Angel Of Love

Angel Of Love
Pertemuan dua keluarga


__ADS_3

Malam itu Adelia sedang bersiap-siap dirumah orang tuanya,bhari ini mereka akan menemui kedua orang tua Chris yang sudah tiba di Jakarta.


Adelia sedang berada didalam kamarnya dan duduk didepan cermin rias, dia sedang sibuk memoles pipinya dengan pewarna pipi agar wajahnya terlihat segar.


Pada saat itu ibunya masuk kedalam dan menghampirinya dengan senyum diwajahnya.


"Del, apa kau sudah siap?" tanya ibunya.


Adelia langsung memalingkan wajahnya dan tersenyum pada ibunya


"Sebentar lagi mom." jawabnya.


Mirna tersenyum dan menghampiri anak gadisnya yang mungkin sebentar lagi akan menikah.


"Adel, kau terlihat sangat cantik." puji ibunya.


Mirna berdiri dibelakang putrinya dan mengelus bahunya sedangkan Adelia tersenyum dan memegangi tangan ibunya yang berada diatas bahunya.


"Thanks mom."


Adelia langsung bangkit berdiri dan memeluk ibunya.


"Jika kau sudah selesai ayo kita segera berangkat, kau tidak ingin terlambat bukan untuk menemui calon mertuamu?"


Adelia mengangguk dan melepaskan pelukannya dan mereka segera keluar dari kamar itu.


Dibawah sana tampak Sean dan Roy Rajendra telah menunggu mereka dan setelah siap, mereka segera berangkat untuk menuju kesebuah restoran untuk menemui Chris dan orang tuanya.


Sesampainya disana, Sean menggandeng tangan adiknya karena dia tidak ingin adiknya tersandung, itu karena Adelia sedang memakai sendal hak tinggi.


Adelia terlihat cantik malam itu, dengan gaun berwarna cream yang tidak terlalu panjang, hanya selutut saja.


Gaun itu semakin membuat penampilan Adelia tampak sempurna apalagi gaun yang dipakainya tidak terlalu seksi tapi walau begitu, kecantikannya semakin bertambah.


Saat mereka sudah tiba disebuah ruangan yang sudah dipesan oleh Chris sebelumnya, didalam sana tampak keluarga Chris sudah menunggu kedatangan mereka.


Chris berserta orangtuanya bangkit berdiri saat melihat kedatangan Adelia dan keluarganya.


Mereka langsung menyambut hangat kedatangan keluarga itu.


"Maaf apa kalian sudah lama menunggu?" tanya Mirna Firnanda tidak enak hati.


"Tidak, kami baru saja tiba." Jawab ibu Chris.


Mereka mulai bersalaman dan berkenalan satu sama lain sedangkan Adelia tersenyum saat menyalami ibu Chris.


Claudia Renata tersenyum senang saat melihat gadis itu dan segera memeluk Adelia dengan hangat.

__ADS_1


"Kau sangat cantik seperti yang diceritakan Chris padaku." pujinya.


"Terima kasih tante." jawab Adelia pula dengan senyum diwajahnya.


Dia sangat senang ternyata ibu Chris wanita yang begitu ramah dan baik sehingga tidak ada rasa canggung diantara mereka bahkan dia tidak merasa gugup sama sekali terhadap calon ibu mertuanya.


Claudia tesenyum dan mengusap wajah cantik calon menantunya, dia sangat senang putranya sudah bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu dan bisa mendapatkan seorang pacar sekaligus calon istri yang cantik seperti Adelia.


Dia bisa melihat jika Adelia gadis yang ramah dan yang pasti, hanya gadis itulah yang bisa mengambil hati putranya setelah sekian lama.


"Aku telah banyak mendengar dirimu dari putraku, terima kasih telah menyukai putraku dan terima kasih kau tahan dengan sifatnya yang aneh. Itu akibat didikan kakakku makanya dia seperti itu jadi aku harap kau banyak bersabar saat kalian sudah menikah nanti." pinta Claudia.


"Tidak apa-apa tante, aku sudah tahu sifatnya sebelum kami mulai pacaran dan Chris memang pria aneh dan langka." Adelia menyetujui ucapan calon ibu mertuanya.


"Oh akhirnya ada juga yang bisa menerima sifat aneh putraku." ucap Claudia.


"Mom, perkataan macam apa itu?"sela Chris dengan cepat.


Claudia hanya tertawa begitu juga dengan Adelia, mereka segera melepaskan pelukan mereka dan duduk dikursi yang sudah tersedia.


Adelia duduk disamping chris dan pria itu menggenggam tangan kekasihnya juga mengusap punggung tangannya tanpa henti.


Selama kedua keluarga itu berbicara Chris membisikkan sesuatu ditelinga Adelia.


"Sayang, kau terlihat sangat cantik malam ini." bisik Chris ditelinganya.


Chris terkekeh dan mengusap kepalanya.


"Tidak sayang, kau selalu terlihat cantik dimataku." godanya.


Adelia tersipu malu dan menundukkan kepalanya.


"Jadi Chris, Adel, kapan kalian akan menikah?" tanya ibu Adelia.


Semua mata langsung tertuju pada kedua pasangan itu untuk menunggu jawaban dari mereka.


"Sayang jadi kapan kita akan menikah?" Chris malah bertanya pada kekasihnya.


"Eh, itu?" Adelia tidak tahu harus menjawab apa. Dia juga tidak tahu karena mereka belum membicarakan permasalahan ini.


"Chris kenapa kau malah bertanya padaku?"


"Sayang, aku ingin kau yang mengatur pernikahan ini jadi kau bisa memilih tanggal dan tempat yang kau inginkan sesuka hatimu."


"Tapi aku belum memikirkannya, jadi kenapa kau malah bertanya padaku?"


"Bukan begitu sayang, kau jangan marah. Aku hanya bertanya saja kapan kita akan melangsungkan pernikahan kita."

__ADS_1


"Jika kau belum memutuskannya maka kita akan bicarakan ini nanti berdua." kata Chris lagi.


Adelia menggangguk dan tersipu malu. Kenapa mereka jadi berdebat?


"Mommy, daddy aku dan Chris akan membicarakan masalah ini berdua dan kami pastikan dalam waktu dekat ini." Jawab Adelia tanpa ragu.


"Wah, kau terdengar sudah tidak sabar!" Sela Sean.


"Apa sih kak!" Adelai jadi malu.


"Aku hanya ingin menggodamu." ujar Sean.


"Kakak menyebalkan, Keluar sana cari jodoh." usir adiknya.


"Iya deh aku keluar." Sean bangkit berdiri dan keluar dari sana, dia juga sudah bosan berada disana.


Kedua keluarga itu kembali berbicara dengan hangat sedangkan Sean berjalan keluar dari ruangan itu.


Sean berjalan dengan santai dan setelah keluar dari ruangan itu dia tidak tahu harus pergi kemana.


"Sialan! Beginilah nasib orang jomblo." makinya.


Sean mulai berjalan mendekati lift, lebih baik dia nongkrong di cafe saja, siapa tahu dia bisa bertemu dengan cewek cantik disana.


Dari pada tidak punya tujuan seperti ini lebih baik dia pergi mencuci mata atau menikmati malam dengan segelas minuman.


Sedangkan dari ruangan yang berbeda, tampak seorang gadis memakai gaun merah berlari keluar dari ruangan itu sambil menangis.


Gadis itu berlari dengan cepat menuju kearah lift juga sedangkan dibelakang gadis itu tampak dua orang sedang mengejarnya dan berteriak memanggil namanya.


"Via, jangan lari, cepat masuk sini." teriak seorang wanita yang ada dibelakang gadis itu.


"Tidak mau, aku tidak mau dijodohkan dengannya." teriak gadis itu pula.


Sean memutar langkahnya melihat kearah datangnya suara, dia sangat heran melihat seorang gadis berlari kearahnya.


Gadis itu melihat kearah Sean sejenak dan tanpa Sean duga, gadis itu langsung menerobos masuk kedalam pelukan Sean.


"Om tolong aku, tolong bawa aku pergi karena aku tidak mau dijodohkan dengan kakek-kakek yang ada didalam sana" pinta gadis itu.


"Apa? Om?" Sean tidak percaya.


"Hei! Apa yang terjadi?" tanyanya.


"OM, tolong, please." pinta Viara memohon.


Sean tampak tidak senang dan mengumpat dalam hati, apa dia setua itu?

__ADS_1


__ADS_2