Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
Bab 21 Kunjungan Mantan


__ADS_3

Anan terus menerus mengenggam erat tangan kanan Seara menyusuri jalan setapak menuju sebuah rumah yang biasa menjual aneka sarapan. Kebetulan rumah tersebut berada di samping rumah Mbok Jum.


" Kakak Ara. Om Anan " Jamal yang sedang menunggu giliran membeli sarapan dan melihat Seara dan Anan yang tengah berjalan menuju tempat yang sama dengan nya itu langsung berteriak memanggil mereka.


" Jamal " Panggil Seara dan Anan bersama, Jamal langsung mencium punggung tangan Seara dan Anan bergantian, tak lupa Anan dan Seara mengusap kepala Jamal secara bergantian.


" Mbok mana? " Tanya Seara karena melihat Jamal tidak di temani mbok jum.


" Mbak lagi di dalam rumah Kak." Jawab Jamal menunjuk ke arah rumah nya.


" Kakak sama Om mau beli sarapan juga? " Jamal bertanya, seraya menunjukkan piring plastik kosong yang tengah di bawa nya.


" Iya, kata Om Anan yang jual sarapan dekat dengan rumah nya Jamal, jadi Kakak sekalian mampir ke rumah Jamal " Jawab Seara membuat Jamal senang karena Seara berkenan mampir ke rumah gubuk nya.


" Mau pesan apa Yang? " Tanya Anan tanpa sungkan membuat yang mendengar ucapan Anan mengalihkannya pandangan mereka kearah Seara.


Desas desus Anan yang sudah membatalkan pernikahan nya dengan Ratna dan berita tentang pernikahan Anan yang di sebarkan oleh Bu Rini membuat beberapa tetangga yang tinggal tidak jauh dari kediaman Anan juga Ratna mengetahui berita tersebut.


" Nasi uduk aja, pakai gorengan sama sambal kacang. Jamal mau pesan apa?, biar Om Anan sekalian pesankan buat Jamal juga Mbok " Ucap Seara menjawab pertanyaan Anan dan menanyakan Jamal sarapan yang akan di beli nya.


" Lontong isi aja Kak, kasian Mbok udah nggak kuat makan nasi " Ucap Anan yang di angguki Anan.

__ADS_1


"Om pesankan dulu ya, kalian tunggu di rumah Jamal saja" Ucap Anan. "Ayo Kak." Tanpa sungkan Jamal menarik tangan Seara mengajak nya kerumah nya.


" Mbok, ada Om Anan sama Kak Seara " Anan berteriak sambil masuk kedalam rumah, tak lama kemudian Mbok Jum keluar dari dalam rumah dengan di tarik pelan oleh Anan.


" Assalamu'alaikum Mbok " Sapa Seara lalu mencium punggung tangan kanan Mbok Jum


" Waalaikumsalam Neng cantik " Jamal mendudukkan Mbok Jum di samping Seara, sementara bocah itu kembali berlari kecil menghampiri Anan yang tengah menunggu pesanannya di siapkan penjual setelah pamit kepada kepada Mbok Jum juga Seara.


Sarapan pagi itu penuh dengan canda tawa dengan Jamal sebagai lakon nya. Seara dan Anan pamit setelah selesai menyantap sarapan mereka. Kedua nya pun berpamitan kepada Pak Budi untuk pulang ke rumah Seara.


Pak Budi menolak dengan halus keinginan Seara membawa nya untuk tinggal bersama menempati rumah nya, pak Budi beralasan enggan meninggalkan rumah yang penuh kenangan itu, sehingga membuat Seara dan juga Anan terpaksa menyetujui keinginan Pak Budi yang ingin tinggal sendiri di rumah nya, namun Seara berpesan agar setiap akhir minggu Pak Budi menginap di rumah nya, dan hal itu menjadi keharusan bagi Pak Budi yang akhir nya di setujui oleh pria paruh baya tersebut.


Seperti hari hari sebelum nya di saat hari bekerja, Anan masih setia menjadi supir merangkap asisten pribadi Seara saat bekerja. Pernikahan mereka pun masih di rahasiakan atas permintaan Anan yang masih merasa belum layak menjadi suami Seara yang hidup bergelimang harta, sementara Dia hanyalah seorang anak supir yang sejak kecil menjadi anak asuh Pak Gunawan ayah Seara.


"Yang penting pernikahan kalian sudah dah secara agama, hukum juga negara Dek" Itulah pesan Andi ketika Seara mengajukan keberatan kepada Anan dan juga Andi perihal pernikahan nya yang harus di sembunyikan dari keluarga besar Seara juga rekan kerja nya.


" Terus sampai kapan?" Protes Seara. Anan mengusap lembut pucuk kepala Seara, "Bersabarlah, InsyaAllah secepatnya nya kita sampaikan keluarga besar Kamu juga yang lain tentang pernikahan kita" Jawaban Anan kala itu hanya di balas helaan nafas kecewa Seara akan keputusan yang di ambil Anan dan juga Andi sebagai keluarga Seara dari pihak Almarhumah ibu nya.


Suara ketukan pintu dan meminta izin masuk dari luar membuyarkan lamunan Seara, ketika mengingat perbincangan yang membahas status pernikahan nya dengan Anan di muka umum saat berkunjung kerumah Andi semalam.


"Masuk" Seru Seara mengizinkan permintaan Risa dari balik pintu.

__ADS_1


Ceklek


Pintu ruang kerja Seara terbuka dengan menampakkan sosok Risa dan seorang pria muda seusia nya yang tersenyum kepada Seara, membuat Seara terkejut gembira, lalu bergegas menghampiri tamu nya tersebut.


" Oh My God Bryan " Seru sapa Seara ketika tiba di hadapan pria tersebut.


" Apa kabar Ara? " Seara memundurkan tubuh nya kebelakang saat Bryan akan memeluknya. " Oh sorry, Aku lupa" Bryan tersenyum kikuk karena penolakan yang Seara lakukan. Seara mengangguk pelan lalu mempersilahkan Bryan untuk duduk di sofa ruang kerja nya dan kemudian meminta Risa agar memberitahu OB membuat minuman untuk Bryan.


Kedua nya berbincang dengan sangat hangat mengingat beberapa tahun yang lalu sempat menjalin tali kasih, namun tak mendapatkan restu dari Ayah Seara karena perbedaan agama. Namun hal tersebut tak membuat hubungan pertemanan mereka merenggang.


Hubungan mereka sempat merenggang saat Bryan memutuskan menikah dengan wanita yang di jodohkan oleh keluarga, namun ternyata menurut cerita Bryan, pernikahan tersebut sudah kandas karena pada dasar nya tak ada cinta di antara mereka, sehingga selama setahun pernikahan baik Bryan ataupun wanita yang di jodohkan dengan nya itu pun akhir nya sepakat untuk mengakhiri pernikahan mereka tanpa saling bersentuhan satu sama lain.


" Wow, setahun menikah dan tak pernah melakukan?. Hebat Kamu Bryan " Bryan meringis mendengar ucapan Seara.


" Bagaimana bisa melakukan nya kalau setiap saat bayangkan Kamu masih selalu menghantui pikiran Ku " Seara langsung menghentikan tawanya saat mendengar ucapan Bryan.


" Harapan Aku untuk bersama dengan Kamu masih besar Ara " Ucapan Bryan lagi-lagi membuat Seara terdiam, kalau mau jujur masih terselip sedikit rasa untuk Bryan, namun mengingat status nya yang kini sudah sah menjadi istri Anan membuat Seara mengubur dalam dalam rasa itu.


" Dan Aku sangat berharap Kamu bisa menerima Aku kembali, karena kita sekarang sudah seiman "


Seara terdiam mendengar ucapan Bryan yang bertepatan dengan Anan yang memasuki ruangan Seara untuk menyerahkan berkas yang tadi di susun nya.

__ADS_1


Anan yang mendengar ucapan Bryan hanya bisa terdiam dengan masih memegang handle pintu, kemudian melihat kearah Seara yang terlihat terkejut entah melihat kedatangan nya yang bertepatan dengan ucapan Bryan atau terkejut mendengar ucapan Bryan yang ternyata masih menunggu nya dan bahkan pria itu kini sudah memutuskan untuk mengikuti agama Seara.


" Ah maaf, seperti nya kedatangan Saya mengganggu "


__ADS_2