Angel Of Love

Angel Of Love
Ini bukan jaman Siti Nurbaya


__ADS_3

Adelia segera bangkit berdiri saat melihat ayah dan kakaknya telah kembali, dengan cepat Adelia menghampiri kedua pria itu dan mengutarakan niatnya.


"Dad, bisa kau batalkan keinginanmu untuk menarik saham dari perusahaan Malik?"


Roy dan Sean saling pandang, kenapa Adelia meminta hal demikian? Apa dia lupa jika Laura telah melakukan hal yang keterlaluan terhadapnya.


"Kenapa?" Sean penasaran dengan permintaan adiknya.


"Ya, Ms Laura telah meminta maaf padaku jadi aku rasa hal ini tidak perlu diperpanjang lagi."


"Tidak bisa!" dela Roy dengan cepat, dia masih tidak terima putri semata wayangnya dipermalukan seperti itu.


Roy segera duduk dan Mirna memberikan segelas teh untuk suaminya sedangkan Adelia mendekati ayahnya dan memeluk ayahnya dari belakang untuk membujuknya.


"Dad, please. Aku akan memberinya pelajaran dengan caraku." pintanya.


"Adel, jadi orang jangan terlalu baik." kata Sean dengan cepat.


Apa adiknya bodoh? Masih bagus dia tidak memperpanjang masalah ini dengan menuntut Laura karena telah mencemarkan nama baik.


Bisa saja dia melaporkan balik Laura Malik dengan tuduhan mencemarkan nama baik tapi sekarang adiknya malah ingin memaafkan perbuatan Laura? Yang benar saja! Dia tidak akan pernah mau.


"Kak, aku tahu. Tapi bisakah kalian mempercayakan masalah ini padaku? Aku yakin setelah ini Ms Laura tidak akan berani lagi mengangguku." Adelia berusaha meyakinkan kakak dan ayahnya.


"Tidak bisa Del, dia sudah keterlaluan."


"Kak please." Adelia memasang tampang memelas pada kakak dan ayahnya.


Sean dan ayahnya menarik nafasnya dengan berat, memang apa yang mau dilakukan oleh Adelia?


"Jadi, apa yang telah kau lakukan sampai membuat Laura Malik melakukan hal ini padamu?" tanya ayahnya.


"Entahlah." jawab Adelia pura-pura.


"Del, aku dengar kau merebut lelaki yang disukainya?"


Adelia melotot mendengar pertanyaan kakaknya, kenapa Laura mengatakan hal itu?


"Aku rasa Ms Laura hanya salah paham, aku tidak merebut apapun darinya." jelasnya.


"Lalu? Laura pasti punya alasan hingga dia berani memfitnahmu. Jika kau benar-benar tidak merebut lelaki yang disukainya lalu katakan padaku alasannya?" Sean menatap adiknya dengan tajam.


Adelia menelan ludahnya dan terlihat gugup, bagaimana ini? Apa dia harus mengatakan yang sebenarnya pada keluarganya? Tapi dia belum siap untuk mengungkapkan hubungannya dengan Chris.


"Kak Sean, aku rasa Ms Laura hanya membohongimu." elaknya lagi.

__ADS_1


"Adel, apa kau sudah punya pacar?" tanya Roy tiba-tiba.


Adelia melepaskan pelukannya dari leher ayahnya dan segera duduk disamping ayahnya sedangkan semua mata tertuju padanya, menunggu jawaban dari Adelia.


"Hei, kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Adelia kesal.


"Del, kami ingin menjodohkanmu jika kau belum punya pacar." ujar ayahnya.


Adelia begitu kaget dan langsung bangkit berdiri.


"Tidak mau, daddy sedang bercanda bukan?"


"Tidak Del, kau tahukan Robet menyukaimu? Jadi kami memutuskan akan menjodohkanmu dengannya." kata Sean pula.


"Kalian gila! Memangnya ini jaman Siti Nurbaya!" Adelia mulai kesal dengan keluarganya.


"Del, seharusnya kami membicarakan masalah ini denganmu besok saat Robet datang tapi karena kau sudah ada dirumah jadi lebih baik kami membicarakan perihal ini padamu."


Mirna menghampiri putrinya dan mengusap punggung putrinya dengan lembut.


"Mom, aku tidak mau dijodohkan." tolaknya.


"Adel, Robet itu pria baik dan mapan. Mommy yakin dia dapat menjagamu dengan baik apalagi dia menyukaimu."


"Pokoknya aku tidak mau, aku tidak menyukai kak Robet seharusnya kak Sean tahu akan hal ini. Aku menganggap kak Robet seperti kakakku sendiri dan aku tidak akan mau dijodohkan dengannya." tolaknya dengan tegas.


"Kak Sean saja dengan Ms Laura sana, kebetulan dia sedang cari pasangan."


"Adel!!" Sean menggebrak meja didepannya dengan kencang.


Adelia menatap kakaknya penuh dengan kemarahan, sudah dia katakan jika dia tidak menyukai Robet! Apa Kakaknya tidak mengerti dengan perkataannya?


Kenapa keluarganya tiba-tiba memutuskan hal itu seenaknya tanpa bertanya padanya terlebih dahulu?


Roy Rajendra hanya meminum teh hangatnya dengan santai tanpa memperdulikan pertengkaran putra dan putrinya.


"Sudah hentikan." sela ibu mereka.


"Adelia, jika kau tidak ingin dijodohkan dengan Robet tidak apa-apa, daddy akan menjodohkanmu dengan anak teman daddy yang seorang tentara." ujar Roy Rajendra dengan santai.


"Ya Tuhan daddy, aku tidak mau dijodohkan, titik!!" jawab Adelia kesal.


"Katakan alasanya kenapa kau tidak mau dijodohkan?"


"Aku sudah punya pacar?" jawab Adelia tanpa ragu.

__ADS_1


"Jangan bohong Del, selama ini aku tidak pernah melihatmu jalan dengan seorang lelaki." ujar Sean pula.


"Apa aku harus laporan pada kalian? Aku sudah punya pacar dan aku tidak mau dijodohkan dengan siapapun."


Adelia langsung bangkit berdiri, berjalan kearah tasnya dan menyambarnya. Lebih baik dia pergi dari pada mendengarkan rencana keluarganya.


Pekerjaannya memang menjodohkan orang tapi dia tidak mau menikah dari hasil perjodohan, seandainya dia tidak punya pacarpun dia akan mencari sendiri pasangan hidupnya tanpa mengikuti perjodohan.


"Adelia, mau kemana kau? kita belum selesai bicara!" teriak Sean dengan kencang.


Adelia memalingkan wajahnya dan melihat kearah kakaknya, semua ini pasti ide kakaknya. Kenapa sih harus mengatur kehidupannya?


"Mau pergi menemui pacarku, aku malas berbicara dengan kalian." jawabnya kesal.


Mirna berjalan menghampiri putrinya untuk menenangkannya.


"Del, bukan begitu. Jika kau benar-benar sudah punya pacar ya sudah,bajaklah pacarmu itu untuk menemui kami." kata ibunya dengan lembut.


Adelia sedikit ragu, hubungannya dengan Chris baru saja dimulai bahkan hubungan mereka masih bisa dihitung menggunakan jari.


"Mom, aku baru saja jadian dengannya." jelasnya.


"Kalau pria itu serius denganmu pasti dia akan mau menemui kami." celetuk Sean tanpa ragu.


"Kak Sean!!!" Adelia sangat kesal dengan perkataan kakaknya.


"Kenapa sih kakak begitu menyebalkan, aku pasti akan mengajaknya kemari diwaktu yang sudah tepat."


"Waktu yang tepat itu kapan? Jangan pacaran terlalu lama itu tidak baik."


"Aku benci dengan kak Sean, jangan mengatur hidupku lebih baik kak Sean cepat menikah."


Sean hanya diam saja tanpa menjawab adiknya, benar juga, dia sendiri belum punya pacar.


Adelia segera memeluk ibunya dan mencium wajah ibunya.


"Mom, aku pergi ya."


"Adel, kapan-kapan bawalah pacarmu untuk menemui kami."


"Pasti mom."


Adelia segera keluar dari rumah keluarganya dan tentu saja sebelum pergi Adelia menciumi wajah ayah dan kakaknya, tidak lupa Adelia juga menendang kaki kakaknya karena dia masih kesal dengan kakaknya itu.


Adelia menaiki sebuah taxi untuk pergi dari sana, tujuannya ya kantor Chris karena dia tahu pria itu masih ada disana.

__ADS_1


Saat tiba diruangan Chris, Adelia langsung masuk kedalam pelukan kekasihnya dan memeluknya dengan erat.


Dia berharap saat dia membawa Chris menemui keluarganya nanti, mereka akan setuju dengan hubungan mereka jika tidak dia akan mengajak Chris kawin lari.


__ADS_2