Angel Of Love

Angel Of Love
Apa kau kakakku?


__ADS_3

Malam itu, Chris memacu kendaraannya dengan cepat untuk menuju rumah Adelia, dia sudah mendapat alamat rumah orang tua Adelia dari asistennya.


Sudah sedari tadi Chris menghubungi Adelia tapi ponselnya tidak aktif, hal itu membuat Chris khawatir Adelia akan melakukan hal nekat nantinya.


Dia tidak perduli, sekalipun Sean akan mencegahnya untuk menemui kekasihnya itu, tapi yang pasti malam ini dia harus bertemu dengan Adelia untuk memastikan keadaannya.


Dia tidak mau Adelia menanggung semuanya sendirian dan dia juga harus menerima kemarahan keluarga Adelia karena Adelia berhubungan dengannya.


Chris semakin mempercepat kendaraannya supaya dia bisa cepat sampai kerumah Adelia.


Sedangkan saat itu dikediaman Rajendra, didalam kamarnya Adelia melemparkan barang yang ada kearah pintu kamarnya.


Adelia sangat kesal karena sampai malam kakaknya masih tidak mengijinkannya untuk keluar, bahkan ponselnya disita oleh kakaknya.


Kenapa kakaknya begitu jahat dan memperlakukan hal itu padanya?


Padahal Adelia sangat ingin menghubungi Chris karena dia telah berjanji apapun yang dia alami akan memberitahu pria itu, tapi kakaknya benar-benar mengurungnya tanpa memperdulikan teriakannya.


Adelia berharap Chris tidak salah paham nantinya karena dia tidak bisa mengabari pria itu.


Mirna sudah lelah membujuk putranya tapi lagi-lagi putranya tidak mau mendengarkan perkataannya dan masih tetap dengan pendiriannya mengurung adiknya didalam kamar.


Bahkan suaminya Roy belum juga kembali sampai saat ini karena suaminya sedang meeting dengan klientnya yang baru datang dari luar kota.


Adelia sudah lelah menangis bahkan perutnya sakit karena sejak siang dia belum makan apa-apa.


Saat itu Sean masuk kedalam kamar adiknya dan membawa sepiring makanan ditangannya juga segelas air putih.


Sean kembali mengunci pintu kamar itu dan menghampiri adiknya yang sedang menangis diatas ranjang.


"Del, makan." Sean meletakkan makanan yang dia bawa diatas meja kecil yang ada disamping tempat tidur adiknya.


Adelia tidak menjawab dan hanya menyembunyikan wajahnya dibawah bantal. Saat ini dia benar-benar benci pada kakaknya.


Sean duduk diatas ranjang dan hanya bisa menggeleng melihat kamar yang berantakan seperti kapal pecah karena kemarahan adiknya.


Sean mengulurkan tangannya dan mengusap kepala adiknya dengan lembut dan kemudian berkata:


"Adelia, ayo makan dulu. Kau belum makankan dari siang, nanti kau bisa sakit."


Tapi Adelia tidak menjawab perkataan kakaknya, dia hanya diam saja dan menangis.


"Adel." panggil Sean lagi.


Tapi Adelia benar-benar tidak bergeming.


"Aku sudah bersikap baik padamu dan jangan menguji kesabaranku!" kata Sean kesal.


"Keluar!" kata Adelia dengan lemah.

__ADS_1


"Makan dulu baru aku keluar."


"Sean Rajendra, aku minta kau keluar dari kamar ini."


Sean bangkit berdiri, belum pernah Adelia memanggilnya seperti itu bahkan mereka bertengkar sekalipun. Apa laki-laki itu sudah membutakan mata hatinya?


"Bagus sekarang kau memanggil kakakmu seperti itu!"


Adelia bangun dari tidurnya dan duduk diatas ranjang, matanya terlihat sembab dan bengkak karena kebanyakan menangis.


Adelia juga menatap kakaknya itu penuh dengan kebencian.


"Apa kau kakakku Sean Rajendra?" tanyanya dengan lemah.


"Adelia, jaga ucapanmu!"


Adelia menarik bibirnya, tersenyum getir.


"Jika kau kakakku, kau pasti tidak akan mengurungku seperti ini." ujarnya.


Sean hanya melotot pada adiknya, semua ini dia lakukan untuk kebaikan adik semata wayangnya itu. Kenapa Adelia tidak juga mengerti?


"Adel, percayalah padaku, semua ini aku lakukan untuk kebaikanmu. Pria itu tidak pantas untukmu."


"Lalu siapa yang pantas, pria mana menurutmu yang pantas untukku?" sela Adelia dengan cepat.


"Apa kau pikir kak Robet pantas untukku?"


"Setidaknya Robet pria yang baik dan aku mengenalnya sejak lama." jawab Sean.


"Lalu jika kau mengenalnya aku harus berhubungan dengannya? Jadi kau pikir aku hanya boleh berhubungan dengan pria yang kau kenal saja dan tidak boleh menyukai pria lainnya yang aku kenal, begitu?"


"Asal kau tahu dan sudah aku katakan padamu berkali-kali bahwa aku tidak menyukai kak Robet, aku hanya menganggap dia seperti dirimu dan tidak lebih."kata Adelia lagi.


Robet hanya bisa mengepalkan tanggannya,


ternyata Adelia hanya mengangapnya sebatas itu dan saat mengetahui hal itu Robet langsung patah hati. Sepertinya dia tidak bisa mendapatkan Adelia karena dalam hati gadis itu sudah ada pria lain.


Robet memutar langkahnya dan berjalan pergi, sebelum itu dia minta ijin pada ibu Sean dan pergi dari sana.


Sean masih didalam kamar Adelia dan dia tidak tahu jika Robet mendengar pembicaraan mereka.


"Bukan begitu Del,bRobet itu menyukaimu."


"Lalu? Jika dia menyukaiku aku harus menyukainya juga? Tidak semua perasaan itu terbalas kak!"


"Del, Chris itu pria siang."


"Lalu?"

__ADS_1


"Pria seperti itu pasti sudah banyak bermain dengan wanita, apa kau tidak keberatan?"


"Kak Sean!" teriak Adelia.


Dia benci kakaknya memghakimi orang sembarangan.


"Sebaiknya kau keluar!" sambil menunjuk kearah pintu.


"Tapi kau harus makan."


"Keluar!" teriaknya lagi.


Sesuai permintaan adiknya Sean segera melangkah keluar, tapi lagi-lagi dia mengunci kamar itu.


"Sean, apa adikmu mau makan?" tanya ibunya diluar sana.


"Nanti juga dia makan mom, mana bisa dia menahan lapar dan haus begitu lama." jawabnya.


"Tapi Sean, berikan kuncinya mommy mau melihatnya."


"Sudahlah mom, sebentar lagi dia akan makan."


Setelah berkata demikian Seanpun melangkah pergi tanpa mau mendengarkan perkataan ibunya.


Mirna cuma bisa menggeleng, kenapa begitu keras kepala.


Sedangkan saat itu, mobil yang dibawa oleh Chris sudah tiba. Saat mobilnya hendak masuk kedalam pekarangan rumah itu, tampak sebuah mobil masuk mendahului mobilnya memasuki pekarangan rumah itu.


Chris mengikuti mobil itu dan berhenti dibelakangnya, pria itu segera keluar dengan terburu-buru untuk mengikuti seorang pria paruh baya yang hendak masuk kedalam rumah itu.


"Tuan Roy."


Panggilan Chris menghentikan langkah Roy Rajendra, pria itu segera memutar langkahnya dan melihat seorang pria asing berdiri dibelakangnya.


"Oh Mr Chris, ada apa malam-malam datang kemari? Apa kau mau menemui putraku?" tanyanya.


Chris mengangguk, lebih baik dia pura-pura mengikuti pria itu supaya bisa masuk kedalam rumah itu.


"Wah, kalau begitu ayo masuk."


Roy membuka pintu rumahnya hendak masuk kedalam sana bersama dengan Chris tapi pada saat itu sesuatu yang kencang berbunyi dari atas sana.


"Prang!!" suara kaca yang dipecahkan.


Sontak saja suara itu membuat Sean dan ibunya yang berada dimeja makan langsung berlari kearah anak tangga.


"Adelia." teriak mereka karena suara itu memang berasal dari kamar Adelia.


Chris langsung berlari menuju anak tangga dan melewati Roy tanpa permisi lagi, tidak mungkinkan Adelia melakukan hal bodoh?

__ADS_1


Roy sangat bingung melihat itu, ada apa?


__ADS_2