidak mau Chris berlama-lama dirumahnya apalagi sampai menginap karena dia takut ada yang melihat mereka.


Tapi Chris tidak juga pergi dan membuat Adelia stres semalaman, Chris melakukan itu untuk membalas Adelia karena telah membuatnya terkunci dirumahnya seharian.



#Chris#

__ADS_1


__ADS_2