
Chris mengendarai mobilnya dengan cepat dan dia begitu tampak frustasi setelah keluar dari tempat Adelia.
Baru kali ini dia menyukai seorang wanita setelah sekian lama putus dengan mantan pacarnya tapi Adelia malah menolaknya mentah-mentah. Chris jadi bertanya dalam hati, apa benar pria kemarin adalah pacar Adelia?
Selama diperjalanan tak henti-hentinya Chris mengumpat kesal. Apa dia begitu buruk sampai tidak ada yang mau menerimanya?
Saat berada dilampu merah Chris menghentikan kendaraanya dan memejamkan matanya, apa dia harus menyerah begitu?
"Oh persetan!" makinya.
Setelah lampu telah kembali berwarna hijau Chris memutar kendaraannya kembali, dia akan kembali ketempat Adelia. Dia akan berbicara lagi dengan wanita itu dan kali ini akan dia pastikan dia akan mendapatkan Adelia dengan caranya.
Setelah tiba, Chris keluar dari mobilnya dan melangkah dengan cepat, masuk kedalam ruko dua lantai itu.
Pria itu bahkan melewati karyawan Adelia tanpa permisi dan tanpa bertanya lagi, para karyawan Adelia melihat kedatangannya dengan heran, kenapa kembali lagi?
"Eh Mr Chris, apa ada yang tertinggal?" tanya asisten Adelia yang melihat kedatangannya.
Chris hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan asisten Adelia dan melewatinya begitu saja.
Rani sangat heran dan segera merapikan mejanya, setelah itu dia mengikuti langkah Chris, dia takut nanti disalahkan oleh bosnya dan akan dimarahi.
Chris berjalan dengan cepat menuju ruangan Adelia, pria itu membuka pintu ruangan Adelia dengan cepat pula tanpa mengetuk lagi.
"Mr Chris,tunggu." tahan asisten Adelia.
Tapi Chris tidak perduli dan segera menutup pintu ruangan itu dengan kasar. Didalam sana Adelia tampak sedang merebahkan diri diatas sofa sambil memejamkan matanya, dia sangat kaget saat mendengar suara pintu yang ditutup. Adelia segera bangkit berdiri dan melihat kearah pintu dan disana tampak Chris sedang menatapnya dengan tajam dan berjalan kearahnya dengan cepat tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Chris, kenapa kau kembali lagi? Apa ada yang tertinggal?" tanyanya heran.
Chris tidak menjawab pertanyaan dan langsung memeluk tubuh Adelia dengan erat.
Pada saat itu asisten Adelia masuk kedalam ruangan itu, dia takut nanti bosnya akan marah tapi matanya terbelalak kaget saat melihat bosnya sedang berada didalam pelukan klientnya.
Dengan tidak enak hati asisten Adelia menutup pintu itu kembali dan pergi dari sana, hati wanita itu pastinya dipenuhi dengan tanda tanya, ada hubungan apa diantara mereka berdua?
"Chris, apa yang kau lakukan?" tanya Adelia.
Dia hanya diam didalam pelukan Chris sedangkan Chris membenamkan wajahnya dileher Adelia.
"Diam!" kata Chris kesal.
"Hei, kau kira aku manekin!" Adeliapun mulai kesal.
Chris hanya diam saja dan semakin mengencangkan pelukannya, kali ini dia tidak akan membiarkan Adelia lepas dari tangannya dan dia akan mendapatkan wanita itu bagaimanapun caranya.
"Chris, tolong jangan seperti ini." pinta Adelia.
"Katakan padaku." ujar Chris tiba-tiba.
__ADS_1
"Hah?" Adelia tidak mengerti apa maksud ucapan Chris.
"Katakan padaku dengan jujur, apa kau tidak menyukaiku?"
"Chris, kita ini berbeda jadi aku tidak bisa menyukaimu."
"Apa maksudmu kita ini berbeda, apa kau ini pecinta sesama jenis?"
"Tidak."
"Lalu apanya yang berbeda?"
Adelia diam saja tidak bisa menjawab pertanyaan pria itu. Bagaimana caranya dia harus menolak Chris? Tapi sejujurnya jauh didalam lubuk hatinya dia sangat senang Chris memeluknya seperti itu.
"Chris, kau ini klientku dan aku harus bersikap profesional pada setiap klienku. Aku tidak mau mencampur adukkan kehidupan pribadiku dengan pekerjaanku." kata Adelia lagi.
"Persetan dengan semua itu, aku tidak perduli."
"Chris tolong bersikap profesional." pinta Adelia.
"Aku bersikap profesional, bukankah tugasmu mencarikan pasangan untukku dan aku sudah menemukannya."
Adelia kembali terdiam tidak bisa menjawab apa-apa lagi karena memang itulah tugasnya.
"Kau boleh mengenalkan wanita manapun padaku tapi aku hanya mau denganmu! Kau ingin aku jalan dengan wanita lain akan aku lakukan tapi yang aku inginkan cuma dirimu. Bukankah kau ingin klientmu bahagia? Sekarang aku sudah menemukan wanita yang aku inginkan dan aku ingin bahagia dengan wanita pilihanku."
Saat mendengarnya, Adelia mulai menangis, apa yang harus dia lakukan? Dia tahu hubungan mereka tidak akan pernah berhasil karena terhalang oleh jarak usia.
"Aku akan selalu menjadi klientmu sampai kau menerimaku, aku juga akan merebutmu dari pria itu."ujarnya lagi.
Pria itu? Dihatinya cuma ada pria aneh yang sedang memeluknya dan tidak ada pria lainnya.
Chris melepaskan pelukannya dan melihat wajah Adelia dengan lekat, dia juga menghapus air mata Adelia dari pipinya dengan lembut.
"Berikan kesempatan untukku." pintanya.
Adelia hanya menggeleng.
"Tidak Chris, jangan membuang waktumu denganku." tolak Adelia.
"Kenapa?" tanya Chris pula.
"karena hubungan kita tidak akan pernah berhasil."
"Apa maksud dari ucapanmu? Apa maksudmu tidak akan pernah berhasil bahkan kita belum mencobanya!" Chris mulai kesal.
Adelia hanya menatap Chris dengan air mata yang masih mengalir dari pipinya. Ini cinta pertamanya dan rasanya sangat menyakitkan karena dia tidak bisa bersama dengan pria yang dicintainya itu tapi dia tidak mau Chris menghabiskan waktu dengannya karena dia tahu hubungan mereka tidak akan pernah berhasil.
"Maaf Chris."
__ADS_1
Adelia memundurkan langkahnya dan menjauhi Chris, dia tidak mau memberikan harapan pada Chris.
"Adelia, look at me." Chris meraih tangannya dan memegangnya dengan erat.
"Tidak Chris." Adelia memalingkan wajahnya dan menepis tangan pria itu.
"Tolong keluar dari sini." usirnya.
"Tidak akan."
"Chris tolonglah, aku banyak pekerjaan."
"Aku tidak akan mengganggumu bekerja."
Chris duduk diatas sofa, menyilangkan kakinya dan duduk dengan santai. Dia tidak akan pergi dari sana begitu saja. Adelia melihatnya dengan tidak percaya, apa yang mau Chris lakukan?
"Hei, apa kau tidak punya pekerjaan?" tanya Adelia kesal.
"Tidak ada." jawab Chris santai.
"Ya Tuhan, bagaimana aku bisa bekerja sedangkan kau ada disini." gerutu Adelia.
"Kau tidak menyukaiku bukan? Maka anggap saja aku tidak ada." ujar Chris dengan santai.
"Hei, memangnya kau hantu."
"Apa kau pernah melihat hantu?"
"Tidak!"
"Jadi anggap saja aku hantu!"
Chris mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan untuk sekretarisnya, dia akan berada disana hari ini agar Adelia menerimanya.
Adelia melihat pria itu dengan penuh tanda tanya tapi diam-diam dia tersenyum, dia hendak melangkah kearah mejanya tapi Chris menangkap tangannya dan menariknya, Adelia begitu kaget saat dia jatuh diatas pangkuan Chris.
"Chris kau?"
Sebelum Adelia menyelesaikan pertanyaannya, Chris telah membungkam bibirnya dan menciuminya.
Adelia melotot tidak percaya tapi kemudian dia mulai membalas ciuman Chris karena bibir pria itulah yang dia mau.
Setelah beberapa saat mereka berciuman Chris melepaskan bibirnya dan menatap Adelia dengan lekat sedangkan sebuah senyuman menghiasi wajahnya.
"Bagaimana rasanya dicium oleh hantu?" tanyanya.
Wajah Adelia langsung merah padam.
"Kau hantu mesum dan menyebalkan." gerutunya.
__ADS_1
Adelia langsung bangkit berdiri dan berjalan kearah mejanya sedangkan Chris terkekeh melihatnya, wanita itu pasti akan dia dapatkan.