Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C19. Mengulang Malam Panas


__ADS_3

" Jamal sudah sekolah?" Tanya Seara yang di balas gelengan kepala oleh Jamal.


" Jamal mau sekolah? " Jamal melihat kearah Mbok Jum lalu mengangguk pelan menjawab pertanyaan Seara.


" Kalau begitu, nanti Jamal antar Kakak juga Om Nan ke sekolah yang Jamal mau ya " Jamal melihat kearah Mbok Jum tanpa berani menjawab ucapan Seara, karena Mbok Jum hanya diam tak bersuara ataupun memberikan isyarat.


" Jangan Neng, umur Jamal baru lima tahun jadi belum bisa masuk SD gratis " Ucap Mbok Jum. Seara menepuk pelan punggung tangan Mbok Jum lalu tersenyum kepada Mbok Jum.


" Mbok tenang aja. Insya Allah, kalau Mbok mengizinkan Saya dan Mas Anan mau menjadikan Jamal sebagai salah satu anak asuh Kami " Ucap Seara yang di angguki Anan dan hal itu membuat Mbok Jum terharu.


" Tapi Neng " Mbok Jum tampak ragu karena takut nanti Jamal akan tinggal bersama Anan dan meninggalkan nya sendiri.


" Mbok Jum tenang aja, Jamal akan tetap tinggal bersama Mbok Jum. Kami hanya membantu membiayai semua kebutuhan dan keperluan Jamal sekolah dan juga sehari-hari. Bagaimana boleh kan Mbok?. Kalau Jamal menjadi anak asuh Kami?. " Ucap Seara menberikan penjelasan juga pengajuan nya untuk menjadi orang tua asuh Jamal.


" Bagaimana Nak?. Kamu mau menjadi anak asuh Kakak dan Om Anan? " Jamal mengangguk pelan menjawab pertanyaan Mbok Jum.


Tak hanya Seara dan Anan yang menghela nafas lega saat Jamal menganggukkan kepala nya, Mbok Jum bisa bernafas lega karena Jamal akhir nya bisa sekolah seperti teman teman main lain nya.


" Terima Kasih Neng, juga Anan, Mbok nggak tau harus bilang apa lagi selain terima kasih, atas bantuan juga perhatian Neng juga Kamu Nan, semoga Allah membalas kebaikan kalian berdua. Aamiin " Ucap Mbok Jum sambil meneteskan air mata nya.


Anan menganggukan kepala nya pelan kepada Seara seakan memberikan kode kepada istri nya itu untuk segera beranjak pulang, karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.


" Mbok, Kami pamit dulu sudah malam. Sebaik nya Mbok dan Jamal pun segera pulang. Dagangan yang belum habis biar Saya yang bayar, nanti Mbok bagikan kepada tetangga saja ya " Seara menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribuan kepada Mbok Jum yang enggan di terima Mbok Jum, karena selain tak enak hati sudah menjadikan Jamal sebagai anak angkat, dagangan nya juga tinggal sedikit namun jumlah yang Seara berikan terlalu banyak dari apa yang harus di terima nya kalau dagangan nya habis.

__ADS_1


" Jangan ditolak Mbok, itu rezeqi Mbok dan juga Jamal " Ucap Anan yang akhir nya memaksa Mbok Jum menerima uang yang di berikan oleh Seara.


" Terima kasih Neng" Mbok Jum memeluk Seara dengan erat dan Seara pun membalas pelukan Mbok Jum.


" Sama-sama Mbok. Mbok wanita yang hebat dan kuat " Ucap Seara melerai pelukan nya dengan Mbok Jum.


" Kami pamit dulu ya Mbok " Ucap Seara lalu mencium punggung tangan Mbok Jum dan kemudian beranjak dari duduk nya.


Jamal meraih punggung tangan kanan Seara ketika wanita cantik itu hendak mengusap kepala Jamal, lalu mencium punggung tangan Seara dengan takzim, setelah itu Seara mengusap lembut pucuk kepala Jamal, menggumamkan sebaik do'a, " Jaga Mbok dan belajar yang rajin ya Sayang " Tanpa sungkan Seara mengecup pucuk kepala Jamal sebelum melangkahkan kaki nya menghampiri Anan yang tengah mencium punggung tangan kanan Mbok Jum.


" Terima kasih Om dan Kakak " Jamal berucap seraya mencium punggung tangan kanan Anan, dan setelah itu Anan mengusap pucuk kepala Jamal dengan lembut " Ingat kata Kak Seara, jaga Mbok dan belajar yang rajin " Jamal mengangguk yakin lalu memeluk Anan yang tengah menjongkokkan tubuh nya sejajar dengan tubuh Jamal.


" Iya Om. Terima kasih Kak Seara " Seara tersenyum dan mengangguki ucapan Jamal.


" Kami pamit ya Mbok, Jamal. Assalamu'alaikum " Ucap Anan yang mewakili Seara juga.


Akhir nya kedua sejoli itu pun melangkahkan kaki mereka meninggalkan pasar malam menuju rumah Pak Budi.


Selama perjalanan pulang beberapa orang warga menyapa Anan dan Seara. Tak jarang Seara mendapati tatapan penuh selidik beberapa ibu yang kebetulan berpapasan dengan mereka saat perjalanan pulang kepadanya dan Anan secara bergantian.


" Jauh lebih cantik yang ini Bu, dibandingkan Ratna mah " Bisik seorang ibu yang tengah jalan pulang dari pasar malam.


" Pantas saja Anan membatalkan pernikahan nya dengan Ratna. Kata nya perempuan itu membayar keluarga Pak Bagas 1 Milyar agar pernikahan Anan dan Ratna batal " Bisik ibu lawan bicara nya.

__ADS_1


" Bu Rini itu selalu bilang keluarga Pak Budi itu berhutang, maka nya Mereka terpaksa menikahkan Ratna kepada Anan, apalagi Anan yang menghamili Ra... " Belum sempat si ibu lawan bicara nya melanjutkan ucapan nya, si Ibu pertama langsung memotong ucapan si ibu lawan bicara nya yang bernama Bu Susi itu hingga membuat Bu Susi terkejut mendengar ucapan si ibu pertama.


" Eh Bu Susi jangan asal tuduh ya, Ratna itu nggak mungkin hamil anak nya Anan, ketauan kan selama dua tahun ini Ratna pacaran sama anak nya Ibu " Bu Susi pun meradang akibat ucapan balasan wanita yang berjalan bersama nya.


" Bu Mira menuduh, Kevin anak Saya menghamili Ratna? " Tanya Bu Susi tak terima, Anan dan Seara tetap melangkah, ketika mendengar sindiran halus kepada Bu Susi itu berubah menjadi pertengkaran dua orang wanita yang terkenal sebagai pengghibah di lingkungan rumah Anan.


" Bukan nuduh Bu, ya barangkali aja Kevin yang nanam saham di rahim nya Ratna " Ucap Bu Mira santai, dan semakin membuat Bu Susi murka.


" Itu sama aja nuduh " Bu Susi pun berjalan meninggalkan Bu Mira dengan kesal dan melewati Anan dan Seara. Anan hanya bisa menggelengkan kepala melihat Bu Susi yang berjalan kencang sampai menyenggol bahu kanan Anan yang berjalan di depan nya, membuat Anan dan Seara menghentikan langkah nya. Apalagi di hadapan mereka kini Bu Susi sudah berdiri sambil berkecak pinggang.


" Kalau jalan yang bener " Alis Seara menukik tajam ketika Bu Susi justru menegur Anan yang di senggol bahu nya dengan bentakan.


" Eh, Ibu ya yang kalau jalan pakai mata " Balas Seara tak mau kalah.


" Ih, sok kecantikan " Balas sungut Bu Susi, membuat Seara memutar malas kedua bola mata nya.


" Lah emang udah cantik Bu, tuh liat cantik banget malah, menang jauh dari yang dibatalin nikah nya sama Anan " Sindir Bu Mira yang semakin membuat dongkol Bu Susi.


" Sudah Bu, ini di jalanan malu kalau di lihat orang " Ucap Anan menengahi perdebatan kedua wanita paruh baya tersebut.


" Kami permisi dulu Bu, mari " Anan kembali menarik tangan Seara untuk melanjutkan langkah mereka pulang ke rumah Pak Budi, menghiraukan kedua ibu penggosip yang tengah orang dingin.


" Bakalan jadi malam panas buat mereka berdua tuh " Bisik Seara saat melirik kebelakang. Masih terlihat Bu Susi dan Bu Mira tengah berdebat dan kini mulai disaksikan beberapa tetangga mereka yang tengah lewat jalan itu untuk pulang.

__ADS_1


" Bakal lebih panas di dalam kamar nanti, kalau Kita mengulang malam panas kita " Bisik Anan membuat Seara memukul lengan Anan.


" Mesum " Gerutu Seara yang di balas tawa Anan


__ADS_2