
" Dito" Panggil Seara lirih lalu melihat kearah Anan yang masih fokus menyetir mobil.
" Astaghfirullahalazim Non, jangan Non "
Anan menepis pelan jemari Seara, kala jemari itu mulai bergerak nakal menjamah tubuh Anan.
" Panas Dito " Rengek Seara yang kini menggelayut manja di lengan kiri Anan sambil menempelkan dada nya kepda Anan, dan hal itu membuat konsentrasi Anan yang tengah menyetir itu pun menjadi terganggu.
" Astaghfirullahalazim, istighfar Nona " Ucap Anan dengan nada meninggi, namun hal itu tak membuat jemari Seara diam kala menyusuri dada Anan yang masih berbalut kemeja.
" Panas Dito" Rengek Seara lalu menarik paksa wajah Anan kearahnya, hingga membuat Anan pun terpaksa meminggirkan mobil di bahu jalan.
" Istighfar Nona" Bentak Anan, yang tak di gubris oleh Seara. Bahkan wanita cantik itu kini membuat seatbelt nya dan langsung mendudukkan tubuh nya di pangkuan Anan, hingga membuat Anan terjungkal kebelakang.
" Astaghfirullah Nona " Anan mendorong pelan tubuh Seara hingga punggung Seara mengenai setir mobil " Akh" Pekik pelan Seara parau dan menggoda. Namun Seara justru mendorong tubuh Anan hingga bersandar di jok mobil.
" Tolong Dito, ini panas, badan Aku sakit semua nya " Bisik Seara merapatkan tubuh nya kepada Anan.
" Brengsek " Umpat Anan yang baru menyadari kalau Seara sedang dalam keadaan terang****. " Maafkan Saya Nona" Dengan terpaksa Anan memukul punggung leher Seara hingga membuat wanita cantik itu akhir nya tak sadarkan diri.
Anan pun memindahkan Seara ke kursi belakang setelah mengikat tubuh Seara, Anan segera melajukan mobil dengan kencang menuju rumah Seara.
Pikiran Anan semakin kalut kala melihat Seara yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri itu terlihat menggeliat sambil mende*** menahan gai***.
Melihat hal tersebut, Anan pun segera menghubungi Yulia, Dokter pribadi Seara yang merupakan sahabat Seara saat SMP dulu, melalui HP Seara.
" Assalamu'alaikum Ra " Salam sapa dari seberang sana.
" Waalaikumsalam Bu Yulia, maaf ini Anan. Bisa kah Ibu kerumah Nona sekarang juga? " Ucap Anan panik saat Seara semakin menggeliat sambil memanggil nama Anan dengan parau.
" Anan? "
" Iya Anan, eh Dito Bu" Ucap Anan gugup.
__ADS_1
" Ada apa Nan?. Ara kenapa? " Tanya Yulia panik saat Dia mendengar suara Seara yang merintih.
" Saya nggak tau Bu, tapi seperti nya Nona meminum minuman yang ada obat perang**** nya Bu"
" Astaghfirullahalazim, kok bisa Nan " Ucap Yulia panik, lalu menepuk-nepuk pelan suami nya yang tengah tertidur di samping nya.
" Ada apa? " Terdengar bisikan suara pria yang di yakini Anan adalah suami Yulia.
" Kita kerumah Ara sekarang Mas " Ucap Yulia, tanpa mematikan panggilan Anan.
" Anan, Kamu langsung bawa Ara ke kamar mandi, rendam Ara di bathtub dan tunggu Saya. Saya dan suami Saya langsung kesana!"
" Baik Bu. Assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam ". Yulia langsung mematikan panggilan telepon dengan Anan dan bergegas mengenakan hijab nya.
" Ada apa Sayang? " Tanya suami Yulia yang bernama Andi heran.
" Seara meminum obat perang****"
Yulia dan Andi pun segera beranjak dari peraduan dan bergegas menuju rumah Seara yang masih berada dalam satu lingkungan dengan mereka.
Mobil yang di membawa Yulia dan Andi tiba bertepatan dengan Anan yang sedang menggendong Seara dengan cara di panggul seperti membawa beras. Bukan karena tidak sopan, tapi pada saat Anan menggendong Seara ala bridal, Seara yang sudah mulai sadarkan diri itu berusaha menciumi Anan, dan akhir nya Anan pun dengan terpaksa memanggul Seara masuk kedalam rumah.
" Astaghfirullahalazim, Ara " Pekik Yulia panik.
" Langsung bawa ke kamar Nan " Ucap Andi tak kalah panik.
" Panas Dito " Teriak Seara sambil memukuli bokong Anan dengan kencang.
" Rebahkan Ara di bathtub Nan" Titah Yulia, yang langsung dilakukan Anan.
Dengan perlahan-lahan Anan meletakkan tubub Seara di dalam bathtub, namun saat Anan akan beranjak, Seara yang sudah berhasil melepaskan ikatan, itu menarik paksa tubuh Anan, hingga membuat Anan yang belum siap berdiri itu pun langsung terjatuh dan menimpa tubuh Seara.
__ADS_1
Dengan cepat Seara mendorong tubuh Anan hingga kini posisi Anan berada di bawah tubuh Seara.
" Astaghfirullahalazim Ara ". Pekik Yulia Andi sambil berusaha menarik tubuh Seara yang kini sudah menduduki Anan, bahkan kini kedua tangan Seara sudah melingkar erat di leher Anan dengan kepala Seara yang sudah bersembunyi di balik ceruk leher Anan, hingga membuat Anan tercekik karena Seara semakin mengeratkan pelukan nya di leher Anan, saat Andi dan Yulia menarik tubuh Seara dengan paksa.
" Aduh sakit Pak Bu " Ucap Anan tercekik.
" Ck. Sayang tolong panggilkan Pak Slamet dan Pak Agung kesini, sekarang juga " Ucap Andi yang di angguki heran oleh Yulia, dan Yulia pun bergegas memanggil kedua orang tersebut.
" Anan, tolong Kamu gendong Seara keluar" Anan mengangguk pelan. Dengan terpaksa Anan meletakkan kedua telapak tangan nya memeluk Seara, Andi pun membantu Anan untuk bangkit, karena Seara semakin mengeratkan pelukan nya keleher Anan, ketika Andi akan menarik tubuh Seara dari Anan.
" Anan, Saya minta tolong agar Kamu bisa menolong Seara " Ucap Andi lalu menyelimuti tubuh Seara yang semakin liar menggerayangi Anan, hingga membuat Anan yang merupakan laki laki normal itu pun tergoda.
Beruntung kewarasan Anan masih tinggi sehingga sebisa mungkin Anan mencoba melawan bira** yang mulai timbul, apalagi ketika Seara mulai menyesapi leher Anan dengan liar, membuat senjata lunak Anan mulai bergeliat nakal di bawah sana.
" Tolong nikahi Ara " Anan menelan saliva nya dengan susah payah dan mengangguk pasrah.
Mau bagaimana lagi Seara sudah mulai kehilangan kesadaran nya bahkan Wanita cantik itu kini tengah menyesapi dada Anan yang kancing kemeja sudah terbuka oleh Seara.
" Astaghfirullahalazim " Pekik Pak Slamet dan Pak Agung bersamaan saat melihat Seara yang seperti anak koala dalam gendongan Anan.
" Mas " Panggilan Yulia di angguki oleh Andi, dan Yulia pun hanya bisa pasrah saat Anan menjabat tangan Andi dan mengucapkan akad atas nama Seara yang disaksikan oleh Pak Slamet dan Pak Agung, hingga kedua nya pun mengucapkan kata Sah, dan hal itu membuat Yulia menangis dalam pelukan Andi.
Pak Slamet dan Pak Agung pun segera keluar dari kamar Seara, setelah menyelesaikan tugas mereka, dan kini di kamar Seara hanya tersisa Seara yang masih dalam gendongan Anan, Yulia yang tengah menangis pelan dalam pelukan Andi, karena melihat Seara yang semakin liar menggoda Anan.
" Tolong bantu Seara. Mas akan mencari siapa dalang yang membuat Seara seperti ini " Andi menepuk pelan punggung Anan yang di angguki Anan.
" Maafkan Saya Pak " Anan menundukkan kepala nya.
" Justru Saya yang harus meminta maaf, karena sudah membuat Kamu harus seperti ini " Ucap Andi lalu mengusap lembut pucuk kepala Seara yang semakin liar dalam gendongan Anan.
Yulia dan Andi pun keluar dari dalam kamar Seara menyisakan Anan dan Seara.
" Maafkan Saya Nona " Bisik Anan lalu merebahkan tubuh Seara di atas kasur Seara.
__ADS_1
" Dito " Bisik Seara menarik leher Anan, dan kemudian melum*** bi*** Anan dan Anan pun membalas apa yang Seara lakukan, hingga akhir nya Anan menggumam sebait do'a sebelum melakukan penyatuan dengan Seara.