
Senyum Adelia terus mengembang diwajahnya karena dia sangat puas dapat mengerjai kakaknya dan pastinya setelah ini dia akan mengerjai kakaknya lagi.
Chris begitu heran melihatnya, ada apa dengan kekasihnya itu?
Saat itu mereka sedang berada dirumah Adelia, gadis itu kembali kerumahnya untuk mengambil beberapa bajunya karena dia akan tidur dirumah keluarganya. Tentu saja dia ingin menggerjai kakaknya dengan gadis yang dibawanya pulang.
Adelia meletakkan segelas minuman dan duduk disamping Chris, hari ini mereka berencana pergi mencoba gaun pengantin dan tentunya setelah ini masih banyak hal yang harus mereka lakukan untuk mempersiapkan acara pernikahan mereka nanti.
"Sayang, ada apa denganmu hari ini?" Chris sangat penasaran dibuatnya karena senyum terus mengembang diwajah kekasihnya sedari tadi.
"Kak Sean."
"Kenapa lagi dengan kakakmu?" tanya Chris penasaran.
"Kemarin kak Sean membawa seorang gadis belia pulang kerumah."
"Wow, kakakmu kerasukan?" Chris tidak percaya mendengarnya.
Adelia tertawa dan mulai bersandar dibahu Chris dengan manja.
"Chris, dimana orang tuamu?" tanyanya.
"Diapartemenku."
"Apa setelah menikah kita akan tinggal disana?"
"Apa kau tidak mau?"
"Bukan begitu, aku tidak terlalu suka tinggal diapartemen."
"Sayang, jika kau tidak suka maka kita bisa membeli sebuah rumah."
Chris mulai mengusap rambut kekasihnya sedangkan Adelia memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Chris.
"Tidak perlu Chris, kalau tidak kita bisa tinggal disini."
"Hei, aku tidak mau ya." tolak Chris dengan cepat.
"Kenapa?"
"Sayang, sebaiknya kita membeli sebuah rumah dan mencari sebuah rumah yang kau suka. Aku akan menjual apartemen itu setelah kita menikah nanti dan bagaimana setelah kau fitting baju pengantin kita pergi melihat-lihat rumah?"
Adelia mengangguk dan sebuah senyuman menghiasi wajahnya, dia segera mengangkat kepalanya dan menciumi pipi Chris dengan mesra.
"Terima kasih Chris, kau benar-benar pengertian." ujarnya.
"Adel sayang, semua ini untukmu dan aku akan melakukan apapun untuk calon istri kecilku ini."
__ADS_1
Wajah Adelia bersemu merah, dia langsung memeluk Chris dengan erat.
"Aku tidak kecil." ucapnya.
Chris terkekeh dan kembali membelai kepalanya dengan lembut.
"Del."
"Hm?"
Adelia mengangkat kepalanya dan menatap Chris dengan lekat dan pada saat itu Chris mulai menunduk dan mengecup bibirnya dengan lembut.
"I love you." bisiknya.
Adelia sangat bahagia mendengarnya, dia segera bangkit berdiri dan duduk diatas pangkuan Chris.
"I love you too Chris."
"Oh my Angel."
Chris memegangi dagu Adelia dan menciumi bibirnya dengan lembut, mereka berciuman sesaat dan saling pandang tapi kemudian mereka kembali berciuman dengan mesra.
Tangan Chris mulai masuk kedalam baju Adelia dan mengusap-usap punggungnya dengan lembut sedangkan jantung Adelia mulai berdetak dengan cepat tak kala tangan Chris sudah melepas kait bra yang dipakainya.
Chris mulai mengangkat baju yang dipakai Adelia dan membuangnya dan mereka kembali saling pandang tapi setelah itu mereka kembali berciuman.
"Apa kau tidak mau?" tanya Chris pula.
"Bukan begitu, jangan membuat bekas disana karena nanti aku akan fitting gaun pengantin." jelas Adelia dengan nafas yang sudah memburu.
Chris tersenyum dan dengan cepat pria itu membuka bra Adelia dan membuangnya begitu saja.
"Tidak akan sayang karena aku akan membuatnya ditempat lain." bisiknya.
Chris kembali menunduk dan bibirnya mulai menelusuri kulit mulus Adelia dari atas sampai kebawah.
Adelia mengigit bibirnya saat tangan Chris mulai me**mas dada sekalnya, gadis itu mulai mengerang saat bibir Chris sudah berada didadanya dan membuat beberapa tanda disana.
Pikirannya melayang dan Adelia tidak bisa berpikir apa-apa lagi karena nafsu sudah menguasainya.
Jari chris bermain disana membuat Adelia semakin gila, pria itu bahkan memainkan bibirnya diujung dadanya dan gadis itu terus mengerang bahkan semakin mengencangkan pelukannya dileher Chris.
"Chris?"
"Hm?"
Adelia membenamkan wajahnya dileher Chris dan mengigit telinga pria itu dengan pelan.
__ADS_1
"Aku?"
"Apa?"
"Aku mau kekamar mandi."
Adelia bangkit berdiri dan memunguti pakaiannya, dia segera berlari kekamar mandi dengan wajah merah padam karena dia sangat malu. Apa yang mereka lakukan? Hampir saja mereka melakukan sesuatu yang sedikit melewati batas.
Chris hanya tersenyum melihat kepergian kekasihnya sedangkan Adelia, dia sedang mengatur nafasnya dan memegangi wajahnya yang memerah.
Apa dia sudah gila?
Adelia bersandar didepan pintu kamar mandi sambil memegangi dadanya, dia masih berusaha menenangkan jantungnya yang berdetak tidak karuan dan masih memegangi bajunya karena belum memakainya.
Jika mereka tidak cepat menikah maka bisa dia pastikan mereka akan melakukan hal seperti tadi lagi bahkan bisa saja mereka melakukan hal yang melewati batas.
Adelia tidak ingin itu terjadi, setidaknya dia harus menjaga dirinya sampai malam pernikahan mereka.
"Adel." Chris mengetuk pintu kamar mandi itu dengan pelan.
Adelia segera memakai bajunya dan keluar dari sana, dia hanya menunduk tidak berani menatap kekasihnya karena dia sangat malu.
Masih bisa dia rasakan wajahnya yang masih terasa panas dan dia tidak mau Chris melihat itu, Chris terkekeh saat melihat wajah Adelia yang tampak memerah.
Dia segera menarik tangan Adelia hingga gadis itu masuk kedalam pelukannya dan mulai mengelus kepala kekasihnya dengan lembut dan menciumi dahinya.
"Sayang, tadi itu latihan untukmu." bisiknya.
"Latihan untuk apa?" tanya Adelia pula.
"Latihan untuk malam pernikahan kita nanti." jawab Chris santai.
"Kau benar-benar menyebalkan!" Adelia memukul bahu kekasihnya dengan pelan.
Chris kembali terkekeh dan menciumi wajah Adelia, dia sangat senang menggoda kekasihnya itu.
"Bagaimana jika kita pergi." ajak Chris pula.
Adelia mengangguk dalam pelukan Chris, jika berlama-lama lagi dia bisa gila digoda oleh kekasihnya itu terus.
Tapi walau begitu, Chris selalu tahu batasannya dan sampai saat ini mereka hanya melakukan hal seperti itu saja dan dia sangat bersyukur Chris tidak meminta hal lainnya.
Chris memang pria pertama untuknya tapi dia rasa sikap Chris sangat baik karena selama ini dia selalu mendengar dari beberapa klientnya jika mereka sudah melakukan hal itu sebelum menikah dan dia berharap dia dan Chris dapat menahan diri sampai mereka menikah.
Bukankah hal seperti itu dilakukan saat malam pernikahan akan lebih berkesan Jadi dia akan berusaha menjaga dirinya sampai mereka menikah dan dia berharap Chris juga bisa bersabar. Lagi pula sebentar lagi mereka akan segera menikah bukan?
Setelah Chris melepaskan pelukannya Adelia berjalan kearah tasnya dan meraihnya, dia segera menggandeng tangan Chris dan keluar dari rumahnya. Mereka pergi dari sana tentu saja untuk fitting pakaian pengantin dan setelah itu Chris akan mengajak Adelia melihat rumah untuk mereka tinggali nanti.
__ADS_1
Dia akan membeli sebuah rumah untuk mereka nanti supaya Adelia nyaman karena Adelia tidak mau tinggal diapartemenya jadi dia akan memberikan apapun yang Adelia mau, dia akan memanjakan istrinya itu nanti dan tentu saja apapun yang diiginkan oleh Adelia akan dia penuhi.