Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C68. Penolakan Davi


__ADS_3

Jika di kediaman Abi Anan dan Umi Ara penuh canda tawa dan Dava tengah bersenda gurau dengan keluarga baru nya.


Ketegangan justru terjadi di kediaman keluarga Papa Wisnu dan Mama Nita. Saat ini Davi tengah mempertanyakan acara yang sudah keluarga nya lakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan nya.


Setelah tadi Meta memberitahukan kalau Dava dan Zahra datang bersama untuk mengambil baju pesanan Umi Ara yang ternyata baju pasangan serta ada acara yang di adakan keluarga tanpa Davi ketahui acara apa yang Meta beritahukan.


"Apa hal yang Papa dan Mama sembunyikan dari Davi?" Tanya Davi penasaran.


"Hanya acara keluarga, dan kebetulan dadakan jadi Papa dan Mam lupa memberitahukan Kamu" Jawab Papa Wisnu yang semakin membuat Davi penasaran.


Apalagi saat ini keberadaan Dava tidak ada di rumah. Padahal biasanya saudara kembar nya itu merupakan makhluk yang sangat betah di rumah dan setiap saat selalu berada di dalam kamar nya. Dava hanya akan keluar saat makan dan kalau kedua orang tua nya memanggil nya untuk berbincang-bincang.


Lain dengan Davi yang sangat jarang ada di rumah dia akan pulang saat makan malam dan setelah itu berada di dalam kamar nya. Bahkan terkadang remaja itu secara diam diam kabur untuk sekedar pergi nongkrong bersama teman-teman nya di Cafe.


Ya Cafe, walaupun nakal dan suka gonta ganti pacar, Davi masih tahu batasan agama yang melarang nya untuk minum minuman keras dan juga obat terlarang, walaupun pada teman tongkrong nya selalu menawarkan barang-barang tersebut kepada nya.


Hanya sikap buruk nya yang suka gonta ganti pacar saja dan sering melakukan pertukaran bibir membuat nya mendapat julukan good kisser dari para mantan pacar nya.


Kembali ke Papa Wisnu, Mama Nita yang kini sedang di tanya oleh Davi.


"Lalu kemana si cupu?. Davi dari pulang nggak liat si cupu di rumah?" Mama Nita menatap tajam Davi karena dengan enteng nya Davi memanggil kembaran nya dengan cupu.


"Jaga ucapan Kamu Davi!" Ucap Wisnu berang dan seketika itu juga membuat nyali Davi langsung menciut ketakutan apalagi saat melihat tatapan tajam kedua orang tua nya kepada nya.


"Kamu ngataian Dava cupu sama aja Kamu mengatai diri kamu sendiri. Dan secara tidak langsung Kamu mengatai Mama dan juga Papa" Ucap Nita kesal lalu meninggalkan ruang tamu.


"Maafin Davi Ma. Davi_" Nita menghentikan langkahnya lalu mengangkat telapak tangan kanan nya ke udara menandakan agar Davi diam, dan hal itu membuat Davi tak melanjutkan ucapan nya.

__ADS_1


"Dava mulai sekarang tinggal di rumah Abi Anan dan Mama Ara bersama Zahra!" Jawaban Mama Nita membuat Papa Wisnu menghela nafas dan membuat Davi terkejut.


" Maksud Mama? " Davi berpura-pura bertanya kepada Mama nya. Mama Nita membalikkan tubuh nya menatap Davi yang tengah melihat nya dengan sorot mata penuh tanya dan kecewa.


"Mama tau Kamu paham apa yang Mama ucapkan!" Ucap Nita.


Davi menggelangkan kepalanya tak percaya menanggapi ucapan Mama nya yang seolah sepemikiran dengan apa yang di pikirkan nya.


"Davi sudah meminta Mama dan Papa untuk meminta Zahra kepada Abi dan Umi untuk Davi. Tapi Kenapa Papa dan Mama justru malah memberikan Zahra kepada Dava?" Tanya Davi sedikit menaikkan nada bicara nya.


"Jaga nada bicara Kamu Davi!" Papa Wisnu menyentak Davi dengan kencang.


"Mereka saling mencintai, karena itulah Papa memberikan izin kepada Dava untuk meminang Zahra!" Papa Wisnu memberikan penjelasan kepada Davi.


"Kenapa Papa dan Mama merahasiakan semuanya kepada Davi?" Davi bertanya dengan lirih.


"Papa dan Mama tidak adil!." Protes Davi.


"Dimana letak tidak adil nya?. Zahra dan Dava saling mencintai. Mereka sudah menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi selama beberapa tahun ini. Kamu saja yang satu sekolah tidak tau kalau mereka menjalin hubungan. Apalagi Papa dan Mama. Lalu Kamu berkata Kami tidak adil?" Ucap Wisnu tak kalah kesal.


"Coba Kamu pikir sendiri lebih banyak mana permintaan Kamu yang selalu Kami turuti di bandingkan Dava yang bahkan jarang meminta sesuatu kepada Kami, karena apa?. Karena Dava sudah mempunyai penghasilan sendiri dari uang saku yang Papa dan Mama berikan kepada nya. Lalu Kamu sendiri apa yang kamu miliki?. Banyak mantan pacar tapi tak punya hal menghasilkan justru hanya buang-buang uang saja!" Kata Wisnu memberikan alasan.


"Itulah yang membuat Abi dan Umi kalian menyetujui Dava meminang putri nya!" Ujar Papa Wisnu.


"Maafkan Papa dan Mama karena tidak mengabulkan keinginan Kamu. Papa dan Mama berharap Kamu bisa berubah menjadi lebih baik lagi" Papa Wisnu menepuk pelan bahu kanan Davi sebelum beranjak pergi menuju kamar mereka.


Davi menghela nafas pelan, haruskah Dia mengakhiri rasa nya kepada saudara sepupu nya yang kini menjadi Kakak Ipar nya?.

__ADS_1


Atau melanjutkan rasanya dengan nekat menjadi perusak rumah tangga saudara sekandungan nya?. Davi kembali menghela nafas, sebelum akhirnya memilih masuk kedalam kamar nya untuk beristirahat.


Sementara itu di kediaman Abi Anan dan Umi Seara, sepasang pengantin remaja itu terlihat canggung satu sama lain.


Zahra yang sejak tadi banyak bicara, kini hanya terdiam tak bersuara sejak Dia dan Dava merebahkan tubuh nya dalam satu ranjang yang sama.


"Yang" Dava memanggil Zahra dengan panggilan yang selalu digunakan mereka saat hanya berduaan saja.


"Hem" Zahra hanya menjawab panggilan Dava dengan berdeham pelan guna menutupi kegugupannya.


Pasal nya tadi setelah melaksanakan sholat isya dan sholat sunnah, gadis itu menyatakan kalau siap memberikan hak Dava atas diri nya, walaupun Dava masih menolak nya dengan halus karena takut mereka kebablasan.


Walaupun sudah mempunyai label halal atas hubungan mereka, namun Dava yang sangat tahu kalau Zahra masih memiliki impian untuk masa depan nya membuat Dava meminta Zahra memikirkannya kembali masalah hak Dava yang akan di berikan oleh Zahra.


Setelah memikirkan alasan yang Dava berikan dan juga dipikirnya secara matang. Maka Zahra pun menyetujui keinginan Dava menunda hak yang akan Zahra berikan kepada Dava.


"Pacaran kita sudah halal, jadi kalau kebablassn nggak takut dosa. Iya kan?" Ucapan Dava itu di setujui oleh Zahra.


"Mulai besok kalau di bonceng nggak pegang jaket lagi, tapi tapi bisa langsung pegang pinggang sambil pelukan deh" Ujar Dava.


"Gimana sama Davi?" Tanya Zahra yang membuat Dava menghela nafas pelan.


Dava merubah posisi tidur nya dengan menghadap Zahra. Kedua saling berhadapan membuat detak jantung kedua nya semakin berdetak dengan kencang.


Dava membelai lembut pipi chubby Zahra "Biar itu menjadi urusan Aku dan Davi. Kamu hanya harus selalu berada di samping ku, sekarang, esok, lusa bahkan hingga di akhirat nanti" Bisikan Dava membuat tubuh Zahra meremang hingga kemudian kedua mulai menyatukan b**** Mereka hingga malaikat pun membisikkan agar mereka berolah raga halal yang sudah boleh mereka lakukan.


Dan mereka pun akhir nya untuk pertama kali nya menyatukan tubuh mereka tanpa sehelai benang menuju puncak nirwana untuk pertama kali nya.

__ADS_1


__ADS_2