
Siang itu tampak seorang wanita cantik sedang berjalan dengan cepat memasuki sebuah tempat.
Wanita itu membawa sebuah buket bunga ditanggannya dan dia berjalan menuju kesebuah ruangan.
Saat melihatnya kedatangannya, para pria yang ada disana tidak memalingkan mata mereka dari wanita cantik itu, tapi jangan harap wanita itu akan tergoda karena dia sudah mempunyai seorang suami yang tampan dan tentunya kaya.
"Sean, aku datang."
Ya, wanita itu adalah Viara. Tiga tahun telah berlalu dan hari ini adalah hari wisudanya. Setelah selesai wisuda Viara langsung menuju kantor suaminya tentu saja untuk menemui suaminya itu.
Saat membuka ruangan itu, Viara langsung merasa tidak enak hati, pasalnya saat itu Sean sedang rapat dengan bawahannya dan karena itulah dia tidak bisa datang keacara wisuda istrinya.
Dia harus memimpin sebuah rapat penting tapi Viara bisa memakluminya dan dia sangat mengerti jika pekerjaan suaminya sangat penting.
"Maaf." Viara langsung menutup ruangan itu kembali dan dia merasa sangat malu.
Dia ingin melangkah pergi tapi pada saat itu, sekertaris Sean keluar dari ruangan itu dan membawa Viara kesebuah ruangan lain untuk menunggu Sean disana.
Setengah jam berlalu akhirnya Sean keluar dari ruangan rapatnya, tentu pria itu segera pergi menuju ruangan dimana istrinya berada karena dia sudah tidak sabar ingin menemui istrinya.
Sean masuk kedalam ruangan itu dan tampak Viara sedang mencabuti kelopak bunga satu persatu dari buket buanganya, dia melakukan hal itu karena dia bosan menunggu disana.
Senyum mengembang diwajah Sean dan dia segera menghampiri istrinya.
"Viara sayang."
Saat mendengar suara Sean, Viara segera bangkit berdiri dan menghampiri suaminya dengan senyum diwajahnya.
"Apa kau sudah selesai?" Viara mengalungkan tangannya dileher Sean dan menciumi bibirnya sedangkan Sean memeluk Viara dengan erat dan membalas ciuman istrinya.
"Sekarang sudah nakal ya." godanya.
"Tentu saja, sekarang aku sudah dewasa."
"Jadi?" Sean menciumi pipi Viara.
"Sudah siap dong jika aku menabur bibit unggul disini?" Sean mengusap perut Viara yang rata.
"Kenapa? Apa kau sudah tidak sabar?" tanya Viara sambil terkekeh.
"Tentu saja sayang, apa kau tidak tahu selama tiga tahun aku tersiksa dengan karet sialan itu!!"
Viara kembali terkekeh dan mengusap wajah suaminya.
"Jadi om sayang, malam ini bisa berapa ronde?" godanya.
"Oh sayang siap-siap saja, jangan mengeluh sakit pinggang nanti!" Sean segera menciumi bibir istrinya dan melu*tanya dengan lembut.
"Pulang yuk, mommy sudah menyiapkan pesta kelulusanmu." ajak Sean.
"Iya." Viara memeluk suaminya dengan erat dan mereka seperti itu untuk beberapa saat dan setelah itu, Sean menggandeng istrinya keluar dari sana dan membawanya pulang.
Yang pastinya nanti malam tidak akan dia lewatkan karena dia sudah tidak sabar ingin memiliki anak dan dia berencana memiliki tiga anak nantinya.
__ADS_1
Sementara itu ditempat lain tampak Adelia sedang merapikan barang putrinya Kylie, putrinya saat itu sedang tertidur dengan pulas dikamarnya.
Adelia keluar dari kamar putrinya hendak minum tapi tangannya ditangkap oleh suaminya.
"Adel sayang, apa kau sudah selesai?"
"Ya."
"Kalau begitu ayo sini."
Chris segera menarik tangan Adelia dan membawanya menuju kamar mereka dan pada saat pintu kamar itu sudah tertutup Chris langsung me**mat bibir istrinya.
"Sayang, apa kau tidak mau memberikan seorang adik untuk Kylie?" Chris berbisik ditelinga istrinya.
"Tentu saja mau Chris."
"Kalau begitu ayo."
"Eh tapi?"
"Sttsss!"
Chris segera menggendong tubuh istrinya dan membawanya menuju ranjang, dalam sekejap mata saja baju mereka berdua sudah terlepas dan Adel tampak sudah berada dibawah tubuh suaminya.
Adelia memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir suaminya dikulit tubuhnya sedangkan Chris tampak sibuk memberikan kenikmatan pada istrinya yang lebih muda itu, dia harus pandai memuaskan hasrat istrinya supaya istrinya itu tidak kabur darinya dan mencari pria lain diluar sana.
Saat mereka telah selesai Adelia bersandar pada bahu suaminya sedangkan Chris mengusap kepalanya dengan lembut.
"Adel sayang, i love you."
Adelia mengangkat kepalanya dan mengecup bibir suaminya.
Chris memeluk tubuh istrinya dengan erat dan memejamkan matanya, dia berharap mereka selalu bersama sampai maut memisahkan mereka.
"Chris, aku lupa."
"Hm?"
"Hari ini kelulusan Viara dan mommy meminta kita untuk pergi kesana."
"Oh ya?"
"Yes." jawab Adelia sedangkan jarinya bermain didada suaminya.
"Jika begitu ayo kita bergegas, aku akan membantumu menyiapkan barang-barang Kylie."
Adelia kembali tersemyum dan menciumi wajah suaminya.
"Terima kasih sayang."
Chris juga tersenyum dan menciumi bibir istrinya dan setelah itu mereka segera bersiap-siap untuk menuju kerumah ibunya.
Saat mereka tiba disana mereka langsung disambut oleh Sean dan Viara sedangkan Roy dan istrinya sedang ada meja makan.
__ADS_1
Kylie segera turun dari gendongan ayahnya dan langsung berlari kedalam dapur untuk mencari kakek dan neneknya sedangkan ke empat orang itu berada diruang keluarga.
"Viara, apa kau siap memberikan keponakan untukku?" goda Adelia.
"Siap dong kak." jawab Viara dengan yakin dan sekarang dia tidak malu lagi.
"Baguslah, kak Sean cepetan ya." goda Adel pada kakaknya.
"Apaan sih Del!!" Sean langsung terlihat kesal.
"Sean jika kau perlu obat kuat bilang saja." kata Chris pula.
"Ya ampun Chris, memangnya kau pakai?"
Chris diam saja sedangkan Sean tambah penasaran, dengan pelan Sean mendekati adik iparnya itu dan berbisik ditelinganya.
"Hei memangnya kau pakai obat itu?" tanyanya.
"Tidak."
"Hei jangan bohong."
"Kenapa kau mau?"
"Tidak, aku hanya bertanya!"
"Jangan malu Sean jika kau mau aku akan mencarikanya untukmu."
"Sialan! Memangnya aku sudah tidak kuat!"
Chris tersenyum dan mendekati istrinya.
"Adel sayang kakakmu mau?"
"Chris!!!" Sean langsung berteriak.
"Hei ada apa?" Roy menghampiri mereka dengan Kylie didalam gendongannya sedangkan istrinya berjalan disampingnya.
Mereka segera bergabung dengan putra dan putri mereka dan tentu saja dengan para menantu mereka.Kylie segera menghampiri ibunya dan duduk diatas pangkuan ibunya.
"Dad, kak Sean sudah gila." kata Adel asal.
"Adel!!" Sean melotot pada adik dan adik iparnya itu sedangkan yang berada disana menertawan Sean.
Walaupun sempat berselisih tapi Adel tidak mengingat perbuatan kakaknya terhadapnya dan lihatlah buah dari kesabaran yang dia dapat, dia bisa menikah dengan orang yang dia cinta begitu juga dengan kakaknya, mereka sama-sama menikah dengan orang yang mereka cintai yang pastinya Sean dan Chris yang beruntung karena bisa mendapatkan daun muda.
Pada akhirnya semua mendapat pasangan kecuali si Laura, wanita itu mencari cintanya sendiri dan belajar dari kesalahannya sedangkan Robet sudah menikah dengan Erlin.
END
#Terima kasih telah membaca cerita ini
#Semoga terhibur dengan cerita ini
__ADS_1
#Terima kasih atas coment,kritik dan saran untuk cerita ini dan maaf jika banyak typoπππ
#Terima kasih juga untuk jempol,vote dan koin untuk cerita ini. love you allππππ