
Pagi itu dikediaman keluarga Ranjendra terdapat tambahan anggota baru dia adalah gadis yang dibawa oleh Sean semalam.
Setelah hampir satu jam menjelaskan kepada kedua orang tuanya akhirnya kedua orang tuanya percaya dengan ucapannya
Dia menjelaskan begitu lama karena Adelia menggodanya sehingga kedua orang tuanya tidak mempercayainya padahal Viara juga sudah menjelaskan tapi kedua orang tuanya malah mengira Viara diancam olehnya.
Viara tampak sibuk membantu ibu Sean didalam dapur, walaupun mereka memiliki pembantu tapi Mirna selalu berusaha memasak makanan untuk seluruh anggota keluarganya.
Untuk hari pertama dirumah orang yang sudah menolongnya, Viara berusaha sebaik mungkin karena dia harus membalas budi. Gadis itu tampak sibuk memotong sayuran yang ada, dia sudah terbiasa karena setiap hari melakukan hal seperti itu.
"Viara, apa kau tidak sekolah?" tanya Mirna.
Viara menundukkan kepalanta, dia memang sekolah tapi sekarang sepertinya tidak akan lagi karena dia sudah tidak tinggal dirumah om dan tantenya lagi.
Selama ini mereka yang membiayai sekolahnya dan sekarang sepertinya sekolahnya harus putus ditengah jalan.
"Sekolah tante tapi sepertinya Viara tidak akan sekolah lagi." jawabnya gadis itu dengan lesu.
"Kenapa?" tanya Mirna heran.
"Karena selama ini om dan tante Viara yang membiayai sekolah Viara, tapi sekarang Viara tidak tinggal bersama mereka lagi dan Viara juga tidak mau tinggal bersama mereka karena Viara takut dijual lagi oleh om dan tante jadi Viara rasa Viara tidak bisa sekolah lagi." jawab Viara.
Mirna melihat gadis malang itu dan dia merasa sangat kasihan. Dia sudah mendengar keseluruhan cerita dari Sean walaupun semulanya ada sedikit kesalahan pahaman karena dia tidak percaya, tapi beruntungnya gadis malang itu bertemu dengan putranya dan dia bangga dengan putranya yang mau menolong orang yang sedang mengalami kesulitan tanpa pikir panjang.
"Untung Viara bertemu dengan om Sean semalam jika tidak mungkin Viara sudah menikah dengan kakek-kakek." ucap Viara dan dia sangat bersyukur bertemu dengan orang yang sangat baik yang mau menolongnya dan menebusnya.
Jika saja dia tidak punya keberanian untuk keluar dari ruangan itu mungkin dia tidak akan bertemu dengan Sean dan mungkin dia sudah menikah dengan lelaki tua bangka semalam.
"Viara tenang saja, nanti tante akan meminta putra tante membawamu daftar kesekolah baru dan kalau bisa jangan panggil putra tante dengan sebutan om." pinta Mirna.
"Tapi tante, Viara tidak enak karena sudah banyak dibantu dan lagi pula Viara tidak bisa membalas kebaikan keluarga tante."
"Tenang saja Viara, kamu tidak perlu merasa tidak enak hati dan membalas budi tapi cukup jadi menantu tante saja." Goda Mirna.
Viara langsung tersipu saat itu juga, gadis manis itu langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Hmm!" Roy berdehem pelan dan masuk kedalam dapur.
"Mirna, jangan menggoda seorang gadis belia." ujarnya.
Mirna hanya tersenyum, kapan lagi bisa menggoda gadis manis seperti ini?
Saat itu Adelia sedang barjalan menuruni anak tangga dan segera berjalan masuk kedalam dapur, dia tersenyum saat melihat Viara begitu rajin membantu ibunya.
"Selamat pagi semua." sapanya.
__ADS_1
"Pagi kak Adel." balas Viara.
"Wah mommy dapat menantu yang sangat rajin." goda Adelia.
Viara kembali tersipu malu, kenapa mereka menggodanya seperti itu?
"Tuh kan, Adelia sependapat denganku! Viara memang cocok jadi menantu kita." ucap Mirna pada suaminya tapi Roy hanya menggelengkan kepalanya.
"Mommy, kak Sean kemana?" tanya Adelia pula.
"Masih tidur, kenapa?"
"Dasar pemalas!" gerutunya.
Adelia menarik sebuah kursi dan duduk disana dan mengambil segelas air putih yang ada diatas meja. Adelia memperhatikan Viara yang masih sibuk dan tiba-tiba saja terbesit sebuah ide dikepalanya.
"Via."
"Ya kak Adel."
"Sini." Adelia melambaikan tangannya.
Roy dan istrinya saling pandang, apa yang mau dilakukan oleh anak gadis mereka?
Viara menghentikan pekerjaan dan mendekati Adelia sedangkan Adelia bangkit berdiri dan merangkul bahu Viara saat gadis itu sudah menghampirinya.
"Viara."
"Ya kak."
"Ini sudah siang jadi kau bisakan membangunkan kak Sean?"
"Bisa kak Adel." jawab Viara cepat.
Senyum Adelia langsung mengembang diwajahnya, sepertinya sangat menyenangkan menggoda kakaknya dan dia ingin membuat kakaknya kaget.
"Viara sana bangunkan kak Sean, ini sudah siang dan dia sudah harus pergi kekantor." Adelia menunjuk kearah sebuah kamar.
Viara menelan ludahnya dan mengangguk, gadis itu hendak berjalan kearah kamar Sean tapi tangannya langsung ditahan oleh Adelia.
"Eit, tunggu."
"Apa lagi kak?" Viara merasa heran.
"Kak Sean bukan orang yang gampang dibangunin loh." jawab Adelia.
__ADS_1
"Jadi harus gimana kak supaya kak Sean bisa bangun?" Viara bertanya dengan polosnya.
Adelia menepuk-nepuk pipi kanannya, maksud dari Adelia adalah Viara harus menepuk pipi Sean barulah Sean bisa bangun tapi wajah Viara langsung merah padam karena gadis itu salah mengartikan maksud dari Adelia.
Adelia melangkah medekati Viara dan berbisik ditelinganya.
"Kamu mengertikan maksud kakak?" tanyanya.
"Iya kak, Viara mengerti kok." jawab Viara pula.
Adelia tersenyum lebar, pasti kakaknya akan berteriak saat melihat gadis itu berada didalam kamarnya.
"Jadi, bangunkan dengan lembut ya." bisiknya lagi.
Viara mengangguk dan setelah itu Adelia mendorong tubuh Viara dengan pelan agar gadis itu melangkah kearah kamar kakaknya.
"Bangunkan dengan lembut." Adelia kembali berkata dengan pelan dan juga menepuk-nepuk pipinya.
Viara melangkah mendekati kamar Sean tapi pada saat gadis itu sudah berdiri didepan kamar itu, Viara memalingkan wajahnya dan kembali melihat Adelia dan saat itu Adelia mengangguk padanya.
Setelah Viara masuk kedalam kamar Sean, Adelia segera kembali kedalam kamarnya, dia harus bersiap-siap untuk pergi.
Sedangkan didalam kamar Sean, tampak Viara hanya berdiri didepan pintu kamar itu. Gadis itu masih ragu, kenapa Adelia memintanya mencium Sean untuk membangunkannya?
Tapi walau begitu, dia mulai melangkah mendekati ranjang dan disana tampak Sean masih tertidur dengan pulas.
Viara menelan ludahnya dan naik keatas ranjang dan dengan ragu, gadis itu mulai menunduk untuk menciumi pipi Sean dan sontak saja Sean langsung kaget dan membuka matanya.
Pria itu tambah kaget saat melihat Viara berada dikamarnya dan ada diatas ranjangnya.
"Selamat pagi kak Sean." Viara tersenyum manis padanya.
"Viara, kenapa kau ada dikamarku dan apa maksudmu menciumku tadi?"
"Maaf kak Sean, kak Adel memintaku membangunkanmu dengan Sebuah ciuman."
"Apa?" Sean terbelakak kaget.
Sean bangkit berdiri dan berteriak dari kamarnya.
"Adel!!"
Saat mendengar teriakan kakaknya, Adelia langsung berlari kebawah sebaiknya dia pergi sebelum mendapat omelan dari kakaknya.
"Adel!!" Sean kembali berteriak dan keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Pria itu segera berlari kebawah untuk mencari adiknya sedangkan Adelia sudah mengambil langkah seribu.
"Awas kau ya!" maki Sean kesal sedangkan Adelia sudah kabur.