
Anan mengantar Seara berbelanja mingguan keperluan sehari-hari rumah. Sebuah mall yang berada tidak jauh dari kediaman Seara menjadi pilihan pasangan pengantin baru itu untuk berbelanja keperluan mereka.
" Hanya kebutuhan harian saja Nona?" Tanya Anan saat memasuki area supermarket yang biasa Seara dan Mbak Yuni kunjungi setiap minggu nya, sehingga membuat Seara menjadi member tetap supermarket tersebut.
" Hem, Mbak Yuni bilang sayuran masih ada, hanya perdagingan saja yang sudah habis " Jawab Seara melangkahkan kaki nya menuju stand perdagingan.
Anan masih setia berjalan di belakang Seara sambil mendorong troli. Ternyata tak hanya perdagingan yang di beli oleh Seara, kebutuhan bulanan nya sebagai perempuan juga masuk dalam troli belanja yang sedikit demi sedikit mulai terisi.
Anan memperhatikan Seara yang tampak sudah hapal penyimpanan barang barang yang akan di beli nya, tampak beberapa orang sales produk menyapa Seara dan menawarkan produk dagangan kepada SearaSeara, sehingga membuat wanita cantik itu menghentikan langkah nya untuk mampir di stand tersebut.
" Apakah ini perlu? " Anan bertanya kepada Seara sambil menunjukkan sebuah kotak makanan yang berisi produk makanan bayi yang berhadiah tempat makan eksklusif.
Seara mengangguk pelan " Ini untuk Juna anak nya Pak Agung " Ucap Seara yang di angguki Anan.
Pasangan itu pun kembali melanjutkan langkah mereka, kali ini Seara mampir ke stand khusus keperluan bulanan nya. Beberapa pembalut masuk kedalam troli yang masih di dorong Anan.
Anan mengangkat pembalut yang baru saja Seara masukkan kedalam troli, namun Seara segera mengambil nya dari tangan Anan dan memasukkan nya kembali ke dalam troli.
" Kalau stok nya habis tengah malam, dan butuh bantuan Saya untuk membeli nya, Saya sudah tau merk apa yang Nona gunakan " Ucapan Anan mendapatkan hadiah tepukan kencang dari Seara di bahu kanan Anan, hingga membuat Anan tertawa kecil.
Seara kembali melangkahkan kaki nya, kali ini yang menjadi tujuan akhir nya adalah stand perdagingan, sehingga setelah selesai membayar belanjaan mereka langsung segera pulang.
Anan mendorong troli berisikan kantong belanja di dalam nya, sempat terjadi perdebatan kecil saat pembayaran tadi. Ketika Seara menolak saat Anan akan membayarkan belanjaan nya, namun Anan bersikukuh membayar nya karena ini merupakan salah satu bentuk nafkah yang memang harus Ana berikan kepada Seara, hingga membuat Seara pun pasrah ketika Anan membayarkan semua belanjaan nya tersebut.
" Kak Anan " Anan dan Seara menghentikan langkah mereka saat mendengar suara seorang wanita memanggil nama Anan dari belakang.
Seorang wanita muda berjalan menghampiri Anan dan Seara.
" Ternyata benar Kak Anan " Ucap wanita itu yang langsung menarik punggung tangan kanan Anan dan menciumnya dengan takzim.
__ADS_1
" Ratna, sedang apa Kamu di sini " Ucapan Anan membuat Ratna melihat kearah Anan dengan heran. Pandangan Ratna tertuju kepada Seara yang tengah tersenyum kepada nya.
" Ratna bosan di rumah sendirian Kak, Pakde sedang pergi dengan Ayah, sementara Ibu sedang pergi kerumah Bude Sri, dan Kak Anan sudah pergi lagi setelah pulang beberapa menit " Rajuk Ratna membuat Seara mengulas senyuman kecil.
" Maafkan Saya, karena Dito menemani Saya berbelanja keperluan rumah membuat Kamu harus kesepian di rumah " Ucap Seara menyesal, dan hal itu membuat Anan langsung menegur Seara, " Nona." Seara menepuk bahu kanan Anan pelan lalu tersenyum kepada Anan.
" Ajaklah istri Kamu untuk jalan jalan, kasian kalau harus sendirian di rumah " Ucap Seara menarik paksa troli yang masih dalam pegangan Anan, membuat Anan jadi serba salah.
" Maaf Saya duluan, permisi " Ratna menangguk pelan, dan Seara pun melangkahkan kaki nya mendorong troli menjauh dari Anan dan Ratna yang hanya saling diam, namun sorot mata Anan masih terlihat menatap Seara yang berjalan menuju parkiran mobil.
Anan berdecak kesal, pertemuan nya dengan Ratna membuat nya terpaksa harus membiarkan Seara pergi meninggalkan nya dengan Ratna.
Senyum kecil tersungging tak terlihat di bibir Anan, kala menyadari kunci mobil masih berada di tangan nya, sehingga Dia bisa memberikan alasan kepada Ratna untuk mengantarkan Seara pulang lebih dahulu.
" Sebentar, Saya lupa menyerahkan kunci mobil kepada Nona Seara " Anan langsung berlari meninggalkan Ratna yang diam terpaku menatap kepergian Anan yang mengejar Seara.
" Eh " Seara menarik paksa troli nya ketika troli nya direbut secara paksa.
Sorot mata nya menajam saat melihat Anan kini berjalan@ mendorong troli menuju mobil mereka terparkir.
" Nona Seara " Anan memanggil Seara dengan kencang, ketika Seara mengambil paksa kunci mobil dari tangan Anan, ketika Anan membuka pintu mobil dengan kunci
" Saya bisa sendiri " Ujar Seara memasukkan belanjaan nya kedalam bagasi mobil.
" Biar Saya antar pulang dulu " Anan mencoba mengambil paksa kunci dari tangan Seara, namun wanita cantik itu justru memasukkan kunci mobil itu kedalam saku celana nya.
" Nggak usah, Saya bisa pulang sendiri " Anan menarik paksa pergelangan tangan kanan Seara dan membuat mereka saling berhadapan.
" Jangan menolak " Seara menahan tangan kanan Anan, saat tangan Anan akan masuk kedalam saku celana nya untuk mengambil kunci mobil.
__ADS_1
" Jangan macam macam Kamu " Bentak Seara lalu mendorong tubuh Anan dengan kencang hingga membuat tubuh Anan membentur badan mobil.
" Saya tidak akan membiarkan Kamu pulang sendiri " Anan bersikeras mengambil kunci dari dalam saku celana Seara, dan kali ini penolak keras di berikan oleh Seara kepada Anan dengan nampar pipi kanan Anan.
Plak
" Sadar Dito, dalam hidup Kamu bukan hanya Saya yang jadi prioritas Kamu " Bentak Seara menyadarkan Anan.
" Sudah adilkah untuk Ratna kalau Kamu terus bersama Saya?. Jangan egois Dito, istri Kamu bukan hanya Saya saja, masih ada Ratna yang juga harus Kamu perhatikan, dan suka atau tidak suka Dia juga berhak atas Kamu " Ucap Seara lalu masuk ke dalam mobil nya dan langsung melajukan mobil nya tersebut keluar dari parkiran mall.
" Akh.. Sial " Teriak Anan sambil meremas kesal rambut nya, dan hal itu terlihat oleh Ratna yang diam diam mengikuti Anan menyusul Seara.
Ratna menitikan air mata saat melihat Anan yang terlihat kacau saat Seara meninggalkan nya di parkiran.
" Maafkan Ratna Kak " Gumam Ratna lalu berjalan kembali menuju tempat Anan meninggalkan nya sebelum Anan kembali menemui nya.
Anan kembali menemui Ratna dengan wajah menahan kesal. Hati nya bimbang saat harus melepas Seara mengemudikan sendiri mobil nya.
Namun meninggalkan Ratna dan memilih menyusul Seara pulang ke rumah nya bukanlah hal yang baik Anan lakukan, karena hal itu bisa membuat Seara semakin marah kepada nya.
" Mau kemana? " Tanya Anan dingin kepada Ratna, sungguh Dia tidak rela meluangkan waktu nya untuk menemani Ratna, namun ucapan Seara yang meminta nya untuk bersikap adil kepada Ratna, membuat Anan mau tidak mau harus mengikuti keinginan Seara.
" Apa Kakak ada waktu? " Anan berdecak kecil saat Ratna membalikkan pertanyaan.
" Memang apa yang ingin Kamu lakukan? " Anan balik bertanya kepada Ratna dengan menekan nada bicara nya hingga membuat Ratna menundukkan kepala nya tak berani berucap lagi.
" Tidak ada. Aku tadi sudah berjalan jalan keliling Mall " Ucap Ratna.
" Ya sudah, kalau begitu lebih baik kita pulang saja " Ratna terdiam terpaku mendengar ucapan Anan, bahkan pria itu berjalan meninggalkan Ratna yang masih diam menatap punggung Anan yang berjalan semakin menjauh.
__ADS_1