Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C43. Sayang


__ADS_3

Tak ada gaun pengantin ataupun pesta yang mewah di acara akad Wisnu dan Nita. Bahkan Anan meminjamkan Wisnu celana panjangnya yang belum di pakai kepada Wisnu sebagai pengganti celana cargo selutut yang Wisnu kenakan saat ini.


Nita sendiri hanya mengganti piyama tidur nya dengan gamis putih yang di pakai nya saat idul fitri tahun ini, namun Seara sedikit memberikan polesan make up yang sengaja di bawa nya dari kediamannya saat Wisnu mengabarkan akan menikahi Nita di rumah pemilik kost Nita.


Seara bahkan sempat memarahi dan menyalahkan Wisnu karena keusilan nya harus membuat Nita terpaksa menikah dengannya.


Pak Wibi turut serta hadir sebagai saksi dari pihak Wisnu, sementara Andi menjadi saksi dari pihak Nita atas permintaan Seara yang sudah menganggap Nita sebagai saudara nya.


Pak Wibi bahkan sempat menjiwir kedua telinga Wisnu bergantian karena kesal akan ulah nya di tempat kost Nita, hingga pernikahan itu terpaksa dilakukan saat ini juga.


Padahal Pak Wibi sudah meminta tenggat waktu seminggu untuk mempersiapkan pernikahan yang layak untuk Nita, namun beberapa penghuni kost menolak nya dan meminta di adakan akad saja lebih dahulu baru dilaksanakan pesta. Hal itu bertujuan agar kost an mereka terhindar dari bala atas perbuatan yang di tuduhkan mereka kepada Nita dan Wisnu.


Dan Pak Wibi pun dengan terpaksa menyetujui keinginan para penghuni kost lainnya itu. Walaupun begitu Pak Wibi tetap menyiapkan mahar yang layak untuk Nita yang memang sudah di siapkan oleh Pak Wibi untuk calon istri Wisnu kelak.


Dengan mahar uang tunai sebesar lima juta rupiah menjadi mahar yang di berikan oleh Wisnu untuk menjadikan Nita sebagai pendamping hidup nya.


Kata "Sah" berkumandang di ruang tamu Pak Burhan dan Bu Rahma. Setelah menyelesaikan prosesi akad nikah, keluarga Pak Wibi pun meninggalkan kediaman Pak Burhan untuk kembali ke kamar kost Nita.


Wisnu akan bermalam di kost Nita untuk membantu Nita merapikan barang-barang yang akan di bawa nya ke apartemen Wisnu. Walaupun penolakan tetap Nita lakukan, namun pria itu tetap saja tak beranjak keluar dari dalam kamar kost Nita, hingga Nita pun akhirnya membiarkan saja suami nya itu berada di dalam kamar kost nya sambil membantu memasukkan beberapa barang milik Nita kedalam kardus.


Seara dan Anan sendiri, malam ini akan menginap di rumah Pak Wibi, karena kebetulan ada rekan kerja Pak Wibi yang ingin bertemu dengan Seara dan Anan untuk membicarakan bisnis.


Pertemuan itu terpaksa dilakukan selepas Isya karena rekan Pak Wibi sudah harus berangkat ke Luar Negeri pada pukul sebelas malam.


"Barang nya hanya segini saja?" Wisnu bertanya sesaat setelah pria itu selesai menutup kardus dengan menggunakan lakban.

__ADS_1


"Iya Pak" Nita menjawab dengan singkat. Lalu beranjak menuju meja dekat kamar mandi yang berisikan perlengkapan memasak ala kadar nya.


"Wah benar-benar definisi anak kost" Nita terjenjit kaget karena tiba-tiba saja sudah terdengar suara Wisnu tepat berada di sisi sebelah kanan, saat Dia akan membuatkan minuman untuk nya dan juga Wisnu.


"Astagfirullah Pak, bisa nggak Bapak itu nggak selalu muncul tiba-tiba kaya gini. Kaget tau Pak!" Protes Nita yang hampir saja menumpahkan air ke lantai karena terkejut dengan kedatangan Wisnu yang tiba-tiba itu.


"Maka nya jangan ngelamun, jadi Saya datang Kamu nggak tau kan?" Nita pun langsung mencembikkan bibir nya menanggapi ucapan Wisnu yang selalu saja membalikkan apa saja yang di ucapkan Nita.


"Ck.Ngeles melulu. Ini minum dulu" Nita menyodorkan segelas kopi instan kepada Wisnu hingga membuat kedua alis Wisnu menukik.


"Kamu kasih Saya kopi instan?" Nita mengangguk sambil menyeruput kopi yang sama dengan yang di sajikan nya untuk Wisnu.


"Saya nggak suka kopi instan Nitnit!" Ucap Wisnu lalu meletakkan gelas berisi kopi itu keatas meja dapur Nita.


"Saya nggak punya kopi arabica Bapak Nunu!" Ucap Nita tak mau kalah.


"Saya juga nggak suka Bapak manggil Saya Nitnit!" Protes Nita juga.


"Saya suka manggil Kamu Nitnit!"


"Kalau begitu Saya juga suka manggil Kamu Pak Nunu"


"Saya paling suka panggil Kamu sayang."


"Kalau begitu Saya juga suka panggil Bapak Sayang. Eh. Bapak ngejebak Saya, agar Saya mengikuti Bapak memanggil Sayang sama Bapak?" Ucap Nita kesal, karena terjebak oleh panggilan Wisnu.

__ADS_1


"Kenapa Sayang?" Wisnu berucap seraya tersenyum kepada Nita hingga membuat gadis itu pun menjadi kesal dan kemudian menghentakkan kaki nya sambil berjalan meninggalkan Wisnu yang tengah menertawai nya.


"Sayang, masa ninggalin sih" Wisnu merenggek mengikuti langkah Nita, dan rengekan Wisnu membuat Nita pun bergidik ngeri.


"Ish, Bapak ih jangan ngomong sambil ngerengek gitu. Geli tau Pak" Ucap Nita kesal.


"Terus harus gimana yank?" Nita bahkan sampai menepuk kening nya guna menyadarkan isi kepala nya agar tidak semakin kesal dengan tingkah Wisnu.


"Terserah Bapak saja. Saya pusing melihat tingkah Bapak" Ucap Nita pasrah, lalu mendudukan tubuh nya di kasur lantai kamar nya.


"Ngantuk yank" Ucap Wisnu lirik sambil merenggaangkan tubuh nya ke kanan dan ke kiri.


"Kalau ngantuk ya tidur lah" Ucap Nita santai sambil memainkan HP nya guna melihat jadwal kerja nya dan juga Wisnu besok.


"Eh, Bapak ngapain?" Nita yang tengah menyimpan jadwal kerja di HP nya itu pun terkejut kala Wisnu tiba-tiba saja merebahkan tubuh nya di samping Nita dan meletakkan kepala nya di paha Nita yang tengah menselonjorkan kedua kaki nya.


"Tadi kata nya suruh tidur. Ini saya lagi tidur" Ucap Wisnu tak perduli dengan penolakan Nita.


" Ya tapi kan nggak harus tidur di pangkuan Ssya kaya gini juga kali Pak" Wisnu masih tetap tak memperdulilkan protesan Nita, bahkan kini pria itu meletakkan kiri nya guna menutupi kedua mata nya agar tidak terkena sorot pinjar lampu kamar kost Nita yang berada tepat di atas arah kepala nya.


"Jangan berisik, Saya mau merem dulu sebentar, nanti adzan isya Kamu bangunin Saya" Nita hanya bisa terdiam tak menjawab ucapan Wisnu, karena seperti nya pria itu sudah terlelap dalam tidur nya saat terdengar dengkuran halus yang berasal dari arah Wianu.


Nita pun melanjutkan memeriksa jadwal dan pekerjaan mereka besok dengan menggunakan tangan kiri nya, karena tanpa di sadari nya tangan kanan nya sudah bergerak dengan sendirinya mengusap lembut surai lebat Wisnu yang masih bertahan merebahkan kepala nya di pangkuan Nita.


Tanpa gadis itu sadari seulas senyuman kecil terukir di bibir Wisnu yang ternyata tengah berpura-pura tertidur saat Nita mengusapi rambut nya dengan sangat lembut.

__ADS_1


"Ck,bisa molor beneran nih Gue" Gumam Wisnu dalam hati nya. Dan benar saja, apa yang di ucapkan Wisnu menjadi kenyataan, Dia pun tertidur dengan lelap.


__ADS_2