Angel Of Love

Angel Of Love
Tentang Viara


__ADS_3

Didalam kamar, tampak Viara menutup wajahnya dengan sebuah bantal untuk menutupi wajahnya yang memerah.


Dia masih malu karena dicium oleh Sean secara tiba-tiba dan tidak hanya itu, dia juga sangat malu karena telah membalas ciuman dari Sean tapi yang lebih membuatnya malu, tante Mirna memergoki perbuatan mereka.


Bagaimana nanti dia harus bertatap muka dengan tante Mirna? Sungguh dia sangat malu saat ini.


Viara hanyalah seorang gadis yatim piatu yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya sejak usia sepuluh tahun dan terpaksa mengikuti paman dan bibinya tinggal dikota.


Ayah dan ibunya meninggalkan sebuah rumah dan sepetak sawah didesa tapi waktu mereka meninggal paman dan bibinya menjual harta peninggalan kedua orang tuanya.


Alasan mereka, uang dari hasil penjualan yang didapat akan digunakan untuk biaya hidup dan biaya sekolah Viara selama mengikuti mereka.


Tapi yang terjadi tidaklah demikian, Viara diperbudak oleh paman dan bibinya sejak usia sepuluh tahun hingga dia beranjak dewasa.


Tinggal bersama mereka bukanlah hal yang mudah untuk Viara, ditindas, dijadikan pembantu bahkan Viara sering tidak diberi makan jika melakukan suatu kesalahan.


Setiap hari bibinya berteriak padanya bahkan bibinya tidak sungkan untuk memukuli gadis manis itu karena bibinya suka berjudi dan mengkonsumsi minuman alkohol.


Saat paman dan bibinya mabuk maka Viara harus menerima pukulan dari paman dan bibinya yang gila karena pengaruh alkohol.


Sempat terpikir oleh gadis manis itu untuk pergi tapi dia tidak berdaya karena tidak ada tujuan, untuk gadis malang sepertinya tentu dia merasa takut jika dia pergi dari rumah bibinya karena dia takut akan bertemu dengan orang jahat dikota itu.


Hari itu sebelum ditolong oleh Sean direstoran, sepulang dari sekolah Viara langsung diajak oleh bibinya pergi membeli sebuah gaun.


Viara mengira jika bibinya sudah berubah dan menyayanginya karena sampai sekarang paman dan bibinya belum juga mempunyai anak.


Gadis manis itu mengikuti bibinya tanpa curiga sedikitpun dan hari itu tidak saja dibelikan sebuah gaun oleh bibinya tapi bibinya juga mengajak Viara pergi kesalon,bmerapikan rambutnya dan menghiasai wajah manisnya agar terlihat cantik.


Sebagai gadis yang tidak pernah diperhatikan sama sekali oleh bibinya tentu hal itu membuatnya bahagia, dia merasa bibinya sudah seperti ibunya saat itu.


Bibinya mengajak Viara menghabiskan waktu sampai malam dan mengajak gadis manis itu menuju kesebuah restoran, bibinya berkata jika mereka akan makan malam direstoran mewah itu dan pamannya sudah menunggu mereka.


Viara benar-benar senang, dia kira bibi dan pamannya sudah berubah dan mulai menyayanginya jadi dia mengikuti bibinya masuk kedalam restoran itu tanpa curiga.


Saat Viara dan bibinya masuk kedalam restoran, mereka berpapasan dengan beberapa orang yang juga memasuki restoran itu.


Viara melihat seorang pria yang sedang mengandeng tangan seorang wanita lewat disampingnya.


"Wah, om yang tampan dan kakak yang cantik, sungguh pasangan yang serasi." puji Viara dalam hati.

__ADS_1


Ya pria itu adalah Sean yang sedang mengandeng Adelia masuk kedalam restoran.


Selagi Viara sibuk mengagumi kakak adik itu tangannya langsung ditarik oleh bibinya untuk masuk kedalam sebuah ruangan.


"Viara, ayo cepat. Pamanmu sudah menunggumu." ajak bibinya.


"Baik bi." Viara mengikuti bibinya masuk kedalam sebuah ruangan tanpa curiga sedikitpun.


Didalam sana tampak pamannya sudah menunggunya dengan seorang pria tua yang tersenyum senang saat melihat kedatangan Viara.


Viara benar-benar tidak mengerti saat pamannya mengenalkan pria tua itu padanya.


"Viara, kenalkan ini tuan Arwan." ujar pamannya.


Viara mengulurkan tangannya dan pada saat itu, situa Arwan memegangi tangan Viara dan mengelus tangan mulus gadis itu.


Sontak saja Viara langsung menarik tangannya dari pegangan situa Arwan dan segera duduk disamping bibinya.


"Ada apa ini?" Viara bertanya dalam hatinya.


Dia jadi curiga dengan paman dan bibinya, apa mereka menyembunyikan sesuatu darinya?


"Viara sayang, om Arwan ini calon suamimu." ujar bibinya.


"Bibi, maksudmu apa?"


"Viara, kau harus balas budi pada kami, kami telah membesarkan dan menjagamu selama ini jadi kau harus jadi istri ketiga om Arwan." kata pamannya.


"Apa? Istri ketiga?" Viara langsung bangkit berdiri.


"Paman, bibi, kenapa aku harus menikah dengan kakek-kakek ini?" tanyanya.


"Viara, jaga ucapanmu!" bentak pamannya yang sedang duduk didepannya dan pria itu langsung melotot kearahnya.


"Paman, Viara masih belia dan Viara belum mau menikah!"


"Tidak bisa, kau harus menikah dengan om Arwan sebagai penebus hutang kami." kata pamannya lagi.


"Pokoknya Viara tidak mau menikah dengan kakek-kakek itu."

__ADS_1


Viara Segera berlari keluar dari ruangan itu sedangkan paman dan bibinya langsung mengejar Viara.


"Via, jangan lari! Cepat masuk sini." teriak bibinya.


"Tidak mau, aku tidak mau dijodohkan dengannya." teriak Viara.


Saat gadis itu berlari, Viara melihat om tampan yang dia lihat tadi sedang berada didepannya jadi tanpa ditunggu lagi Viara langsung berlari kearah om tampan itu dan memeluknya.


"Om tolong aku, tolong bawa aku pergi karena aku tidak mau dijodohkan dengan kakek-kakek yang ada didalam sana." pinta Viara.


Saat itu om tampan yang dipeluknya melihat kearahnya, Viara menangis dan berharap om tampan itu mau membantunya.


Viara terus memohon pada om tampan itu, jika boleh memilih lebih baik dia dibeli oleh om tampan itu dan dijadikan istrinya dari pada dengan kakek-kakek yang ada didalam sana.


Viara terus memohon tapi siapa sangka, om tampan itu mau menebusnya dengan membayar hutang pamannya yang bernilai dua ratus juta.


Viara sungguh lega, seandainya menjadi istri kedua dari om tampan itupun Viara tidak keberatan apalagi om tampan itu berkata jika Viara sudah menjadi miliknya.


Viara dibawa pulang oleh sisuper heronya kerumahnya, sungguh tidak Viara duga, wanita cantik yang dia lihat direstoran tadi adalah adik perempuan dari si om tampan yang menolongnya.


Dia kira mereka suami istri tapi ternyata dia salah. Viara juga senang ternyata keluarga om tampan yang dia tahu bernama Sean ternyata sangat baik padanya.


Viara benar-benar bersyukur telah dibantu oleh Sean, tidak saja ditolong dari kakek-kakek dan dibawa kerumah itu tapi om Roy dan tante Mirna bahkan menganggap Viara sebagai putri mereka.


Semenjak masuk kedalam rumah itu, Viara merasa mendapat keluarga yang sesungguhnya dan merasa dicintai apalagi Adelia dan Sean sangat baik padanya.


Viara masih menyembunyikan wajahnya dibawah bantal dan pada saat itu ,pintu kamarnya diketuk dari luar.


"Viara, turun makan." terdengar suara Sean diluar sana.


Viara langsung duduk diatas ranjang.


"Kak Sean, bagaimana ini?" ucapnya dan dia mulai panik karena dia belum siap bertemu muka dengan Sean.


"Viara?" panggil Sean lagi.


"Baik om, eh kak Sean. Viara akan segera turun." teriaknya.


"Jangan lama!" ucap sean lagi dan dia segera berlalu pergi.

__ADS_1


Viara turun dari atas ranjang dan menepuk Wajahnya sambil berkata:


"Oke Viara, tidak perlu malu!" ucapnya dan dia segera keluar dari kamarnya yang pastinya harus mempersiapkan diri saat bertatap muka dengan Tante Mirna dan dengan Sean pria yang telah menciumnya.


__ADS_2