
Pada saat itu Adelia sedang berbicara dengan asistennya didalam ruangannya, mereka membahas tentang klient mereka.
Rani melihat wajah Adelia yang telah diberi obat dan ditutupi oleh plester untuk menutupi lukanya karena akibat cakaran kuku Laura, belum lagi hidungnya yang tampak memerah dan sedikit membiru karena dipukul menggunakan tas oleh Laura.
"Bu Adel, kenapa ngak dibalas aja sih tadi?" tanya Rani penasaran.
"Apa?" Adelia sibuk membuka berkas didepannya.
"Membalas Ms Laura, kalau aku jadi bu Adel udah aku cakar balik, aku tendang dan aku jambak juga rambutnya sampai botak." ujar Rani penuh dengan semangat.
"Trus guling-gulingan dilantai gitu?" tanya Adelia.
"Eh, tidak juga sih bu." jawab Rani pula.
Adelia tersenyum tapi matanya masih sibuk melihat berkas didepannya.
"Ran, cewek kalau udah berantem serem loh." ujarnya.
"Bukan cuma jambak-jambakkan dan cakar-cakaran, pasti ujung-ujungnya bakal guling-gulingan dilantai. Aku sih gak mau ya jadi bahan tontonan gratis apalagi nanti jadi artis dadakan diYoutube. Bisa dibayangkan nanti tiba-tiba muncul hot news di Youtube dengan judul 'Seorang pemilik biro jodoh berkelahi dengan klientnya untuk merebutkan seorang lelaki'. mau taruh dimana wajahku dan wajah keluargaku?" katanya lagi.
Tentu dia memikirkan segala konsenkuensi jika dia membalas perbuatan Luara, hal itu bisa mempengaruhi keluarganya apalagi keluarganya pengusaha, bisa-bisa hal itu bisa merusak reputasi keluarganya.
"Benar juga sih bu." Rani mengangguk setuju dengan perkataan bosnya itu.
"Tapikan Ms Laura udah keterlaluan sama bu adel, liat tuh wajah mulus bu Adel, baretkan jadinya sama si kucing garong!" kata Rani lagi dan dia terlihat kesal dan tidak terima.
Adelia hanya terkekeh dengan perkataan asistennya, memang sedikit lecet tapi untungnya goresan akibat kuku Laura tidak begitu dalam.
"Biarkan saja, toh dia yang rugi karena sudah marah-marah sendiri, baret seperti ini sebentar juga sembuh." ujarnya.
Sebenarnya yang dia pikirkan bukan luka diwajahnya tapi yang sedang dipikirkan oleh Adelia adalah ancaman dari Laura, apa yang akan wanita nekat itu lakukan?
Dia jadi takut jika Laura akan berbuat hal yang lebih jauh dibandingkan tadi.
Rani kembali menatap bosnya itu, memang ada benarnya juga perkataan bosnya. Tapi jika dia yang berada diposisi bosnya mungkin dia akan langsung membalas perbuatan Laura tapi bosnya itu memikirkan reputasinya sehingga tidak mau membalas perbuatan Laura.
Diwaktu yang bersamaan sesuai perkataan Chris, siang itu Danil sudah berdiri dibiro jodoh itu untuk menjemput Adelia.
Saat Adelia masih berbicara dengan Rani, karyawannya yang lain mengetuk pintu ruangannya dan berkata ada yang mencarinya.
Adelia keluar dari ruangannya dan diluar sana tampak Danil sudah menunggunya.
Setelah mengambil tasnya, Adeliapun pergi dari sana mengikuti Danil untuk menemui Chris. Sebenarnya dia sedang malas apalagi wajahnya sedang terluka tapi dia sudah mengiyakan permintaan Chris jadi dia akan menepatinya apalagi Danil sudah datang.
"Hai." Sapa Adelia saat dia sudah tiba diruangan Chris.
__ADS_1
Chris bangkit berdiri, matanya langsung melotot saat melihat plester yang ada diwajah Adelia, ada apa dengan wajahnya?
Padahal tadi pagi masih baik-baik saja tapi kenapa sekarang ada sebuah plester disana?
"Ada apa dengan wajahmu?" Chris melangkah dan menghampiri Adelia.
"Hmmm...Dicakar kucing." Jawab Adelia asal.
"Kucing? Lalu kenapa dengan hidungmu?" Chris tambah curiga karena hidung Adelia tampak merah dan sedikit membiru.
"Kepentok tembok." jawabnya lagi dengan asal.
"Hei, kau sedang tidak berbohongkan?"
Adelia menggeleng, kenapa begitu perduli dengannya?
Chris menarik tangan Adelia dan membawa wanita itu duduk diatas sofa,dengan pelan Chris membuka plester dari wajah Adelia untuk melihat ada apa dibalik pleseter itu. Dia begitu kaget saat melihat luka baretan diwajah Adelia dan dilihat bagaimanapun itu adalah luka bekas cakaran kuku.
"Katakan padaku, siapa yang melakukan ini?" tanyanya.
"Sudah aku bilang ini dicakar kucing!"
"Kucing dari mana?" Chris tampak tidak percaya.
Chris menatapnya curiga, jujur saja dia tidak percaya dengan perkataan Adelia. Mana mungkin ada kucing yang naik keatas balkon ruko dua lantai itu?
Chris memegang kedua tangan Adelia dan mengangkat kedua tangannya juga menciuminya dengan lembut.
"Kau tidak bisa berbohong padaku jadi katakan apa yang terjadi?"
Adelia menundukkan kepalanya, sepertinya Chris tidak percaya dengan kebohongannya.
"Si seven eleven." ujarnya.
"Laura?" tanya Chris dengan cepat.
Adelia menjawab dengan sebuah anggukan.
"Ms Laura datang kekantor dan saat kau sudah pergi dia memukuli wajahku dengan tasnya dan mencakar wajahku." jelas Adelia.
Saat mendengar itu, Chris sangat marah! Seharusnya dia tidak pergi begitu saja, setelah mengantar Adelia, seharusnya dia mengantar Adelia masuk kedalam tadi. Jika dia melakukan hal itu pasti Laura tidak akan bisa melukai Adelia karena dia akan melindungi Adelia.
"Kenapa dia melakukan ini padamu? Apa kau membalasnya?" tanya Chris dengan kesal.
"Tidak, aku tidak membalasnya karena aku tidak mau jadi bahan tontonan dan dia bilang aku merebutmu darinya." jawab Adelia.
__ADS_1
"Sungguh konyol, dasar wanita gila! Sejak kapan aku menjadi miliknya!" Chris semakin kesal dibuatnya.
"Kenapa kau punya Klient seperti itu? Kenapa kau mengenalkan wanita itu padaku?" tanya Chris lagi.
Adelia melepaskan tangannya dari pegangan Chris dan menatap pria itu dengan tajam.
"Mana aku tahu dia akan seperti itu! Aku mengenalkannya padamu karena aku pikir dia cocok untukmu, aku berharap kau suka dengannya tapi aku tidak tahu ternyata kau tidak menyukainya."
"Asal kau tahu, aku juga tidak tahu jika dia sangat terobsesi padamu dan hari ini aku juga tidak tahu jika dia datang ketempatku." Adeliapun mulai kesal.
Chris menarik nafasnya dengan berat dan berusaha menenangkan emosinya. Bagaimanapun bukan Adelia yang salah dan semua ini karena ulah Laura siwanita gila.
Chris segera menarik Adelia kedalam pelukannya, dia jadi merasa bersalah kerena memarahi Adelia.
"Maafkan aku." ujarnya.
"Kenapa kau yang minta maaf?" tanya Adelia.
"Entahlah, aku hanya ingin minta maaf."
Adelia memeluk Chris dengan senyum diwajahnya.
"Chris."
"Ya."
"Diantara wanita yang aku kenalkan padamu kenapa kau malah menyukaiku?" tanya Adelia.
"Pertanyaan macam apa itu!"
"Aku hanya ingin tahu saja! kenapa kau menyukai gadis biasa sepertiku padahal wanita yang aku kenalkan lebih cantik dariku." tanyanya.
"Yah." jawab Chris malas.
"Hei jawab macam apa itu?"
"Jadi kau ingin aku menjawab apa?"
"Chris, aku sudah mengenalkan beberapa wanita cantik dan mereka lebih cantik dariku. Jadi katakan padaku, kenapa kau menyukaiku sedangkan mereka tidak?" tanya Adelia lagi.
Chris belum menjawab pertanyaan Adelia dan hanya mengusap-usap punggung Adelia dengan lembut.
Kenapa dia bisa jatuh cinta pada Adelia?
Sungguh dia sendiri tidak tahu!
__ADS_1