
Umi Ara dan Mama Nita terlihat sibuk dengan kegiatan mereka mempersiapkan khitbah rahasia Dava dan Zahra dari Davi.
Ya Davi. Tiba-tiba semalam tepatnya sebulan setelah Dava mengutarakan niat nya untuk mengkhitbah Zahra , Davi meminta kepada Papa dan Mama nya agar menjauhkan Dava dari Zahra, karena Davi ingin Zahra menjadi kekasihnya. Dan hal itu sontak mendapatkan penolakan dari Papa dan Mama nya.
Dengan alasan tak mengenal pacaran dalam agama nya, mereka menolak usulan Davi. Bahkan mereka pun menjelaskan kepada Davi kalau Zahra akan di khitbah oleh pria yang mencintai dan di cintai Zahra selepas pengumuman kelulusan Zahra.
Sontak saja hal itu membuat Davi berang dan langsung meminta kepada kedua orang tua nya tersebut agar membatalkan khitbah Zahra yang Davi sendiri tidak tahu kapan akan di laksanakannya.
Karena itulah pagi hari nya Mama Nita menghubungi Umi agar khitbah Dava dan Zahra bisa dilaksanakan hari ini juga setelah mereka selesai melaksanakan Ujian Nasional yang tengah mereka jalani hari ini.
"Zahra" Zahra dan Dava melihat kearah Davi yang berjalan menghampiri mereka setelah mereka selesai melaksanakan hari terakhir ujian Nasional.
"Umi bilang Lo pulang bareng Gue!" Zahra menepis tangan Davi ketika Davi ingin menyentuh lengan nya.
"Boong Lo. Umi nggak telpon Gue!" Ucap Zahra mengabaikan perintah Davi. Gadis cantik itu kini sudah memakai helm nya setelah di bantu Dava karena kesulitan mengaitkan pengaman helm yang di kenakannya.
"Lo yang bawa Va. Kan kemarin SIM udah keluar" Titah Zahra yang sudah duduk manis di jok belakang motor matic nya.
"Siap Nyonya" Ucap Dava yang langsung mendudukan tubuhnya di depan Zahra.
"Minggir Lo Vi. Kita mau balik" Ucap Zahra menyuruh Davi menggeser posisi berdiri nya karena menghalangi motor Zahra.
"Kami duluan Davi. Assalamu'alaikum " Ucap Dava sebelum menjalankan motor nya, tanpa menunggu jawaban salam dari Davi.
Davi menatap kesal kepergian Dava dan Zahra. Padahal awal nya Dia berniat mengajak Zahra makan siang bersama lalu mengungkapkan perasaan nya kepada gadis yang di sukai nya itu.
Namun justru Zahra menolak keras pulang bersamanya dan lebih memilih pulang bersama Dava saudara kembar nya yang selalu berpenampilan culun itu.
__ADS_1
"Sial."Umpat kesal Davi menendang angin. Lali berjalan menuju mobil nya.
Sementara itu Dava melajukan motor Zahra menuju tempat yang sudah diberitahukan oleh kedua orang tua mereka melalui pesan singkat.
Namun sebelum itu mereka berdua pergi terlebih dahulu ke sebuah butik milik Zahra yang siwariskan dari Umi Ara untuk mengganti pakaian seragam mereka dengan pakaian yang sudah mereka pesan beberapa minggu yang lalu.
"Motor nya nanti di taruh di garasi dalam butik aja Va, Aku takut Davi akan mencari Aku kesini dan maksa Mbak Meta buat ketemuan sama Aku" Ucap Zahra sesaat setelah mereka tiba di butik.
"Iya. Papa juga sudah kirimkan mobil hadiah ulang tahun Aku ke butik Kamu" Jawab Dava menunjuk ke sebuah mobil mini yang cocok di gunakan oleh anak muda pada umumnya.
"Tau aja Papa selera anak nya" Dava tertawa kecil lalu mengusak pucuk kepala Zahra dengan lembut.
"Aku parkir motor dulu kedalam ya. Kamu masuk saja duluan" Zahra menganggukkan lalu berjalan meninggalkan Dava yang tengah memarkir motor Zahra di dalam garasi yang berada di dekat gudang produksi.
"Assalamu'alaikum" Salam sapa Dava ketika baru memasuki ruangan fitting baju.
"Waalaikumsalam. Masuk Mas Dava, Mbak Za nya sedang ganti baju dulu. Sebentar ya Mas, Aya ambilkan baju pesanan Mas Dava dulu" Ucap Meta membalas salam Dava sekaligus memberitahukan Dava keberadaan Zahra.
"Ini baju pesanan Mas Dava. Mau di pakai sekarang?" Dava kembali mangangguk lalu berjalan ke sebuah ruangan tempat ganti pakaian.
"Mau di make-up sekalian Mas?" Pertanyaan Meta di jawab Dava dengan gelengan kepala.
Meta menghela nafas pelan, Dava memang jauh berbeda dengan Davi. Kalau Davi yang datang ke butik remaja itu akan tebar pesona bahkan Meta pun kini menjadi salah satu mantan Davi setelah remaja itu berhasil menggoda wanita berusia 19 tahun itu beberapa bulan yang lalu.
Beda dengan Dava, remaja itu lebih cenderung pendiam bahkan sangat diam. Meta saja nyaris tak mendengar suara Dava kecuali salam sapa dan pamit nya.
Selain itu penampilan Dava yang terlihat culun dan tak menarik membuat para lawan jenis nya enggan mendekati nya.
__ADS_1
"Wah Mbak Za cantik banget" Dava mengalihkan pandangan dari gadget nya. Dibalik keterkejutannya kala melihat penampilan Zahra saat ini, seulas senyuman terukir di wajah Dava yang menjadi pertanda kekagumannya atas penampilan Zahra.
"Mau ada acara apa Mbak?" Tanya Meta merapikan hiasan di kepala Zahra yang kini tertutupi oleh hijab yang senada dengan pakaian yang di kenakannya.
"Ada acara pernikahan kerabat Mbak" Jawab Zahra menutupi acara nya dan Dava dari Meta.
"Kok Mas Davi nya nggak ikut?" Belum sempat Zahra menjawab Dava terlebih dahulu menghampiri Zahra yang terlihat sudah selesai dengan pakaiannya.
"Umi dan Mama uda nanyain Kak" Ucap Dava yang masih belum mengenakan pakaiannya.
Zahra melihat kearah Dava dengan heran, karena hanya mengenakan kaos yang tadi di pakai nya.
"Kamu nggak ganti baju dulu?" Tanya Zahra.
"Nanti aja. Gampang kok cuma tinggal pakai kemeja aja" Jawab Dava santai lalu meninggalkan ruangan fitting tanpa pamit dengan Meta yang ternyata sejak tadi memperhatikan Dava dengan sembunyi sembunyi.
"Ih Dava, tungguin" Zahra berjalan menyusul Dava dengan Meta yang mengekori nya di belakang Zahra.
"Kok kaya ada yang aneh ya. Acara keluarga tapi Bu Ara minta di buatkan pakaian couple, dan juga kenapa Davi nggak ikut?. Apa Aku harus tanya ke Davi ya?" Monolog Meta dalam hati.
Apalagi saat melihat Dava menggenggam tanggal Zahra dan tak mendapatkan penolakan dari Zahra, gadis itu justru terlihat tak segan membalas gengaman tangan Dava saat berjalan dan kemudian memasuki sebuah mobil yang sejak tadi pagi membuat Meta keheranan karena ada mobil parkir di depan butik tanpa tau siapa pemilik nya karena saat mobil itu datang butik masih tutup.
"Hati-hati" Ucap Dava saat membuka pintu bagian penumpang yang di angguki Zahra saat memasuki mobil.
Kedua bola mata Meta tampak membulat saat Dava memakainya seatbelt Zahra dari luar mobil dan lagi-lagi Zahra tampak biasa saja saat tubuh Dava dekat dengan nya.
Padahal biasa nya kalau Davi yang berada di dekatnya Zahra tak segan-segan marah kepada Davi.
__ADS_1
"Mata Mbak Za pasti sudah kotok, masa suka nya yang modelen culun katro begitu sih. Bahkan Davi jauh lebih dari segalanya dibandingkan Dava" Monolog hati Meta saat mobil yang Dava kemudikan berjalan meninggalkan parkiran butik.
"Aku harus bertanya sama Davi!"