Angel Of Love

Angel Of Love
merasa sedikit kecewa


__ADS_3

Keesokan harinya, Chris mengendarai mobilnya dengan cepat, dia tidak akan menunda untuk menemui Adelia.


Setelah berpikir semalaman, akhirnya pria itu memutuskan untuk menemui Adelia dan berbicara padanya.


Dia bertindak demikian karena ponsel Adelia tidak bisa dihubungi sama sekali.


Chris memarkirkan mobilnya saat tiba dirumah Adelia, mobil Adelia masih terparkir digarasi dan dia percaya Adelia pasti masih ada dirumah.


Chris berdiri didepan pagar rumah Adelia dan memencet bel yang ada tapi lima menit telah berlalu Adelia tidak juga keluar dari sana.


Ini sudah siang, seharusnya Adelia sudah bangun. Apa mobil Adelia rusak dan wanita itu sudah berangkat bekerja menggunakan taxi?


Chris segera kembali kemobilnya dan merasa percuma dia menunggu disana karena sepertinya Adelia tidak ada.


Dia segera membawa mobilnya dengan cepat menuju ketempat Adelia bekerja dan satu jam kemudian, Chris tiba disana, diruko dua lantai. Dia melangkah dengan cepat untuk mencari Adelia, rasanya dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan wanita itu.


"Apa Adelia ada?" tanyanya tanpa basa basi pada karyawan Adelia.


"Maaf sir, bu Adel cuti dua hari." jawab karyawan itu.


"Apa? Kemana dia pergi?" tanyanya pula dengan tidak sabar.


"Maaf sir, saya tidak tahu." jawab karyawan Adelia.


Chris menarik nafasnya dan terlihat kecewa, padahal dia sangat ingin bertemu Adelia tapi kemana perginya wanita itu?


Dengan terpaksa dia keluar dari tempat itu dengan perasaan kecewa.


Sedangkan saat itu, Adelia hanya memandangi jalanan dengan pikiran berkecamuk dikepalanya.


Pagi-pagi sekali Sean sudah datang untuk menjemputnya dan mengajaknya pergi ke Bandung.


Ponselnya hilang dan dia belum sempat membeli yang baru, mungkin saat tiba dibandung dia harus segera membeli ponsel baru.


Sebelum berangkat, Adelia telah memberitahu karyawannya jika dia akan cuti dua hari melalui telephone rumahnya.


Selama diperjalanan Adelia hanya diam dan entah apa yang dia pikirka, hatinya dipenuhi tanda tanya dan rasanya dia sangat ingin bertanya pada kakaknya tapi dia malu.


Sean sangat heran, ada apa dengan adiknya hari ini? Hanya diam selama diperjalanan dan sikap Adelia benar-benar tidak seperti biasanya.


"Del."


Panggilan Sean membuyarkan lamunannya.


"Ya." jawab Adelia dengan cepat.


"Ada apa denganmu?"


"Tidak ada."


"Hei, sedari tadi kau diam saja dan kau bilang tidak ada? Apa kau punya masalah? Katakan padaku jika ada." ujar Sean lagi.


Adelia melihat kakaknya sejenak tapi kemudian dia kembali melihat jalanan yang mereka lalui.

__ADS_1


Dia diam sesaat tapi kemudian dia mulai bertanya:


"Kak, bagaimana rasanya jatuh cinta?" tanyanya.


"Ciittt..!" terdengar suara decitan ban mobil diaspal jalan karena Sean menghentikan laju mobilnya dengan mendadak saat mendengar pertanyaan adiknya itu.


Tubuh Adelia terhuyung kedepan dan untungnya dia memakai sabuk pengaman.


"Kak, apa kau sudah gila!!" makinya.


Suara klakson mobil dibelakang mereka mulai berbunyi sedangkan pengendara dibelakang merekapun mulai memaki karena perbuatan Sean sangat berbahaya untuk pengendara lain, untunglah tidak terjadi kecelakaan.


"Maaf... Maaf, kakak hanya kaget mendengar pertanyaanmu." ujar Sean.


"Kak, itu sangat berbahaya! Kau bisa membunuh kita berdua!" kata Adelia lagi dengan kesal.


Sean kembali menjalankan mobilnya dan tadi itu dia benar-benar kager karena mendengar pertanyaan adiknya.


"Apa kau sedang jatuh cinta?" tanyanya.


"Tidak, aku hanya ingin tahu saja." jawab Adelia beralasan.


Sean melirik adiknya itu sejenak dan kembali fokus dengan jalanan, mungkin ini alasan yang telah membuat adiknya terus berdiam diri sedari tadi.


"Siapa pria itu?" tanyanya.


"Pria mana?" Adelia balik bertanya.


"Pria yang telah mencuri hatimu."


Sean langsung terkekeh, sudah dia duga!


"Pria menyabalkan." ujarnya.


Adelia langsung menutup mulutnya setelah menyadari dia salah bicara, kenapa dia harus mengucapkan perkataan itu didepan kakaknya?


"Jadi, seperti apa pria menyebalkan itu?" tanya Sean lagi.


Adelia diam saja, enggan menjawab pertanyaan kakaknya.


"Apa pria itu Robet?"


Pasalnya Robet bercerita padanya jika dia mengajak adiknya makan siang, siapa tahu Adelia mulai menyukai sahabatnya itu.


"Bukan." jawab Adelia singkat.


"Lalu? Apa kau tidak menyukai Robet?"


"Kak, aku menganggap kak Robet seperti dirimu tidak lebih dan lagipula kami baru dua kali bertemu." ujarnya.


'"Begitu? Jadi bisa kau beritahu kakak siapa pria menyebalkan itu?" tanya Sean penasaran.


"Ah, dia hanya pria kaku dan menyebalkan! Setiap kami bertemu pasti ada saja yang kami debatkan." jawab Adelia cepat.

__ADS_1


Sean tersenyum, padahal dia berharap Robet dapat mengambil hati adiknya tapi sepertinya sudah terlambat karena adiknya menyukai pria lain.


"Lalu?" tanya Sean lagi penasaran.


"Yah, aku sudah berkali-kali mengenalkan wanita cantik padanya tapi dia selalu membuat wanita itu kabur. Ada saja alasannya, terlalu cerewetlah, terlalu pemalulah, aku sampai kesal dibuatnya."


"Setiap kali aku bertanya wanita seperti apa yang dia inginkan pasti dia akan menjawab yang bertolak belakang denganku!" jelas Adelia penuh semangat.


"Oh, jadi kau menyukai klientmu?"


"Aku tidak menyukainya." bantah Adelia dengan cepat.


Sean Kembali terkekeh, dia tahu adiknya itu sedang menyangkal perasaannya.


Adelia kembali memandangi jalanan dalam diam begitu juga Sean, fokus membawa kendaraannya.


"Kak." panggilnya.


"Iya." jawab Sean.


"Bagaimana menurut kakak jika kita berhubungan dengan orang yang lebih tua?" tanyanya.


Sean memperhatikan adiknya itu tapi kemudian pria itu meminggirkan mobilnya kesisi jalan dan berhenti disana.


"Del, sangat wajar jika kau ingin berhubungan dengan pria yang lebih tua darimu. Lagipula kau memang harus mencari pria dengan usia tiga atau empat tahun lebih tua darimu."


Adelia tersenyum mendengar perkataan kakaknya, tiga atau empat tahun? Bahkan usia Chris dengannya terpaut sebelas tahun.


Adelia memalingkan wajahnya kembali, apa sih yang dia pikirkan?


Chris belum tentu mau dengannya apalagi pria itu tampak menerima wanita yang dia kenalkan kemarin.


"Kak, jika aku berhubungan dengan pria yang lebih tua, maksudku usia kami beda sebelas tahun bagaimana menurut kakak?" tanyanya.


Sean menatap adiknya itu dengan serius, sebelas tahun? Bahkan usianya dengan adiknya itu hanya beda lima tahun.


"Sebelas tahun? Kau sudah gila?"


Adelia menatap wajah kakaknya yang tampak tidak senang mendengar pertanyaannya.


"Aku hanya bertanya kak, kenapa kau jadi serius begitu?"


"Del, aku tidak akan pernah setuju kau menjalin hubungan dengan pria yang beda usianya sampai sebelas tahun! Aku tidak mau punya adik ipar yang lebih tua dariku dan aku rasa daddy dan mommy juga tidak akan menyetujuinya." ujar Sean.


"Begitu?" tanya Adelia dan didalam hatinya merasa sedikit kecewa.


"Tentu saja, sebaiknya kau jangan menjalin hubungan dengan pria yang lebih tua dariku."


Adelia diam saja, padahal dia cuma ingin melihat reaksi kakaknya dan sepertinya pria itu sangat marah.


"Ya sudah kak, aku hanya bertanya saja."


Sean mengusap kepala adiknya dengan lembut, pria itupun kembali menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya kembali.

__ADS_1


Dan selama diperjalanan, Adelia benar-benar hanya termenung saja memikirkan perasaanya.


__ADS_2