Angel Of Love

Angel Of Love
Mission 2


__ADS_3

"Kak Sean."


Adelia berteriak pada kakaknya itu dan keluar dari kamarnya. Gadis itu mulai turun kebawah untuk mencari kakaknya.


"Apa?" Sean berjalan kearah anak tangga untuk menghampiri adiknya.


"Kak, kemari."


Adelia segera menarik tangan kakaknya dan membawa kakaknya menuju kamarnya.


"Ada apa sih?" Sean jadi penasaran.


"Sudah diam saja dan ikut aku!" Adelia masih menarik tangan kakaknya sampai pria itu masuk kedalam kamarnya.


Disana tampak Viara duduk termenung dengan tumpukan baju didekatnya, baju itu adalah milik Viara yang mereka ambil kemarin dari rumah paman dan bibi gadis itu.


"Ada apa?" tanya Sean penasaran.


"Kak, baju Viara semuanya sudah jelek." ujar Adelia.


"Lalu?" Sean tambah penasaran.


"Apanya yang lalu? Kakak harus membawa Viara pergi membeli beberapa baju." jelas Adelia pula.


"Hei aku tidak mau ya." tolak Sean dengan cepat.


"Kak, Viara tidak punya baju memangnya kau tidak iba."


Viara tertunduk lesu dan wajahnya tampak sedih.


"Kak, kau harus menemani Viara membeli beberapa baju baru."


Adelia melangkah mendekati tumpukan baju itu dan mengangkatnya didepan Sean.


"Lihatlah, bajunya sudah jelek semua jadi kakak harus menemani Viara pergi membeli beberapa baju baru. Tidak mungkin bukan Viara harus memakai bajuku terus?" ujarnya.


Melihat baju yang dimiliki oleh Viara membuat Sean jadi iba, padahal gadis semanis itu tapi malah diperlakukan dengan tidak adil oleh paman dan bibinya.

__ADS_1


"Del, kamu saja gih yang temani! Kalian sesama perempuan pasti mengerti dengan hal seperti ini sedangkan aku mana mengerti." tolak Sean pula.


"Kak Sean, aku mana ada waktu. Aku harus pergi dengan Chris hari ini dan kau tahukan kami harus menyiapkan pesta pernikahan kami dan aku sibuk." tolak Adelia pula.


"Tidak apa-apa kak, Viara pakai baju yang lama juga tidak apa-apa kok." ujar Viara dengan tidak enak hati.


"Jangan begitu Viara, kau sudah jadi bagian keluarga kami dan kak Sean pasti akan menemanimu pergi membeli beberapa baju baru." hibur Adelia.


"Hei jangan memutuskan seenaknya." sela Sean cepat.


"Kak, kau benar-benar tidak gentle dan tidak bertanggung jawab." Adelia mulai memancing, apapun caranya hari ini kakaknya harus pergi menemani Viara membeli beberapa baju baru.


"Adel, kau menyinggung perasaanku nih!" Sean mulai kesal.


Adelia mulai tersenyum licik, sepertinya umpannya mulai ditarik.


"Yah gimana lagi, aku tidak menyangka jika aku mempunyai kakak seperti ini, seoranh kakak yang tidak gentleman. Benar yang dikatakan oleh Chris, kak Sean tidak gentleman!" pancing Adelia lagi.


"Adel cukup ya! Jangan memancing emosiku."


"Jadi, kakak mau kan menemani Viara pergi membeli beberapa baju? Kakak tidak perlu kawatir aku akan memberikan uangnya untuk kakak."


"Viara ayo ikut aku, kita borong semua baju yang kau mau. Hari ini kau boleh beli apa saja, bahkan jika kau mau beli mallnya pun akan aku belikan."


Adelia langsung tersenyum penuh kemenangan, akhirnya kakaknya terpancing dengan ucapannya dan mau pergi menemani Viara beli baju.


Setelah berkata demikian Sean segera memutar langkahnya dan eluar dari sana, dia keluar sambil mengumpat karena dia sangat kesal dengan ucapan adiknya.


Adelie mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V kearah Viara, sedangkan gadis itu semakinmerasa sangat tidak enak hati karena lagi-lagi dia harus merepotkan Sean.


"Kak Adel." Viara semakin merasa bersalah.


"Sudah sana, beli baju yang banyak. Tidak perlu dengarkan ucapan kakakku untuk membeli mallnya karena kak Sean memang begitu sedikit gila." ucap Adelia bercanda.


Adelia segera menarik tangan Viara agar gadis itu bangkit berdiri dan setelah itu Adelia membisikkan sesuatu ditelinga Viara.


"Saat jalan nanti, kau harus menggandeng tangan kak Sean ya. Kau harus melakukan hal itu karena dia punya trauma dengan keramaian makanya dia tidak mau menemanimu jadi ingat, kau harus menjaganya dan jangan sampai lepas." bisiknya.

__ADS_1


"Apa begitu kak?" tanya Viara dengan polos.


Adelia mengangguk sedangkan sebuah senyuman menghiasi wajahnya, sepertinya sangat menyenangkan menggoda kedua orang itu dan ini akan menjadi hiburan selama dia menginap dirumah orang tuanya.


Viara segera keluar dari sana dan turun kebawah,Sean sudah menunggu gadis itu dan merekapun pergi bersama menuju kesebuah mall.


Selama di Mall Viara menggandeng tangan Sean dengan erat sesuai dengan perkataan Adelia dan hal itu membuat Sean sangat heran, dia berusaha melepaskan tangan gadis itu tapi Viara Semakin memeluk lengannya dengan erat. Bagaimanapun dia harus menjaga Sean seperti perkataan Adelia.


Sean tidak berdaya dan hanya diam saja, entah mengapa dia jadi curiga jika Viara dihasut oleh adiknya dan jangan-jangan adiknyalah yang meminta Viara melakukan hal itu.


Sebenarnya dia kesal dengan kejahilan adiknya tapi mau bagaimana lagi? Dia hanya bisa diam saja sampai mereka tiba disebuah toko baju. Disana Sean memerintahkan pegawai toko itu untuk mengeluarkan pakaian yang cocok untuk Viara.


Gadis itu mulai mencoba-coba pakaian yang diberikan oleh pegawai toko itu sedangkan Sean duduk disebuah kursi yang ada, dia sedang memainkan ponselnya dan menunggu gadis itu dan dia harap tidak lama karena dia bosan.


Tidak lama kemudian Viara keluar dengan sebuah mini dress bermotif bunga-bunga, gadis itu mendekati Sean dengan ragu dan memanggilnya.


"Kak Sean, bagaimana dengan baju ini?" tanya Viara.


Sean mengangkat kepalanya untuk melihat gadis manis yang sedang berdiri didepannya, Viara memutar badannya untuk memperlihatkan dress yang dipakainya pada Sean, dia melakukan hal itu karena dia senang dengan baju yang sedang dicobanya.


Sean terpana dan pada saat itu juga ponselnya langsung jatuh dari tangannya sedangkan matanya tidak lepas dari gadis manis yang berdiri didepannya itu.


"Kak Sean." panggilan Viara menyadarkannya dan dengan cepat Sean memunguti ponselnya dan memegangi hidungnya.


"Sialan, jangan sampai aku mimisan hanya gara-gara gadis itu." makinya dalam hati.


"Kak Sean, bagaimana menurutmu?" tanya Viara lagi.


Sean mengangguk dan memegangi dadanya untuk menenangkan jantungnya yang berdetak tidak karuan karena gadis itu.


"Kak Sean, ada apa? Apa kau sakit jantung?" Viara mencoba mendekatinya untuk melihat keadaannya.


"Tidak jangan mendekat! Bajunya yang kau pakai bagus jadi sana kau cari beberapa lagi yang seperti itu." Sean berkata dengan cepat supaya Viara tidak mendekatinya dan mendengar jantungnya.


Viara mengangguk dan kembali mengganti bajunya sedangkan Sean sedang bingung dengan dirinya sendiri, ada apa dengannya? Dia tidak sedang gila bukan?


Setelah Viara pergi untuk mencoba baju lainnya, Sean diam saja dan sedang bertanya, ada dengan dirinya? Tidak mungkin bukan gadis belia itu sudah membuat jantungnya berdebar?

__ADS_1


Jika iya maka dia akan pergi ke psikiater!


__ADS_2