Angel Of Love

Angel Of Love
Maafkan kakak


__ADS_3

Didalam kamar, Adelia masih berada digendongan Chris dan memeluk pria itu dengan erat.


Adelia tidak mau melepaskan kekasihnya itu karena dia takut pria itu akan menghilang dari pelukannya.


"Del, kita mau pelukan sampai kapan?"


"Pertanyaan macam apa itu? Kau benar-benar menyebalkan." kata Adelia kesal.


Chris hanya terkekeh pelan dan segera berjalan kearah ranjang dan mendudukkan Adelia disana.


"Kau berat, memangnya kau tidak tahu?" godanya.


"Apa? Aku tidak gendut!"


"Ya, tapi lemakmu kemana-mana."


Adelia memukul bahu Chris dengan pelan, walaupun pria itu menyebalkan tapi dia suka.


Chris segera berjongkok dan mengangkat kaki Adelia untuk melihat luka yang ada karena terkena goresan kaca.


"Lihatlah, aku sudah bilang jangan melukai dirimu sendiri tapi kenapa kau melakukan hal nekat seperti ini?"


Adelia menggenggam tangannya dan melihat kearah Chris yang sedang mengecek luka dikedua kakinya.


"Aku hanya takut tidak bisa bertemu denganmu lagi."


"Bodoh!" Chris segera menyentil dahi Adelia pelan.


"Bukankah sudah aku katakan padamu untuk mempercayaiku tapi kenapa kau nekat seperti ini?"


"Maaf Chris aku hanya takut kita tidak bisa bertemu lagi." Adelia merasa bersalah karena telah membuat pria itu kawatir.


"Apa kau punya kotak P3K?" tanya Chris pula.


Adelia mengangguk dan menunjuk kesebuah lemari. Chris segera bangkit berdiri dan berjalan kearah sana, dia membuka lemari itu dan mengambil sebuah kotak obat dari dalam sana.


Setelah itu, Chris kembali dan berjongkok didepan Adelia untuk mengobati luka yang ada dikakinya.


Adelia meringis pelan saat lukanya terkena alkohol tapi dia berusaha menahan rasa perihnya.


"Chris pelan-pelan, sakit." pintanya.


"Sekarang baru terasa sakit, lalu tadi tidak?"


"Sory." Adelia hanya bisa menunduk.


"Seharusnya aku menyiramkan alkohol ini diatas semua lukamu supaya nanti kau berpikir dua kali lagi saat hendak melukai dirimu." ancam Chris kesal.


"Maaf."ujar Adelia lagi.


Memang tadi dia tidak merasakan sakit, mungkin karena dia sudah bertekad untuk keluar dari jendela itu.


Setelah selesai dengan luka yang ada dikaki Adelia, memberi obat dan menempelkan plester disetiap luka yang ada, Chris bangkit berdiri dan duduk disamping Adelia.


Chris meraih kedua tangan Adelia dan melihat beberapa luka yang ada disana.

__ADS_1


"Lihat ini? Kedua tanganmupun dipenuhi dengan luka." katanya kesal.


"Maaf." Adelia hanya bisa berkata demikian.


"Maaf? Lain kali jika kau berani berbuat seperti hal tadi maka aku akan menghukummu!"


Chris kembali membersihkan luka yang ada ditangan Adelia dan memberi obat merah pada setiap luka yang ada dan menempelkan plester disana.


Tidak ada yang dia lewatkan dari ujung kaki sampai semua tangan Adelia Chris periksa semuanya.


Adelia benar-benar senang, walaupun Chris berkata demikian tapi dia tahu pria itu sangat kawatir padanya.


Adelia langsung memeluk tubuh Chris saat pria itu sedang membereskan obat-obatan dan memasukkanya kembali kekotaknya.


"Chris terima kasih dan maaf telah membuatmu kawatir."


Chris meletakkan sisa obat yang ada sembarangan dan membalas pelukan kekasihnya itu.


"It's oke tapi kau harus berjanji satu hal padaku bahwa kau tidak akan melakukan hal seperti tadi lagi sampai melukai dirimu."


"Aku berjanji." jawab Adelia cepat.


"Baguslah, apa kau sudah makan?"


"Eh, itu?"


Adelia melepaskan pelukannya dan melihat makanan yang berada diatas mejanya, makanan itu yang Sean berikan untuknya tadi.


"Belum." jawabnya.


"Adel, kau ini ya!!"


"Jangan bilang kau belum makan dari siang!"


"Maaf." Adelia kembali menunduk.


Chris menarik nafasnya, sebenarnya dia ingin marah pada Adelia tapi dia bisa mengerti apa yang kekasihnya itu kawatirkan.


"Sayang, seberat dan sesulit apapun masalah yang sedang kita hadapi tapi satu hal yang tidak boleh kita lupakan, yaitu makan." Chris kembali duduk disisi kekasihnya itu.


"Maaf, aku hanya terlalu kesal dengan perlakukan kak Sean."


"Lalu? Apa dengan mogok makan bisa menyelesaikan permasalahan?"


Adelia kembali menunduk dan menggeleng.


Chris menyendok makanan itu dan mulai menyuapi Adelia, tentu saja Adelia membuka mulutnya dan menerima suapan dari kekasihnya.


"Kau harus makan yang banyak supaya lemakmu tidak hilang." goda Chris lagi.


"Chris!!" Wajah Adelia memerah dan kembali memukul bahu kekasihnya.


Chris tertawa pelan, dia sangat senang melihat gadis itu ceria lagi.


Sedangkan didepan pintu kamar Adelia,Sean berdiri disana mendengar semua percakapan kedua orang yang berada didalam sana.

__ADS_1


Sean baru saja menerima panggilan dari Robet, sahabatnya itu berkata jika dia tidak mau mengganggu hubungan Adelia dengan pacarnya dan menasehati Sahabatnya itu untuk mendukung adiknya.


Walaupun berat bagi Robet, tapi dia lebih memilih mundur secara jantan dan tidak mau merusak kebahagiaan orang lain.


Setelah menerima panggilan itu, Sean kembali menaiki anak tangga menghampiri kamar adiknya.


Dapat dia dengar, adiknya begitu bahagia bersama dengan pria pilihannya didalam sana.


Sean menarik nafasnya dengan berat, sepertinya dia harus mendengarkan saran Robet untuk mendukung hubungan adik semata wayangnya itu.


Sean membuka pintu kamar itu dan mendehem pelan saat melihat kemesraan kedua orang yang berada didalam sana.


"Chris, Adel, jika kalian sudah selesai maka segerelah turun kebawah karena daddy mau membicarakan hal penting pada kalian berdua."


Adelia melihat kearah kakaknya itu, sepertinya sedikit berbeda?


"Baik tuan Sean, kami akan segera kebawah." jawab Chris.


"Panggil saja Sean, cukup panggil namaku saja Chris."


"Kak?" Adelia tidak percaya mendengarnya.


Apa kakaknya sudah mau menerima hubungan mereka?


"Maafkan kakak Adel karena telah mengurungmu dan melukai perasaanmu." kata Sean dengan nada bersalah.


Adelia segera bangkit berdiri dan berjalan kearah kakaknya sedangkan air matanya langsung mengalir dari kedua matanya karena begitu senang kakaknya telah menyetujui hubungan mereka.


"Maafkan Adelia juga kak karena telah menyembunyikan banyak hal dari kakak dan membuat kakak kawatir."


Dengan cepat Adelia masuk kedalam pelukan kakaknya dan memeluknya.


"Kakak yang seharusnya meminta maaf padamu karena sudah bersikap egois." Sean memeluk adiknya dengan erat dan mengusap-usap rambut adiknya itu.


Senyum Chris langsung mengembang saat melihat dua bersaudara itu, sekarang Adelia pasti sangat senang.


"Terima kasih kak." ujar Adelia.


"Jika sudah selesai segeralah turun kebawah dan sebaiknya kau jangan senang dulu."


Adelia melepaskan pelukannya dan menatap kakaknya itu, apa maksudnya?


"Kak, jangan bilang kau masih tidak menyetujui hubungan kami." tanyanya curiga.


Sean tersenyum padanya dan mengusap wajah adiknya.


"Bukan aku, tapi sepertinya daddy tidak terima dengan apa yang telah terjadi jadi Sebaiknya kalian segera turun kebawah untuk menemuinya."


Adelia menelan ludahnya, apa lagi sekarang?


Chris bangkit berdiri, berjalan menghampiri Adelia dan memegangi tangannya.


"Ayo kita temui ayahmu dan bicarakan hal ini baik-baik dengannya."


"Tapi?"

__ADS_1


"Percaya padaku."


Adelia mengangguk dan merekapun segera berjalan keluar dari kamar itu untuk menemui Roy Rajendra.


__ADS_2