Angel Of Love

Angel Of Love
Rencana Adel


__ADS_3

Viara keluar dari sekolahnya sambil tertunduk lesu, pasalnya sudah dua hari Sean tidak pulang kerumahnya.


Gadis itu merasa bersalah karena dia mengira jika Sean pergi gara-gara ada dirinya disana. Sejak kejadian ciuman itu, Sean tidak menghiraukannya.


Tidak juga mengajaknya bicara dan cuek saja bahkan tidak mau melihatnya, dia sungguh merasa bersalah dan tidak enak hati.


Sepertinya dia harus pergi dari rumah itu karena bagaimanapun, dia bukanlah anggota keluarga itu. Dia hanya orang asing yang dibantu oleh Sean dan dia sangat menyadari akan hal itu.


"Via." tampak Rava sudah menunggunya dan melambaikan tangannya.


Viara memutar bola matanya, malas. Setiap hari Rava datang mencarinya dirumah itu, mungkin hal ini jugalah yang membuat Sean benci pada dirinya.


Jika dia tahu Rava akan datang setiap hari maka dia tidak akan memberikan alamat rumah keluarga yang sangat baik padanya dengan sembarangan dan sekarang dia sangat menyesal.


"Rava, tolong mulai besok jangan menjemputku lagi." pinta Viara.


"Kenapa? Apa aku membuat kesalahan?" tanya Rava pula.


"Rava, kita ini cuma teman dan lagi pula kau harus memikirkan posisiku. Aku hanya orang asing dirumah itu dan aku sangat tidak enak hati dengan semua anggota keluarga itu."


"Tapi Via?"


"Rava, terima kasih telah menyukaiku tapi aku sudah menjadi milik orang lain." kata Viara tanpa basa basi.


"Apa? Kau jangan menipuku deh." Rava tidak percaya mendengarnya.


"Aku tidak menipumu, terima kasih telah repot-repot menjemput dan mengantarku dan aku harap kau tidak datang lagi."


"Viara, aku tidak akan menyerah." teriak Rava.


Viara segera melangkah pergi menjauhi Rava, gadis itu hanya berjalan sendiri sambil termenung dan memikirkan sesuatu.


Sepertinya dia harus pergi dari sana tapi dia harus pergi kemana? Seandainya dia punya tujuan mungkin dia tidak akan bimbang seperti ini.


Jika dia kembali kerumah bibinya maka dia akan kembali dijual, apa dia pulang kampung saja?


Viara memalingkan wajahnya saat melewati sebuah minimarket, didepan pintu minimarket itu tampak sebuah kertas tertempel disana.


Viara menghentikan langkahnya sejenak untuk membaca tulisan dikertas itu dan setelah selesai membaca Viara segera masuk kedalam minimarket itu tanpa ragu. Tapi tidak lama kemudian Viara keluar dari sana dengan wajah ceria dan segera kembali kerumah keluarga yang sudah mau menampungnya.


Saat telah tiba dirumah keluarga Ranjendra, Viara berdiri didepan rumah mewah itu.


Walaupun keluarga itu sangat baik dan ramah tapi sepertinya tempatnya bukan disana. Didepan rumah itu tampak sebuah mobil terparkir, dia kira Sean telah kembali jadi Viara langsung masuk kedalam sana.


Dia ingin menanyakan pada Sean apakah pria itu membencinya?

__ADS_1


Saat didalam sana, tampak Adelia sedang berbicara dengan ibunya. Setelah ada waktu Adelia langsung pulang kerumah ibunya, bukan saja ingin melepas rindu tapi semua itu gara-gara kakaknya yang tidak mau pergi juga dari rumahnya.


Hal itu membuat Adelia sangat kesal, kakaknya benar-benar seperti seorang anak kecil.


"Mom, kak Sean kenapa sih gak mau Pulang? Sudah aku usir tapi tetap saja tidak mau pulang." keluhnya.


"Aduh Del, mommy juga tidak tahu. Kakakmu itu memang Aneh!"


"Tapi mom, aku kan jadi terganggu!"


"Sudah biarkan saja, biarkan dia disana sampai satu minggu. Jika tidak pulang juga mommy dan daddymu yang akan menariknya pulang!"


Viara dapat mendengar percakapan kedua ibu dan anak itu dan dia masih berdiri didepan pintu, entah kenapa sekarang dia tambah merasa bersalah.


Viara masuk kedalam dan menutup pintu rumah itu kembali, dia menghampiri tante Mirna dan juga menyapa Adelia.


"Siang kak Adel."


"Eh Viara, bagaimana sekolahmu?"


"Biasa kak, begitu-begitu aja."


Adelia terkekeh dan berjalan mendekati Viara.


"Via, habis ini kamu sibuk gak?" tanyanya.


Tiba-tiba saja sebuah ide terbesit dikepala Adelia dan dia rasa akan sangat menyenangkan nanti dan dia harap setelah ini kakaknya pulang.


"Viara besok kamu liburkan?"


Viara mengangguk sedangkan senyum mengembang diwajah Adelia.


Saat melihat senyuman putrinya Mirna jadi curiga, sepertinya putrinya sedang merencanakan sesuatu.


"Besok ikut kakak jalan-jalan kepantai mau ngak?" tanya Adelia.


"Jangan kak, Viara ngak mau ganggu waktu kakak dengan suami kak Adel." tolak Viara pula.


"Udah ngak apa-apa, ngak ganggu kok. Lebih rame lebih asik." ucap Adelia dengan senyum diwajahnya.


Viara menatap Adelia, apa tidak apa-apa? Tapi tidak ada salahnya menikmati waktu yang ada.


"Bolehdeh kak kalau ngak ganggu."


"Ngak bakal, besok aku jemput ya."

__ADS_1


"Iya kak." Setelah berkata demikian Viara segera minta ijin untuk mengganti seragamnya dan setelah Viara pergi, Adelia kembali duduk disamping ibunya.


"Del, kamu sedang merencanakan sesuatu ya?" tanya ibunya curiga.


Adelia hanya tersenyum manis pada ibunya, rasanya dia sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok.


"Mommy, jangan panggil aku Angel of love jika aku tidak bisa menyatukan kedua orang itu." katanya penuh percaya diri.


"Adel, apa yang mau kau lakukan?" tanya ibunya penasaran.


"Adadeh!" Adelia tersenyum dengan usil.


Mirna hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, sepertinya Sean akan mendapat balasan dari adiknya itu, lagian siapa suruh menganggu ketenangan pengantin baru.


Senyum Adelia semakin lebar, besok dia akan paksa kakaknya ikut dan dia juga tidak akan mengatakan kepada kakaknya jika Viara akan ikut.


Setelah selesai mandi dan mengganti seragamnya, Viara turun kebawah dan langkahnya terhenti melihat keakraban tante Mirna dengan putrinya.


Dia merasa Sangat iri dan rasanya dia sangat ingin seperti itu tapi disana bukanlah tempatnya.


Mungkin sebentar lagi dia akan pergi dari rumah itu dan entah mengapa dia merasa sangat sedih.


Viara menggeleng dan kembali melangkah turun dari anak tangga dan pada saat melihatnya, Adelia segera bangkit berdiri dan menghampirinya.


Adelia sangat heran melihat wajah Viara yang terlihat begitu sedih, apa yang telah terjadi dengannya?


"Ada apa denganmu Viara?" tanyanya.


"Tidak apa-apa kak Adel." jawabnya.


"Yang benar?" Adelia menatapnya curiga sedangkan Viara mengangguk.


"Baiklah, jika ada apa-apa disekolah kau harus mengatakan pada kami dan jangan merasa sungkan."


"Terima kasih kak Adel, tidak terjadi apa-apa kok disekolah." jawab Viara dengan senyum diwajahnya.


"Oke kakak ipar, besok pakai baju yang bagus ya."


"Kak Adel ngomong apa sih?" ucap Viara sambil tersipu malu.


"Adel!" Mirna bagkit berdiri sedangkan Adelia hanya tertawa.


"Ayo kita makan." ajak Mirna dan dia merangkul bahu putrinya dan tidak hanya itu, dia juga merangkul bahu Viara.


Dia merasa Viara sudah seperti putrinya sendiri dan dia berharap mereka selalu akrab dan tentu saja dia juga berharap, Sean Segera pulang dan membuang egonya..

__ADS_1


Mereka berjalan kearah dapur bersama-sama sedangkan Viara terlihat bahagia karena tante Mirna menyayangi dirinya walaupun dia bukan putrinya.


__ADS_2