
Laura malik bukan wanita yang gampang menyerah, wanita itu sangat marah karena Chris menolaknya.
Apalagi saat dia mengetahui Chris menyukai Adelia, orang yang mengenalkan mereka. Tentu saja membuat harga dirinya terhina dan dia merasa Adelia mempermainkannya.
Pagi itu, Laura datang kebiro Jodoh milik Adelia, wanita itu datang kesana untuk meminta penjelasan pada Adelia mengenai hubungannya dengan Chris.
Pagi-pagi sebelum berangkat kekantornya, Laura sengaja datang ketempat itu, dia bahkan rela menunggu kedatangan Adelia.
Tidak lama kemudian, sebuah mobil berhenti dibiro jodoh itu, Laura bangkit berdiri dan melihat dari kaca jendela. Dia ingin melihat apakah Adelia sudah datang?
Tapi matanya terbelalak kaget saat melihat Adelia turun dari mobil itu bersama dengan Chris, pria yang disukainya.
Tangan Laura langsung terkepal, marah! Dia tidak terima, apa dirinya kurang menarik dibanding gadis biasa saja itu?
Dari penampilan mereka saja Sudah berbeda, Adelia terlihat biasa saja walaupun memang manis.
Sedangkan dirinya, wanita cantik dengan penampilan modis, tubuhnya juga lebih oke dibandingkan Adelia. Tidak hanya itu, dia juga banyak uang dibanding Adelia yang hanya punya usaha biro jodoh.
Lalu apa yang membuat Chris lebih memilih pemilik biro jodoh yang jauh dibawahnya itu?
Saat itu Adelia turun dari mobil Chris sedangkan Chris mengikutinya, mereka tidak tahu siapa yang telah menunggunya didalam sana.
Saebelum Adelia masuk kedalam, Chris menarik Adelia kedalam pelukannya dan menciumi wajahnya.
Sontak saja Adelia sangat kaget tapi dia hanya diam saja membiarkan Chris menciumi pipinya. Tapi tidak dengan seseorang didalam sana yang tampak marah dan sudah dibakar api cemburu saat melihat kemesraan kedua orang itu.
Laura mengepalkan tangannya dan hatinya terasa panas karena menyaksikan adegan itu. Beraninya Adelia melakukan hal itu?
"Del, nanti siang jangan lupa, aku akan meminta Danil untuk menjemputmu." kata Chris padanya.
"Aku bilang tidak perlu repot Chris." jawab Adelia.
"Kau tidak bisa menolak, pokoknya Danil akan datang untuk menjemputmu." Chris sedikit memaksa.
Adelia menarik nafasnya sejenak, tidak ada gunanya dia berdebat dengan Chris.
"Baiklah, aku akan tunggu." jawabnya dengan berat hati.
Saat itu Chris masih memeluknya bahkan mereka tidak perduli dengan orang-orang yang melihat kearah mereka.
Chris tersenyum dan melepaskan pelukannya.
"Baiklah, masuklah sana. Aku sudah harus pergi." Chris melepaskan pelukannya dan mengusap wajah Adelia dengan senyum wajahnya.
__ADS_1
Adelia mengangguk dan masih berdiri disana sampai Chris membawa mobilnya meninggalkan tempat itu.
Setelah kepergian Chris, Adelia segera melangkah masuk kedalam kantornya tapi baru saja pintu terbuka dan Adelia melangkahkan kakinya melewati pintu itu tiba-tiba saja sebuah tas mahal melayang kewajahnya dan mengenai tepat kewajahnya.
"Bhukk!!"
Adelia begitu kaget dan langsung memegangi wajah dan hidungnya yang terasa sakit, mungkin tulang hidungnya bergeser karena pukulan itu.
"Oh my God!" Adelia menunduk sambil meringis menahan sakit diwajahnya.
Tidak hanya Adelia yang kaget, para karyawannya yang ada disanapun dibuat kaget oleh perbuatan mantan klient mereka.
"Dasar ja*lang!" maki Laura dengan penuh kemarahan.
Adelia mengangkat kepalanya dan melihat kearah datangnya suara.
"Ms Laura?" Adelia sangat tidak percaya. Kenapa Laura memukulnya? Kesalahan apa yang telah dia perbuat?
Laura melihat Adelia penuh dengan kebencian, tangannya sudah terkepal siap memukul Adelia kembali.
"Ms Laura, apa kesalahanku sampai kau memukulku?" tanya Adelia sambil mengusap-usap hidungnya.
"Kau tidak tahu apa kesalahanmu!!!" Laura menekan perkataannya.
Laura benar-benar dibakar api kemarahan dan tanpa Adelia duga Laura berjalan kearahnya dan melayangkan kukunya yang tajam kewajah Adelia, sontak saja hal itu membuat Adelia menjerit karena wajahnya terluka oleh perbuatan Laura.
Para karyawan Adelia langsung berlari kearah Laura untuk menghentikan wanita itu yang mulai menarik rambut Adelia.
Adelia hanya bisa berteriak, menerima serangan Laura yang tiba-tiba. Dia tidak menyangka Laura begitu berani melakukan hal itu padanya.
Dalam sekejap mata tempat itu menjadi ramai, karyawan Adelia mulai menangkap tangan Laura sedangkan ada pula yang membantu bosnya.
Saat itu asisten Adelia membawa selembar tisu untuk bosnya karena wajah Adelia berdarah akibat terkena cakaran kuku Laura.
"Ms Laura, apa alasanmu melakukan ini padaku?" tanya Adelia dengan kesalnya.
Dia sudah seperti seorang selingkuhan yang dipergoki oleh istri dari selingkuhannya.
"Kau benar-benar tidak tahu malu! Kau yang mengenalkannya padaku tapi kau juga yang merebutnya dariku." teriak Laura marah.
"Hah?" Adelia tidak mengerti maksud dari perkataan Laura.
"Apa maksud dari perkataanmu?" tanya Adelia.
__ADS_1
"Jangan pura-pura, aku barusan melihat kalian berpelukan. Seharusnya kau tahu bahwa aku menyukainya." jawab Laura marah.
Adelia mulai mengerti sekarang, dia tidak menyangka Laura masih gigih menginginkan Chris. Tapi bukankah perasaan seseorang itu tidak bisa dipaksakan?
"Ms Laura, Chris tidak menyukaimu lalu aku bisa apa?"
"Bohong, pasti sejak awal kau telah menggodanya dan tidur dengannya. Apa kau mengancam pria itu dengan foto telanjangnya?" tebak Laura asal.
Perkataan Laura kembali membuat heboh tempat itu dan para karyawan Adelia mulai memandang kearah bosnya.
"Tolong ya Ms Laura jangan asal menebak, aku bukan wanita murahan." Adelia semakin kesal karena tiba-tiba dia jadi tersangkanya padahal dialah korban disana.
"Lalu apa hah?! Tidak mungkin pria berkelas seperti Chris bisa menyukai wanita biasa saja sepertimu." Laura berteriak kembali dan melihat Adelia dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Pandangan matanya sungguh menghina Adelia.
Adelia mengepalkan tangannya, dia sendiri tidak tahu kenapa Chris bisa menyukainya tapi kenapa Laura malah menyalahkannya dan memukulnya? Bahkan wajahnya terasa perih karena goresan kuku Laura.
Jika dia tidak memikirkan reputasinya dan keluarganya mungkin sudah dia balas perbuatan Luara.
"Maaf Ms Laura, aku sibuk!" Adelia malas berdebat dengan wanita itu dan mulai melangkah memasuki kantornya.
"Bu Adel, aku akan menghancurkan mu!" ancam Laura tiba-tiba.
Adelia menghentikan langkahnya, apa maksud dari perkataan Laura?
"Kau telah menghina diriku dan telah membuatku malu maka aku akan menghancurkanmu!" kata Laura lagi.
"Ms Laura, aku tidak pernah menghinamu bahkan mempermalukan dirimu jadi sebaiknya anda pergi dari tempat ini." Adelia masih berusaha bersikap sesopan mungkin.
Laura melepaskan dirinya dari pegangan karyawan Adelia dan menatap musuhnya itu dengan tatapan yang tajam.
"Tunggu saja, aku pasti akan menghancurkanmu sampai kau memohon ampun padaku!" ancam Laura lagi.
Laura segera melangkah pergi dan keluar dari tempat itu, yang pastinya setelah ini dia akan menghancurkan Adelia dan membuat wanita itu memohon padanya.
Adelia hanya diam ditempatnya, apa yang mau Laura lakukan padanya?
Kenapa Laura sangat menginginkan Chris sedangkan Chris tidak menyukai wanita itu sama sekali.
Adelia masuk kedalam ruangannya sambil memegangi pipinya yang terasa perih karena cakaran kuku Laura, seharusnya saat itu dia yang marah bukannya Laura.
Adelia juga mengusap-usap kulit kepalanya, dia juga melihat rambutnya yang ditarik oleh Laura, botak sudah.
"Dasar wanita aneh." makinya dalam hati.
__ADS_1
Dia berharap Laura tidak kembali lagi tapi Laura telah merencanakan sesuatu dan tidak akan menumyerah.