
Siang itu Adelia duduk termenung dikantornya,bsejak kembali dari Bandung dia malas melakukan apapun.
Adelia malas kembali kerumahnya, dia lebih memilih pulang kerumah orang tuanya, entah kenapa tapi dia memang sedang malas saja.
"Tok..tok..tok..!" terdengar suara pintu ruangannya diketuk dari luar sana.
"Masuk." perintahnya dengan malas.
Pintu itu terbuka dan tampak asistennya masuk kedalam.
"Bu Adel, ada yang mau bertemu." kata asistennya itu.
"Siapa?"
"Mr Chris."
Adelia langsung bangkit berdiri, buat apa pria itu datang mencarinya? Padahal dia memang sedang menghindari pria itu karena dia belum siap bertemu dengan Chris.
Begitu kembali dari bandung, karyawannya mengatakan jika Chris mencarinya berkali-kali dan dia sedang berusaha untuk tidak menemui pria itu sebelum perasaannya semakin dalam untuk pria tua itu.
"Katakan aku tidak ada." katanya.
"Tapi bu, aku sudah bilang kalau bu Adel ada disini." jawab asistennya.
"Ya ampun Ran, katakan saja aku sibuk atau apalah, kau bisakah mengatakan alasan lainnya?" kata Adelia lagi.
Asistennya itu menatapnya dengan heran, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menjalankan perintah bosnya itu.
"Baiklah bu."
Rani segera keluar untuk menemui Chris diluar sana.
"Maaf Mr Chris, bu Adel sedang sibuk."
Chris hanya melihat asisten Adelia dengan malas, dia tahu asisten Adelia itu sedang berbohong.
"Katakan padanya ada yang ingin aku bicarakan."
"Tapi Mr?"
"Hei, aku ini klient disini, beraninya mengabaikan aku!!" kata Chris dengan kesal.
Rani menelan ludahnya, dia sendiri tidak tahu kenapa bosnya itu tidak mau menemui pria itu.
"Baiklah, aku akan memanggilnya, tolong Mr jangan marah dan tunggu sebentar."
Setelah berkata demikian, asisten Adelia kembali melangkah keruangan bosnya.
Chris memperhatikan kepergian wanita itu dan didalam hatinya bertanya-tanya, kenapa Adelia tidak mau menemuinya?
Apa wanita itu marah padanya? Tapi apa kesalahannya?
Rani kembali kedalam ruangan bosnya dan didalam sana tampak bosnya itu sedang mondar mandir didalam ruangannya, wajahnya tampak gelisah dan penuh dengan tanda tanya. Apa Chris sudah pergi?
"Bu Adel, Mr Chris bilang ada hal penting yang mau dia bicarakan."
Adelia melotot tidak percaya, bagaimana ini?
__ADS_1
"Apa kau sudah mengatakan padanya jika aku sedang sibuk?" tanyanya.
"Sudah bu, tapi Mr Chris malah marah, sepertinya memang ada yang hendak dia bicarakan." ujar asistennya.
Adelia mengigit bibirnya, apa yang harus dia lakukan?
Dia takut saat melihat pria itu dia tidak bisa membendung perasaannya. Adelia kembali mondar mandir tidak jelas, berpikir apa yang ingin Chris katakan? Apa dia kurang puas dengan wanita kemarin dan meminta ganti lagi?
Adelia benar-benar merasa Frustasi, seharusnya dia tidak datang kekantor hari ini.
"Bu Adel." panggil asistennya dengan heran.
Ada apa dengan bosnya? Kenapa tidak mau menemui klientnya? Baru kali ini bosnya bersikap seperti itu.
"Ran, apa ada pintu belakang?" tanyanya.
"Tidak ada, disini mana ada pintu belakang." asistennya semakin heran dibuatnya.
"Oh Tuhan, aku sangat butuh pintu belakang untuk kabur." ujarnya frustasi.
"Kenapa kau ingin kabur?" seorang pria langsung masuk kedalam dan menanyakan itu.
Adelia terbelalak melihat kedatangan Chris, Habislah sudah!
Setelah kepergian asisten Adelia, Chris merasa sangat kesal karena harus kembali menunggu lama. Pria itu bangkit berdiri, berjalan kearah ruangan Adelia.
Saat chris berdiri didepan pintu dan telah membuka pintu itu sedikit samar-samar dia mendengar pembicaraan Adelia dan asistennya yang mengatakan jika dia ingin kabur, memangnya kesalahan apa yang telah diperbuatnya sampai Adelia mau kabur dirinya?
Dengan perasaan kesal Chris masuk kedalam dan melotot pada Adelia.
"Kenapa kau ingin kabur?" tanyanya.
"Kenapa kau tidak mau menemuiku?" tanya Chris kesal.
"Maaf Chris, aku sedang sibuk." dustanya.
"Sibuk? Sibuk mencari jalan untuk melarikan diri dariku?" tanya Chris pula.
Adelia menundukkan kepalanya tidak berani menatap pria itu.
"Maaf bu, aku pamit ya." pinta asistennya.
"Eh,jangan."
Adelia ingin mencegah asistennya tapi wanita itu sudah berlalu pergi keluar dari ruangan itu.
Adelia melihat Chris sejenak kemudian dia memalingkan wajahnya, dia tidak sanggup melihat Chris terlalu lama dan rasanya dia ingin melompat kedalam pelukan Chris untuk menciumi bibirnya.
Chris berdiri disana, menatap Adelia dengan tajam sedangkan Adelia tampak selalu membuang pandangannya dan tidak mau melihatnya. Hal itu membuatnya semakin kesal padahal wanita cantik itulah yang telah mencuri hatinya.
"Hmmm...Chris, ada apa kau mencariku?"
Adelia berusaha terlihat senormal mungkin dihadapan Chris.
Chris segera melangkah menghampiri Adelia dan bertanya:
"Kemana saja selama dua hari ini?"
__ADS_1
"Ke Bandung."
"Kenapa ponselmu tidak bisa aku hubungi?"
"Maaf, ponselku hilang. Apa kau kurang suka dengan wanita kemarin?" tanyanya.
"Sangat tidak suka." jawab Chris dengan cepat.
"Kenapa? Apa dia kurang cantik? Apa dia cerewet?"
"Atau wanita itu kurang modis untukmu?" tanya Adelia lagi.
"Tidak, bukan seperti itu."
"Lalu? Bukankah kau sudah menerimanya? Aku lihat kemarin dia menggandeng tanganmu dan kau diam saja."
Chris menarik nafasnya sejenak dan mendekati Adelia kembali, pria itu segera menarik Adelia kedalam pelukannya.
Adelia begitu kaget dan mematung didalam pelukan Chris, inilah yang sangat ingin dia hindari, dia takut tidak bisa membendung perasaannya.
"Wanita itu sangat cantik, terlihat dewasa. tidak cerewet dan juga modis."
"Lalu?" Adelia berusaha menahan hatinya.
"Aku tidak mau dengannya tapi aku hanya mau denganmu." ujar Chris tanpa basa basi lagi.
Adelia melotot tidak percaya, apa maksud perkataan Chris?
"Chris, jangan bercanda. Kita ini hanya..?"
"Aku tidak bercanda!" kata Chris dengan cepat.
Mata Adelia mulai berkaca-kaca, dia hendak mengangkat tangannya untuk membalas pelukan Chris tapi tiba-tiba perkataan Sean terlintas dikepalanya.
Adelia mengurungkan niatnya, berusaha menahan hatinya,bjika dia menerima Chris maka sudah dipastikan pada akhirnya dia akan terluka karena keluarganya tidak akan bisa menerima pria itu dan dia tidak mau melukai perasaan Chris.
Dengan cepat pula Adelia mendorong tubuh Chris hingga pria itu melepaskan pelukannya.
"Maaf Chris, aku sudah punya pacar." dustanya.
Chris menatapnya dengan tidak percaya, apa lelaki yang bersama dengan Adelia kemarin adalah pacarnya?
"Apa pria itu pacarmu?" tanyanya.
"Pria itu? Yang mana?" pikir Adelia.
Tapi dia tidak perduli, dia tidak mau ada yang terluka diantara mereka nantinya.
"Benar." jawabnya.
"Oh maaf, maafkan aku."
Chris tampak kecewa dan mengusap rambutnya frustasi.
"Lupakan perkataanku tadi dan kau bisa mencarikanku wanita lainnya karena aku sudah menolak wanita kemarin." ujarnya
Chris segera memutar langkahnya dan keluar dari tempat itu.
__ADS_1
Setelah kepergian Chris dari sana, Adelia meneteskan air matanya. Walaupun terasa berat tapi harus dia lakukan karena dia tidak ingin membuat keluarganya kecewa dan pastinya dia tidak ingin membuat Chris membuang waktunya berhubungan dengannya yang pada akhirnya akan membuat pria itu sakit hati.