
Keesokkan harinya, Adelia tampak sedang mengunci pintu rumahnya. Siang itu Adelia berencana pergi kepantai dengan suaminya untuk menikmati matahari terbenam.
Adelia juga mengajak kakaknya untuk pergi dan tentu saja untuk satu tujuan. Tujuannya untuk mendekatkan kakaknya dengan Viara sehingga hubungan mereka kembali membaik.
Selain itu dia juga ingin menghabiskan waktu dengan suaminya disana dan anggap saja mereka pacaran disana.
Semula Sean tidak mau mengikuti adiknya karena malas tapi karena Adelia memaksa membuatnya menyetujui ajakan adiknya dan lagi pula, dia tidak punya tujuan dan bosan ditinggal sendirian jadi dia memutuskan mengikuti adiknya tanpa rasa curiga.
Setelah Adelia mengunci pintu rumahnya, Adelia segera menuju mobilnya dimana Chris dan Sean sudah menunggu.
"Maaf membuat kalian menunggu." Adelia masuk kedalam mobil dan duduk disana.
"Tidak apa-apa sayang apakah sudah semua?" tanya Chris. Dia duduk didepan kemudi karena dia yang akan membawa mobilnya sedangkan Sean duduk disampingnya.
"Sudah, nanti sebelum kepantai kita pulang kerumah mommy dulu ya Chris." pinta Adelia.
Chris mengangguk dan menjalankan mobilnya sedangkan Sean memalingkan wajahnya untuk melihat adiknya yang berada dibelakangnya. Untuk apa mereka pulang terlebih dahulu?
"Hei mau ngapain kita pulang?" tanyanya.
"Kak Sean diam saja! Memangnya aku tidak boleh pulang!"
"Bukan begitu, tapikan?"
"Apa?" Adelia bertanya dengan ketus.
"Tidak apa-apa." Sean memalingkan wajahnya melihat jalanan yang mereka lewati, dalam hati Sean berpikir mungkin adiknya ingin mengambil sesuatu disana.
Tidak lama kemudian mereka tiba, Adelia segera turun dari mobil itu dan meminta suami dan kakaknya menunggu dan tidak lama kemudian, Adelia kembali dengan seorang gadis yang terlihat begitu bersemangat.
Mata Sean terbelakak kaget, untuk apa Adelia membawa Viara bersamanya? Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini, masak dia harus keluar dari mobil? Apa kata adik iparnya nanti?
"Chris, itu kenapa istrimu bawa-bawa sibocah segala?" tanyanya.
"Entahlah, mungkin untuk menemanimu." Chris menjawab dengan malas.
"Deg!" rasanya ucapan Chris tepat sasaran dan hal itu membuat Sean kesal.
"Hei siapa yang mau ditemani anak bocah seperti itu?" Sean bertanya dengan nada tinggi.
"Sean jika kau tidak mau ya sudah! Gadis itu cantik nanti juga ada yang mau menemaninya dipantai jadi sebaiknya kau diam saja!"
__ADS_1
Sean mendengus kesal saat mendengar perkataan adik iparnya.
Setelah Adelia dan Viara masuk kedalam mobilnya merekapun segera menuju kepantai tempat tujuan mereka.
Selama didalam mobil, Adelia mulai memanas-manasi kakaknya dengan bertanya pada Viara apakah gadis itu sudah punya pacar?
Viara hanya menggeleng sedangkan Sean mendengus kesal karena dia teringat dengan Rava.
Mereka tiba dipantai pada pukul tiga sore, dipantai itu banyak pasangan yang sedang jalan-jalan untuk menghabiskan waktu.
Adelia menggandeng suaminya dengan mesra sedangkan Sean berjalan disamping Viara.
Gadis itu tampak cantik dengan minidress bermotif bunga yang dipakainya, baju itu adalah baju yang mereka beli waktu itu.
Viara hanya menunduk tidak berani menatap Sean, sepertinya pria itu memang membencinya.
"Kak Sean." Viara menghentikan langkahnya dan menatap kearah Sean yang berjalan didepannya.
"Ada apa?" Sean menjawab dengan malas tanpa mau melihat kearah Viara.
"Apa kak Sean membenciku?" tanya Viara penasaran.
"Lalu kenapa kak Sean tidak pulang dan tidak mau melihatku?"
Sean diam saja, jawaban apa yang harus dia berikan atas pertanyaan dari Viara?
"Tidak ada apa-apa, aku tidak membencimu jadi jangan terlalu berpikir berlebihan." Sean kembali berjalan.
Viara menggenggam tali tas selempang yang dipakainya, sepertinya dia memang sudah harus mencari cara untuk keluar dari rumah itu.
Viara kembali melangkahkan kakinya mengikuti Sean dari belakang dan dengan ragu Viara berkata:
"Kak Sean, aku akan segera mengganti uangmu dan maaf telah merepotkanmu."
Sean menghentikan langkahnya dan memutar langkahnya untuk menghadap ke Viara tapi gadis itu sudah berlari menjauhinya.
Sean mengernyitkan dahinya, apa maksud dari perkataan Viara?
Viara menangis sampai gadis itu menabrak seorang pria didepan sana, Viara meminta maaf tapi pria itu malah memegangi bahu Viara yang terbuka.
Hal itu membuat Sean kesal, matanya memancarkan api kemarahan. Beraninya menyentuh Viara? Pria itu segara melangkah untuk menghampiri Viara dan menarik Viara sehingga pegangan pria itu terlepas dari bahu Viara.
__ADS_1
Tanpa berkata apa-apa Sean menatap pria itu dengan tajam, matanya seolah-olah berkata jika dia akan membunuh pria itu jika berani menyentuh Viara lagi.
Pria itu segera pergi dan meminta maaf pada Viara, lebih baik lari dari pada mendapat bogem mentah padahal bukan dia yang salah.
"Lihatlah, kau menabrak orang gara-gara kau berlari sembarangan!" kata Sean kesal.
"Maaf kak." Viara menunduk dan dia merasa sangat bersalah.
"Ck, lagi pula lihat baju yang kau pakai ini?" Sean melepaskan kemeja santai yang dipakainya dan memakaikan kemejanya kebahu Viara.
"Apa kau tidak tahu? Tanpa sadar kau sudah menggoda para pria untuk mendekat padamu."
Viara diam saja tidak menjawab apa-apa, untuk apa Sean begitu perduli dengannya?
Tanpa Viara duga, Sean segera menarik tangannya dan berjalan disampingnya dan pada saat itu Adelia kembali sambil membawa es cream ditangannya.
Adelia tampak senang melihat kedua orang itu dan tidak mau menggangu waktu mereka berdua, Adelia segera menarik suaminya untuk menjauhi mereka berdua.
Saat matahari mulai terbenam Adelia duduk diatas hamparan pasir putih dengan suaminya, Adelia bersandar pada bahu Chris sedangkan Chris memeluk pinggang istrinya dengan erat.
Sedangkan Sean berdiri dibibir pantai menikmati deburan ombak dikakinya, Viara berada tidak jauh darinya dan gadis itu sedang memunguti kulit kerang yang ada.
Saat ombak menggulung dengan kencang tanpa sengaja Viara kehilangan keseimbangan.
Gadis itu berteriak meminta bantuan karena tubuhnya mulai terbawa oleh ombak dan pada saat melihatnya, Sean segera berlari kearah Viara.
Dengan cepat Sean menarik tangan Viara tapi dia malah ikut tertarik hingga tubuhnya ikut tergulung ombak pantai.
Adelia dan Chris berlari kearah Sean dan Viara, mereka mengira jika kedua orang itu telah tenggelam tapi ternyata Sean ada diatas pasir pantai dengan Viara yang berada didalam pelukannya.
"Sialan! Basah deh." makinya kesal.
"Maaf kak." Viara hendak bangkit berdiri tapi Sean semakin mengencangkan pelukannya.
"Diam ah!" ujarnya.
Sean memeluk Viara dengan erat dan tidak memperdulikan deburan ombak yang menerpa tubuh mereka, bagaimanapun mereka sudah basah dan lagi pula dia ingin mereka seperti itu untuk sebentar saja.
Saat melihat kedua orang itu Adelia segera menarik suaminya untuk menjauhi kedua orang itu karena dia tidak mau menggangu mereka
Adelia kembali menikmati matahari terbenam sedangkan Sean dan Viara duduk diatas pasir dan membiarkan deburan ombak menerjang mereka.
__ADS_1