Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C51. Berantas Sekarang


__ADS_3

Ya, sering bertemu orang banyak dengan bermacam dan beragam karakter juga sikap dan sifat, membuat Seara bisa menilai kinerja seseorang berdasarkan penampilan, sikap juga tatapan mata dan tingkah yang sedang di lakukan oleh seseorang yang sedang berhadapan dengan nya.


"Tampang doang, otak zonk!. Bikin kita harus berantas sekarang!"


Nita mengulum senyuman nya ketika mendengar gerutuan Seara ketika melihat Bian memasuki ruangan meeting.


Bian tampak terkejut kala melihat Abigail, Lia juga Loli sudah berada di dalam ruangan meeting.


"Ada apa ini?. Apa mereka bikin masalah?. Ck bisa nggak aman nih posisi" Bian berbisik dalam hati nya, dan langsung membuang wajah nya ketika bertatapan dengan Abigail yang memasang wajah memelas nya.


"Anda tahu alasannya Anda kami panggil Pak Bian?" Tanya Wisnu dingin dan menatap tajam Bian ketika pria yang menjadi teman sekelas nya saat SMU dulu itu menggelengkan kepala nya pelan.


"Yakin nggak tau atau pura-pura nggak tau?" Bian tercekat ketika Seara mengeluarkan suara nya.


Anan yang memang memasukkan nama Seara dalam dewan direksi membuat Seara otomatis mempunyai hak untuk turut serta dalam mengambil keputusan perihal kelayakan kinerja karyawan, membuat nya pantas untuk mengajukan pertanyaan tersebut.


"Jika dilihat dari penampilan mereka, apa kesalahan yang jelas terlihat dari mereka?" Pertanyaan Seara memaksa Bian mengalihkan pandangan nya kearah trio ghibah.


Walaupun pakaian yang dikenakan oleh Loli masih bisa terbilang sopan karena pendek dres yang dikenakannya masih seruas di atas lutut, namun atasan yang dikenakan nya cukup ketat, hingga membuat bagian atas tubuh Loli terlihat menggoda pria bermata jelalatan.


Tak jauh berbeda dengan Lia dan Abigail, selain mengenakan baju yang ketat hingga membentuk siluet tubuh mengenakan blazer, rok yang mereka kenakan lebih pendek di bandingkan rok yang Loli kenakan.

__ADS_1


"Nggak usah di jawab!" Seara langsung mengangkat tangan kanan nya kearah depan saat Bian baru saja akan mengeluarkan jawaban nya.


"Sudah berapa Kalian bekerja di perusahaan ini?" Pertanyaan di ajukan oleh Seara untuk ketiga wanita yang berada di depan nya.


"Tiga tahun bu" Jawab ketiga serentak.


"Udah lama juga ya. Udah berapa kali dapat SP?" Ketiga nya terdiam tak menjawab pertanyaan Seara.


"Jangan bilang Anda belum memberikan satu SP pun kepada mereka Pak!" Seara berucap kesal kepada Bian.


"Baiklah. Kalau begitu Saya selaku direksi kepegawaian dengan ini memberikan keputusan untuk memberikan sanksi penurunan jabatan kepada Pak Bian menjadi staf bagian arsip" Ucak Seara membuat Bian menghela nafas berat.


"Setelah membaca hasil kinerja Anda bertiga, maka ada pemberitahuan yang akan Saya sampaikan kepada Anda bertiga" Seara membuat map yang berada di hadapan nya.


"Melihat kinerja yang selama tiga tahun ini Anda berikan kepada perusahaan, dan nyaris tanpa ada hal yang patut di banggakan selain membuat perkumpulan ghibah kantor. Maka dengan ini Saya atas nama direksi lain nya memecat Anda saat ini juga!" Kedua bola mata Abigail langsung membulat sempurna, nafas nya tercekat dan tam bisa menelan saliva nya sendiri.


"Tapi Bu_" Seara kembali mengangkat tangan kanan nya kedepan menandakan tak menerima alasan apa pun yang akan di sampaikan oleh Abigail.


"Kamu tenang aja. Pihak perusahaan akan tetap membayarkan gaji, hanya saja untuk memberikan surat keterangan pengalaman bekerja tidak bisa kami berikan, kecuali Anda memaksa dan Kami pun akan memberikan surat tersebut tanpa menyembunyikan hal apapun tentang pengalaman kerja Anda selama bekerja di perusahaan Kami!. Ucap Seara membuat Abigail hanya bisa mengangguk pasrah.


Bukankah lebih baik Dia menerima keputusan perusahaan daripada harus menolak dan kehilangan gaji juga akan mendapatkan surat pengalaman kerja yang tidak baik saat akan mencari pekerjaan selanjutnya nanti.

__ADS_1


"Amelia Novitasari. Ck maaf banget Saya paling nggak suka sama nama yang Anda pakai ini, soal nya rata-rata teman Saya yang memiliki nama sama persis seperti Kamu ya sifat dan karakter orang nya sama persis seperti Kamu. Sok cantik, sok pintar dan sok sok sok an lain nya. Benar itu bukan?" Anggukan di berikan tak hanya dari Nita namun Loli tanpa sadar ikut menganggukan kepala nya mendengar ucapan panjang Seara membahas nama Lia.


Anan dan Wisnu tampak mengulum senyuman dan menggelengkan kepala nya menanggapi ucapan sarkas istri nya.


Bagi Anan ini masih mending, kalau istri nya sedang tidak hamil sudah bisa di pastikan ocehan nya akan lebih pedas dan pasti nya akan membuat orang yang menjadi bahan ocehan nya itu akan menangis.


"Ya walaupun tak semua orang dengan nama yang sama seperti nama Kamu itu memiliki sifat juga sikap yang sama kaya Kamu. Ada juga sih yang baik. Ck ya sudah. Amelia" Lia mengambil nafas sejenak menunggu ucapan lanjutan yang akan Seara sampaikan selanjutnya.


" Pihak perusahaan akan merumahkan Anda untuk jangka waktu yang tidak dapat di tentukan dengan tanpa menerima gaji selama Anda di rumahkan!" Lia menundukkan kepala nya lemas. Bekerja di perusahaan ini tak hanya menjadikan pundi-pundi uang nya semakin bertambah, nama besar perusahaan tempat nya bekerja pun membuat nya merasa bangga saat menyebutkan Dia bekerja dimana.


"Tenang saja gaji bulan ini akan tetap di berikan" Ucak Seara santai yang di angguki Lia dengan pasrah.


Seara menghela nafas lalu melihat kearah Loli yang masih menundukkan kepala nya dalam-dalam. Nasib nya bisa di pastikan tak akan jauh berbeda dengan kedua mantan teman ghibah nya tersebut.


"Setelah melihat penilaian yang di berikan oleh para pengamat kinerja karywana, dan Saya pun sudah memeriksa sendiri bagaimana hasil kerja Kamu, maka dengan ini Saya selalu salah seorang pihak direksi dengan ini memutuskan untuk menempatkan Kamu kembali kebagian arsip" Lia dan Abigail menatap tak percaya kepada Loli yang tampak sedang menghela nafas lega, karena tidak di pecat ataupun di rumahkan seperti nasib Abigail dan juga Lia.


"Ck nggak usah liatin Loli kaya gitu kali. Walaupun Loli suka ngumpul dan juga gosip kaya kalian, Dia masih bisa mengerjakan job desk nya dengan baik dan tidak lalai seperti Kalian berdua. Jadi nggak usah iri sama nasib Loli yang nggak di pecat ataupun di rumahkan!" Seara berucap dengan tegas namun santai.


"Saya harap Anda berdua tidak menyangkut pautkan ucapan Loli saat di pantry tadi yang menolak bahkan menasehati Anda berdua agar tidak jadi PELAKOR!" Seara sengaja menekankan Pelakor kepada Lia.


"Nggak usah pasang muka terkejut kaya gitu juga kali. Saya eh salah Kami berempat mendengar ucapan Anda bertiga tadi saat di pantry dari awal Anda tiba di pantry." Ucap Seara membuat Lia menundukkan kepala nya dalam-dalam.

__ADS_1


"Nggak usah pakai santet menyantet, kalaupun berhasil pasti akan kembali kepada yang menyantet bahkan bisa lebih buruk yang di santet!" Ucap Seara menatap tajam Lia.


__ADS_2