Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C44. Pagi Perdana


__ADS_3

Pagi pagi sekali kamar kost Nita terlihat sibuk sekali. Selepas melaksanakannya sholat subuh berjamaah di kamar kost, Nita dan Wisnu selalu saja terlibat perdebatan kecil dan semuanya si mulai dengan ulah Wisnu yang selalu saja membuat Nita kesal.


"Dek, Kamu nggak ada kaos yang besar, yang bisa Mas pakai sebelum ke apartemen?" Tanya Wisnu dari balik pintu kamar mandi.


Ya, Wisnu sengaja memanggil Nita dengan panggilan Dek dan memanggil diri nya sendiri dengan Mas, dan lagi-lagi mulai saat ini pun Nita harus membiasakan diri nya dengan panggilan itu.


"Aku nggak punya baju yang besar, kalau pun ada yang besar, ya cuma daster aja. Pak eh Mas mau pakai?" Ucap Nita sambil mengulum senyuman nya saat menawarkan Wisnu untuk mengenakan daster milik nya.


"Astagfirullah, tega banget Kamu Dek, ya masa Mas pakai daster Kamu sih" Gerutu Wisnu sambil keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk milik Nita yang tadi sempat di pakai oleh gadis itu setelah selesai mandi.


"Astagfirullah Pak eh Mas" Pekik Nita terkejut kala mendapati Wisnu bertelanjang dada menampilkan otot perut nya yang walaupun tidak sih pack tapi cukup menggoda iman para wanita yang melihatnya, termasuk pula Nita.


Gadis polos itu bahkan sampai tercekat oleh saliva nya sendiri ketika melihat pertama kali nya dada polos pria di depan mata nya, dan sial nya pikiran polos nya pun mulai berkelana dengan liar kala membayangkan Dia menyentuh daerah tubuh Wisnu yang terbuka.


"Astagfirullah" Nita beristighfar dalam hati sambil mengetuk kening nya agar pikiran mesum itu pergi dari otak nya.


"Kenapa sayang? kok kening nya di jitakin terus nanti tambah jenong lho kaya ikan louhan" Ucap Wisnu yang masih saja bertelanjang dada belum mengenakan pakaian. Karena pria itu tidak membawa pakaian ganti.


"Pak eh Mas ih, sana pakai baju yang tadi Kamu pakai!" Ucap Nita memaksa.


" Ya masa Aku pakai baju yang kemarin, mana sudah di pakai tidur semalam pula. Nggak nyaman yang pasti baju nya banyak keringat nya" Nita sampai mengusap kasar wajah nya mendengar jawaban Wisnu.


"Pakai aja lagi. Ya ampun Pak eh Mas, bisa khilaf Saya lama-lama liat yang beginian!" Ucap Nita kebingungan sendiri, sementara Wisnu hanya tertawa kecil melihat Nita yang mundar mandir dari dapur ke depan lalu balik lagi hanya untuk menghindari Wisnu yang terus menerus mengekori nya.


"Cukup!" Nita menghentikan langkah nya menghadang Wisnu yang akan berjalan kembali mengekori nya dengan masih bertelanjang dada.

__ADS_1


"Pakai baju yang kemarin sekarang juga, atau Saya nggak bakal ikut Bapak pulang!" Titah Nita tak bisa di ganggu gugat.


"Aku bukan Bapak Kamu!" Ucap Wisnu tegas.


"Ya ampun nggak biasa Pak. Ah ya udah terserah Bapak nya mau pakai baju kek, nggak kek, Saya nggak perduli!" Nita menyerah akhir nya gadis itu lebih memilih duduk di depan TV sambil melihat berita pagi hari.


Melihat Nita yang benar-benar tak memperdulilkan nya,akhirnya Wisnu pun mengalah dan mengenakan kembali pakaian yang kemarin di kenakan nya lengkap dengan pakaian dalam nya.


" Kalau yang dalam lecet, Kamu harus tanggung jawab buat ngobatin nya!" Nita memutar malas bola mata nya menanggapi ucapan Wisnu.


"Terserah" Balas Nita cuek tak memperdulikan Wisnu yang tampak jengah memakai pakaian kemarin.


"Ck. Ya sudah, ayo buruan balik ke apartemen!" Nita langsung menarik tangan tangan Wisnu keluar dari kamar kost nya.


"Sabar atuh Sayang. Dompet, kunci mobil masih di dalam" Nita menunjukkan tas selempangnya.


"Koper Kamu di bawa aja sekalian. Biar nanti sepulang ngantor bisa langsung dirapikan" Ucap Wisnu yang membuat Nita membuka kembali pintu kamar kost nya untuk mengambil koper berisikan baju juga tas ransel berisi berkas-berkas penting nya.


"Kita ke kantor agak siangan aja, Mas sudah izin sama Om Wibi" Nita hanya mengangguk pelan.


Jam menunjukkan pukul 7 pagi ketika Wisnu dan Nita tiba di unit apartemen milik Wisnu.


Nita di buat takjub dengan kerapihan apartemen Wisnu.Tak ada yang berantakan yang menjadi ciri khas para pria bujangan. Semua nya tersusun rapi hanya udara yang berada di dalam kamar sedikit berbau asap rokok, mungkin karena Wisnu yang tinggal sendiri lebih sering menghabiskan waktu nya dengan menghisap benda nikotin tersebut.


Nita yang memiliki alergi bau rokok itu pun mulai merasakan tenggorokan gatal, hingga

__ADS_1


"Uhuk... Uhuk..." Nita terpaksa menutup hidung nya dengan mengenakan lengan kanan nya membuat Wisnu keheranan.


" Kamu kenapa Dek?" Tanya Wisnu bingung, apalagi melihat wajah Nita mulai memerah.


"Aku alergi bau rokok. Uhuk ... Uhuk ..." Wisnu pun terkejut. Pria itu bergegas membawa Nita menuju balkon apartemen nya dan kemudian langsung membuka pintu balkon dengan menarik tangan Nita.


Nita segera menghirup udara segar dari luar apartemen Wisnu. Wajah Wisnu langsung memucat, dipandang nya dengan sesama perubahan wajah Nita setelah menghirup udara luar apartemen nya.


"Maaf, Mas nggak tau kalau Kamu alergi asap rokok" Ucap Wisnu menyesal, Nita hanya mengangguk pelan.


Pantas saja, kalau sedang menemani Wisnu survei lokasi dan merokok, Nita selalu beranjak menjauhi nya. Bahkan terkadang Nita memakai masker setelah Wisnu selesai merokok.


"Ganti baju sana. Tadi kata nya nggak nyaman pakai baju kemarin" Ucap Nita mengingatkan Wisnu.


"Ya sudah, Kamu di sini saja dulu, Mas ganti baju" Nita kembali mengangguk menjawab ucapan Wisnu.


Wisnu pun bergegas menuju kamar nya, namun sebelum itu, Dia membuka semua jendela unit apartemen nya untuk mengganti sirkulasi udara ruang tamu unit apartemen nya. Begitu juga dengan kamar nya. Dia segera membuat semua jendela kamar agar sirkulasi udara di kamar nya pun terganti.


Selang sepuluh menit menghirup udara di balkon, Nita pun mengenakan masker yang selalu di bawa nya di dalam tas selempangnya.


"Lupa belum sarapan. Semoga ada bahan masakan yang bisa di olah" Gumam Nita lalu masuk kedalam apartemen Wisnu dan berjalan menuju pantry yang hanya tersekat pilar dengan ruang tamu.


Setelah melihat isi kulkas dan mendapati dua butir telur, wortel, keju dan daun bawang. Serta secangkir beras di tempat penyimpanan beras, Nita pun bergegas mengolah bahan tersebut sebagai sarapan mereka berdua.


"Bener-bener definisi bujang lapuk" Guman Nita sambil tersenyum kecil di balik masker nya.

__ADS_1


Gadis itu lebih memilih menanak nasi di magic com terlebih dahulu, sebelum mengolah bahan masakan yang lain nya.


"Kamu ngapain Dek?"


__ADS_2