
Saat malam, waktu sudah menunjukkan jam delapan malam. Adelia keluar dari dapurnya sambil membawa dua gelas minuman dan cemilan dari sana.
Adelia menghampiri suami dan kakaknya yang berada diruang tamu, saat itu suasana disana terasa menegangkan dan tidak ada yang memulai pembicaraan.
Adelia meletakkan minuman dan cemilan yang dia bawa keatas meja dan melotot pada kakaknya.
"Kak, curhatnya jangan lama-lama ya." ancamnya.
"Kenapa sih Del? Sana kamu tidur aja! Lagian siapa yang mau curhat." elak Sean dengan cepat.
"Kak, akukan butuh suamiku untuk menemani aku tidur."
"Duh kau ini ya, sebelum menikah juga tidur sendiri." gerutu Sean kesal.
"Kak Sean tidak mengerti! Sebelum menikah dan sesudah itu berbeda." Adelia juga kesal.
Chris bangkit berdiri dan menghampiri istrinya, dia akan mendengarkan curhatan kakak iparnnya dan memberikannya solusi dengan cepat agar dia bisa segera menemani istrinya tidur.
"Sayang, mana kakakmu mengerti karena dia belum menikah dan masih jomblo."
"Woi!!" Sean jadi kesal mendengarnya.
"Chris, kau sepertinya ketularan adikku ya." ucap Sean kesal.
Kedua suami istri itu tidak memperdulikan Sean yang mengerutu kesal.
Adelia mulai memeluk suaminya sedangkan Chris menciumi wajah istrinya dengan mesra.
"Chris jangan lama-lama ya, aku tunggu loh." Adelia memainkan jarinya kedada suaminya.
"Tenang saja sayang,tunggu aku okey!"
"Hmmm!!" Sean berdehem pelan dan mulai gerah melihat tingkah kedua suami istri itu. Apa mereka tidak menganggapnya ada?
"Hei kalian jangan bikin aku panas dingin deh!" gerutu Sean kesal.
"Makanya kak Sean cepetan cari istri sana!" kata Adelia kesal.
Setelah berkata demikian Adelia segera masuk kedalam kamarnya, Adelia meraih ponselnya untuk menghubungi ibunya karena dia ingin tahu apa yang terjadi dengan kakaknya.
"Mom, kak Sean kenapa sih?"
"Mana mommy tahu, dia jadi seperti itu sejak mencium Viara." jawab ibunya disebrang sana.
"Apa?" Adelia tidak percaya mendengarnya.
"Mommy jangan asal bicara deh."
"Mommy tidak asal bicara sayang, mommy lihat sendiri kok."
__ADS_1
Adelia sekarang mulai mengerti, pantas saja kakaknya bertingkah aneh seperti itu.
"Oke mom, aku tutup ya." setelah berkata demikian Adelia menutup panggilan itu.
Senyum Adelia mengembang diwajahnya dan pada saat itu juga, muncul sebuah ide dikepalanya.
"Kak Sean, lihat saja nanti." katanya dalam hati.
Sedangkan diluar sana, dua puluh menit telah berlalu tapi Sean belum juga membuka suaranya.
Chris menunggunya tanpa bertanya karena dia pikir yang memiliki kepentingan itu adalah Sean bukan dia.
Chris menyeruput minuman yang disediakan oleh istrinya sedangkan Sean sedikit ragu untuk memulai pembicaraan.
Beberapa menit kemudian Chris mulai kesal karena Sean masih saja diam, apa mereka akan seperti itu sepanjang malam?
Chris meletakkan gelasnya dengan kasar dan bangkit berdiri, ini sungguh membuang waktunya saja.
"Hei mau kemana?" tanya Sean heran.
"Kamar, lebih baik aku masuk kedalam kamarku dan bermesraan dengan istriku dari pada digigit nyamuk disini." jawab Chris kesal.
"Mana ada nyamuk disini?"
"Kau nyamuknya!" Chris tambah kesal.
Jika bukan kakak istrinya mungkin sudah dia hajar sedari tadi.
"Chris bagaimana pendapatmu jika aku berhubungan dengan gadis yang lebih muda dariku?" Sean menatap adik iparnya dengan serius.
"Biasa saja menurutku." jawab Chris.
"Hei apa maksudmu biasa saja? Apa itu jawaban bagi sesama pecinta daun muda?" Sean tidak puas dengan jawaban adik iparnya itu.
"Sean, kau ingin menanyakan pendapatku atau ingin mengajakku berkelahi?" Chris melotot kearahnya.
"Wow, aku hanya tidak puas dengan jawabanmu."
"Jadi jawaban seperti apa yang ingin kau dengar?"
Sean diam saja dan memikirkan sesuatu. Benar kata adik iparnya, jawaban seperti apa yang dia harapkan?
Chris menghembuskan nafasnya, kesal!
"Begini ya Sean. Jika kau menyukai seorang wanita jangan memperdulikan usianya yang penting kau serius dan tulus dengannya."
"Waktu itu aku juga sempat sepertimu, aku sempat berpikir apa aku pantas buat Adel yang jauh lebih muda dariku?"
"Tapi karena aku serius dengannya maka aku berusaha mendapatkan hatinya, itu aku lakukan karena aku suka dengannya dan aku ingin hidup dengannya bahkan aku tidak takut menghadapimu waktu itu untuk mendapatkannya! Kau mengertikan maksudku Sean? Jika kau memang suka dengan seseorang maka buang egomu itu kelaut dan berusaha dapatkan hatinya, jika dia tidak mau kejar sampai dapat jangan tidak gentle seperti ini."bkata Chris panjang lebar.
__ADS_1
"Wow, ucapanmu sungguh kejam!" ucap Sean tidak terima.
"Aku memang mengatakan ini supaya kau Sadar!"
"Sebenarnya bukan itu yang jadi masalahnya?"
"Lalu apa?"
"Hei ini diantara kita saja ya, janji tidak mengatakan hal ini pada adikku." pinta Sean.
Chris melirik kakak iparnya dengan malas.
"Cepat katakan!"
"Sepertinya aku sedang menyukai gadis berusia 17 tahun."
Chris hanya diam saja, mengambil gelas minumanya dan menyeruputnya kembali.
"Hei kenapa kau diam saja?" tanya Sean padanya.
"Memangnya kau ingin aku menjawab apa? Wow!! Begitu?" jawab Chris.
"Wah, kau benar-benar tidak bisa jadi tempat untuk curhat."
"Sean kau ini benar-benar deh, apa kau tidak paham dengan perkataanku? Jika kau suka dengannya jangan lihat umurnya, mau 17 tahun 27 atau 37, bahkan sudah nenek-nenek sekalipun kau harus kejar sampai dapat jika kau menyukainya."
"Wow, ucapanmu benar-benar!!" Sean jadi frustasi mendengar perkataan adik iparnya itu.
"Kau benar-benar membuatku stres, sebaiknya kau pikirkan perkataanku baik-baik." Chris segera bangkit berdiri hendak melangkah pergi tapi sebelum itu Chris mengatakan sesuatu pada kakak iparnya itu.
"Sebaiknya kau cepat bertindak jika tidak nanti gadis itu sudah berada didalam pelukan orang lain apalagi dia jauh lebih muda darimu, jadi pikirkanlah perkataanku baik-baik sebelum menyesal."
Setelah berkata demikian Chris segera meninggalkan Sean dan masuk kedalam kamarnya, disana Adelia sudah menunggunya dengan tidak sabar.
"Chris, bagaimana?"
"Entahlah, biarkan saja." Chris naik keatas ranjang dan menciumi istrinya.
"Chris apa maksudnya?" Adelia sangat penasaran.
"Sayang jangan dipikirkan, sebaiknya kita membuat anak dari pada ikut stres bersama kakakmu." Chris membuka piyama yang dipakai oleh istrinya.
"Nakal." Adelia memukul bahu suaminya dengan pelan.
"Sayang, malam ini pelan-pelan saja ya menjeritnya. Kau tidak mau membuat kakakmu tambah panas dingin diluar sana bukan?" bisik Chris ditelinga istrinya.
"Kau menyebalkan." Adelia menciumi bibir suaminya dan mereka mulai melepaskan pakaian mereka untuk melakukan adegan panas mereka.
Sedangkan saat itu Sean, masih duduk sendiri disana sambil memikirkan perkataan Chris.
__ADS_1
"Sepertinya benar kata mommy, aku sedang kena karma karena menjahati adikku dan aku harap karma ini cepat berlalu."
Sean segera bangkit berdiri masuk kedalam kamar, lebih baik dia tidur saja dari pada harus sendirian diluar.