Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C24. Wasiat


__ADS_3

" Jangan merasa bangga Ara. Suami Kamu tak ada kelebihan nya sama sekali, dibandingkan kekasih mereka yang seorang anak pengusaha ternama, tidak seperti suami kamu yang hanya anak supir " Ucapan Fatah justru membuat Seara tertawa kecil.


" Apa Paman tidak melihat betapa ketiga wanita yang memiliki kekasih anak pengusaha itu, menatap penuh damba kepada seorang anak supir? " Balas telak Seara.


" Sayang" Bisikan Anan membuat Seara menurunkan emosi nya.


" Apa kabar Om dan Tante " Andi menyapa keluarga Papa Gunawan dengan sopan, dan sama hal nya dengan yang Anan dapatkan, mereka pun terlihat tak menanggapi sapaan Andi, dan hal itu membuat Seara terlihat semakin kesal.


" Mari silahkan duduk "Ucap Andi sopan kepada keluarga Pak Gunawan. Mereka pun duduk di tempat yang sengaja di persiapan oleh Andi dan Anan sebelum kedatangan mereka ke ruang keluarga.


" Apa sudah hadir semuanya Ra?" Seara mengangguk menjawab pertanyaan Pak Bambang.


Seara dan Anan juga yang lain nya duduk ditempat yang sudah tersedia. Pak Bambang dan Bu Yumna terlihat sibuk merapikan beberapa amplop coklat yang masih tertutup dengan rapat.


" Baiklah, berhubung pihak keluarga Pak Gunawan sudah berkumpul semuanya. Maka dengan ini izinkan Saya Bambang Wijayanto selalu pengacara pribadi keluarga Bapak Gunawan membuka dan membacakan wasiat yang beliau tulis sebelum beliau berpulang ke Rahmatullah. " Ucap Pak Bambang membuka pertemuan.

__ADS_1


" Sebelum nya saya meminta waktu sejenak untuk mendo'akan Pak Gunawan agar beliau tenang di alam Nya. Al-Fatihah. " Suasana hening sejenak dan hanya ucapan Aamiin yang terdengar saat Pak Bambang mengucapkan baitan do'a untuk Pak Gunawan.


" Sebelum nya ada yang ingin saya sampaikan terlebih dahulu kepada Seara dan juga Anan, selamat atas pernikahan kalian, semoga Allah selalu memberikan keberkahan dan menjadikan kalian keluarga yang Sakinah Mawaddah dan Warrahma, serta kelak di karuniai anak anak yang sholeh dan sholehah" Ucap Pak Bambang di Aamiin kan oleh Anan, Seara, Andi juga Yulia dan Bu Yumna, sementara keluarga tiri Pak Gunawan hanya mencembikkan bibir mereka sambil menggerutu tak jelas.


" Baiklah tanpa bermaksud mengulur waktu, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Saya membuka amplop yang masih bersegel ini " Pak Bambang memperlihatkan sebuah amplop coklat besar yang masih berstempel nama Pak Gunawan dan juga tanda tangan Pak guna di bagian seal amplop.


Pak Bambang membuka amplop besar tersebut yang ternyata berisikan beberapa amplop coklat lain nya dengan nama yang sudah tertera di masing-masing amplop coklat tersebut.


Hanya Seara, Anan, Andi dan Fatah yang mendapatkan amplop dari dalam amplop coklat tersebut. Anan bahkan sampai terkejut saat Pak Bambang memanggil namanya lalu menyerahkan amplop tersebut kepada Anan.


Keributan pun tak terhindari hingga membuat Seara pun kesal.


" Sudah cukup" Bentak Seara saat ketiga Bibi nya itu terus memaksa Pak Bambang dan Bu Yumna.


" Apa Bibi tidak melihat, kalau amplop tadi itu masih bersegel?" Ucap Seara kesal. " Jadi duduk dan diamlah, biarkan Kami masing-masing membacakan apa yang tertulis dalam amplop yang Kami terima " Ucap Seara tegas dan membuat ketiga wanita paruh baya itu terpaksa kembali ke tempat duduk mereka dengan kesal.

__ADS_1


" Silahkan di bacakan secara gamblang apa yang di tuliskan oleh Pak Gunawan. Bisa kita mulai dari Ara lalu Anan kemudian Andi dan terakhir Pak Fatah " Ucap Pak Bambang.


Seara merobek amplop bagian nya, didalam nya terdapat selembar kertas dengan tulisan tangan sang Papa. Anan merangkul bahu Seara saat Seara mulai terlihat menangis membaca dalam hati baitan kata yang tertulis dalam lembaran kertas tersebut.


" Bacalah" Bisik Anan lalu merangkul erat bahu Seara.


Seara mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan sebelum membaca surat dari Papa nya.


" Assalamu'alaikum kesayangan nya Papa, cinta nya Papa. Maafkan Papa kalau Papa tidak bisa mengabulkan keinginan Kamu yang menikah dengan di walikan oleh Papa. Papa sangat menyayangi Kamu nak, maafkan Papa kalau selama ini Papa selalu menolak pria yang Kamu bawa, tapi justru menerima pinangan Pak Wibi untuk putra nya. Walaupun sebenarnya Papa sendiri sudah mempunyai calon yang InsyaAllah bisa membimbing Kamu kejalan Allah. Papa menitipkan amanat sebuah rumah singgah untuk anak anak yatim dan para manula untuk kamu kelola. Kantor pusat di Jakarta, Surabaya, Bandung juga Bali kepada Kamu, lanjutkan usaha Papa dengan sebaik-baiknya. Jika kelak Kamu menikah, Papa harap Suami Kamu kelak bisa memberikan Kamu kebahagiaan juga kebaikan untuk dunia dan akhirat Kamu kelak, dikaruniai anak anak yang sholeh dan sholehah dan selalu menjadi keluarga Sakinah Mawaddah dan Warrahma hingga akhir hayat kalian. Sampaikan salam sayang Papa untuk suami juga anak anak mu kelak. Papa sangat menyayangi kamu My Sea Love You more and more. Wassalammualaikum Kesayangan Papa. " Tangis Seara pun langsung pecah selesai membaca surat yang Papa nya tuliskan untuk nya. Anan memeluk Seara dengan sangat erat membiarkan Seara menangis dalam pelukan nya.


" Sabar Sayang, Ikhlaskan Papa, beliau sudah tenang disana. Jangan Kamu perlambat langkahnya dengan derai air mata Kamu" Seara memgangguk pelan. Dengan masih berada dalam pelukan Anan, Seara minta Anan untuk membacakan pesan yang Papa nya sampaikan.


Anan menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan.


" Assalamu'alaikum Anan, ini Papa, ya Papa. Papa ingin Kamu memanggil itu bukan Tuan Besar, jadi mulai saat Kamu membaca surat ini Papa haramkan Kamu memanggil Tuan Besar kepada Papa. Anakku Anan, Papa titipkan Seara kepada Kamu, jika Kamu berkenan pinanglah Seara jikalau hubungan nya dengan putra Pak Wibi tidak berjalan lancar. Papa hanya bisa mempercayakan Seara kepada Kamu saat Papa meniggalkan dunia ini. Jagalah Dia, Dia lah harta yang paling Papa sayangi. Papa mohon bantu dan bimbinglah Dia menuju jalan Allah, Do'a Papa selalu untuk Kamu Nak. Oh iya, bukan niat Papa merendahkan Kamu, tapi Papa yakin Kamu bisa menjalankan amanat yang akan Papa berikan kepada Kamu selain Seara tentunya. Papa memberikan hibah usaha Papa yang saat ini sedang di pegang oleh Wawan suami Lena dan Ricky suami Tiwi. Semua surat sudah Papa serahkan kepada Pak Bambang. Kamu bisa langsung meminta nya kepada Pak Bambang, disana ada beberapa informasi untuk Wawan dan juga Ricky. Pesan Papa, tolong jaga Seara, jikalau Kalian tidak berjodoh, Papa harap Kamu bisa mencarikannya jodoh yang tepat. Papa menyayangi Kamu Nak. Wassalammualaikum " Anan mengakhiri membaca surat dari Pak Gunawan dengan diiringi protes yang diajukan Lena dan Tiwi beserta suami mereka masing-masing.

__ADS_1


" Cukup "


__ADS_2