Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C38. Ayah Kandung Pras


__ADS_3

"Jadi Pras dan Clara, saran Saya lebih baik kalian menerima keputusan yang sudah Saya buat, atau kalian tidak akan mendapat apa pun!"


Pras dan Clara hanya bisa menerima keputusan Pak Wibi dengan pasrah. Benar apa yang Pak Wibi ucapkan, lebih baik Pras menerima keputusan Pak Wibi dibandingkan harus terus merengek, bisa bisa Pras tidak mendapatkan apa pun.


Lain hal nya dengan Clara mau merengek sampai menangis keluar air mata darah pun, Pak Wibi tidak akan memberikannya sepeserpun warisan untuk nya. Hanya saja sebagai bentuk kemanusiaan Pak Wibi akan membiayai pendidikan Vania dengan uang saku yang sudah Pak Wibi siapkan dan akan di serahkan dan di atur oleh pihak sekolah yang saat ini menjadi tempat Vania menuntut ilmu setiap bulan nya.


Pembacaan warisan telah selesai di bacakan oleh Pak Bambang. Para pihak yang mendapatkan bagian warisan pun sudah menandatangani bagian mereka masing-masing.


Namun masih ada yang menjadi ganjalan dalam hati juga pikiran Pras. Jikalau Dia bukan anak kandung Pak Wibi, lalu siapakah ayah kandung nya.


Apa pria yang selama ini menjadi ayah Anan adalah ayah kandung nya?. Pasal nya Pria yang itu tadi sempat mengakui Mama nya sebagai mantan istri nya sebelum Mama nya mengaku hamil diri nya kepada Pak Wibi.


"Maaf, apakah Saya boleh mengajukan sebuah pertanyaan?"


Suasana kembali senyap sesaat setelah Pras selesai bertanya. Anggukan Pak Wibi membuat Pras berani untuk mengajukan pertanyaan mengenai siapa ayah kandungnya.


"Kalau Pa_, maksud Saya Pak Wibi bukan ayah kandung Saya, lalu siapakah ayah kandung Saya?" Tanya Pras lirih.


Pak Wibi menghela nafas nya lalu melihat kearah Pak Budi yang dibalas Pak Budi anggukan kepala nya.


"Berdasarkan penyelidikan dan pengakuan yang bersangkutan. Maaf, Saya harus bilang kepada Kamu kalau Kamu adalah anak dari Mang Surya"


Ucapan Pak Wibi membuat Pras merasakan bagai di sambar petir. Bagaimana bisa kalau Pria yang sejak kecil selalu dihina serta di caci maki nya itu bahkan Pras secara langsung mengusir Mang Surya, saat pria paruh baya itu meminta Pras untuk berhenti selingkuh dengan Clara ternyata adalah ayah kandung nya.

__ADS_1


Kebodohan apa yang membuat Mama nya tega mengkhianati suami nya serta menjebak Pak Wibi untuk menikahi sang Mama karena kehamilannya dengan supir pribadi Pak Wibi, dan alangkah bodoh nya saat Dia menutup mata ketika melihat Mang Surya dan Mama nya terkadang berbincang-bincang akrab ketika Dia masih kecil dulu.


Pras menghela nafas frustasi, sentuhan lembut Clara yang berusaha menenangkan nya itu langsung di tepis Pras dengan kasar.


"Jangan sentuh!" Bentak Pras membuat Clara dan yang lain nya pun terkejut.


"Pras_". Pras menghiraukan panggilan Clara. Pria itu memilih berdiri untuk pamit dari kediaman Pak Wibi.


"Kalau begitu Saya permisi dulu Pak. Mohon maaf atas segala perbuatan buruk yang sudah Saya dan Mama Saya lakukan terhadap Bapak dan keluarga Bapak." Pras menundukkan separuh tubuh nya sebagai tanda permintaan maaf dan penyesalan nya kepada Pak Wibi.


"Mulailah menata hidup kamu dengan benar. Saya rasa Kamu bisa memulai itu dengan baik" Pras mengangguki ucapan Pak Wibi. Pria muda itu mengucapkan salam sebelum akhir nya melangkah pergi keluar dari rumah Pak Wibi dengan di ikuti Clara.


Pras mengemudikan kendaraan dengan cukup kencang membuat Clara yang berada dalam kursi penumpang di samping nya pun menjadi ketakutan.


Sejak meninggalkan kediaman Pak Wibi, Pras hanya terdiam. Bahkan pria itu tak menanggapi ocehan Clara yang sejak tadi terus menerus memberikan tanggapan lebih tepat nya protesan kepada Pras yang hanya bisa menerima keputusan Pak Wibi.


"Pras. Oh My God. Aku masih belum mati ya. Kalau Kamu mau mati, mati sendiri saja Kamu!" Pras menghentikan secara paksa mobil nya karena bentakan Clara kali ini membuat nya semakin merasa kesal.


Pras menatap tajam Clara, bahkan Pria itu sampai memajukan tubuh nya menghadap kearah Clara, lalu menarik wajah Clara danmencengkam keras dagu Clara dengan tangan kanan nya hingga membuat Clara mendongakkan kepala nya keatas menatap langit-langit mobil.


"Sakit Pras" Rintih Clara meringis kesakitan. Namun Pras yang seolah tuli atas rintihan Clara itu semakin mengeratkan cengkraman kepada Clara.


"Semua nya karena Kamu" Bentak Pras tepat di wajah Clara, bahkan Clara dapat merasakan hembusan nafas Pras yang menggebu-gebu menahan amarah nya.

__ADS_1


"Kalau Kamu tidak menawarkan tubuh murah mu, pasti Aku tak akan seperti ini!" Pras membentak Clara semakin kencang, bahkan tanpa segan-segan Pras mendorong wajah Clara yang masih berada dalam cengkraman nya sampai sesekali kepala belakang Clara mengenai kaca mobil bagian penumpang.


"Dasar wanita ja****!. Kamu lah yang harus mati bukan Aku!" Pras melepaskan cengkraman nya dari wajah Clara dengan mendorong kencang kebelakang, hingga membuat kepala Clara terkena jendela kaca mobil.


Brugh


"Sakit Pras" Rintih Clara yang di hiraukan Pras. Pria itu kembali melanjutkan laju kendaraan dengan kencang dan langsung memasukkan mobil nya ke dalam Tol, dan kembali memacu kendaraan nya dengan kecepatan tinggi.


"Pelan-pelan Pras" Clara menyentuh lengan Pras namun di tepis kasar oleh Pras. Clara semakin meringis kesakitan lalu mengusap belakang kepala nya saat menyadari kalau belakang kepala nya tersebut terasa lengket.


"Ya Tuhan Pras" Pekik Clara saat melihat telapak tangan yang mengusap nya itu terdapat bercak darah.


"I'm bleeding Pras" Ucap Clara lirih, namun masih di acuhkan Pras. Pria itu justru menampilkan senyuman smirk nya saat tadi mata nya sekilas melihat kearah tangan yang Clara tunjukan.


Tanpa Clara sadari Pras membuka seatbelt Clara diam diam dan membuka kunci pintu secara otomatis saat Clara meringis kesakitan.


Pras mengalihkan jalur mobil nya memasuki Tol luar kota yang belum lama di resmikan dan dibuka. Lintas jalur yang sepi karena masih jarang mobil yang melintasi, serta rimbunan Pohon-pohon besar di sisi kiri jalan menjadikan jalur Tol tersebut sunyi dan sepi.


Dari kejauhan Pras tidak melihat ada nya tanda-tanda mobil yang akan melintas, dan secepat kilat pria itu menghentikan laju kendaraan nya di sisi kiri yang kebetulan sedikit curam di sertai lebat nya pohon-pohon, dan kemudian


Brugh


Clara berpikir Pras menghentikan laju mobil nya untuk melihat luka nya, namun dugaan itu salah. Pras justru membuka pintu bagian Clara dengan cepat lalu langsung mendorong tubuh Clara keluar dari mobil hingga membuat Clara terjatuh ke lemah yang curam itu.

__ADS_1


Pras langsung melajukan kendaraan nya dengan pelan saat dari kejauhan terlihat sebuah kendaraan yang akan melintas. Bukan tanpa alasan Pras melakukan kendaraan dengan pelan, Dia takut Clara masih bisa mencapai lembah curam tersebut dan meminta bantuan kepada mobil yang akan lewat beberapa saat lagi itu.


Setelah memastikan pengemudi itu tetap melintas dan bahkan sudah mendahului nya, dan juga sudah memastikan tidak ada pergerakan di tempat Pras mendorong Clara tadi, Pras pun kembali melanjutkan laju kendaraan nya menuju apartemen nya, guna langsung berangkat ke Sulawesi dengan tujuan melarikan diri dan pasti nya menikmati bagian yang di berikan oleh Pak Wibi.


__ADS_2