
Jam sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh malam ketika Wisnu dan Nita di apartemen Wisnu. Selepas mandi dan melakukan sholat isya berjamaah, sepasang pengantin baru yang kemarin mengucapkan akad itu kini tengah berbaring di atas ranjang kamar Wisnu.
Kedua nya tidur berdampingan dengan posisi terlentang sambil menatap plafon kamar saling terdiam.
Nita sesekali bergerak kala tubuh nya merasakan dingin nya hembusan angin AC. Nita yang terbiasa tidur dengan menggunakan kipas angin yang hanya di gunakan suara nya saja untuk memecahkan kesunyian, terlihat tak nyaman karena terdengar suara berisik mesin kipas angin.
"Kenapa?" Akhirnya Wisnu mengeluarkan suara nya setelah Nita yang tidur di samping nya itu terlihat gelisah.
"Em. Nggak apa-apa Pak eh Mas" Nita menjawab dengan gugup.
"Kamu nggak nyaman tidur bareng Aku?" Nita sedikit terkejut mendengar pertanyaan yang Wisnu ajukan. Bukankah semalam di kamar kost Nita mereka sudah tidur bersama walaupun tak melakukan apapun dan hanya tidur saling berpelukan?.
Wajah Nita merona mengingat semalam betapa nyaman tidur nya saat berada dalam pelukan Wisnu untuk pertama kali nya. Dan sekarang Wisnu bertanya apakah Dia tidak nyaman saat tidur seranjang dengan nya?.
Nita menghela nafas nya pelan lalu menggelengkan kepalanya.
"Terus kenapa gelisah?. Kaya Aku nagih hak aja" Rona wajah Nita kembali merona karena ucapan Wisnu.
"Bukan begitu. Saya biasa tidur dengan suara bising kipas angin. Sekarang sepi nggak ada suara. Jadi iseng tau Pak eh Mas" Wisnu tertawa kecil mendengar jawaban Nita.
Perlahan-lahan Wisnu memiringkan tubuh nya menghadap Nita yang masih setia menatap plafon kamar.
"Kenapa nggak bikin suara bising sendiri aja, supaya nggak iseng?" Nita memalingkan wajah nya kearah Wisnu dan menatap tajam pria yang tengah mengulas senyuman tipis di wajah nya.
"Kapan lagi bikin bising tapi dapat pahala?!" Ucapan ngawur serta senyuman Wisnu membuat Nita semakin salah tingkah.
__ADS_1
"Ganteng" Itulah bisik hati yang di utarakan Nita kala pandangan mata nya menangkap pesona wajah suami nya.
"Ngawur" Gumam Nita lalu mengalihkan pandangannya kembali kearah plafon. Namun rupa nya hati dan pikiran nya tak sejalan dengan apa yang di inginkan nya, karena tak lama kemudian tubuh nya justru memiringkan posisi nya untuk saling berhadapan dengan Wisnu.
Wisnu mengulurkan tangan nya meraih seuntai rambut Nita dan mengaitkan nya di belakang telinga Nita seraya mengumamkan sebait lagu yang menggambarkan isi hati nya saat ini "Kau cantik hari ini. Dan Aku suka"
Nita menundukkan kepalanya malu dengan lirik yang di lantunkan Wisnu. Wisnu bergerak perlahan tanpa merubah posisi nya mendekati Nita. Helaan nafas Wisnu yang berhembus dan mengenai pucuk kepala Nita membuat Nita baru menyadari kalau posisi nya terlihat sangat intim dengan suami nya.
Nita mendongakkan kepala nya guna menatap Wisnu yang tengah menatap nya. Wisnu menyentuh dagu Nita dan Perlahan-lahan mendekatkan wajah nya kewajah Nita. Dan_
Cup
Kedua bola mata Nita membulat kala bib** nya dan bi*** Wisnu bertemu untuk sesaat.
Wisnu melu*** bi*** Nita dengan lembut. Nita yang baru pertama kali merasakan tampak kikuk dan bingung, hingga Dia hanya bisa terdiam kala bi*** Wisnu mengeksplorasi bi*** nya, hingga tanpa Dia sadari Dia menahan nafas nya, dan membuat Wisnu menghentikan lu*****nya.
"Bernafas sayang. Ikuti insting Kamu untuk membalas nya" Bisik Wisnu yang di angguki pelan oleh Nita.
Wisnu kembali menyatukan bi*** nya dengan bi*** Nita, perlahan Nita mulai mengikuti apa yang dilakukan oleh Wisnu. Mulai bisa mengatur nafas di sela saling me***** dengan Wisnu, hingga tanpa kedua nya sadari kedua tangan Nita kini sudah melingkar di leher Wisnu dan tangan kanan Wisnu merengkuh belakang leher Nita dan tangan kiri nya merangkul pinggang Nita.
Tangan Wisnu mulai memindai di lekukan tubuh Nita, dan kini tak hanya bi*** Nita yang menjadi jarahan Wisnu, beberapa titik sensitif Nita pun kini tak luput dari jarahan bi*** Wisnu.
Semakin terhanyut hingga tanpa mereka sadari satu persatu pakaian mereka sudah terlepas dari tubuh mereka dan hanya menyisakan selembar selimut yang kini menutupi tubuh polos mereka.
Kini Wisnu mulai menjelajahi bukit tandus Nita, hingga membuat sang empu nya bukit pun menggerakkan tubuh nya di sertai the sah an yang semakin memancing Wisnu untuk menjelajahi seluk beluk tubuh Nita dengan seksama.
__ADS_1
Sama-sama baru melakukan untuk pertama kali membuat kedua nya disaat genting itu membuat kedua nya kikuk. Bahkan Wisnu yang rajin bermain bola dan sering kali menjadi pion saat pinalti terlihat kesulitan dan deg deg an seperti saat akan melakukan drama pinalti.
Berkali-kali Nita men the sah kala senjata Wisnu gagal menjebol dan selalu slip di sisi kanan atau kiri gawang.
Nita meringis kecil saat senjata Wisnu mendekati gawang Nita dan akhir nya _
"Mas_ Nitnit" Kedua saling memanggil satu sama lain saat Wisnu berhasil menjebol gawang Nita.
Nita mengambil nafas panjang saat dirasakan nyeri di inti tubuh nya ketika senjata Wisnu yang belum di kokang itu masih terdiam di gawang.
Tatapan cemas Wisnu ketika melihat Nita meringis berubah ketika Nita mulai mengusap lembut rahang nya seolah mengizinkan nya untuk bergerak.
Dan dengan perlahan-lahan senjata Wisnu mulai bergerak mengobrak-abrik gawang Nita hingga suara the sha an pun mulai membuat bising kamar yang tadi nya sunyi senyap.
Sepasang pengantin amatir yang baru pertama kali merasakan surga dunia itu pun mulai berpacu hingga beberapa menit kemudian. Wisnu mengumamkan sebait doa ketika senjata nya mulai di kokang untuk melesatkan jutaan peluru hidup yang siap menembus pertahanan Nita.
Kedua nya saling melenguh ketika pe**pa*** sudah mereka capai.
"Terima kasih sayang" Wisnu mengecup kening Nita dan kemudian merebahkan tubuh nya di samping Nita untuk kemudian memeluk tubuh polos Nita yang masih mengatur laju nafas nya.
Tak ada jawaban yang keluar dari bi*** Nita, namun Nita menyusupkan kepala nya ke dalam dada Wisnu yang di balas Wisnu dengan mengusap lembut pucuk kepala Nita dan sesekali mengecupi pucuk kepala itu dengan penuh kasih sayang.
"Istirahat lah. Maaf kalau membuat Kamu menjadi lelah" Bisik Wisnu, dan Nita pun semakin mengeratkan pelukan kepada Wisnu.
"Kamu tau sayang, rasa nya lebih mendebarkan dibandingkan saat akan melakukan drama pinalti" Ocehan nyeleneh Wisnu pun membuat Nita gemas dan akhir nya memukul pelan dada Wisnu, namun hanya kekehan tawa yang terdengar dari Wisnu.
__ADS_1