Angel Of Love

Angel Of Love
Bantulah aku


__ADS_3

Siang itu Erlyn turun dari taxi yang ditumpanginya bersama dengan putranya, wanita itu berdiri disebuah bangunan sambil memegangi tangan putranya.


Erlyn mulai melangkah memasuki tempat itu, hari ini dia ingin menemui Chris walaupun mantan kekasihnya itu tidak mau menemuinya.


Dengan keyakinan dihatinya Erlyn tetap ingin menemui Chris dan dia berharap rencananya berhasil.


"Mom,vdimana kita?" tanya putranya.


"Erick, mommy akan mengenalkanmu dengan seseorang, jadi jangan banyak bertanya."


Erlyn segera menarik tangan putranya masuk kedalam tempat itu.


Sedangkan saat itu, Chris sedang menandatangani beberapa dokument diatas mejanya. Sebentar lagi dia ada janji dengan kekasihnya untuk makan siang dan dia harus menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat supaya bisa bertemu dengan kekasihnya.


Selama Chris sedang bekerja, Danil mengetuk pintu ruangannya.


"Ya?"


"Sir, ada yang ingin bertemu."


"Masuk saja."


Danil membuka pintu ruangan itu dan mempersilahkan dua orang yang berada diluar sana untuk masuk.


Erlyn langsung menarik tangan Erick saat dia sudah berada didalam sana, Erlyn tersenyum melihat pria yang sudah lama tidak dia lihat itu, sudah enam tahun berlalu tapi Chris masih tetap saja tampan dan semakin menawan.


"Hai Chris."


Sapaan Erlyn membuat tangan Chris yang sedang memegangi pena langsung terhenti, Chris mengangkat kepalanya dan melihat Erlyn berdiri didepan pintu ruangannya dengan seorang anak kecil disampingnya.


"Erlyn?" Chris langsung bangkit berdiri.


"Hai, maaf jika aku menggangu."


Erlyn segera berjalan kearah Chris, dia sudah sangat rindu dengan pria yang pernah dicintainya dulu dan Chris benar-benar tidak berubah.


"I miss you Chris."


Erlyn ingin memeluk Chris tapi pria itu langsung menahan tubuhnya.


"Stop, kenapa kau ada disini?"


"Bukankah sudah aku katakan jika aku ingin menemuimu?"


"Tapi aku tidak mau menemuimu Erlyn, seharusnya kau tahu itu!"


Chris langsung melangkah mundur dan menjauhi Erlyn.


Erlyn menggenggam tangannya dengan erat, kenapa sikap Chris begitu dingin terhadapnya?


"Chris, aku ingin menemuimu lalu kau bisa apa? Aku akan datang setiap hari sampai kau muak dan aku akan datang sampai kau mau menerimaku kembali!" teriaknya.


"Erlyn cukup!" Chris benar-benar kesal.


"Sebaiknya kau segera pergi karena aku sedang banyak pekerjaan." usir Chris tanpa basa basi.


"Mommy." panggil Erick yang masih berada didepan pintu.

__ADS_1


Erlyn dan Chris langsung memalingkan wajahnya dan melihat kearah Erick.


"Chris, kedatanganku kesini untuk memberitahu sesuatu yang penting padamu."


"Apa?"


"Erick adalah?"


"Stop Erlyn." Chris langsung memotong perkataan Erlyn dengan cepat.


"Kau tidak akan mengatakan bahwa dia anakku bukan? Asal kau tahu aku tidak akan mempercayai kebohonganmu ini."


"Tapi dia benar-benar anakmu." Erlyn tidak mau kalah.


Chris melihat kearah Erick dan melihat anak kecil itu dengan teliti dari atas sampai kebawah. Kok rasanya tidak asing?


"Mau dilihat bagaimanapun dia tidak mirip denganku sama sekali." ujarnya.


"Jaga ucapanmu Chris, dia itu putramu. Walaupun tidak mirip bukan berarti tidak ada hubungan darah."


"Erlyn, kau kira bisa membohongiku?"


"Enam tahun lalu kau pergi meninggalkanku begitu saja tanpa berkata apa alasannya dan sekarang kau menemuiku dan mengatakan bahwa anak itu adalah anakku, kau kira aku akan percaya dengan perkataanmu? Asal kau tahu saja, aku tahu kau pergi ke Amerika dengan seorang pria!"


Wajah Erlyn langsung pucat, dari mana Chris tahu?


"Benar Chris, aku tidak menipumu. Waktu aku pergi aku sudah mengandung Erick."


"Hahahaha!" Chris langsung tertawa.


"Berapa bulan?" tanyanya.


"Du..dua bulan." jawabnya dengan ragu.


"Bagus, asal kau ingat, aku berada di Indonesia selama tiga bulan dan selama itu aku baru pulang ke Inggris untuk menemuimu. Jadi jika kau hamil dua bulan siapa ayahnya?"


"Benar tiga bulan, aku hanya lupa." sela Erlyn dengan cepat.


"Chris, percayalah padaku."pinta Erlyn.


"Yah, tidak apa-apa jika kau masih bersikeras mengatakan anak itu adalah anakku."


Chris segera kembali kemejanya dan mengambil telephone yang berada diatas meja untuk meminta sekertarinya masuk kedalam ruangannya.


Setelah itu, ,Chris mengambil sebuah gunting dan berjalan menghampiri Erick yang masih berdiri didepan pintu.


Erlyn masih tidak mengerti, apa yang mau dilakukan oleh Chris dengan gunting itu?


"Sory boy." Chris langsung menggunting rambut Erick dan pada saat itu Danil masuk kedalam ruangan itu.


"Ada apa sir?"


"Danil, bawa rambut ini dan rambutku." Chris langsung mengunting sedikit rambutnya tanpa ragu.


"Bawa kerumah sakit untuk tes Dna." perintahnya.


Wajah Erlyn kembali pucat, jangan sampai hal itu terjadi. Erlyn segera berlari kearah Chris dan merebut rambut itu yang sudah berada ditangan Danil.

__ADS_1


"Chris, kenapa kau tidak percaya padaku?" tanyanya.


"Erlyn, apa yang kau takutkan? Aku hanya ingin mengecek apakah benar dia anakku? Jika benar maka aku akan menerimanya lalu apa yang kau takutkan?"


"Pe..Percayalah padaku!" ujar Erlyn dengan gugup.


"Aku hanya akan percaya dengan hasil tes Dna nantinya."


Erlyn langsung tertunduk lemas, sepertinya rencananya gagal total.


"Maaf Chris, aku kira kau akan kembali padaku dengan cara ini." katanya putus asa.


"Aku tidak bodoh Erlyn."


Chris langsung meminta Danil untuk keluar dari ruangannya.


"Erlyn sebaiknya kau segera pergi dan kembali ke Inggris, tidak ada tempat lagi untukmu dihatiku karena sebentar lagi aku akan menikah."


"Tidak mungkin, aku tidak percaya." sangkal Erlyn dengan cepat.


"Aku tidak perduli kau mau percaya atau tidak, sebaiknya kau pergi."


Chris memutar langkahnya hendak kembali kemejanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda tapi Erlyn langsung memegangi tangannya.


"Chris, tolong bantulah aku." pintanya.


"Lepas Erlyn, aku tidak bisa membantumu!" tolak Chris.


"Aku mohon padamu, tolong bantu aku mencari ayah Erick." pinta Erlyn lagi.


"Hei, kau kira aku seorang detektif."


"Chris tolonglah aku, sebagai seorang yang pernah dekat denganmu aku mohon bantuanmu untuk menemukan ayah Erick."


Chris kembali melihat kearah Erick, kenapa dari tadi dia merasa tidak asing? Wajahnya benar-benar mirip seseorang,tapi siapa?


"Siapa nama pria itu?"


"Aku tidak tahu, tapi jika aku melihat wajahnya aku pasti akan mengenalnya."


"Kau gila ya, kau saja tidak tahu siapa pria ini lalu bagaimana aku bisa tahu ayah Erick jika nama saja kau tidak tahu?"


"Chris, please.am aku dengar dia ada di Indonesia."


"Kau kira Indonesia sempit!" maki Chris kesal.


"Aku tahu."Erlyn tertunduk.


"Erlyn, tanpa foto dan nama lalu kau minta aku cari dimana ayah Erick?"


"Aku ada fotonya tapi aku tidak membawanya." jawab Erlyn dengan cepat.


"Kalau begitu sana pergi dan temui aku setelah kau menemukan fotonya."


Erlyn mengangguk dan melihat kearah Chris, sedari tadi pria itu tidak mau melihatnya dan menatap matanya, sepertinya memang sudah ada yang menggantikan dirinya dihati Chris.


"Aku akan menemuimu lagi dan aku harap kau mau membantuku untuk menemukan ayah Erick."

__ADS_1


Chris hanya mengangguk dan melihat kepergian mantan pacarnya bersama dengan putranya, Erick benar-benar mirip dengan seseorang, tapi siapa?


Chris menggeleng pelan, sebaiknya dia mengerjakan pekerjaannya yang tertunda karena sebentar lagi dia harus menemui Adelia.


__ADS_2