Angel Of Love

Angel Of Love
Kecurigaan Sean


__ADS_3

Sore itu, entah angin apa yang membawa Robet untuk mendatangi tempat Adelia bekerja.


Pria itu sudah tidak sabar ingin menemui Adelia apalagi Sean berkata akan menjodohkan mereka, tentu hal itu membuatnya sangat senang.


Robet sedang memarkirkan mobilnya saat itu, dia belum turun dan baru saja mematikan mesin mobilnya tapi pada saat itu Robet melihat Adelia keluar dari sana.


Robet tersenyum senang, pria itu turun dari mobilnya dan menutup pintu mobil itu dengan pelan. dia ingin segera menghampiri Adelia tapi pada saat itu langkahnya terhenti saat melihat seorang pria asing mendekati Adelia, memeluknya dan menciumi pipinya.


Dia langsung terbelalak kaget saat melihat itu, siapa pria yang tampak begitu mesra dengan Adelia?


Adelia tampak begitu bahagia dan mengikuti pria asing itu masuk kedalam mobilnya. Kenapa Sean tidak memberitahunya akan masalah ini?


Robet menggengam tangannya dengan erat saat melihat kepergian Adelia dengan pria asing itu dan dengan cepat pula Robet merogoh ponselnya dari saku celananya untuk menghubungi Sean sahabatnya. Dia ingin menanyakan masalah ini pada sahabat baiknya itu.


"Sean, kenapa kau tidak katakan padaku jika adikmu sudah punya pacar?" tanyanya.


Sontak saja Sean begitu kaget saat mendengar pertanyaan sahabatnya, Adel punya pacar? Jadi yang dikatakan oleh adiknya selama ini benar jika dia sudah punya pacar?


"Dari mana kau tahu?" tanya Sean penasaran.


"Hei, aku sedang berada ditempat adikmu dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri jika dia dengan seorang lelaki." jelas Robet.


"Apa kau masih disana?" tanya Sean lagi.


"Ya."


"Kalau begitu datanglah kerumahku, kita bicarakan masalah ini."


Robet menyetujui permintaan sahabatnya dan setelah sambungan ponsel itu mati Robet segera memacu mobilnya dengan cepat untuk pergi kerumah sahabatnya itu.


Entah apa yang mau sahabatnya bicarakan tapi dia ingin mendengar penjelasan Sean mengenai pacar Adelia.


Saat Robet tiba Sean telah menunggu kedatangan sahabatnya,mereka masuk kedalam ruangan tempat biasa Sean bekerja untuk membicarakan perihal itu lebih lanjut.


"Jadi Robet, apa kau melihat adikku dengan seorang pria?"


Sean menuang segelas minuman untuk sahabatnya itu dan memberikannya, sebelum mulai menjelaskan Robet mengambil minum yang diberikan sahabatnya dan meneguknya dengan cepat.


"Benar, aku melihatnya! Pria itu bahkan memeluk Adelia dan menciumi pipinya."


Sean menggoyangkan minuman yang berada didalam gelas dan berpikir:


"Jadi benar Adelia sudah punya pacar dan dia tidak berbohong."


"Seperti apa pria itu?" tanyanya.


"Hei dia itu pria asing." Jawab Robet pula.

__ADS_1


Sean langsung terbelalak kaget.


"Mungkin kau tidak tahu tapi pria itulah yang membawa Adelia pergi dari restoran waktu itu, aku tidak mungkin lupa dengan wajahnya saat dia membawa Adelia."


"Stop." sela Sean.


Pria asing?


"Apa kau mengenalnya?"


"Mana aku tahu, jika aku mengenalnya aku tidak akan bertanya padamu." jawab Robet kesal.


Padahal dia sudah menyukai Adelia sejak lama tapi ternyata wanita itu sudah punya pacar, hilang sudah harapannya.


Sean melemparkan pandangannya keluar jendela sambil berpikir, pria asing?


Sean kembali teringat sewaktu mengajak Adelia menemui rekan bisnis barunya, saat itu Adelia tampak begitu akrab dengan rekan bisnisnya.


Adelia juga sangat berani menutup mulut rekan bisnisnya itu, tidak mungkin bukan? Kenapa dia jadi mencurigai rekan bisnisnya itu?


Sean mengusap rambutnya dan mencoba berpikir jernih. Bisa saja waktu itu memang adiknya hanya sok akrab saja dengan pria asing itu, tapi?


Dia sangat tahu jika adiknya tidak akan melakukan hal seperti itu pada pria yang baru dikenalnya.


Apalagi saat itu Chris langsung duduk disamping Adelia tanpa basa basi, mereka sungguh seperti sudah kenal lama.


"Robet, bagaimana ciri-ciri pria itu?" tanya Sean penasaran.


Robet mulai menjelaskan ciri-ciri pria yang dilihatnya tadi sedangkan Sean melotot tidak percaya setelah mendengarnya. Jadi benar adiknya itu mempunyai hubungan khusus dengan rekan bisnisnya?


Kecurigaan Sean semakin menguat saat mengingat pertanyaan Adelia waktu mereka pergi kebandung.


"Kak, jika aku berhubungan dengan pria yang lebih tua, maksudku usia kami beda sebelas tahun bagaimana menurut kakak?" pertanyaan Adelia kembali terngiang dikepalanya.


Dia juga kembali teringat sepatu seorang pria saat dia pergi kerumah adiknya dan sepasang piring kotor, apa Adelia menipunya selama ini?


"Tidak mungkin!" ujar Sean kesal.


"Apanya yang tidak mungkin?" tanya Robet heran.


"Adikku tidak mungkin berpacaran dengan pria yang lebih tua dariku!"


Terdengar nada amarah dari ucapan Sean, jika kecurigaannya benar maka tidak akan dia biarkan walaupun pria itu rekan bisnisnya sekalipun! Da tidak akan terima adiknya berhubungan dengan pria yang lebih tua darinya.


Robet terbelalak kaget, apa maksudnya?


Sean mengambil ponselnya untuk menghubungi adiknya, dengan cepat pria itu menekan nomor yang ada dilayar ponselnya dan menghubunginya.

__ADS_1


"Kau dimana?" tanyanya basa basi.


"Dirumah." jawab Adelia disebrang sana.


"Dengan siapa?" tanya Sean lagi.


"Sendiri, memangnya kakak kira aku dengan siapa?" Adelia merasa heran, ada apa dengan kakaknya?


"Yakin kau sedang sendirian tidak dengan seorang pria?" tanya Sean curiga.


"Kenapa sih kak? Aku sendiri dirumah kenapa pertanyaan kakak seperti itu seolah-olah tidak percaya padaku dan menuduh aku sedang melakukan hal yang tidak benar." Adelia mulai kesal.


"Tidak bukan begitu." Sean jadi merasa bersalah.


"Jadi? Kenapa kakak bertanya demikian?" tanya Adelia heran.


"Maafkan aku, aku telah salah bicara." Sean langsung mematikan ponselnya.


Hal itu semakin membuat Adelia penasaran, tapi dia tidak memikirkannya dan meletakkan ponselnya kembali dan setelah iti Adelia masuk kedalam kamar mandinya untuk mandi.


Sedangkan Sean, memutar ponselnya ditangannya dan tampak berpikir, jika dia langsung menuduh dan memarahi Adelia mungkin adiknya itu akan marah dengannya. Setidaknya dia harus mencari bukti bahwa Adelia benar-benar berhubungan dengan rekan bisnisnya yang lebih tua darinya.


Jika dia sudah ada bukti maka dia tidak akan ragu lagi untuk menarik adiknya pulang dan memisahkan mereka.


"Robet, apa kau mau membantuku?"


"Membantu apa?" tanya Robet penasaran.


"Memata-matai adikku, aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri dan jika benar dia memiliki hubungan dengan pria yang lebih tua dariku maka tidak akan aku biarkan."


"Baiklah, aku akan membantumu. Setidaknya aku harus mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan adikmu."


"Kalau begitu tunggu apa lagi."


Mereka berdua mulai berjalan keluar dari ruangan itu hendak pergi memata-matai Adelia.


"Eh tunggu!" cegah Sean.


"Apa lagi?" tanya Robet penasaran.


"Besok saja ya ini sudah malam."


"Sialan!" Robet jadi kesal.


Sean tertawa dan memukul bahu sahabatnya itu.


"Mulai besok kita memata-matainya."

__ADS_1


"Oke."


Setelah sepakat Robetpun pergi dan pastinya besok dia akan kembali untuk membantu sahabatnya itu untuk memata-matai adiknya. Pokoknya dia akan berusaha sebisa mungkin untuk mendapatkan Adelia.


__ADS_2