Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C40. Nitnit


__ADS_3

"Astaghfirullah, Kamu ikut makan juga Nitnit?" Nita mengernyitkan kening nya dengan kesal saat mendengar suara yang setiap hari selalu mengganggu telinga nya dengan ocehan absurd nan menjengkelkan. Belum lagi nama panggilan yang sejak seminggu yang lalu Wisnu sematkan untuk nama panggilan nya membuat Nita semakin kesal.


Nita memutar malas kedua bola mata nya kala mendapati bos nya itu berdiri di sisi kiri nya yang tengah duduk di atas bale gazebo yang berada di taman samping kediaman Seara. Nita menepuk tangan kanan Wisnu saat akan mengambil mangga muda yang berada di depan Nita.


"Itu punya Ibu hamil" Ucap Nita membuat Wisnu menolehkan wajah nya kearah Nita.


Tubuh Wisnu yang sedikit merunduk mendekati bahu Nita, membuat posisi mereka cukup dekat, bahkan Nita dapat merasakan hembusan nafas mint bercampur bau nikotin yang menjadi khas Wisnu menerpa wajah manis nya yang tak terpoles make up hanya liptint dan mungkin sunscreen yang gadis itu kenakan di wajah nya, namun hal itu justru membuat Nita terlihat cantik.


Kedua saling bertatapan sejenak, sebelum Nita memutuskan pandangan itu dengan mengalihkan perhatian nya kepada Seara yang tengah merengek menyuapi Anan sepotong mangga muda yang sudah di cocol bumbu rujak, sementara Mbak Yuni justru terlihat tengah menertawakan nasib Anan yang kini menutup mulut nya dengan telapak tangan kanan.


"Cuma nyicip" Ucap Wisnu yang tetap mengambil sepotong mangga muda dan mencocol bumbu rujak yang terlihat menggiurkan itu.


"Astaghfirullahalazim, mangga nya asem banget sama bumbu nya pedes banget Nan." Ucap Wisnu langsung melepehkan mangga yang baru saja masuk kedalam mulut nya.


"Beneran Bang?" Tanya Anan lalu menatap tajam kearah Seara setelah Wisnu menganggukkan kepala nya cepat.


"Udah dibilang itu punya ibu hamil, Bapak nggak percaya sih" Gerutu Nita lalu menyerahkan sebuah gelas berisikan air teh hangat yang menjadi teman makan rujak mereka tadi. Wisnu pun langsung menghabiskan air yang diberikan Nita hingga tandas tak tersisa.


"Stop. Kamu nggak boleh makan ini lagi. Aku nggak mau Kamu juga Utun kenapa-kenapa" Anan menjauhkan piring dan juga bumbu rujak dari hadapan Seara.


"Maaf Mbak Yuni, rujakan nya tolong di bawa masuk ya Mbak" Mbak Yuni mengangguk pelan menuruti permintaan Anan dan bergegas membawa masuk piring dan juga bumbu rujak yang hanya tinggal sedikit lagi habis.

__ADS_1


"Kok gitu Mas. Itu dikit lagi lho Mas, sayang banget kalau di buang" Rengek Seara memelas.


"Ngak boleh. Makan rujak nya jangan terlalu banyak ya sayang" Titah Anan tak terbantahkan dan hal itu membuat Seara langsung melipat kedalam bibir nya dan mulai menampilan wajah memelas nya.


"Segitu juga cukup ya, Mas nggak mau nanti kalau jadi mulas mulas " Anan berucap sangat lembut seraya mengusap lembut pucuk kepala Seara.


"Tapi masih pengen Mas" Rengek Seara yang di balas Anan dengan gelengan kepala berkali-kali.


"Ck, semua nya karena Kak Wisnu" Seara berucap kesal sambil melihat tajam kearah Wisnu yang masih setia berdiri di sisi kiri Nita dengan menyenderkan tubuh nya di pilar gazebo.


"Lho kok malah jadi nyalahin Aku Ra?. Salahin tuh si Nitnit mangga asem kaya gitu kok di bawain buat Kamu" Bantah Wisnu tak mau di salahkan.


Nita menepuk lengan Wisnu yang tengah melipat kedua lengan nya sebatas dada dengan kencang, dan menatap sinis kearah atasan nya terlihat santai dengan mengenakan polo shirt dan celana cargo pendek itu.


"Namanya mangga muda Pak ya pasti asem lah. Kalau manis tuh mangga matang" Ucap Nita sewot, lalu bersiap beranjak dari duduk nya.


"Mbak Ara, Pak Anan. Saya balik dulu ya. Kalau lama-lama disini bisa darah tinggi Saya.Ya masa di waktu weekend Saya masih harus kesel juga " Ucap Nita sinis, membuat Seara dan Anan mengulum senyuman nya apalagi melihat ekspresi Wisnu yang langsung memasang wajah sengit melihat Nita yang sudah berdiri di hadapannya.


Tubuh Nita yang hanya sebatas bahu Wisnu membuat Nita harus mendongakkan kepala nya untuk menatap sinis Wisnu.


"Ini weekend ya Pak, waktu Saya menikmati libur tanpa emosi karena harus berhadapan dengan Bapak" Tawa Seara dan Anan langsung pecah karena melihat perdebatan yang kerap kali menjadi hiburan tersendiri bagi Anan dan Seara, kalau Wisnu dan Nita bertemu.

__ADS_1


"Kamu ini anak buah nggak ada takut-takut nya apa sama atasan" Ucap Wisnu.


"Kan sudah Saya bilang ini weekend, jadi Saya malas debat sama Bapak. Kalau mau debat besok aja di kantor. Sekarang Saya mau pulang, mau lempengin otak supaya besok kembali bekerja otak Saya udah segar" Nita berucap lalu meraih tas ransel kecil di punggung nya.


"Saya pamit Pak Anan, Mbak Seara. Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam" Balas salam Anan dan Seara bersamaan, dan Nita pun bergegas melangkahkan kaki nya meninggalkan gazebo menuju teras rumah Seara dari pintu samping.


"Woi Nitnit, Kamu itu nggak ada sopan santun nya apa sama Bos" Nita hanya membalas teriakan Wisnu dengan melambaikan tangan kanan nya dan tetap melangkah meninggalkan halaman samping rumah Seara dengan mengacuhkan teriakan Wisnu yang terus menerus memanggilnya Nitnit tanpa henti hingga suara panggilan itu tak Nita dengar lagi ketika Dia sudah berada di teras depan rumah Seara.


"Natnit. Natnit, seenaknya aja ngerubah nama orang!" Gerutu Nita sambil mengenakan helm retro pink kesayangan ke kepala nya. Dan bergegas menyalakan mesin motor matic pink kesayangannya, guna bergegas pulang untuk mengistirahatkan tubuh nya sebelum bekerja besok.


Padahal kalau saja Wisnu tidak datang kerumah Seara, Nita dan Seara juga Mbak Yuni akan melakukan Me Time mereka dengan menonton sebuah film dari negara gingseng yang sedang booming saat ini. Namun rencana itu gagal, setelah sejam Nita tiba di rumah Seara, Wisnu pun datang ke rumah itu untuk menentukan Anan dengan alasan membicarakan tender.


"Ck ganggu aja tuh bujang lapuk" Gerutu Nita sambil melakukan motor matic nya tidak terlalu kencang, karena gadis itu tengah menikmati suasana siang yang sedikit mendung menuju ke tempat kost baru nya yang berada tidak jauh dari kediaman Seara.


Nita sengaja pindah kost karena Seara yang meminta nya agar tinggal tidak jauh dari kediamannya. Selain karena mengkhawatirkan keselamatan Nita yang tidak mempunyai sanak saudara lagi, alasan lain nya adalah agar Nita bisa dengan cepat datang kerumah nya kala Seara kesepian, kalau Anan pergi keluar kota mengurus perusahaan Pak Wibi. Sementara perusahaan Seara sendiri masih di pegang oleh Seara, walaupun wanita itu hanya tiga hari selama seminggu kekantor. Selebihnya Seara mempercayai urusan kantor kepada Riri sekretaris nya.


Nita baru saja merebahkan tubuh nya di atas kasur lantai yang berada di dalam kamar kost nya setelah mandi dan melaksanakan sholat Ashar, gadis itu berencana merebahkan tubuh nya hingga waktu Maghrib nanti.


Namun suara ketukan pintu membuat gadis itu bangkit dari posisi tiduran dan langsung membuka pintu nya.

__ADS_1


"Astaghfirullahalazim... "


__ADS_2