
Beberapa bulanpun telah berlalu dan malam itu tampak Adelia sedang digandeng oleh suaminya masuk kesebuah tempat.
Saat itu perut Adelia sudah terlihat membuncit karena kehamilannya sudah hampir memasuki waktunya untuk melahirkan.
Tapi saat itu adalah hari pernikahan Sean dan Viara sehingga Adelia harus mengikuti acara pernikahan kakaknya itu.
Viara sudah lulus dari sekolahnya dan pada saat itu Sean langsung mengajak Viara menikah karena yah, sudah tidak tahan.
Yang pastinya setelah mereka menikah, Viara diperbolehkan untuk melanjutkan pendidikannya keperguruan tinggi.
Acara pernikahan mereka dilakukan dengan sederhana saja karena mengingat usia Viara yang masih delapan belas tahun.
Hanya sahabat baik dari Sean dan ayahnya saja yang datang karena Sean tidak mau dianggap pria hidung belang oleh orang-orang.
Bahkan Viara mengundang paman dan bibinya yang hendak menjualnya karena bagaimanapun mereka adalah anggota keluarga Viara.
Acara pernikahan itu dilakukan disebuah taman terbuka dan Setelah mengucapkan janji sumpah setia mereka disebuah gereja akhirnya mereka pergi mengadakan acara pernikahan mereka ditempat yang telah mereka pilih.
Para tamu undangan tampak sudah hadir dan acara pernikahan itupun dimulai, Viara tampak cantik menggunakan gaun pernikahan berwarna cream sedangkan Sean tak kalah tampan dengan jas putih yang dikenakannya.
Tidak banyak memang yang diundang tapi acara itu tampak begitu meriah, saat itu tampak Adelia sedang duduk disebuah kursi yang sudah disiapkan ditempat itu.
Adelia sudah tampak lelah dan sebenarnya dia sudah merasa perutnya sudah mulai sakit tapi karena ini adalah hari pernikahan kakaknya jadi dia diam saja karena dia tidak mau mengacaukan hari pernikahan kakaknya.
Lagipula pesta itu sudah hampir selesai dan tamu undangan tampak sudah banyak yang pergi jadi dia akan menunggu dan bersabar sebentar lagi.
Adelia kembali merasakan sakit diperutnya dan kini semakin bertambah sakit, keringat dingin mulai mengalir dari dahinya tapi dengan cepat Adelia menyeka keringatnya.
Saat melihat tinggkah aneh istrinya Chris segera berjongkok didepan Adelia dan memegangi tangannya.
"Sayang, ada apa denganmu?" tanyanya.
"Tidak apa-apa Chris." Adelia menarik nafasnya karena sakit itu tidak terasa lagi.
"Jika kau lelah ayo kita pulang saja." ajak suaminya.
"Aku tidak apa-apa sayang, hanya sakit perut karena kebanyakan makan." Adelia mengusap wajah suaminya yang tampak kawatir.
"Sungguh kau tidak apa-apa?" Chris menatapnya dengan tatapan khawatir.
__ADS_1
Adelia mengangguk dan tersenyum pada suaminya, dia tidak berani bangun dari duduknya untuk mengambil air minum sehingga Adelia meminta bantuan suaminya.
Chris melangkah pergi untuk mengambilkan air minum yang diminta oleh istrinya tapi tidak lama kemudian dia kembali lagi dengan segelas air ditangannya.
Saat dia kembali Chris begitu kaget melihat Adelia memegangi perutnya dengan wajah yang tampak pucat dan dia seperti sedang menahan rasa sakit.
"Sayang, apa kau baik-baik saja?" sekarang dia benar-benar kawatir.
"Chris sepertinya anak kita sudah mau keluar." ujarnya.
Saat melihat Adelia dengan suaminya yang tampak panik, Roy Rajendra dan istrinya langsung menghampiri menantu dan putrinya itu, begitu juga dangan Sean dan Viara.
Pesta pernikahan mereka sudah berakhir sehingga mereka langsung berlari untuk melihat keadaan Adelia.
"Chris ada apa dengan Adelia?" Mirna bertanya demikian dengan wajah yang tampak kawatir.
"Tidak apa-apa mom, sepertinya Adel mau melahirkan."
Saat mendengar itu, semua tampak panik. Chris berjalan dengan cepat dengan Adelia didalam gendongannya, dia harus segera membawa istrinya kerumah sakit.
"Sean, cepat kau ikuti adikmu." perintah ibunya.
Selama diperjalanan menuju rumah sakit Sean mengerutu sambil membawa mobil dengan cepat sedangkan dibelakang Chris sedang memeluk istrinya yang meringis kesakitan.
"Kau ini Del, balas dendam ya? Lahiran kok dimalam pernikahanku." gerutu Sean kesal.
"Kak Sean, keponakanmu juga tahu dia harus segera keluar untuk menyelamatkan seorang gadis dari serigala buas." jawab Adelia.
"Anak kita sangat pintar, ini balasan dari kita karena waktu itu dia juga menggangu malam pernikahan kita." ujar Chris pula.
"Wow ternyata kalian pedendam!" gerutu Sean kesal.
Adelia hanya tertawa sambil memegangi perutnya sedangkan tangan Chris tidak henti-hentinya mengusap perut istrinya sehingga membuat perasaan Adelia sedikit tenang.
Setelah tiba dirumah sakit,Adelia segera dibawa kedalam ruang bersalin bersama suaminya sedangkan Sean pergi menyewa sebuah kamar untuk adiknya nanti.
Setelah selesai Sean kembali diruangan itu, cukup lama Sean menunggu disana sampai dia bosan. Apa melahirkan membutuhkan proses begitu lama?
Bagaimana jika nanti Viara melahirkan anaknya? Apa akan selama itu? Mungkin dia harus menunda keinginannya untuk memiliki anak sampai Viara lulus kuliah.
__ADS_1
Selama Sean tenggelam dalam pikirannya tampak ayah dan ibunya berjalan kearahnya dengan cepat begitu juga dengan Viara.
Viara tampak sudah mengganti pakaiannya dan membawa sesuatu ditangannya, dia juga segera menghampiri suaminya.
"Kak Sean ganti pakaianmu." Viara memberikan paper bag yang dibawanya pada suaminya.
"Sean bagaimana dengan adikmu?" Mirna tampak kawatir dan tidak sabar.
"Masih didalam mom." Sean mengambil pakaian yang diberikan oleh Viara dan melangkah pergi untuk mengganti pakaiannya.
Mereka menunggu dengan cemas sampai tengah malam dan pada saat itu Chris tampak keluar dari ruangan itu dengan wajah yang pucat.
Saat melihat itu Mirna segera mendekati menantunya, dia sangat cemas dengan keadaan putrinya yang berada didalam sana.
"Chris bagaimana dengan keadaan Adel?" Mirna bertanya kepada menantunya.
Chris hanya menggeleng dan membuka jas yang dipakainya, dia seperti itu karena dia shock harus melihat istrinya melahirkan. Sungguh dia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya dan selama didalam sana, dia sungguh tidak kuat menyaksikan proses persalinan yang dilakukan oleh istrinya.
Mirna jadi salah paham dan dia mengira jika terjadi sesuatu dengan putrinya.
"Chris apa maksudmu Adel?" Mirna mulai menangis.
"Hei Chris, apa yang terjadi dengan Adel?" Sean yang sudah mengganti pakaiannya tampak panik saat melihat wajah adik iparnya itu.
"Mom." tampak Adelia duduk diatas kursi roda dan keluar dari ruangan itu dengan bayi mungil dalam gendongannya sedangkan seorang perawat mendorong kursi roda itu dibelakang mereka.
Saat mendengar suara Adelia, keluarganya langsung bernafas lega dan langsung mendekati adelia tapi Sean berjalan kearah Chris dan memukul bahu adik iparnya itu.
"Hei kau ya, bikin orang salah paham saja!"
Chris mengusap wajahnya sedangkan bayang-bayang istrinya melahirkan tadi masih terngiang dikepalanya.
"Nanti kau akan merasakan apa yang aku rasakan dan aku sarankan, sebaiknya kau tunggu usia istrimu matang barulah kau melakukannya." Chris bangkit berdiri dan menghampiri istrinya.
Sean diam saja, jadi, apakah dia harus menahan diri selama tiga tahun lagi?
Sean melihat kearah Viara dan memaki dalam hati.
"Sialan, karma yang menyebalkan!" makinya.
__ADS_1