Angel Of Love

Angel Of Love
Aku ingin melamaran Adelia.


__ADS_3

Didalam ruang keluarga, tampak keluarga Adelia sedang bersama dengan Chris. Mereka sedang duduk berhadapan dan tidak ada satu orangpun yang membuka suara mereka.


Suasana disana terasa menegangkan sedangkan Adelia duduk disebelah Chris dan menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap ayahnya yang sedang melotot kearahnya.


Minuman telah tersedia tapi tidak ada pula yang menjamahnya, minuman yang semula hangatpun sudah menjadi dingin.


"Dad..dDaddy." Adelia berusaha mencairkan suasana disana tapi ayahnya itu hanya melotot padanya.


Chris memegangi tangan Adelia dan sepertinya dia yang harus mulai berbicara terlebih dahulu.


"Tuan Roy, maaf atas kelancanganku yang telah tidak sopan datang kerumahmu ini."


"Jadi kau sudah tahu jika kau tidak sopan!" akhirnya Roy Rajendra membuka suaranya.


"Aku tahu, tujuanku datang kesini untuk menemui kalian dan mengatakan pada kalian mengenai hubunganku dengan putrimu."


"Tidak perlu kau katakan lagi karena aku sudah tahu semuanya dari istriku." jawab Roy dengan cepat.


Sewaktu istrinya menjelaskan, Roy sedikit kaget, ternyata rekan bisnis putranya memiliki hubungan dengan putrinya.


Bukannya dia keberatan tapi dia tidak terima karena pria itulah yang telah membuat putrinya hendak melakukan perbuatan bodoh walaupun semua itu juga gara-gara perbuatan putranya.


"Jadi, sampai dimana hubungan kalian?" tanya Roy lagi.


"Daddy, kami belum lama jadian jadi dan?"


"Kau diam saja, aku tidak butuh jawaban darimu!" Roy menyela ucapan putrinya.


Adelia kembali menunduk, dia hanya bisa memainkan jari-jarinya karena dia takut ayahnya akan marah besar.


Tapi walaupun begitu dia tetap harus menjelaskan situasinya karena dia tidak mau Chris menanggung semua resiko akibat perbuatan bodohnya.


"Tapi dad?"


"Adel, aku belum memarahimu karena kau begitu bodoh mau melompat dari jendela. Apa kau kira nyawamu itu banyak? Jika kau tidak mati sudah dipastikan kau akan patah tangan atau kakimu,apa kau tidak memikirkan itu?" tanya Roy dengan emosi tinggi sedangkan matanya menatap putrinya dengan tajam.


"Tapi Semua itu kesalahan kakak karena telah mengurungku." Adelia tidak terima karena dia disalahkan begitu saja.


"Tapi tetap saja tindakanmu itu salah." kata ayahnya lagi.


"Daddy!" Adelia tidak terima.

__ADS_1


Kenapa dia saja yang disalahkan? Padahal jelas-jelas kakaknya yang mengurung dirinya didalam kamar.


"Adel." Chris mengusap tangan Adelia untuk menenangkannya karena dia tidak mau Adelia bertengkar disebabkan telah berhubungan dengannya.


"Chris, mereka selalu menyalahkan aku padahal bukan aku yang salah disini." Adelia melihat kearah Chris mencoba mencari perlindungan.


"Yah, tapi benar yang dikatakan oleh ayahmu. Bagaimanapun tindakanmu itu salah." Chris menyetujui perkataan ayah Adelia.


"Hah?" Adelia tidak percaya, dia kira Chris akan membelanya tapi ternyata?


Adelia memalingkan wajahnya kembali dan tampak kesal, kenapa semua orang yang ada disana menyalahkan dirinya?


"Kenapa kau juga menyalahkan aku!" Adelia semakin kesal.


"Aku tidak menyalahkanmu, aku hanya bilang bahwa tindakanmu itu salah." Chris menjawabnya dengan santai.


"Itu sama saja kau menyalahkan aku?" Adelia kembali menatap Chris, dia benta-benar kesal semua orang menyalahkannya.


"Bukankah aku sudah bilang jangan menyakiti dirimu sendiri dan percayalah padaku? Tapi kenapa kau malah naik keatas jendela dan membuat tangan juga kakimu terluka tanpa pikir panjang. Benar kata ayahmu bagaimana jika sampai kau terjatuh dibawah sana, mungkin kau tidak akan mati tapi kau akan jadi cacat!" jawab Chris.


Adelia langsung menundukkan kepalanya, memang dia melakukan itu tanpa pikir panjang sedangkan keluarganya hanya saling pandang melihat perdebatan mereka.


"Yang ada dipikiranku saat itu adalah aku ingin keluar dari kamarku untuk menemuimu, aku ingin mengajakmu kawin lari karena kakakku tidak menyetujui hubungan kita." ujarnya.


"Kau ingin kawin lari dengannya?" Roy bangkit berdiri dan menatap putrinya penuh emosi.


Mirna mencoba menenangkan suaminya hingga pria paruh baya itu terduduk kembali tapi matanya tak lepas dari putrinya.


"Daddy yang ada dipikirinkanku hanya itu, jika kalian mencegah hubungan kami berdua maka aku akan mengajaknya kawin lari." kata Adelia lagi.


Chris menghembuskan nafasnya dengan berat, jujur dia tidak akan mau melakukan hal itu.


"Adel." Chris mengusap kepala Adelia sedangkan Adelia menatap Chris dan berusaha tersenyum padanya.


"Sudah aku katakan aku tidak mau kawin lari denganmu, kau tahu kenapa?"


Adelia hanya menggeleng.


"Karena aku pria yang punya prinsip, lebih baik aku mendapatkanmu dengan cara yang baik dari pada aku melakukan kejahatan yang membuat keluargamu membenciku dan tidak hanya itu, mereka juga akan kecewa padamu."


"Pada saat kita kawin lari maka keluargamu akan membenci kita dan ingatlah, keluarga adalah segalanya dan lagi pula aku tidak bisa lari kemana-mana." jelas Chris panjang lebar.

__ADS_1


Mirna mengusap tangan suaminya dan pria itupun mengangguk, mereka sangat puas melihat sikap Chris dan putrinya itu sangat beruntung bisa mencintai pria seperti itu.


Adelia hanya tertunduk lesu, apa yang dikatakan oleh Chris memang benar adanya.


"Maaf, maafkan aku kak Sean, mom and daddy." air matanya mulai mengalir.


Seharusnya dia tidak berbuat nekat dan percaya dengan ucapan Chris, sekarang dia menyesali perbuatan bodohnya.


"Ssttt...sudahlah, semua sudah terjadi dan aku ada disini." Chris mengusap air mata kekasihnya itu dari kedua pipinya sedangkan Adelia mengangguk.


"Jadi?" Chris langsung memasang wajah serius.


"Tuan Roy Rajendra dan nyonya Mirna Firnanda, tujuanku datang kemari bukan untuk menemui putrimu saja dan mengatakan hubungan kami tapi ada hal penting lainnya yang ingin aku bicarakan pada kalian semua." kata Chris dengan serius.


"Katakan." kata Roy pula.


Chris memandangi wajah Adelia dan tersenyum padanya.


"Aku ingin melamar Adelia menjadi istriku." katanya tanpa basa basi lagi.


"Apa?" Adelia terbelalak kaget.


"Apa kau tidak mau?"


Air mata Adelia kembali menetes, dia sangat senang mendengarnya dan tentu saja dia mau karena Chris sangat serius berhubungan dengannya.


"Tentu aku mau." Adelia langsung memeluk Chris tanpa memperdulikan keluarganya yang berada disana.


"Hm!" Roy berdehem pelan.


Sontak saja Adelia langsung melepaskan pelukannya dan tertunduk malu.


"Aku suka pria yang memiliki prinsip sepertimu dan aku juga suka pria yang tidak bertele-tele sepertimu. Jadi kapan kau akan melamar putriku?" tanya Roy.


"Secepatnya tuan Roy, aku akan meminta kedua orangtuaku untuk segera datang dan menemui kalian."


"Bagus, aku suka pria sepertimu dan sepertinya putriku tidak salah memilih." ujarnya.


"Terima kasih karena kalian menerima niat baikku."


Roy hanya tertawa, pria itu meminta istrinya untuk mengganti minuman yang sudah dingin diatas meja. Suasana disana menjadi hangat dan ketegangan diantara merekapun sudah hilang.

__ADS_1


Sean juga merasa puas melihat sikap Chris yang gantleman, mereka berbicara dengan hangat dan yang pastinya malam itu Adelia sangat bahagia.


__ADS_2