Angel Of Love

Angel Of Love
Mau cium apa tidak?


__ADS_3

Hari itu pekerjaan Chris sudah selesai dan saat itu sekretarisnya masih berada diruangannya untuk mengambil dokumen yang sudah ditanda tangani oleh bosnya.


"Sir, bagaimana dengan hubunganmu dengan bu Adel?" tanya sekretarisnya penasaran.


"Biasa saja." jawab Chris.


"Apa kalian sudah jadian?" Danil semakin penasaran.


Chris diam saja, enggan menjawab pertanyaan sekretarisnya itu.


"Sir, wanita muda seperti bu Adel sangat menyukai hadiah, sebaiknya anda membelikannya beberapa hadiah untuknya." saran Danil.


Chris langsung menatap sekretarisnya itu.


"Begitu?" tanyanya.


"Benar, jika anda ingin menemuinya sebaiknya membelikan hadiah untuknya." saran sekretarisnya itu.


Chris hanya mengangguk mengiyakan saran sekertarisnya dan setelah itu, Danil keluar dari ruangannya. Chris segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Adelia.


Chris menghubungi kantor Adelia terlebih dahulu untuk menanyakan keberadaan wanita itu tapi mereka berkata bahwa Adelia belum datang jadi dia meminta nomor ponsel Adelia dari karyawannya. Setelah dapat dan tidak ingin membuang waktu Chris langsung menghubungi Adelia.


"Siapa?" terdengar suara ketus Adelia disebrang sana.


Chris tersenyum, wanita itu selalu tanpa basa basi dan dia suka.


"Aku." jawabnya.


"Oh." jawab Adelia singkat.


"Apa kau sudah makan?"


"Belum?"


"Mau pergi makan denganku?" ajak Chris pula.


"Tidak bisa." tolak Adelia disebrang sana.


"Kenapa? Apa kau sibuk?"


"Ya."


"Dimana sekarang?"


"Chris, aku sedang sibuk membersihkan rumahku jadi jangan ganggu aku." Adelia langsung mematikan panggilan itu.


Chris memperhatikan ponselnya tapi kemudian pria itu bangkit berdiri dan keluar dari ruangannya.


Sedangkan ditempat lain, Adelia meletakkan Ponselnya dan menggerutu kesal. Padahal dia sedang sibuk tapi Chris mengganggu pekerjaannya.


"Mengganggu saja." katanya kesal.


Adelia kembali memasukkan bajunya yang kotor kedalam mesin cuci, dua hari berada di Bandung dan dirumah orang tuanya membuat rumahnya sedikit kotor.


Saat kembali dari rumah orang tuanya Adelia langsung membersihkan rumahnya dan memutuskan untuk tidak pergi bekerja.


Setelah memasukkan pakaiannya, Adelia mulai mengelap setiap pajangan yang ada, dia mengelap setiap benda yang ada dengan hati-hati.


Tidak lama kemudian, bel rumahnya berbunyi, Adelia langsung melangkah dan membuka pintu rumahnya.


Didepan sana, tampak seorang pria sedang berdiri membelakanginya. Adelia melangkah kearah pagar dan membukanya.


"Kenapa kau kemari?" tanyanya.

__ADS_1


Chris membalikkan badannya dan melihat gadis itu.


"Aku bawakan makanan untukmu." jawab Chris sambil mengangkat plastik yang dibawanya.


"Tidak perlu repot Chris."


"Biarkan aku melakukannya."


"Tapi?"


"Sudahlah."


Chris masuk kedalam dan melewati Adelia begitu saja, Adelia melihat pria itu dan menutup pintu pagarnya kembali.


Didalam tampak Chris berjalan kearah dapurnya dan meletakkan makanan yang dibawa olehnya keatas meja.


"Chris, kau belum menjawab pertanyaanku, kenapa kau kemari?"


"Untuk makan siang denganmu."


Adelia melihat Chris yang tampak sedang mencari-cari sesuatu.


"Apa yang kau cari?" tanyanya.


"Sendok dan piring, apa kau ingin aku menghamparkan makanan ini diatas meja?"


Adelia segera berjalan kearah rak piring dan mengeluarkan beberapa piring dari sana, dia juga mengambil beberapa sendok dan mengeluarkannya.


"Kenapa harus makan disini sih? Kaukan bisa makan direstoran." gerutu Adelia. Tapi sebenarnya dalam hati dia sangat senang melihat pria itu.


"Kau belum makan bukan? Jadi aku sengaja datang kemari untuk makan denganmu."


Chris mulai mengeluarkan makanan yang dibawanya sedangkan Adelia berjalan mendekati Chris untuk membantunya.


"Chris, lain kali kau tidak perlu repot seperti ini."


"Bukan seperti itu, aku tidak mau merepotkanmu."


Chris menatap wanita yang berdiri disebelahnya itu dengan serius sedangkan Adelia sedang menuang makanan diatas piring.


"Jangan kawatir, aku tidak merasa direpotkan dan hati-hati itu panas." ujarnya.


"Auuu." Adelia menjerit kecil saat tangannya terkena makanan yang masih panas.


"Sudah aku katakan itu panas!"


"Tidak apa-apa, tidak terlalu panas." ujarnya sambil meniup jarinya.


Chris menangkap tangannya untuk meniupnya, Adelia diam saja saat Chris melakukan itu. Chris mengalihkan matanya dari jari Adelia dan menatap wajah Adelia dalam-dalam.


"Del." panggilnya.


"Iya." Adelia jadi salah tingkah dibuatnya.


Chris menarik Adelia kedalam pelukannya Sedangkan Adelia meletakkan Kedua tangannya kedada pria itu, wajahnya merona dan jantungnya berdetak tidak karuan.


"Del." panggil Chris lagi.


Chris mulai mengusap wajah Adelia dan mendekatkan wajah mereka sedangkan Adelia memejamkan matanya saat pria itu menciumi pipinya.


"C..Chris." panggil Adelia dengan ragu.


Pasalnya jantungnya benar-benar sudah berdetak semakin tidak karuan dan rasanya kakinya mulai lemas. Jika seperti itu terus dia bisa gagal jantung saat itu juga.

__ADS_1


"Ya?" Chris mengangkat dagu Adelia dan mulai menempelkan bibir mereka.


"Apa kau belum menyukaiku?" bisiknya.


Nafas Adelia semakin tidak beraturan saat bibir pria itu hanya menempel dibibirnya, mau cium apa tidak?


"Be...Belum." jawabnya dengan gugup.


Chris tersenyum melihat tingkah Adelia dan pada saat itu Chris melepaskan pelukkanya dan memundurkan langkahnya, dia kembali menuang makanan yang ada sedangkan Adelia tertegun ditempatnya. Entah mengapa dia merasa sedang dipermainkan oleh pria itu.


"Hei!!" panggilnya kesal.


"Kenapa?" tanya Chris dengan cuek.


Adelia mengepalkan tangannya menahan kekesalan dihatinya.


"Kau mempermainkan aku ya?" tanyanya.


"Tidak." jawab Chris dengan santai pula.


"Apa?" Adelia semakin kesal dibuatnya.


"Bukannya kau tidak suka padaku? Jadi apa yang kau harapkan? Kau tidak berharap aku menciummu bukan?" tanya Chris.


Wajah Adelia langsung memerah, apa yang dia harapkan?


Chris cuek saja dan menarik sebuah kursi, dia duduk disana tanpa memperdulikan Adelia yang terlihat kesal.


"Ayo makan sebelum dingin." ajaknya.


Pria itu mulai menyendok makanan diatas piringnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa sedangkan Adelia hanya melihatnya penuh dengan kekesalan.


Dia segera menarik kursi Didepan Chris, duduk disana dan menyendok makanan yang ada dengan kesal sedangkan Chris hanya tersenyum.


"Tidak enak." kata Adelia tiba-tiba.


Selama makan, Adelia tidak menikmati makanannya karena matanya berfokus pada bibir pria yang duduk didepannya itu.


"Tidak mungkin, makanan ini enak kok." ujar Chris.


"Pokoknya tidak enak!"


"Ya sudah." jawab Chris santai.


"Oh my God." gerutu Adelia dalam hati.


Adelia bangkit berdiri dan segera menghampiri Chris, tanpa basa basi lagi Adelia langsung duduk diatas pangkuan Chris dan menciumi bibirnya.


Chris terbelalak kaget tapi kemudian pria itu memeluk tubuh Adelia dan membalas ciumannya.


Adelia melepaskan bibirnya sejenak dan memandang Chri sedangkan Chris tersenyum padanya.


"Apa sudah enak?" tanya Chris.


"Kau pria menyebalkan."


Chris terkekeh dan mengelus wajah Adelia dengan pelan dan pada saat itu Adelia kembali menunduk untuk menciumi bibir pria itu kembali.


Mereka berciuman begitu lama dan melepaskan bibir mereka saat terdengar suara bel diluar sana yang berbunyi.


"Tunggu sebentar."


Adelia bangkit berdiri dan berjalan keluar, dia mengintip dari jendela untuk melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Matanya langsung terbelalak kaget saat melihat dua orang pria berdiri didepan rumahnya.


"Kak Sean dan kak Robet! Habiskan sudah!" katanya dan dia mulai terlihat panik.


__ADS_2