Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C28. Kecurigaan Seara


__ADS_3

" Maksud Om, apakah kedua orang tua Anan merestui hubungan Kalian? "


Pak Wibi melihat wajah Seara mulai berubah ketika pertanyaan nya itu semakin bersifat pribadi, sehingga membuat Pak Wibi pun meminta maaf kepada Seara, " Maaf kalau Kamu tersinggung atas pertanyaan Om tadi " Ucap Pria paruh baya itu yang di angguki oleh Seara.


" Pasti kedua orang tua Anan bahagia memiliki menantu seperti Kamu, yang cantik, baik dan InsyaAllah Sholehah " Lagi lagi Pak Wibi berucap seolah ingin mengetahui tanggapan keluarga Anan mengenai pernikahan mereka.


" Alhamdulillah, kebetulan Saya sudah mengenal Ayah Mas Dito sejak masih kecil, jadi pernikahan Kami bisa beliau terima walaupun secara mendadak" Ucap Seara.


" Ayah? " Tanya Pak Wibi ambigu. Seara menganggukkan kepalanya, " Ibu Mas Dito meninggal saat melahirkan nya. Jadi sejak Mas Dito lahir, Ayah Budiman lah yang mengurus Mas Dito " Pak Wibi menundukkan kepalanya mendengar penjelasan Seara tentang Anan.


Hati nya terasa sakit akibat penyesalan itu membuat dada nya pun terasa sesak, hingga tanpa Seara sadari Pak Wibi menitikkan air mata yang langsung di hapus nya saat memalingkan wajahnya kearah yang berlawanan dengan Seara.


" Om.. " Seara memanggil Pak Wibi seraya mengguncang pelan lengan baju Pak Wibi, saat melihat Pak Wibi termenung. " Om nggak apa-apa? " Seara bertanya khawatir melihat Pak Wibi yang terlihat terkejut karena panggilannya tadi.


" Ah, maaf Om melamun. Om baik-baik saja Ra" Jawab Pak Wibi namun jawaban itu tak membuat Seara puas, sehingga membuat wanita itu memperhatikan wajah Pak Wibi dengan seksama ketika pria paruh baya itu membuka kaca mata nya.


Sorot mata Seara terlihat memperhatikan Pak Wibi dengan seksama ketika Pak Wibi membuka kacamata nya. Sosok nya lebih mirip Anan dibandingkan Prasetyo anak nya.


" Ra.. " Seara mengerjapkan kedua kelopak matanya saat Pak Wibi memanggil nya.


" Eh iya Om. Maaf.. " Seara salah tingkah menyadari kalau Dia memperhatikan wajah Pak Wibi dengan seksama.


" Kenapa? " Pak Wibi bertanya kepada Seara, seolah paham maksud pertanyaan Pak Wibi. " Itu maaf, sekilas wajah Om mirip dengan Mas Dito " Ucap Seara keceplosan.


Pak Wibi tersenyum kecil bertepatan dengan kedatangan Anan dan Wisnu. Sementara Nita, sekertaris Wisnu sudah terlebih dahulu di suruh Wisnu kembali ke kantor.


" Mas Dito, sini sebentar " Anan segera menghampiri Seara saat wanita itu meminta nya untuk mendekati nya.

__ADS_1


" Eh " Anan terkejut ketika tiba-tiba Seara mendudukkan tubuh nya di samping Pak Wibi, setelah sebelumnya Seara menarik tangan Anan.


Ceklek


Tanpa permisi Seara langsung mengambil foto Pak Wibi dan Anan yang sedang duduk berdampingan, membuat Wisnu terlebih Pak Wibi dan Anan pun menjadi heran dengan sikap Seara.


" Lihat mirip kan? " Seara menyodorkan HP nya yang berisikan hasil jepretan kamera kepada Anan.


Anan berkali-kali menzoom hasil gambar Seara dan memperhatikan dengan seksama kemiripan wajah nya dengan Pak Wibi yang tadi di akui Seara itu melalui layar HP Seara.


Kedua alis Anan terlihat mengkerut ketika menemukan banyak kemiripan di antara mereka berdua, hingga membuat ingatan beberapa tahun yang lalu sewaktu Dia kecil, banyak orang mengatakan kalau Dia dan Pak Budi tidak memiliki kemiripan sama sekali.


Namun Pak Budi selalu beralasan kalau Anan mirip mendiang Ibu nya sehingga mereka dan terlebih Anan pun mempercayai hal itu, dan pada akhir nya pertanyaan itu pun hilang seiring berjalan nya waktu.


Tetapi ucapan Seara dan juga bukti foto yang Seara ambil, membuat Anan pun kembali berpikir, namun seolah menolak bukti Anan bersikukuh kalau ucapan Pak Budi lah yang benar, kalau Anan lebih mirip Aliyah mendiang Ibu nya.


Ingatan Seara kembali ke beberapa tahun silam, ketika Pak Wibi dan Pras datang berkunjung ke rumah nya, bertepatan dengan Pak Budiman yang baru saja pulang menjemput Papa Gunawan.


Wajah Pak Budiman terlihat terkejut kala melihat Pak Wibi, bahkan Pak Budiman bergegas memasukkan mobil ke garasi tanpa sempat Pak Wibi melihat kedatangan Pak Budiman.


" Sea " Lamunan Seara membuyar ketika Anan menyentuh telapak tangan nya, " Kenapa? " Seara menggeleng pelan menjawab pertanyaan Anan.


" Sudah hampir sore, lebih baik kita lanjutkan perbincangan kita dilain waktu " Ucap Pak Wibi, yang di angguki Seara, Anan juga Wisnu.


" Ara, apa Om boleh main kerumah Kamu? " Senyum Seara langsung terukir mendengar pertanyaan Pak Wibi, otak kecil nya mulai merencanakan sesuatu untuk membuktikan kecurigaannya setelah Dia merangkai beberapa kejadian berdasarkan pemikiran sesaat nya tadi.


" Boleh Om, kebetulan kalau setiap weekend, Ayah menginap di rumah" Ucap Seara.

__ADS_1


" Baiklah, kalau begitu InsyaAllah besok Om akan berkunjung kerumah Kamu. " Seara mengangguk setuju


Waktu sudah mendekati sore, karena itulah Seara dan Anan memutuskan untuk pulang tidak kembali ke kantor. Dengan alasan menjemput Pak Budi, Seara meminta kepada Anan untuk pulang ke rumah Anan, dan Anan pun menyetujui keinginan Seara.


" Mas Dito, baju tidur Sea ditaruh dimana? " Seara bertanya Anan saat baru saja tiba di rumah Anan, ketika Seara hendak mandi.


Dikarenakan kamar mandi yang berada di luar kamar, Seara selalu membawa baju ganti terlebih dahulu sebelum mandi.


Kebetulan pada saat Anan mengabari akan menginap saat sudah hampir sampai ke rumah nya dan Pak Budi sendiri sedang pergi ke rumah salah satu tetangga yang rumah nya berada cukup jauh dari kediamannya.


Untung Anan memegang kunci cadangan, sehingga ketika sampai tadi Anan dan Seara bisa langsung masuk kedalam rumah tanpa harus menunggu kedatangan Pak Budi terlebih dahulu.


" Sebentar Mas cari dulu, seperti nya kemarin Mas simpan di lemari " Anan bergegas mencari baju yang Seara maksud, namun Dia tidak menemukan pakaian tersebut di dalam lemari pakaian nya.


Anan baru ingat kalau pakaian Seara Anan simpan dilemari yang masih menyimpan beberapa peninggalan Almarhumah Ibu nya, karena lemari pakaian Anan tidak cukup untuk menyimpan pakaian Seara saat menginap.


" Itu apa Mas? "Tanya Seara tiba-tiba saja sudah berada di samping Anan hingga membuat Anan pun menjadi terkejut "Astaghfirullahalazim, Mas kaget, Sayang " Seara hanya menampilan deretan gigi putih nya saat melihat Suami nya itu terkejut.


Sebuah kotak kecil kayu yang tadi ditanyakan Seara pun membuat Anan heran, karena baru kali pertama ini Dia melihat kotak kayu tersebut.


" Mas nggak tau " Jawab Anan bingung dan penasaran.


Anan mengambil kotak kayu itu dan memperhatikan kotak kayu itu dengan seksama dan tiba-tiba


Ceklek


Kotak kayu itu terbuka dengan sendirinya bersamaan dengan beberapa lembar foto dan juga sebuah buku kecil yang langsung terjatuh berserakan tepat di kaki Anan.

__ADS_1


" Jangan sentuh "


__ADS_2