
Siang itu Adelia membawa mobilnya dengan cepat menembus jalanan ibu kota, saat itu dia ingin pergi menemui Chris dengan sebuah data ditangannya.
Bukannya dia senang menemui pria itu tapi ini menyangkut pekerjaannya jadi dia harus menemui Chris kembali.
Setelah memilih beberapa kandidat akhirnya Adelia memutuskan seorang wanita cantik yang akan dia kenalkan pada Chris nantinya.
Dia tidak mau menunda karena dia tidak mau masa pacaran pura-pura mereka berjalan begitu lama apalagi setelah pulang dari restoran dia dimarahi oleh kakaknya karena dia sudah bersikap tidak sopan pada Chris.
Sebelum pergi kesana, Adelia telah menghubungi Chris dan meminta persetujuan pria itu terlebih dahulu karena dia tidak ingin mengalami kesulitan untuk menemui Chris.
Semula Adelia mengajak Chris bertemu direstoran tapi Chris menolak dengan alasan sedang banyak pekerjaan jadi dia meminta Adelia datang kekantornya untuk menemuinya.
Saat dia sudah tiba dikantor pria itu, Adelia memarkirkan mobilnya dan segera keluar dari sana.
Adelia berjalan hendak memasuki kantor itu tapi tiba-tiba panggilan seseorang menghentikan langkahnya.
"Bu Adel, kenapa ada disini?"
Adelia sangat heran, apa ada yang mengenalnya disana? Adelia segera memutar langkahnya dan melihat orang yang memanggilnya itu.
"Ms Laura?" katanya tidak percaya.
Kenapa wanita itu ada disana? Jangan bilang Laura memanggilnya untuk memarahinya karena dia sedang malas berdebat.
"Hai." sapa Laura.
Wanita itu sudah berada disana selama berjam-jam, dia ingin menemui Chris tapi tidak diperbolehkan masuk oleh security disana.
Tentu saja itu semua atas perintah Chris karena dia tidak mau bertemu lagi dengan si seven eleven yang bisa menghancurkan harinya dengan mudah.
"Bu Adel, apa kau ingin menemui Chris?" tanya Laura kemudian.
"Iya."
"Boleh aku ikut?"
"Eh, apa Ms Laura juga ingin menemuinya?" tanyanya heran.
"Yah, tapi aku tidak bisa masuk." jelas Laura.
"Kenapa?" tanya Adelia penasaran.
Adelia jadi heran, kenapa Laura tidak bisa masuk? Apa Chris melarangnya untuk masuk? Sebegitu tidak sukanyakah Chris terhadap Laura?
"Tidak apa-apa, jadi bolehkah aku ikut?"
Laura tidak mau sampai Adelia tahu jika dia tidak diperolehkan masuk oleh security disana kalau tidak, mau ditaruh dimana mukanya? Dia tidak akan menyerah untuk mendekati Chris, semakin pria itu menolak semakin membuatnya penasaran dan ambisinya untuk mendapati Chris semakin besar.
Adelia mengangguk, dia tidak punya alasan untuk menolak permintaan wanita itu jadi dia menyetujui permintaan Laura untuk ikut dengannya.
__ADS_1
Saat security melihat Luara berjalan bersama Adelia, mereka hendak melarang tapi Laura mengatakan jika dia sahabat Adelia yang telah membuat janji untuk bertemu dengan Chris.
Para Security itu tidak bisa melakukan apa-apa dan membiarkan Laura masuk bersama Adelia.
Karena Adelia memang sudah ada janji dan Chris sudah memerintahkan karyawannya untuk mempersilahkan wanita itu untuk masuk kedalam ruangannya, hal itu membuat Adelia tidak mengalami kesulitan dan tentunya itu keuntungan yang besar untuk Laura.
Penantiannya selama berjam-jam membuahkan hasil dan dia sangat beruntung bertemu dengan Adelia siang itu.
Seorang pegawai Chris mengetuk pintu ruangan bosnya dengan pelan dan memberitahu pria itu.
"Sir, bu Adel sudah datang."
"Masuk saja." terdengar suara Chris didalam sana.
Karyawan itu segera mempersilahkan Adelia masuk kedalam dan tentunya Laura mengikuti Adelia dari belakang.
"Hai, maaf mengganggu." sapa Adelia basa basi.
Chris bangkit berdiri saat melihat Laura yang berada dibelakang Adelia, wanita itu sedang melemparkan senyuman padanya.
"Hei kenapa kau membawa si seven eleven masuk kemari?!" bentak Chris marah.
"Apa? Seven Eleven?" Laura begitu kesal mendengar julukan yang diberikan oleh pria itu."
"Maaf, Ms Laura bilang ingin bertemu denganmu." jawab Adelia.
"Tapi aku tidak mau menemuinya." kata Chris marah.
Adelia menatap kedua orang itu, ada apa sih?
"Oke, stop!" Selanya.
"Maaf aku tidak tahu ada apa diantara kalian, jadi sebaiknya aku pergi!"
Dia tidak mau berada diantara kedua orang yang sedang berdebat itu karena dia tidak tahu apa yang telah terjadi diantara kedua orang itu.
"Tidak bisa, diam disitu!" perintah Chris.
Pria itu segera berjalan mendekati Adelia dan tanpa basa basi Chris menarik Adelia kedalam pelukannya.
Adelia terbelakak kaget tidak percaya begitu juga dengan Laura. Wanita itu cuma bisa melotot tidak percaya, ada hubungan apa diantara Adelia dan Chris? Apa ada yang dia lewatkan?
"Laura, lihat baik-baik!"
Saat itu tanpa persetujuan Adelia lagi, Chris langsung menciumi bibir Adelia dihadapan Laura sedangkan Laura melotot melihat kedua orang itu.
Adelia begitu kaget tapi dia hanya mematung ditempatnya dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Kenapa Chris menciumnya didepan Laura?
Chris menciumi bibir Adelia dengan lembut dan memeluk pinggangnya dengan erat, dia tidak perduli dengan Laura yang melihat mereka karena dia memang ingin memperlihatkan hal itu pada Laura agar wanita itu menyerah mengejar dirinya.
__ADS_1
Laura langsung dikuasai emosi saat melihat kedua orang itu, beraninya Adelia merebut pria incarannya!
Padahal dia yang menjodohkan mereka lalu kenapa malah wanita itu yang merebut Chris darinya?
"Apa maksudnya ini?!" tanya Laura kesal.
Chris melepaskan ciumannya dan menatap Laura dengan tatapan penuh kebencian dan memeluk Adelia dengan erat.
"Seperti yang kau lihat, kami berdua sedang berpacaran."
Adelia seperti orang linglung tapi tidak lama kemudian dia tersadar, dengan cepat Adelia mendorong Chris yang masih memeluknya.
"Chris apa yang kau lakukan?" tanyanya kesal.
"Apa salah aku menciumi pacarku?"
"Hei aku bukan pacarmu!" Adelia semakin kesal dengan pria itu.
Sudah berapa kali Chris menciumnya dan beraninya pria itu menciumnya dihadapan Laura?
"Bu Adel, bisa kau jelaskan masalah ini?"
Laura menyela kedua orang itu dan menatap Adelia penuh dengan kebencian pula.
"Ms Laura, jangan salah paham. Kami hanya?"
"Apa? Salah paham? Jelas-jelas kau diam saja saat dia menciummu!! Apa kau selalu seperti ini terhadap semua klient priamu?" tanya Laura dengan begitu kesalnya.
"Ms Laura tolong jangan salah paham. Chris bisa kau jelaskan padanya?" pinta Adelia.
"Untuk apa? Aku memang pacarmu jadi untuk apa menjelaskan hal ini padanya,hanya membuang waktuku saja." jawab Chris dengan malas.
"Oh my!!" Adelia benar-benar kesal dengan sikap Chris.
"Bu Adel, kau sangat tidak profesional."
"Maaf Ms Laura, aku memang tidak profesional." jawab ya dengan malas.
Dia sudah malas berdebat lagi dengan kedua orang disana, lebih baik dia pergi saja. Adelia hendak melangkah pergi tapi Chris menahan tangannya.
"Mau kemana?"
"Pergi."
"Yang seharusnya pergi adalah dia." Sambil melihat kearah Laura.
Wajah Laura langsung merah padam, beraninya kedua orang itu mempermalukannya!!
"Bu Adel, tunggu saja!" ancamnya.
__ADS_1
Laura segera memutar langkahnya dan menghentakkan kakinya karena kesal, dia pergi dari sana dengan kemarahan dihatinya.
"Bagus, sekarang kau menciptakan musuh untukku." kata Adelia setelah kepergian Laura.