Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C41. Menjelang Dadakan


__ADS_3

Dengan lembut Ibu Kost yang bernama Bu Rahma itu menuntun Nita untuk duduk di sebelah kiri nya.


"Kenapa menolak permintaan Nak Wisnu?"


Nita hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Bu Rahma. Dia masih sesenggukan menahan tangisan nya.


"Ibu lihat Nak Wisnu pria yang baik"


"Dia pria paling menyebalkan yang saya kenal Bu" Nita membalas dan tak menyetujui ucapan Bu Rahma tentang Wisnu.


"Seperti nya Dia menaruh hati kepada Kamu Nak" Dengan masih sesenggukan Nita menggelengkan kepala nya.


"Nggak Bu, setiap hari Dia selalu membuat Saya kesal" Bu Rahma mengulum senyuman kala Nita menjawab ucapan nya sesenggukan.


"Apa Dia juga menyebalkan kepada wanita lain?" Nita menatap heran Bu Rahma yang tengah tersenyum kepada nya, lalu menggelengkan kepala nya pelan


"Hanya kepada Saya saja Dia menjadi pria yang sangat menyebalkan" Ucap Nita.


"Berarti Kamu adalah orang yang spesial buat nya, bukti nya Dia hanya bersikap menyebalkan kepada Kamu saja kan, Nak?" Nita terdiam tak menjawab ucapan Bu Rahma.


"Tak baik lho menolak lamaran seorang Pria. Apalagi Ibu lihat Wisnu itu adalah pria yang baik. Coba Kamu ingat apa hal baik yang menjadi kelebihan Nak Wisnu selain sifat menyebalkan yang selalu di tunjukkan kepada Kamu?" Pertanyaan Bu Rahma membuat Nita memikirkan sejenak kelebihan Wisnu yang selalu di bahas para fans garis keras nya.


Nita pun kembali teringat ucapan para fans garis keras nya Wisnu setelah setiap selesai melaksanakan Sholat di musholla kantor, karena setiap sholat Dzuhur dan Ashar di waktu senggang nya Wisnu selalu menyempatkan sholat dan terkadang menjadi imam.


#### Flash Back On


"Pak Wisnu Imamable banget tau nggak sih"


"Yap, udah ganteng, ramah, sopan, suara nya enak. Nggak nolak Gue walaupun nanti di jadiin yang kesekian"

__ADS_1


"Ngimpi Lo."


#### Flash Back Off


"Bagaimana?" Lamunan Nita pun buyar saat Bu Rahma bertanya.


"Tapi Saya takut Bu" Ucap Nita pelan. Bu Rahma sedikit melongok kepala nya ke arah pintu saat melihat Wisnu tengah berdiri di depan pintu. Namun seperti nya Nita tidak menyadari kehadiran Wisnu di sana.


"Takut kenapa?" Tanya Bu Rahma sambil menepuk lembut punggung tangan Nita.


"Saya takut Pak Wisnu sudah memiliki kekasih. Nggak mungkin kan orang sesempurna Pak Wisnu belum atau mungkin tidak punya kekasih atau minimal wanita idaman, yang sudah pasti cantik, berpenampilan menarik dan pasti nya pintar, ya seperti Mbak Seara" Ucap Nita yang merasa rendah diri dengan penampilan nya.


"Seara Gunawan?" Nita mengangguk pelan menanggapi pertanyaan Bu Rahma.


"Kamu tau Nak, jodoh kita sudah di tentukan Sang Illahi saat kita masih berada di dalam perut Ibu kita saat memasuki usia 4 bulan? . Selain ruh yang di tiupkan, disitu juga telah di gariskan jodoh, rezeki juga maut Kita saat kita menjalani kehidupan nanti." Bu Rahma menghentikan sejenak ucapan kala melihat keraguan Nita terbaca jelas di wajah nya.


"Kalau Ibu menyarankan, terima lah lamaran Nak Wisnu. InsyaAllah Wisnu bisa menjadi imam yang baik buat Kamu" Nita kembali terdiam, hanya sesenggukan nya yang masih sesekali terdengar.


"Beberapa tahun yang lalu Saya sempat menjalin hubungan dengan seorang pria yang juga rekan kerja di kantor. Awal nya hubungan Kami baik-baik saja, bahkan Kami sempat bertunangan dan akan melaksanakan pernikahan tiga bulan kemudian. Namun _" Nita menghentikan kisah nya guna menghapus tetesan air mata yang mulai keluar lagi dari kedua sisi kelopak mata nya.


"Ternyata Dia menjalin hubungan dengan wanita lain dan sampai menghamili wanita itu, sehingga Saya pun memutuskan untuk membatalkan pernikahan Kami, seminggu sebelum akad Kami dilangsungkan. Namun pihak keluarga pria itu menolak nya dan akhir nya kedua orang tua Saya pun menyetujui usulan mereka yang akan tetap melaksanakan pernikahan Kami tersebut_" Nita menghentikan kembali kisah nya, mengenal nafas sesaat sebelum akhir nya gadis itu melanjutkan cerita nya.


"Tapi kenyataan nya, pihak mempelai pria dan juga keluarga nya tidak ada yang datang hingga acara akad akan di mulai hingga sore tak juga tampak batang hidung mereka. Hal itu membuat kedua orang tua Saya shock hingga tak sadarkan diri dan berakhir dengan meninggal dunia secara bersamaan" Tangisan Nita kembali pecah kala mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


Kejadian yang terjadi saat Wisnu masih belum bekerja di perusahaan milik Pak Wibi. Kedua telapak tangan Wisnu tergenggam kesal menahan amarah mendengar kisah Nita.


"Bram" Gumam Wisnu kesal.


Ya Bram. Pria itu adalah mantan tunangan juga calon suami Nita yang dengan tega nya meninggalkan Nita di hari pernikahan nya hingga membuat kedua orang tua nya meninggal dunia di hari yang seharusnya menjadi hati bahagia mereka.

__ADS_1


"Bu Rahma tau. Pak Wisnu jauh lebih tampan, mapan dan berpendidikan di bandingkan pria pecundang itu. Pria pecundang itu saja bisa mengkhianati Saya, lalu apakah Pak Wisnu tidak_"


" Jangan menyamakannya semua lelaki itu pria pecundang seperti Bram " Nita terdiam dan jadi melanjutkan ucapan nya karena Wisnu yang memotong ucapan nya.


"Kita memang seperti Tom and Jerry kalau bertemu, tapi yakin lah InsyaAllah Saya bisa menjadi imam yang baik buat Kamu" Nita menundukkan kepala nya dalam dalam, tak mampu menyahuti ucapan Wisnu.


"Terima atau tidak Saya akan tetap menikahi Kamu saat ini juga. Hal ini Saya lakukan demi menjaga nama baik Kamu dan juga harga diri Kamu. Bukankah secara tidak langsung Saya sudah menyentuh Kamu?" Ucapan Wisnu membuat Nita menghela nafas pelan.


"Bapak juga sudah sering menyentuh Saya, kenapa baru sekarang Bapak bertanggungjawab?" Bu Rahma mengulum senyuman melihat interaksi kedua nya yang mulai menghangat.


" Kalau yang biasanya nggak ada nafsu. Kalau tadi, jujur ya ada sedikit nafsu" Ucapan santai Wisnu sontak membuat kedua bola mata Nita membulat dengan sempurna dan menatap tajam Wisnu yang tengah tersenyum kepada Nita.


"Kebiasaan kalau ngomong suka ngajak ribut, bikin orang darah tinggi!" Ucap Nita kesal namun justru membuat Bu Rahma tertawa kecil.


"Kalian benar-benar pasangan yang unik. Saya harap kalian berjodoh" Ucap Bu Rahma.


" Aamiin / Tidak " Ucap Wisnu dan Nita bersamaan jawaban yang tidak samaan.


"Nggak ada penolakan." Paksaan Wisnu membuat Nita berdecak kesal.


" Seara dan Anan sudah menunggu di depan" Ucap Wisnu yang masih bertahan di pintu ruangan musholla.


"Bapak memanggil mereka kesini?" Ucap Nita yang beranjak dari duduk nya bersamaan dengan Bu Rahma.


"Pernikahan Kita butuh saksi dari pihak keluarga. Untuk wali hakim Saya meminta bantuan Pak Andi sebagai penghulu juga wali hakim Kamu"


"Wali hakim?. Kenapa butuh wali hakim, kalau hanya menikah siri" Ucap Nita. Wisnu berdecak kesal mendengar ucapan Nita.


"Bawel, tinggal duduk diam nunggu kata sah aja" Nita mencembikkan bibir nya sambil mengikuti langkah Wisnu menuju ruang tamu rumah Bu Rahma. Sementara Bu Rahma kembali tertawa kecil melihat interaksi manis yang tengah di tampilkan dua anak manusia yang tengah berdebat tak jelas itu.

__ADS_1


"Kalian memang benar-benar pasangan yang unik"


__ADS_2