Angel Of Love

Angel Of Love
Kencan pertama pria tua


__ADS_3

"Bu Adel, sepertinya wanita ini cocok dengan tuan Chris."


Asisten pribadinya menunjukan selembar kertas yang berisi sebuah profil seorang wanita cantik pada bosnya.


Adelia meraih kertas itu dan melihatnya, seorang wanita cantik juga berpakaian begitu modis.


Umur sudah dua puluh tujuh tahun, usia matang untuk menikah dan sepertinya sangat cocok untuk pria seperti Chris karena jarak usia mereka yang pas.


Adelia melihat profil wanita itu dengan teliti, sepertinya wanita inilah yang cocok untuk pria aneh itu dan dia berharap kedua orang itu bisa saling menyukai.


"Baiklah, aku akan menghubunginya."


Rani mengangguk dan segera keluar dari ruangan bosnya.


Adelia meraih ponselnya untuk menghubungi Christ yang menurutnya pria yang sangat menyebalkan. Dia yakin wanita yang akan dia jodohkan akan cocok dengan pria tua itu. Dia berharap demikian supaya dia tidak perlu bertemu lagi dengan pria menyebalkan itu.


"Ada perlu apa?" terdengar suara dingin dan datar seorang pria yang menjawab panggilannya.


"Selamat siang tuan Chris, saya dari biro jod...?"


"Sudah tahu!" sela Chris dengan cepat.


"Ohh baguslah, jadi saya tidak perlu repot-repot menjelaskan."


"Ada perlu apa cepat katakan!" tanya Chris dengan tidak sabar.


"Apa kau punya waktu besok siang?" tanya Adelia.


"Mau ngapain besok siang, aku tidak mau bertemu denganmu!" jawab Chris to the point.


Adelia memejamkan matanya, berusaha tidak marah pada pria tua yang ada diseberang sana. Apa pria aneh itu mengira dia senang bertemu dengannya?


"Tuan Chris aku bukan.?


"Chris saja! Panggil Chris saja." lagi-lagi Chris memotong perkataannya.


"Hmmm..." Adelia mendehem pelan.


"Sebenarnya aku mau memanggilmu uncle tahu!" katanya dalan hati sebelum melanjutkan kembali perkataannya.


"Begini, jika kau punya waktu besok siang maka aku akan mengenalkan seorang wanita padamu." jelasnya.


"Dimana?" tanya Chris lagi dengan malas.


"Nanti aku akan memberikan alamatnya."


"Ya sudah."


"Terima ka...!"

__ADS_1


"Tut...tut..." sambungan ponselnya sudah dimatikan sebelum Adelia selesai mengutarakan terima kasihnya.


Adelia menggenggam ponselnya dengan erat sambil memaki.


"Dasar tua bangka menyebalkan!" makinya.


Setelah menghubungi Chris, Adelia kembali mengubungi wanita yang akan dikenalnya pada pria itu.


Adelia sangat senang, ternyata wanita itu juga bisa meluangkan waktunya besok siang, dengan begini satu pasangan lagi bertemu dan dia berharap mereka bisa cocok satu sama lain.


Dan pastinya dia juga senang karena tidak perlu berurusan dengan klient anehnya itu, klient unik yang beda dari yang lainnya.


Adelia meletakkan ponselnya keatas meja dan segera keluar dari ruangannya untuk menemui asistennya Rani.


"Ran, besok kau temani klient yang lain ya. Aku mau menemani miss Joy bertemu dengan si Mr."


"Siap bu Adel." jawab Rani dengan sigap.


Ke esokkan harinya.


Adelia sedang bersama dengan Joy menuju kesebuah cafe untuk bertemu dengan Chris.


Adelia juga sudah meminta Joy berpakaian dengan modis dan berdandan dengan cantik, supaya saat Chris melihat wanita itu nanti, Chris akan langsung tertarik dengannya.


Melihat penampilan Joy yang begitu sempurna, Adelia yakin Christ pasti tidak akan menghina penampilan wanita yang dikenalkannya ini.


Didalam ruangan itu tampak Chris sudah menunggu dan memperhatikan kedatangan kedua wanita itu.


"Selamat siang tuan Chris, ini ms Joy yang akan menjadi teman kencan anda." Adelia mengenalkan wanita yang bersama dengannya pada pria tua itu.


Joy tersenyum dan mengulurkan tangannya tapi Chris hanya memperhatikan Joy dari atas kepala sampai ujung kaki seperti seorang juri yang mau menilai penampilan modelnya saja.


"Hmm..." Adelia mendehem untuk mencairkan suasana.


Joy tersenyum terpaksa dan menarik kembali tangannya, dia sangat malu karena Chris tidak menyambut uluran tangannya.


Dengan perasaan malu Joy duduk didepan Chris dan tersenyum pada pria itu. Bagaimanapun dia harus bersikap sopan bukan?


"Kalau begitu aku pamit ya, semoga kalian cocok." kata Adelia.


Adelia hendak melangkah pergi tapi Chris menghentikan langkahnya.


"Mau kemana?" tanya pria itu.


"Pergi, aku sudah tidak boleh ada disini." jawabnya


"Kenapa?"


"Tuan Chris, aku cuma mengantar Ms Joy kesini, selebihnya tergantung dari kalian berdua. Aku sudah tidak ikut andil lagi." jelasnya.

__ADS_1


"Oh begitu, ya sudah!" kata Chris dengan malas .


"Permisi!" dengus Adelia.


Adelia segera pergi meninggalkan kedua orang itu, Joy wanita yang pintar dan Chris pasti akan menyukai wanita itu.


Mereka pasti akan segera mengobrol dengan akrab, akan segera mengatur waktu untuk bertemu kembali dan nantinya mereka pasti akan berkencan dengan romantis disebuah hotel dan akan segera menikah.


Itu yang ada didalam pikiran Adelia, tapi yang sebenarnya terjadi?


Chris hanya melihat wanita cantik yang duduk didepannya tanpa mengeluarkan sepatah katapun, dia malas berbicara terlebih dahulu karena dia juga tidak tahu apa yang mau dibicarakan.


Joy jadi salah tingkah dibuatnya, bahkan dia duduk dengan tidak nyaman karena Chris hanya melihatnya dengan tatapan tajamnya.


"Ada apa denganmu?" akhirnya Chris bertanya karena dia gusar melihat Joy duduk dengan tidak nyaman.


"Oh tidak Chris, tidak apa-apa. Boleh aku tahu berapa umurmu?"


"Tiga puluh lima tahun!" jawab Christ singkat.


"Oh usiamu sudah matang untuk menikah. Apa kau pernah menjalin hubungan serius dengan seorang perempuan?" tanya Joy lagi.


"Tidak!"


"Apa yang...?"


"Cerewet!" bentak Crish dengan kesal.


Mulut Joy menganga, sedari tadi pria itu hanya diam saja dan tidak berbicara apapun. Sekarang dia sedang berusaha mencairkan suasana yang sunyi diantara mereka tapi Chris mengatainya cerewet?


"Apa pemilik biro jodoh itu tidak mengatakan padamu jika aku tidak suka dengan wanita yang cerewet?" tanyanya dengan dingin.


"Jadi kau tidak suka dengan perempuan yang cerewet?" Joy sudah tampak kesal.


"Tidak karena kalian seperti kaset rusak!" jawab Chris dengan tajam.


Kesabaran Joy sudah habis, dia segera bangkit berdiri dan menggebrak meja dengan kencang.


"Aku rasa cukup sampai disini pertemuan kita. Aku akan mengatakan pada Bu Adelia jika kita tidak cocok!" katanya kesal.


Joy segera pergi dari sana dengan perasan kesal, baru kali ini bertemu dengan pria arogan dan menyebalkan.


Dia akan kembali menemui Adelia dan menolak pria itu mentah-mentah, yang pasti jangan sampai dia bertemu pria seperti Chris lagi.


Sedangkan Chris, merapikan rambutnya dengan jarinya. Lagi-lagi terjadi dan terjadi lagi, ini untuk kesekian kalinya.


Sudah berapa wanita yang meninggalkannya dengan perasaan marah, bahkan dia terpaksa meminta bantuan biro jodoh itu supaya bisa menemukan seorang wanita yang bisa mengeri dirinya.


Chris bangkit berdiri dan menarik nafasnya, apakah akan ada satu saja perempuan yang bisa mengerti tentang dirinya?

__ADS_1


__ADS_2