
" Apa tidak masalah Kamu menginap disini? " Anan bertanya ragu-ragu saat tadi Seara meminta izin untuk menginap di rumah Anan dan Pak Budi menyetujui nya.
" Memang nya kenapa kalau Aku menginap disini?, Kamu keberatan kalau Aku menginap di sini? " Seara berbalik bertanya kepada Anan. Anan hanya bisa menggaruki tengkuknya yang tidak gatal terus menerus.
" Bukan begitu No, eh Sea " Anan tampak canggung ketika harus hanya memanggil nama Seara tanpa embel-embel Nona di depan nama panggilan nya lagi. " Maksud Saya, apa nanti tidak kepanasan karena di kamar tidak ada AC hanya ada kipas angin dinding dan juga kamar mandi berada di luar, Saya takut nanti No, eh Kamu repot kalau mau ke kamar mandi " Seara berdecak kesal mendengar alasan Anan.
" Jadi Kamu keberatan kalau Aku menginap di rumah mertua Aku? " Tanya Seara kesal yang lagi lagi membuat Anan kebingungan untuk menjawab nya.
" Ya sudah. Aku pulang " Seara pun keluar dari kamar Anan, dan menutup pintu kamar Anan dengan kencang, hingga membuat Anan terkejut. Beruntung Pak Budi sedang keluar rumah untuk bermain kerambol di pos keamanan yang berada di depan gang rumah Anan, sehingga Pak Budi tidak harus menyaksikan drama suami istri yang pasti akan membuat nya tertawa.
" Bukan begitu, Sea " Anan pun bergegas menyusul Seara yang sudah berada di depan pintu rumah untuk keluar dari dalam rumah.
" No.. Sea, bukan begitu... " Anan menahan langkah Seara yang akan keluar dengan menarik pergelangan tangan kanan Seara, lalu membalikkan tubuh Seara menghadap nya untuk kemudian meletakkan kedua tangan nya di bahu Seara.
" Baiklah Kita menginap di sini " Seara menepis kedua tangan Anan dari bahu nya lalu tetap berjalan keluar rumah menghiraukan Anan yang berdecak kesal dengan diri nya sendiri karena sudah membuat Seara marah.
" Ayah " Panggil Seara membuat Pak Budi dan beberapa Bapak-bapak yang sedang berkumpul di pos keamanan melihat kearah Seara.
" Ada apa Ra? " Tanya Pak Budi binggung melihat Seara yang tiba-tiba menghampiri nya dan terlihat Anan berjalan tergesa-gesa menyusul Seara.
" Ara mau pulang. Dito mpmpmp " Seara memukuli lengan Anan karena Anan tiba-tiba menutup mulut nya dengan telapak tangan kanan nya dan merangkul bahu Seara dengan tangan kiri nya.
" Anan, mau mengajak Sea pergi ke pasar malam. Iya kan Sayang? " Seara menatap tajam Anan, membuat Anan meringis ngeri melihat sorot mata Seara.
__ADS_1
" Ya sudah, pulang nya jangan malam-malam Nan " Anan mengangguk lalu membawa Seara berjalan menjauhi pos keamanan dengan masih menutup mulut Seara dengan telapak tangan kanan nya, yang kemudian dengan kesal Seara mengigit telapak tangan Anan. Dan akhir nya Anan pun melepaskan bekapan nya di mulut Seara.
" Sakit No... Sea " Pekik Anan lalu melihat dalam telapak tangan kanan nya yang kini di hiasi bekas gigitan Seara.
" Siapa suruh main bekap mulut orang " Protes Seara lalu berjalan meninggalkan Anan. Wanita cantik itu mengabaikan panggilan Anan dan terus menerus menepis tangan Anan ketika hendak meraih tangan Seara.
" Lepas Anandito " Bentak Seara ketika Anan dengan paksa menarik tangan kanan Seara dan menggenggam nya dengan erat.
" Nggak akan Seara " Ucap Anan lalu menarik tangan Seara untuk melangkah beriringan.
" Kita ke pasar malam dulu, untuk membeli baju tidur Kamu dulu. Nggak mungkin kan Kamu tidur dengan masih mengenakan pakaian kerja seperti ini " Ucap Anan.
" Aku mau pulang " Ucap Seara kesal.
Seara mengernyitkan kening nya melihat pasar malam yang Anan maksud tadi. Beberapa penjual menjajakan dagangannya dari mulai aneka jajanan, pernak pernik, mainan anak, bahkan ada yang menjual pakaian beserta dalaman yang di gantung rapi di depan stand, hingga membuat Seara tertunduk malu saat Anan memabawa nya ketempat tersebut.
" Ngapain? " Bisik Seara setiba nya di depan stand yang menjual pakaian beserta ********** itu.
" Beli keperluan Kamu " Balas Anan berbisik. " Nggak usah " Ucap Seara menarik tangan Anan menjauhi stand tersebut.
" Kenapa?. Apa karena murah? " Seara berdecak kesal mendengar ucapan Anan, wanita itu kembali melihat Anan dengan tajam. " Malu " Ucap nya pelan yang di balas kekehan geli Anan.
" Kamu beli di Mall nggak malu " Seara memukul bahu kanan Anan dengan kesal.
__ADS_1
" Ya sudah " Kedua bola mata Anan membulat dengan sempurna setelah Seara berucap, apalagi Seara langsung
menarik nya masuk ke stand dan menanyakan kepada penjual nya yang seorang ibu ibu, ukuran yang biasa Seara kenakan.
" Lho Anan " Si penjual terkejut saat menyadari kalau Anan datang bersama Seara. " Kok nggak sama Ratna?. Ini siapa?" Tanya penjual itu dengan heran melihat Anan yang masih mengenggam erat tangan Seara.
" Mas Anan " Belum juga Anan menjawab seorang wanita muda seusia Ratna masuk kedalam stand. " Kata Bu Rini, Mas Anan dan Ratna nikah nya batal? " Todong wanita itu saat berhadapan dengan Anan.
" Eh Lilis " Sapa Anan membuat Seara memicingkan mata nya kepada Anan dan wanita muda itu bergantian.
" Nikah nya batal?." Tanya si ibu penjual heran.
" Iya Bu, Mas Anan dan Ratna pernikahan nya batal, karena ternyata yang menghamili Ratna itu bukan Mas Anan " Ujar wanita bernama Lilis itu senang.
" Oalah, Maka nya Ibu nggak percaya pas Bu Rini bilang Ratna hamil anak Kamu. Syukur Alhamdulillah kalau begitu bisa dong Kamu jadi menantu Ibu buat Lilis, Dia udah nungguin Kamu lama lho Nan " Ujar Si Ibu penjual membuat Anan meringis karena Seara yang mencengkram genggaman nya kepada Anan. Sementara Lilis tampak tersenyum malu malu membuat Seara memutar malas kedua bola mata nya.
" Wah kalau buat jadi menantu Bu Rita, mohon maaf Bu, Anan keberatan dan nggak bisa. Perkenalkan ini Seara Istri Anan " Ucap Anan membuat Lilis dan Ibu nya terkejut ketika Anan melepas genggaman kepada Seara lalu tanpa sungkan Anan merangkul mesra bahu Seara memperkenalkan Seara kepada Lilis dan Ibu nya.
" Lho kok bisa, Mas Anan kapan nikah nya?. Kan nikah nya sama Ratna kok? " Lilis tampak bingung seolah meragukan ucapan Anan.
" Oh, maaf itu semua menjadi urusan pribadi Kami, yang pasti nya saat ini Saya sudah menikah, dan ini istri Saya. " Ucap Anan tak ingin menjelaskan kepada orang lain perihal pernikahan nya dengan Seara yang memang masih belum diketahui oleh orang banyak termasuk tetangga Anan.
" Jadi beli baju nya nggak Mas? " Tanya Seara sambil bergelayut manja di lengan kanan, Anan sempat terkejut dengan panggilan untuk nya, namun sejurus kemudian sekilas senyum dan usapan lembut di pucuk kepala Seara di hadiahkan Anan berserta anggukan menjawab pertanyaan Seara yang di balas Seara dengan kecupan sekilas di pipi kanan Anan yang membuat Lilis langsung cemberut dan berjalan meninggalkan Anan dan Seara serta Ibu nya yang tengah melayani Seara dan Anan dengan kesal.
__ADS_1