
Seminggu setelah mengetahui hasil test DNA nya dengan Anan, Pak Wibi sengaja menghubungi Seara untuk melakukan kerjasama dengan Seara.
Pernikahan Seara dan Anan masih hanya beberapa orang terdekat nya saja yang mengetahui nya. Para klien Seara pun belum mengetahui pernikahan Seara dan Anan, sehingga mereka hanya tau kalau Anan yang selalu menemani Seara meeting itu adalah Asisten Pribadi Seara.
Pun hal nya dengan Wisnu dan Pak Wibi, saat ini mereka masih belum mengetahui kalau Anan adalah Suami Seara.
" Mas Anan rajin banget ya nemenin Bu Ara " Ucap Wisnu menggoda Anan saat mereka mengunjungi proyek yang tengah mereka kerja kan bersama. Pak Wibi yang sengaja ikut serta ke proyek itu melihat Anan dan Seara secara bergantian.
Dari pandangan nya sebagai seorang pria berpengalaman, Pak Wibi melihat kalau Anan sangat menjaga dan perhatian kepada Seara, pun hal yang sama terlihat dari sikap Seara yang terlihat protektif kepada Anan, kala melihat sekretaris Wisnu yang bernama Nita sesekali tampak melirik kearah Anan.
" Sudah tugas dan juga kewajiban Saya untuk menemani Bu Seara Pak " Jawab Anan.
Senyuman kecil Pak Wibi terlihat kala melihat gerakan halus Anan memeluk pinggang Seara sesaat tanpa di ketahui yang lain, namun pandangan Pak Wibi yang tak pernah lepas dari kedua insan yang berada di depan nya itu menangkap hal romantis yang Anan berikan kepada Seara. Apalagi melihat Seara yang hanya diam tak menolak perlakuan mesra Anan kepada nya, membuat Pak Wibi berpikir ada hubungan spesial di antara Anan dan Seara.
" Ditunggu kabar baik nya ya Mas " Pak Wibi menepuk pelan bahu Anan dari belakang, untuk sekedar menyadarkan Anan kalau hal manis sesaat yang di lakukan Anan tadi kepada Seara terlihat oleh Pak Wibi yang berada di belakang mereka.
" Eh, iya Pak " Balas ucap Anan malu malu karena Pak Wibi memergoki perlakuan nya kepada Anan.
" Kenapa? " Bisik Seara.
__ADS_1
" Seperti nya Pak Wibi tau " Kedua alis Seara saling bertautan menandakan ketidak pahaman maksud ucapan Anan.
" Pak Wibi melihat Aku memeluk kamu tadi" Jawaban Anan membuat Seara tertawa kecil.
" Ya bagus dong kalau Pak Wibi tau, berarti Dia nggak ngarepin lagi Aku buat jadi menantu nya lagi " Ucapan Seara membuat kedua bola mata Anan membulat dan menatap tajam Seara.
" Nih liat, Pak Wibi masih ngarep Aku jadi menantu nya kan?" Anan mengepalkan kedua telapak tangan nya kala membaca chat dari Pak Wibi yang bertuliskan "Assalamu'alaikum menantu, hari ini kita ketemuan di proyek nya Wisnu ya ".
Seara tersenyum kecil melihat wajah Anan yang terlihat menahan amarah " Maka nya Aku bilang juga apa, umumin pernikahan Kita, kamu nya aja yang nggak mau, jadi jangan salahin kalau banyak orang yang nganggap Aku masih single lalu berharap menjadi calon pendamping Aku seperti Pak Wisnu atau Pak Wibi yang masih berharap Aku menjadi menantu nya " Ucapan Seara yang memprovokasi Anan, membuat pria yang beberapa hari ini lebih sensitif itu tanpa sungkan menggenggam tangan kanan Seara lalu berjalan bersama Seara menghampiri Pak Wibi dan Wisnu serta Nita yang tengah melihat hasil proyek mereka.
Seara semakin tersenyum kala melihat tingkah Anan saat ini " Cemburu ya Mas " Goda Seara mengusap lembut dada Anan ketika berjalan bersama menuju tempat Pak Wibi, Wisnu dan Nita.
Tawa kecil Seara langsung pecah kala Anan menjawab ucapannya dengan dengusan kecil. Tawa kecil Seara ternyata terdengar oleh Pak Wibi, Wisnu dan juga Nita. Hanya Nita dan Wisnu yang terlihat terkejut ketika melihat Anan menggenggam erat telapak tangan Seara dengan sangat erat seolah menandakan Seara adalah milik nya.
" Suami Saya, memang terkadang suka protektif Pak " Jawaban Seara tak hanya membuat Wisnu dan Nita terkejut, Pak Wibi yang awal nya hanya mengira hubungan Seara dan Anan hanya sebatas sepasang kekasih itu, justru yang semakin terkejut karena Seara secara terang-terangan mengakui Anan sebagai suami di hadapan nya, Wisnu juga Nita.
" Ya ampun, Saya pikir kalian sepasang kekasih ternyata suami istri " Ucapan Pak Wibi menyadarkan lamunan Wisnu dan Nita.
" Saya malah pikir mereka hanya bos dan asisten " Gumam Wisnu dan Nita nyaris bersamaan dan satu kata hingga membuat Seara, Anan dan Pak Wibi tertawa, apalagi saat melihat wajah polos Wisnu dan Nita yang saling berpandangan ketika mereka selesai mengucapkan gerutuan mereka yang seperti nya mereka pikir gerutuan itu hanya di sampaikan mereka dalam hati saja.
__ADS_1
Wisnu dan Nita langsung tertunduk malu seraya menutupi rona wajah mereka karena sama-sama malu ternyata gerutuan mereka sama dan terdengar oleh Seara, Anan dan Pak Wisnu.
" Seperti akan ada kabar baik selanjutnya dari kalian " Pak Wibi menepuk-nepuk bahu Wisnu, membuat Wisnu mengerucutkan bibir nya kesal.
" Ish, saya mah ogah Pak, Pak Wisnu itu galak, nggak kaya Pak Anan baik" Nita langsung menutup mulut nya kala menyadari ucapan nya itu telah membuat Seara dan menatap tajam kepada nya. Bahkan tanpa permisi Wisnu menyentil kening Nita hingga membuat wanita berusia 22 tahun itu terkejut dan meringis.
" Mau dipotong berapa persen gaji nya? " Pertanyaan Wisnu membuat bibir Nita langsung mengerucut. " Nggak usah jadi bebek" Nita memukul bahu Wisnu dengan map yang di bawa nya ketika tiba-tiba bibir nya di sentil oleh Wisnu.
" Bapak ih. Nyebelin " Gerutu Nita yang membuat tawa Seara, Anan dan Pak Wibi pecah. Sementara Wisnu terlihat cuek melihat sekretaris nya itu kesal akan ulah jahil nya.
" Oh ya, mohon maaf sebelum nya, bukan Om lancang atau apa tapi Anan itu bukan anaknya Pak Budi ya Ra ? " Tanya Pak Wibi mencoba mencari informasi tentang siapa Anan sebenarnya.
Pak Wibi bisa saja menyewa detektif untuk mencari tahu keberadaan Anan selama ini, tapi pria paruh baya itu memutuskan untuk mencari tahu sendiri kehidupan Anan selama ini.
" Iya Om benar. Mas Dito memang anak nya Pak Budi. Papa mewasiatkan Kami untuk menikah " Jawab Seara saat Pak Wibi meminta waktu berdua dengan Seara ketika Anan sedang sholat Dzuhur.
" Jadi kalian menikah karena wasiat? " Seara menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Pak Wibi.
" Kami menikah, sebelum kami mengetahui wasiat dari Papa Om " Pak Wibi menganggukkan kepala nya memahami maksud ucapan Seara.
__ADS_1
" Lalu keluarga Anan sendiri apakah masih ada? " Pak Wibi tersenyum kikuk saat Seara menatap heran, karena tiba tiba Pak Wibi bertanya tentang keluarga Anan.
" Maksud Om, apakah kedua orang tua Anan merestui hubungan Kalian? "