Angel Of Love

Angel Of Love
kepergok


__ADS_3

Direstoran itu tampak Sean dan Robet telah selesai dengan makanan mereka, setelah membayar makanan yang mereka makan, kedua pria itu bangkit berdiri dan melangkah pergi.


Restoran yang ada ditengah ibu kota itu tidak pernah sepi pengunjung, bukan saja letaknya yang strategis tapi makanan disana juga enak.


Banyak pengunjung yang datang untuk mengisi perut mereka disana, begitu juga dengan Sean, restoran itu adalah tempat favoritenya dan adiknya jika ingin makan.


Mereka selalu makan bersama ditempat itu jika ada waktu.


Sean membuka pintu mobilnya dan Robetpun masuk kedalam, hari ini mereka sudah memutuskan untuk menyudahi mengikuti Adelia dan kembali berfokus pada pekerjaan mereka.


Tapi pada saat itu, sebuah mobil Pejero Sport berwarna hitam melintas didepan mereka dan masuk kedalam sebuah parkiran yang kosong.


Sean masuk kedalam mobilnya dan mulai menyalakan mesin, pria itu hendak menginjak gas mobilnya tapi pada saat itu dua sejoli berjalan dengan mesra didepan mobilnya hendak masuk kedalam restoran itu.


Saat Robet melihat kedua sejoli itu, dia langsung memegang tangan Sahabatnya supaya sahabatnya tidak menjalankan kendaraannya.


"Sean, kau lihat itu?" jarinya menunjuk kearah dua sejoli itu.


Sean melihat arah jari sahabatnya dan pada saat itu, matanya langung terbelalak kaget.


"Adelia dan Mr Chris." gumamnya tidak percaya.


"Kau lihat? kali ini aku yakin tidak sedang bermimpi." ujar Robet lagi.


Sean mematikan mesin mobilnya dan mengurungkan niatnya untuk pergi. Kali ini dia percaya dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya karena dia melihat sendiri dengan mata kepalanya.


Kedua pemuda itupun keluar dari mobil itu, dengan cepat mereka mengikuti dua sejoli yang sudah masuk kedalam restoran itu.


Mata Sean semakin terbuka lebar saat melihat Chris mengusap kepala Adelia dengan lembut.


Ternyata benar kecurigaannya, seharusnya dia menyadari hubungan mereka sejak waktu itu. Tapi sungguh diu tidak tahu jika adiknya memang memiliki hubungan spesial dengan klientnya.


Sean langsung dikuasai api amarah, dengan cepat pria itu melangkah kearah adiknya yang tampak bahagia.


Adelia tidak kalah kagetnya saat melihat kakaknya berjalan Kearahnya dengan wajah yang mengerikan. Habislah sudah!


"Kak Sean." katanya pelan.


"Apa?" Chris memalingkan wajahnya melihat kearah Sean yang berjalan kearah mereka penuh dengan amarah.


"Adelia, Mr Chris, bisa kalian jelaskan padaku apa hubungan kalian?" Sean menekan setiap perkataannya dan melotot pada dua orang itu.

__ADS_1


Adelia bangkit berdiri dan menghampiri kakaknya, dia tidak mau kakaknya marah ditempat itu dan dia akan menjelaskan hubungan mereka pada kakaknya tanpa menyembunyikan hubungan mereka lagi.


"Kak Sean, Chris pacarku." ujarnya.


"Apa?" Sean semakin kesal mendengar perkataan itu langsung dari mulut adiknya.


"Adelia kau jangan bercanda." teriaknya marah. Dia tidak suka mereka bedua memiliki hubungan seperti itu.


Chris segera bangkit dari duduknya dan berdiri didepan Sean, pria itu sudah melihatnya maka dia akan mengatakan semuanya tanpa perlu ditutupi lagi.


"Tuan Sean, seperti yang kau lihat. Aku sedang menjalin hubungan serius dengan adikmu." jelasnya.


"Aku tidak butuh penjelasanmu!" teriak Sean kencang.


Suara teriakan Sean membuat para tamu disana menatap kearah mereka, Robet yang sedari tadi diam saja mulai menghampiri sahabatnya itu untuk menenangkannya jangan sampai situasi disana semakin memanas.


"Kak kenapa kau berteriak seperti itu?" Adelia jadi malu dan kesal dengan kakaknya.


sebab mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada direstoran itu.


"Kau diam saja!" Sean meraih tangan Adelia dan memegangi tangan adiknya dengan erat.


"Kak lepas!"


"Mr Chris, aku tidak menyangka kau berani menggoda adikku!" ujar Sean marah.


"Kak lepas, ini sakit!" gerutu Adelia lagi.


Dia masih berusaha melepaskan tanggannya dari genggaman kakaknya.


Chris melihat kearah Adelia yang tampak kesakitan, dia mulai tidak tega, kenapa Sean begitu kasar? Padahal itu adiknya sendiri.


"Tuan Sean, kita bisa bicarakan ini baik-baik tapi lepaskan Adelia,kau membuatnya kesakitan." Chris berusaha tenang agar situasi disana tidak semakin memanas.


"Diam kau, aku tidak akan terima hubungan kalian. Apa kau mendekatiku supaya bisa menggoda adikku?"


"Taun Sean, jangan asal menuduh! Sebelum kita bekerja sama, aku sudah mengenal Adelia terlebih dahulu."


"Kak, bisa lepaskan tanganku? Kau bisa membuat tanganku patah." sela Adelia, dia benar-benar kesal dengan kakaknya sekarang.


"Adel, aku sudah bilang tidak akan setuju jika kau berhubungan dengan pria yang lebih tua dariku, tapi beraninya kau!!"

__ADS_1


Sean mengangkat tangannya hendak memukul adiknya, tapi dengan cepat Chris menangkap tangan pria itu.


"Tuan Sean, kau ingin memukul adikmu? Kau benar-benar bukan seorang gentleman." Chris mulai kesal sekarang.


Tidak akan dia biarkan Sean memukul Adelia walaupun mereka kakak adik sekalipun.


Sean melihat kearah Adelia yang ketakutan dan menangis, dengan cepat Sean menepis tangannya dari pegangan Chris.


"Ikut aku pulang." ajaknya.


"Tidak mau, aku tidak mau ikut denganmu." tolak Adelia.


Sean mencoba menarik tangan Adelia tapi adiknya itu memegang ujung meja dengan erat, berusaha menahan dirinya agar tidak ditarik oleh kakaknya karena dia tidak mau mengikuti kakaknya pulang.


"Tuan Sean!!" Chris marah sekarang.


"Bisa kau pelan-pelan? Jika kau bukan kakaknya sudah aku pukul kau sedari tadi!!"


Sean hanya melotot pada Chris, dia tidak perduli lagi dengan kerja sama yang terjalin diantara mereka.


Beraninya Chris menggoda adiknya tanpa sepengetahuannya? Pokoknya tidak akan dia biarkan! Hari ini dia akan memaksa Adelia pulang apapun caranya.


Chris segera berjalan kearah Adelia, mengambil tasnya dan memberikannya. Dia tidak mau melihat Adelia menahan tangannya lebih lama lagi karena bisa dia lihat, Adelia menahan sakit dipergelangan tangannya.


"Sayang, ikutlah kakakmu pulang dan jangan menyakiti dirimu seperti ini." katanya dengan lembut.


"Tapi Chris?" Adelia melihat kekasihnya dengan ragu.


"Sssttt....tidak apa-apa, nanti aku akan menemuimu." Chirs mencoba menghibur Adelia.


Adelia masih melihat kearah kekasihnya itu dengan air mata masih mengalir dikedua matanya sedangkan Chris tersenyum padanya dan mengusap air mata Adelia dengan lembut.


"Percayalah padaku."


Adelia mengangguk dan berusaha tersenyum, dia percaya pada Chris dan dia berharap Chris segera menemuinya nanti.


Sean melihat kebahagian dari wajah adiknya itu tapi dia tidak akan terima, dengan cepat Sean menarik tangan Adelia dengan kasar dan melangkah pergi, sebelum itu dia juga mengajak Robet pergi dari sana.


Adelia memalingkan wajahnya melihat Chris, pria itu berdiri disana melihat kepergiannya.


Adelia tidak berdaya, dia hanya bisa mengikuti kakaknya pulang sambil menangis. Bagaimana sekarang?

__ADS_1


Tapi dia berharap ayah dan ibunya mau menerima hubungannya dengan Chris dan tidak bersikap egois seperti kakaknya saat ini.


__ADS_2