Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C10. Rasa Seara


__ADS_3

Seara membuka kedua kelopak mata nya perlahan-lahan. Seulas senyuman kecil terukir indah di bibir nya kala sayup sayup terdengar suara Anan tengah murottal di dalam kamar nya.


Anan menghentikan lantunan murottal nya kala melihat Seara tengah menggeliatkan tubuh nya di atas kasur.


Kedua nya saling melemparkan senyuman ketika tatapan mereka bertemu, Anan menyelesaikan lantunan murottal nya hingga tanda A'in dan menutup murottal nya dengan mengucapkan kalimat Tashdiq.


" Nyenyak banget tidur nya, tadi sudah sarapan? " Tanya Anan ketika tiba di samping Seara, yang di balas anggukan oleh Seara.


" Kok sudah balik lagi? " Tanya Seara, Anan mengusap lembut pucuk kepala Seara, entah mengapa sejak Seara sah menjadi istri nya semalam, Anan paling suka sekali mengusap pucuk kepala Seara sambil sesekali menggumamkan baitan do'a yang dibaca dalam hati nya.


" Kenapa?. Apa Saya nggak boleh dekat sama Istri Saya sendiri? " Seara berdecak kesal karena Anan malah bertanya balik.


" Jangan lupa kalau Kamu saat ini juga masih ada istri yang lain" Ucapan Seara di balas tawa kecil Anan, karena saat mengucapkan kalimat tersebut bibir Seara mengerucut dan ada nada kesal dalam kalimat yang di ucapkan wanita cantik itu.


" Bagaimana kalau ternyata istri yang lain itu haram untuk di sentuh? " Ucapan Anan membuat Seara menatap heran kepada Anan.


Anan bangkit dari duduknya " Sudah lewat adzan dzuhur, sholat lalu makan siang. Tadi Saya membuatkan Nona Ayam teriyaki dan tumis brokoli " Seara hanya mengangguk pelan lalu beranjak dari posisi nya berjalan menuju kamar mandi.


" Nona Ara ngak apa? " Pertanyaan Mbak Yuni membuat Anan tersenyum kecil dan Seara terlihat grogi, apalagi saat Mbak Yuni melihat kearah Seara dengan miris ketika Seara melangkah dengan hati hati atau lebih bisa dibilang jalan Seara kali ini mirip dengan penguin.


" Nggak apa apa Mbak " Seara menjawab sekena nya demi menghindari pertanyaan lanjutan Mbak Yuni.


" Makanlah " Ucap Anan menyerahkan piring yang sudah berisikan nasi, sementara lauk nya masih berada di piring masing masing.


" Kamu nggak ikut makan? " Tanya Seara sambil mengambil lauk.

__ADS_1


" Tadi sudah " Jawab Anan lalu meletakkan segelas air putih di hadapan Seara.


" Enak? " Seara mengangguk pelan menjawab pertanyaan Anan.


" Yakin ini Kamu yang buat? " Anan tertawa kecil mendengar ucapan Seara yang meragukan hasil masakan nya.


" Kalau nggak percaya tanya aja sama Mbak Yuni " Ucap Anan mengarahkan dagu nya kepada Mbak Yuni yang tengah mencuci peralatan bekas memasak Anan.


" Benar Non Ara, itu semua Mas Anan yang masak Non" Ucap Mbak Yuni.


" Enak ya Non, Saya aja sampai nambah dua kali " Kekeh Mbak Yuni.


Seara menyelesaikan makan siang nya dengan di temani oleh Anan juga Mbak Yuni, ketiga memang sering terlibat percakapan kalau mereka sedang berada di ruang makan.


Tak jarang Seara juga mengajak Pak Agung dan Pak Slamet makan bersama di meja makan, sikap Seara yang ramah dan tak pernah memandang status sosial membuat ketiga Asisten Rumah Tangga nya itu kerasan tinggal di rumah Seara, dan hanya mengambil jatah libur mereka setiap akhir minggu saja.


Sementara Pak Agung setiap sabtu sore akan pulang ke rumah nya yang berada di perkampungan yang tidak jauh dari kediaman Seara.


" Mbak, hari ini jadi belanja mingguan nggak? " Tanya Seara kepada Mbak Yuni, ketika Mbak Yuni menyuguhkan secangkir teh hangat untuk menemani siang hari Seara, sementara Anan tampak sedang sibuk mencuci mobil yang biasa di kemudikan nya tersebut.


" Jadi Nona Ara, kebetulan ikan dan kawan kawan nya sudah habis, tapi kalau sayuran masih ada " Jawab Mbak Yuni.


" Ya sudah, biar nanti Saya dan Dito saja yang pergi. Mbak dan Pak Slamet bisa malam mingguan pergi ke pasar malam " Ucap Seara menggoda Mbak Yuni, membuat wajah Mbak Yuni merona.


" Nona Ara bisa saja " Ujar Mbak Yuni malu malu.

__ADS_1


" Mas Anan ganteng juga ya Non " Seara mengalihkan pandangan nya yang sejak tadi hanya tertuju kepada Anan yang sedang mengeringkan mobil yang baru saja selesai di cuci nya.


Senyuman kecil Seara terukir membalas ucapan Asisten Rumah Tangga nya itu.


" Mas Anan tuh ibarat mendapatkan durian runtuh bisa menikah dengan Non Ara " Mbak Yuni menepuk bibir nya karena keceplosan membahas pernikahan dadakan Seara tadi malam.


" Dito pria yang baik. Kalau semalam Saya pergi sendiri tidak dengan Dito, bisa jadi kondisi Saya tidak seperti saat ini Mbak " Ucap Seara yang merasa sangat bersalah karena harus melibatkan Anan dalam hubungan pernikahan.


" Bisa saja semalam saya bertemu pria brengsek yang akan meninggalkan Saya sendirian setelah hasrat nya terpuaskan, jikalau Dito tidak mengantar Saya dan ikut masuk kedalam menemani Saya semalam " Ujar Seara menghela nafas pelan.


" Lalu bagaimana perasaan Non Ara terhadap Mas Dito sekarang? " Seara mengulum senyuman kala melihat Mbak Yuni kembali menepuk-nepuk bibir nya karena lagi lagi melontarkan pertanyaan nyeleneh kepada majikan nya tersebut.


" Entahlah Mbak. Mbak kan tau sendiri sebelum Saya melanjutkan sekolah keluar negeri, hubungan Saya dan Dito juga cukup dekat, dan Saya sudah menganggap nya sebagai adik Saya sendiri " Ucap Seara. Mbak Yuni mengangguk paham akan ucapan Seara yang benar nyata ada nya.


Anan kecil adalah sosok yang sangat di sayangi oleh Pak Gunawan, Ayah Seara yang memang menginginkan mempunyai anak laki laki itu sangat senang ketika Pak Budi membawa Anan ke rumah nya.


Sebenarnya Seara mempunyai seorang adik laki laki. Namun takdir berkata lain, pada saat Mama Seara melahirkan anak kedua nya itu, Maria sang Mama harus menghembuskan nafas terakhir nya karena menderita preeklamsia berat saat melahirkan, sehingga membuat Ibu dan bayi yang dilahirkan tidak bisa di selamatkan.


Seara yang saat itu baru berusia 7 tahun tentu saja sangat terpukul menerima kenyataan tersebut. Seara kecil sempat depresi hingga membuat sang Papa semakin sedih.


Beruntung saat itu Pak Budi selaku supir baru Pak Gunawan, tidak sengaja mengajak Anan kerumah Pak Gunawan, karena pada saat itu Anak sedang libur sekolah.


Anan kecil adalah anak yang ramah dan baik hati serta sedikit cerewet, sempat membuat Seara kecil kesal karena Anan yang bawel selalu bertanya kenapa Seara selalu saja cemberut padahal kalau Seara tersenyum, Seara akan cantik seperti seorang putri.


Hampir setiap libur sekolah Pak Gunawan selalu meminta Pak Budi untuk membawa Anan kerumah guna menemani Seara yang lambat laun sudah bisa menerima kehadiran Anan, bahkan gadis kecil itu menganggap Anan kecil sebagai adik nya, sehingga ketika liburan tiba Anan yang juga seorang Piatu itu akan menemani sang Ayah menyupiri Seara yang senang sekali berlibur ke pantai guna melihat lautan lepas.

__ADS_1


Ya karena sering nya diajak Seara menikmati lautan lepas, Anan kecil yang cadel itu pun tak bisa memanggil nama Seara dengan benar, sehingga Sea lah yang di pilih Anan kecil sebagai nama panggilan Seara.


__ADS_2