Angel Of Love

Angel Of Love
Erlyn dan Robet


__ADS_3

Erlyn sedang duduk bersama dengan putranya dan begitu tampak begitu gelisah karena hari ini Adelia mengajaknya bertemu dan tentu saja untuk mempertemukan ayah Erick padanya.


Memang sudah enam tahun berlalu tapi dia masih mengingat malam dimana dia dan ayah Erick menghabiskan waktu berdua jadi dia harap ayah Erick masih mengingat malam yang mereka lalui bersama.


Walaupun ayah Erick tidak mau menerimanya tapi dia berharap pria itu mau mengakui Erick sebagai anaknya, itu sudah cukup baginya karena yang terpenting adalah status Erick.


Mereka menunggu disebuah restoran dan sebelumnya Edelia telah meminta bantuan kakaknya karena hanya Sean yang bisa membawa Robet, tapi tidak hanya itu tujuannya.


Adelia ingin memperlihatkan pada kakaknya siapa Robet yang selalu kakaknya banggakan didepannya.


Adelia membuat alasan pada kakaknya itu jika ada hal penting yang ingin dia bicarakan pada Robet, jadi Adelia meminta kakaknya untuk datang kerestorant itu untuk menemui mereka.


Tentu saja Adelia tidak langsung menceritakan permasalahan yang ada karena dia tahu karena Sean pasti tidak akan percaya dengan ucapannya.


Lebih baik dia mempertemukan Erlyn dan Robet secara langsung dan membuka mata kakaknya lebar-lebar bahwa jangan menilai orang sembarangan.


Walaupun sudah berteman lama tapi kita tidak akan tahu semua kehidupan pribadi sahabat kita.


Orang yang terlihat baik belum tentu baik dan orang yag terlihat jahat belum tentu jahat pula.


Seperti kata pepatah Jangan menilai buku hanya dari sampulnya karena kita tidak tahu apa yang ada didalamnya.


Jadi dia ingin membuka mata kakaknya lebar-lebar, siapa sahabatnya yang selama ini dia bangggakan.


"Aduh kenapa lama sih?" gerutu Adelia pelan.


Mereka sudah menunggu selama tiga puluh menit tapi Sean dan Robet belum juga muncul.


Dia jadi kesal, apa yang kakaknya lakukan?Memangnya kakaknya perlu dandan dulu sebelum datang!


"Mungkin ayah Erick tidak mau menemuiku." Kata Erlyn putus asa.


Dalam hatinya takut, takut jika ayah Erick menolak anaknya.


"Tidak mungkin Erlyn, aku tidak mengatakan pada mereka tentang hal ini. Mungkin saja mereka sedang diperjalanan karena kau tahu, mobil dijakarta itu banyak dan jalanannya sempit."


"Yah, jika mereka naik mobil terbang aku rasa mereka sudah sampai." gurau Adelia.


Erlyn tertawa, ternyata gadis ini sangat menyenangkan. Pantas saja Chris bisa jatuh hati padanya.


"Terima kasih atas bantuanmu, padahal aku berniat merebut Chris darimu tapi kau malah membantuku."


"Kau tidak berhasil bukan? Jadi jangan dipikirkan, tapi jika kau berhasil maka aku akan menendang kalian berdua."


Erlin kembali tertawa.


"Aku sungguh berterima kasih padamu, jika kau berkunjung ke Inggris maka carilah aku, tapi jika si kaku itu mengijinkan."

__ADS_1


"Tentu saja, aku akan mencarimu dan kau harus mentraktirku sampai puas."


"Wah, ternyata kau orang yang tidak mau rugi."


"Tentu saja." jawab Adelia dan mereka berdua tertawa bersama-sama.


Selama mereka berbicara, diluar sana tampak Sean dan Robet sudah turun dari mobilnya mereka berjalan dengan cepat masuk kedalam restoran itu karena sudah terlambat.


"Sean, ada apa sih kau mengajakku kemari?" tanya Robet penasaran.


"Bukan aku, tapi Adelia. Dia bilang ada hal penting yang ingin dia bicarakan." jawab Sean.


Robet mengernyitkan dahinya, hal penting apa yang ingin Adelia bicarakan dengannya?


Walau begitu dia tetap memasuki restoran itu mengikuti sahabatnya dan pada saat masuk kedalam sana, tampak Adelia sedang bersama dua orang yang seorang anak kecil dan seorang wanita duduk dihadapan Adelia.


Adelia melambaikan tangannya saat melihat kedua pria itu sedangkan Robet dan Sean langsung berjalan kearahnya.


"Del, ada apa memanggil kami kemari?"


Erlyn langsung bangkit berdiri saat melihat Robet sedangakan Robet sangat kaget melihat Erlyn disana.


"Kau?" ucap Erlyn dan Robet secara bersamaan.


Sean hanya memandangi sahabatnya dengan heran, ada apa?


"Tentu saja, walaupun sudah enam tahun berlalu dan waktu itu aku mabuk tapi aku tidak akan lupa dengan wanita yang telah menghabiskan waktu satu malam denganku." jawab Robet.


Saat mendengar itu Erlyn langsung merasa lega, lega karena Robet masih mengingat malam itu.


"Wow...Wow...ada apa ini?" sela Sean.


Sean memandangi Erlyn dan Robet secara bergantian, dia jadi penasaran, ada apa dengan kedua orang ini? Kenapa tampak saling mengenal?


"Kak Sean diam saja!" marah Adelia.


"Erlyn, kenapa kau bisa ada disini?" tanya Robet pada wanita itu.


"Aku..?" Erlyn melirik kearah Erick Sejenak.


"Aku kemari untuk mencari ayah Erick." Erlyn menarik tangan Erick yang sedang makan hingga anak itu bangkit berdiri.


Mata Robet melotot tidak percaya melihat anak yang sangat mirip dengannya, Mungkinkah?


"Aku tidak perduli kau mau bertanggung jawab apa tidak tapi setidaknya kau mau mengakui dia sebagai anakmu."


"Apa?" ujar Sean dan Robet secara bersama-sama.

__ADS_1


Mulut Sean ternganga, dia tidak menyangka sahabatnya?


Dia tahu Robet playboy tapi dia tidak menduga jika Robet melakukan hal seperti itu tapi yah, namanya juga pria dewasa.


"Kak, ntar masuk lalat loh." Adelia mendorong dagu kakaknya supaya mulutnya menutup kembali.


"Apa sih Del!" ujar Sean kesal sedangkan Adelia hanya tersenyum padanya.


"Kak Robet, Erlyn, aku rasa kalian bisa menyelesaikan masalah ini berdua bukan?"ntanya Adelia.


"Tentu, terima kasih karena telah membantuku." jawab Erlyn cepat.


"Kalau begitu kami permisi."


Adelia segera menarik tangan Sean untuk pergi dari sana dan dia berharap Erlyn dan Robet dapat menyelesaikan permasalahan diantara mereka dan dapat menemukan jalan terbaik untuk Erick.


"Del, bisa jelaskan apa yang telah terjadi?" Sean belum sepenuhnya mengerti.


"Kak Sean, aku sengaja meminta kakak datang dan melihat ini semua supaya kakak bisa membuka mata kakak lebar-lebar."


"Hei, apa maksdumu?"


"Kau lihat!" Adelia menghentikan langkahnya begitu juga Sean. Mereka membalikkan tubuh mereka dan melihat kearah Erlyn yang tampak berbicara dengan Robet.


"Kakak begitu membanggakan kak Robet didepanku dan ingin menjodohkan aku dengannya, kakak juga menuduh Chris melakukan perbuatan yang tidak benar dihadapanku dan sekarang kakak bisa lihat sendirikan? Jadi aku harap mulai saat ini kakak jangan menilai orang sembarangan." pintanya.


Sean menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sekarang dia benar-benar kalah telak dan mungkin dia harus mulai berubah.


"Ya..ya..aku minta maaf." ujarnya.


Sean segera merangkul bahu adiknya itu dan mereka kembali melangkah keluar dari restoran.


"Haaahhhh....Sekarang tinggal aku yang jomblo." Keluhnya.


"Apa kakak perlu bantuanku?" tanya Adelia.


"Tidak perlu, terima kasih." tolak Sean pula.


"Kak dikantorku ada clening service cantik loh."


"Siapa?"


"Ms Laura."


"No!!" tolak Sean dengan cepat.


Adeliapun tertawa dan mereka segera pergi dari sana, mereka juga melupakan apa yang pernah terjadi diantara mereka, bagaimanapun saudara harus tetap akur dan darah lebih kental dari pada air.

__ADS_1


__ADS_2