Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C53. Bisik Doa Bersama


__ADS_3

Anan dan Seara memutuskan untuk pulang ke rumah mereka setelah menyelesaikan masalah trio ghibah dan juga Bian.


Sementara Wisnu dan Nita memutuskan untuk merapikan beberapa berkas penilaian kinerja karyawan yang akan mereka panggil besok.


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam ketika Wisnu merenggangkan tubuh lelah nya bersandar pada kursi kerja.


Pandangan nya beralih kepada Nita yang seperti nya juga baru menyelesaikan pekerjaan nya.


"Eh" Nita terkejut ketika terasa usapan lembut di pucuk kepala nya. Kepala nya tengadah dan di dapatinya Wisnu tengah mengusap lembut pucuk kepala nya dengan seulas senyuman yang baru kali ini Nita lihat sangat mengagumkan, hingga membuat detak jantung Nita berdegub dengan kencang.


Sebuah hal yang baru saja Nita alami selama menjadi sekretaris Wisnu. Pria yang biasa nya setiap hari itu membuat nya kesal, entah mengapa sejak mensahkan diri nya sebagai istri nya itu semakin terlihat tampan, menggemaskan dan pasti nya menggoda iman.


"Astaghfirullah, kenapa otak jadi travel ingat roti sobek bernafas sih" Bisik hati Nita berucap, pasal nya kini dia di hadapkan dengan bagian perut Wisnu yang tengah berdiri di hadapannya, membuat ingatannya kembali di pagi hari tadi, saat Wisnu hanya mengenakan handuk nya dan menampakkan otot perut nya yang menggoda iman.


"Udah selesaikan?" Nita mengangguk menepis kegugupannya di hadapan Wisnu.


"Ya udah balik yuk. Cape juga" Ucap Wisnu menyodorkan tangan kanan kearah Nita.


Nita menatap penuh kebingungan tangan kanan yang Wisnu sodorkan bergantian dengan wajah Wisnu yang tengah menatap Nita tak kalah bingung.


"Ck, punya istri polos nya kebangetan banget." Gerutu Wisnu yang akhir nya menarik Nita bangkit dari duduk nya.


"Eh, Pak ish ngapain sih." Protes Nita saat Wisnu justru memeluk pinggang nya serta merapatkan tubuh mereka hingga dada mereka tak berjarak.


"Nggak usah protes". Nita memukuli bahu belakang Wisnu ketika tiba-tiba saja Wisnu mel**** bibir Nita tanpa permisi.

__ADS_1


Wisnu melepaskan pa******nya di bibir Nita ketika wanita mulai terasa ngos-ngosan.


"Manis" Ucap Wisnu lembut seraya mengusap bibir Nita yang baru saja di nikmati nya itu.


Wajah Nita seketika itu juga merona akibat perlakuan juga ucapan Wisnu yang berhasil membuat detak jantung nya semakin berdegub kencang.


"Apaan sih" Ucap Nita gugup lalu memukul pelan dada Wisnu yang masih melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Nita. " Balik yuk. Lapar. Belum makan malam" Wisnu melepaskan kedua tangan nya dari pinggang Nita, dan mengalihkan tangan kanan nya untung merangkul bahu wanita yang tinggi badan nya hanya sebatas dada nya itu dengan mesra.


"Ya udah mau makan malam di mana? Restoran China, Korea, Perancis atau _".


"Pecel lele Cak Endut aja. Murah meriah enak dan pasti nya bikin kenyang" Ucap Nita memotong ucapan Wisnu.


"Orang diajak makan malam yang romantis ini malah milih yang ekonomis"


Kedua nya berjalan keluar ruangan Wisnu dengan saling bergengaman tangan dengan erat.


Flash back on


"Kenapa?. Kamu nggak tertarik sama Bang Wisnu Nit?" Tanya Seara di saat sedang menikmati aneka kuliner yang di adakan kantor tadi.


Kedua nya mengambil duduk yang sedikit ke belakang agar perbincangan mereka tidak terdengar karyawan lain nya.


"Bang Wisnu baik lho. Ibadah nya rajin, orang penyabar juga penyayang. Tapi tetep ya Mas Anan ku jauh lebih menang segala nya dari Bang Wisnu hehehe" Seara sampai tertawa cekikikan dengan apa yang di ucapkan yang hanya ditanggapi Nita helaan nafas.


"Ya pasti nya lah Mbak bakal menangin Pak Anan, orang Pak Anan suami nya Mbak, mau kehilangan jatah skin care kalau Mbak muji-muji Pak Wisnu di depan. Pak Anan?" Celoteh Nita yang di balas tawa kecil Seara.

__ADS_1


"Nah tuh tau. Banyak lho wanita yang ngejar-ngejar Bang Wisnu, tapi Bang Wisnu nggak pernah nanggapin mereka. Dan aneh nya Bang Wisnu itu justru lebih sering gangguin Kamu. Kamu tau nggak kenapa Dia suka banget gangguin juga bikin Kamu kesel sama Dia?" Nita menggelengkan kepala nya pelan.


Seulas senyuman terbit di wajah Seara "Karena Dia tertarik sama Kamu" Nita memandang Seara dengan tatapan bingung karena ucapan Seara.


Seara menganggukkan kepala nya kepada Nita "Ya Bang Wisnu tertarik sama Kamu. Kamu sadar nggak sih sikap menyebalkan nya cuma sama Kamu aja. Sementara sama wanita lain nya sikap nya sangat acuh?. Dan itu semua di lakukan nya agar menarik perhatian Kamu. Ya hanya Kamu" Ucapan Seara membuat rona wajah Nita seketika itu juga merona dan membuat Seara menyenggol lengan Nita dengan menggoda Nita.


"Cie muka nya merah, deg deg an nggak?. Ini baru omongan Aku lho, apalagi Bang Wisnu yang ngomong. Bisa ngacak ngacak sampah kali Kamu Nit" Nita mendengus kecil karena ucapan istri bos besar nya yang semakin hari terkadang suka nyeleneh.


Flash back Off


Nita membalas genggaman tangan Wisnu dengan menautkan jemari nya dengan jemari Wisnu hingga membuat Wisnu terkejut lalu menatap kearah Nita yang juga tengah menatap nya dengan mengulas senyuman.


Wisnu membalas senyuman Nita dan mengusap lembut pucuk kepala Nita seraya melanjutkan langkah mereka menuju parkiran.


"Tak ada salah nya untuk membuka hati bukan?. Semoga Pak Wisnu tidak seperti Bram" Monolog hati Nita kala berjalan bersama dengan Wisnu.


"Akhirnya, setelah beberapa tahun, Kamu bisa luluh juga Nita. Maaf kalau Aku harus menjebak Kamu untuk mengikat Kamu menjadi milikku" Bisik hati Wisnu lalu mengecup punggung tangan Nita yang masih dalam tautan jemari mereka membuat Nita tersenyum malu karena perlakuan manis yang Wisnu berikan kepada nya.


"Bismillah, semoga ini memang jodoh kita dunia dan akhirat. Aamiin" Bisik doa dalam hati mereka secara bersama, dengan saling bertatapan ketika masuk kedalam mobil yang akan di kemudian oleh Wisnu.


Roda mobil Wisnu membelah jalan raya ibu kota yang masih tampak sibuk walaupun sudah menunjukkan pukul delapan malam, membuat perjalanan mereka sedikit tersendat dan menciptakan suasana yang masih canggung diantara Wisnu dan Nita.


Kedua nya saling terdiam sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing. Suasana yang biasa nya ramai dengan debat receh di antara mereka, kini terasa sunyi. Wisnu hanya terdiam tak mengucapkan sepatah kata pun yang biasanya bisa membuat emosi Nita memuncak.


Hal yang sama pun di lakukan oleh Nita. Wanita itu memang biasanya selalu diam kalau Wisnu tidak mulai percakapan yang pasti nya akan berakhir dengan perdebatan.

__ADS_1


"Ck" Wisnu berdecak kesal karena tak bisa mencairkan suasana sunyi diantara mereka. Hal itu membuat Nita mengalihkan pandangannya kearah Wisnu dengan heran dan bertepatan dengan Wisnu yang juga mengalihkan pandangan nya kearah Nita.


"Kenapa?" Nita merutuki pertanyaan yang keluar dari mulut nya kalau Wisnu memandang nya.


__ADS_2