
Sebuah berita menggemparkan muncul setelah sebulan Pras meninggalkan Jakarta menuju Sulawesi.
Sesosok mayat wanita tak dikenal ditemukan di tebing curam di sebuah jalan Tol, dengan kondisi mengenaskan dan tengah hamil muda.
Polisi juga mengaitkan menghilangnya Clara atas laporan dari pihak keluarga nya dengan penemuan jasad wanita tersebut.
Berhubung Clara sudah tidak memiliki kedua orang tua dan kondisi mayat yang sudah tidak bisa di kenali, membuat pihak kepolisian pun melakukan rangkaian test DNA dengan Vania putri Clara guna memastikan apakah jasad yang di temukan itu Clara atau bukan.
Kepanikan pun terjadi didalam keluarga Wibisana, pihak kepolisian pun mulai meminta keterangan kepada pihak keluarga Wibisana terutama Pak Wibi sebagai mantan suami Clara.
Bram sebagai ayah kandung Vania pun tak luput dari di mintai keterangan nya oleh pihak kepolisian. Bahkan Bram yang sudah mengambil hak asuh atas Vania setelah Clara meninggalkan Vania dan memilih tinggal di apartemen bersama dengan Pras, setelah semua fasilitas Clara di cabut oleh Pak Wibi itu, diperiksa secara intensif oleh pihak kepolisian.
Ya sejak menikahi Clara, Pak Wibi memang memberikan sebuah rumah, karena sejak awal pernikahan Pak Wibi memang tidak pernah mencintai Clara. Pria paruh baya itu terpaksa menikahi Clara karena sebelum Clara menyatakan diri nya hamil anak Pak Wibi. Setelah sebulan sebelum nya Pak Wibi yang tengah mabuk pernah melakukan One Night Stand dengan Clara tanpa sadar, dan ternyata semua kejadian itu Clara dan Bram lah yang merencanakan nya.
Awal nya rencana mereka menjebak Pak Wibi memang berjalan dengan lancar. Namun ketika Pras menghadiri acara ulang tahun Vania yang ke lima, rencana Clara dan Bram untuk terus mengeruk harta Pak Wibi dengan mengatasnamakan Vania pun berubah haluan.
Pras yang awal nya ingin mendamprat Clara justru terjebak oleh pesona Clara dan itu sesuai dengan apa yang telah Bram dan Clara rencanakan. Pras yang saat itu sudah bertunangan dengan Seara pun menjadi khilaf ketika dengan suka rela Clara menyerahkan tubuh nya kepada Pras, setelah Pras yang selalu meminta kepada Seara, tak pernah Seara berikan karena hubungan mereka belum ada kata Sah.
__ADS_1
Pras yang menang sejak remaja mengenal pergaulan bebas tanpa sepengetahuan Pak Wibi itu pun semakin terjebak oleh pesona Clara yang setiap saat selalu bisa memberikan kepuasan kepadanya. Hal yang sama pun terjadi dengan Clara.
Selain materi Pras yang jauh di atas Bram, pelayanan dan servis yang Pras berikan kepada tubuh Clara pun sangat jauh luar biasa dibandingkan Bram, dan hal itulah yang justru membuat rencana yang sudah Bram dan Clara susun menjadi berantakan.
Ya Clara lebih memilih melabuhkan hati, materi dan tubuh nya kepada Pras dibanding Bram, walaupun mereka melakukannya secara sembunyi-sembunyi dari Bram terutama Pak Wibi.
Malang tak dapat di tolak, untung tak dapat diraih. Dengan mata kepala nya sendiri Bram melihat Clara dan Pras sedang berlomba meraih kenikmatan diatas ranjang Pras, dan yang lebih menyakitkan hati Bram, Clara terang-terangan menceritakan kepada Pras tentang persekongkolan nya dengan Bram dalam mengeruk harta Pak Wibi.
Bram yang tidak ingin Clara menang dan lepas tangan atas persekongkolan mereka, apalagi saat Brama mendengar bahwa Pras menjanjikan akan membantu Clara untuk memberitahu Pak Wibi perihal persekongkolan nya dengan Bram, dan mereka menyusun rencana seolah-olah semua nya direncakan Bram sedangkan Clara hanya menjadi korban. Dan hal itu membuat Bram pun marah.
Namun otak licik Bram tidak tinggal diam. Diam-diam pria itu merekam aktifitas panas Pras dan Clara lengkap dengan percakapan mereka dari balik pintu kamar Pras yang tidak tertutup rapat.
Setelah di rasa cukup mengumpulkan bukti, Bram pun bergegas meninggalkan pasangan yang kembali memulai panas ranjang Pras untuk kesekian kali nya itu dalam diam.
Rasa sakit hati kepada pengkhianat Clara membuat Bram segera mengakui kesalahan nya kepada Pak Wibi, dan tentu saja hal itu membuat Pak Wibi berang dan marah. Bram pun di hajar habis-habisan oleh Pak Wibi hingga membuat nya harus masuk rumah sakit selama beberapa hari.
Walaupun Pak Wibi sudah mengetahui kebusukan Clara dan perselingkuhan nya dengan Pras, Pak Wibi tak ingin cepat-cepat menggerebek mereka, apalagi ada hubungan baik yang harus dia jaga dengan keluarga Gunawan sang sahabat baik nya.
__ADS_1
Oleh karena itu Pak Wibi lebih milih diam dan mengawasi hubungan Clara dan Pras agar Seara sendiri lah yang akan membatalkan pertunangan nya dengan Pras. Dan hal yang diharapkan oleh Pak Wibi itu pun akhirnya menjadi kenyataan, bahkan justru Dia mendapatkan fakta kalau ternyata Dia mempunyai anak dari wanita yang sampai saat ini masih merajai hati nya.
Pak Wibi menghela nafas panjang ketika Alvin sudah berdiri di hadapan nya.
"Bagaimana?" Alvin hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Pak Wibi.
"Polisi mencurigai Pak Bram, karena hanya Pak Bram lah yang memiliki alasan untuk melakukan perbuatan tersebut" Ucapan Alvin membuat Pak Wibi memijat pangkal hidung nya.
"Bagaimana dengan Pras?. Apakah Kamu sudah menemukan keberadaan nya?" Gelengan kepala Alvin membuat Pak Wibi menghela nafas berat.
"Suruh Panji menyelidiki dan mencari tahu keberadaan Pras, Saya yakin Pras ada sangkut paut nya dengan masalah ini. Lalu segera umumkan kepada publik perihal pernikahan Anan dan Seara juga tentang Anan yang merupakan putra kandung Saya, dan Pras yang bukan anak kandung Saya. Saya tidak ingin publik tidak mengetahui fakta tersebut sedikit pun. Pastikan Pras tidak membawa nama Saya dalam kehidupan nya lagi!" Titah Pak Wibi yang di angguki Alvin. Pria itu pun bergegas meninggalkan Pak Wibi yang sejak kedatangan nya tadi terduduk di kursi kebesaran nya yang berada di ruang tamu rumah nya.
"Sayang" Panggilan Anan membuat Seara menghentikan suapan nya melahap mangga lengkap dengan bumbu rujak yang di buat oleh Mbak Yuni.
Tak hanya Seara, Nita dan Mbak Yuni yang juga tengah menikmati menu penutup makan siang mereka itu pun menghentikan suapan mereka, ketika tiba-tiba mendengar suara Anan memanggil Seara.
Mbak Yuni dan Nita mengalihkan pandangan mereka ketika saat tiba di dekat Seara, Anan dengan tanpa canggung mengecup singkat kening istri nya yang tengah mengandung buah hati nya dengan lembut.
__ADS_1
"Astaghfirullah, Kamu ikut makan juga Nitnit?" Nita mengernyitkan kening nya dengan kesal saat mendengar suara yang setiap hari selalu mengganggu telinga nya dengan ocehan absurd nan menjengkelkan.